Gangguan Pencernaan

Ditinjau dr. Reni Utari
Gangguan pencernaan adalah gejala-gejala yang menimbulkan rasa tidak nyaman atau sakit di perut

Pengertian Gangguan Pencernaan

Gangguan pencernaan atau sering disebut indigesti, menggambarkan rasa tidak nyaman atau nyeri di perut bagian atas. Gangguan pencernaan bukanlah sebuah penyakit, melainkan kumpulan beberapa gejala, termasuk sakit perut dan perasaan kenyang saat mulai makan. Gangguan pencernaan bisa menjadi gejala penyakit pencernaan lain.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Gejala gangguan pencernaan dapat meliputi:

  • Rasa terbakar di perut atau perut bagian atas
  • Sakit perut
  • Kembung
  • Perasaan kenyang
  • Bersendawa
  • Mual dan muntah
  • Perut mulas
  • Rasa tidak nyaman di perut bagian atas
  • Tinja berwarna gelap

Penyebab

Gangguan pencernaan dapat disebabkan berbagai faktor. Seringkali, gangguan pencernaan berhubungan dengan gaya hidup dan dapat dipicu oleh makanan, minuman atau obat-obatan. Penyebab umum gangguan pencernaan meliputi:

  • Makan terlalu banyak atau makan terlalu cepat
  • Makanan berlemak, berminyak atau pedas
  • Terlalu banyak kafein, alkohol, cokelat, atau minuman berkarbonasi
  • Merokok
  • Rasa cemas, stres, dan kelelahan
  • Obat-obatan, antibiotik tertentu, penghilang rasa sakit dan suplemen zat besi
  • Penyakit pencernaan seperti ulserasi, GERD (gastroesophageal reflux disease), kanker lambung, infeksi perut, penyakit tiroid, atau kehamilan

Diagnosis

Untuk mendiagnosis gangguan pencernaan ringan, dokter akan memeriksa riwayat kesehatan dan pemeriksaan fisik. Namun, jika gangguan pencernaan berat, dokter akan melakukan pemeriksaan berupa:

  • Tes laboratorium, untuk memeriksa adanya anemia atau gangguan metabolisme.
  • Tes pernapasan dan tes tinja, untuk memeriksa adanya bakteri Helicobacter pylori, bakteri yang menyebabkan tukak lambung.
  • Endoskopi, untuk memeriksa kelainan pada saluran pencernaan bagian atas.
  • Tes pencitraan (X-ray atau CT scan), untuk memeriksa sumbatan usus atau masalah lain.

Pengobatan

Karena gangguan pencernaan merupakan kumpulan gejala, pengobatan biasanya diberikan tergantung pada kondisi yang mendasar yang menyebabkan gangguan pencernaan. Dokter mungkin akan merekomendasikan:

  • Menghindari makanan yang memicu gangguan pencernaan
  • Mengubah porsi makan
  • Menghindari konsumsi alkohol dan kafein
  • Menghindari obat tertentu, seperti aspirin, ibuprofen, dan naproxen sodium
  • Mengontrol stres dan kecemasan
  • Obat-obatan seperti, antasida, antibiotik (jika bakteri pylori menyebabkan gangguan pencernaan), atau antidepresan
  • Terapi herbal seperti peppermint dan jintan
  • Perawatan psikologis, termasuk modifikasi perilaku, teknik relaksasi, terapi perilaku kognitif dan hipnoterapi
  • Akupunktur

Pencegahan

Prinsip pencegahan gangguan pencernaan dilakukan dengan menghindari makanan dan situasi yang menyebabkan gangguan tersebut. Beberapa hal yang dilakukan untuk mencegah gangguan pencernaan yaitu:

  • Makan dalam porsi kecil dan perlahan.
  • Hindari makanan yang mengandung banyak asam, seperti buah jeruk dan tomat.
  • Kurangi atau hindari makanan dan minuman yang mengandung kafein, rokok, dan alkohol.
  • Kelola stres dengan melakukan relaksasi dan meditasi.
  • Hindari penggunaan pakaian ketat, karena cenderung menekan perut, yang dapat menyebabkan isi perut memasuki kerongkongan.
  • Jangan berolahraga saat perut penuh.
  • Jangan berbaring tepat setelah makan. Tunggu setidaknya 3 jam setelah makan untuk tidur.
  • Tidur dengan posisi kepala lebih tinggi dari kaki dan gunakan bantal untuk menopang diri. Hal ini akan membantu membiarkan cairan pencernaan mengalir ke usus daripada ke kerongkongan.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Gangguan pencernaan ringan biasanya tidak perlu membahayakan. Namun, konsultasikan dengan dokter jika rasa tidak nyaman pada perut berlanjut selama lebih dari 2 minggu. Hubungi dokter segera jika Anda merasakan nyeri parah atau disertai dengan:

  • Penurunan berat badan secara drastis
  • Hilangnya nafsu makan
  • Susah menelan (disfagia)
  • Muntah berulang-ulang atau muntah dengan darah
  • Tinja berwarna gelap
  • Kesulitan menelan
  • Kelelahan yang mungkin mengindikasikan anemia

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Sebelum berkonsultasi dengan dokter atau dokter spesialis penyakit dalam, berikut ini beberapa hal yang bisa Anda siapkan:

  • Buatlah janji dengan dokter Anda. Tanyakan apakah ada pantangan yang harus dilakukan, seperti tidak makan makanan padat pada hari sebelum konsultasi.
  • Tuliskan gejala-gejala yang Anda alami.
  • Buatlah daftar obat-obatan, vitamin, atau suplemen yang Anda konsumsi.
  • Jelaskan mengenai informasi pribadi dan riwayat medis Anda.
  • Tuliskan beberapa pertanyaan untuk ditanyakan kepada dokter, seperti apa yang menjadi penyebab gejala tersebut, apakah kondisi tersebut sementara atau kronis, apa jenis tes yang saya butuhkan, dan lain-lain.

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Dokter mungkin akan menanyakan beberapa pertanyaan seperti:

  • Kapan pertama kali gejala muncul, dan seberapa parah gejala tersebut?
  • Apakah gejala yang Anda alami terjadi terus menerus atau sesekali?
  • Obat apa yang Anda konsumsi?
  • Bagaimana perasaan Anda secara emosional?
  • Apakah Anda merokok atau mengonsumsi alkohol?
  • Apakah gejala Anda lebih baik atau lebih buruk saat perut kosong?
  • Apakah Anda mual dan muntah?
  • Apakah feses Anda berwarna gelap?
  • Apakah berat badan Anda turun drastis?
Referensi

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/indigestion/diagnosis-treatment/drc-20352215
Diakses pada 20 Maret 2019.

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/163484.php
Diakses pada 20 Maret 2019.

NHS. https://www.nhsinform.scot/illnesses-and-conditions/stomach-liver-and-gastrointestinal-tract/indigestion
Diakses pada 20 Maret 2019.

Web MD. https://www.webmd.com/heartburn-gerd/indigestion-overview#1
Diakses pada 20 Maret 2019.

Back to Top