Tubuh memiliki kemampuan untuk mencegah hilangnya volume darah yang terlalu banyak. Fungsi ini dilakukan melalui mekanisme pembekuan darah atau koagulasi.

Saat tubuh mengalami luka, faktor-faktor pembekuan dalam darah akan membuat darah di sekitar luka menjadi padat. Dengan ini, luka dapat tertutup dan perdarahan pun berhenti. 

Namun ada beberapa gangguan pembekuan darah yang bisa terjadi, sehingga perdarahan menjadi lebih berat atau berhenti lebih lama. Perdarahan spontan juga terkadang dapat muncul.

Pada orang dengan gangguan pembekuan darah, proses ini bisa muncul karena tidak terbentuknya atau sedikitnya jumlah faktor pembekuan tertentu.

Gejala gangguan pembekuan darah bisa bervariasi. Perbedaan ini tergantung pada kelainan penyebab dan derajat beratnya.

Jika gangguan pembekuan darah tidak terlalu berat, mungkin saja tidak ada gejala yang timbul. Gejala perdarahan baru terjadi bila penderita mengalami trauma berat atau setelah menjalani operasi besar. Tetapi apabila gangguan tergolong berat, perdarahan spontan mungkin terjadi. 

Beberapa gejala gangguan pembekuan darah yang umum meliputi:

  • Perdarahan yang berlebih atau tidak kunjung berhenti setelah timbul luka kecil.
  • Muncul lebam atau memar tanpa sebab yang jelas. Ukuran lebam biasanya besar.
  • Perdarahan dalam sendi. Kondisi ini paling sering terjadi pada sendi lutut, pergelangan kaki, atau siku. Perdarahan membuat sendi terasa nyeri, bengkak, atau kaku.
  • Kerap mimisan atau mimisan yang tidak berhenti dalam 10 menit.
  • Pada perempuan, volume darah menstruasi yang sangat banyak.
  • Gusi berdarah
  • Demam berulang
  • Sesak napas, nyeri dada, jantung berdebar

Penyebab gangguan pembekuan darah dapat diturunkan dari orangtua ke anak, atau didapat sebagai akibat dari kondisi kesehatan lain.

Gangguan medis tertentu

Beberapa gangguan kesehatan yang dapat menyebabkan gangguan pembekuan darah meliputi:

Penyakit keturunan

Ada beragam penyakit keturunan yang dapat menyebabkan gangguan pembekuan darah. Beberapa jenisnya yang paling sering dijumpai meliputi:

  • Hemofilia, di mana tubuh tidak membentuk faktor pembekuan VIII.
  • Defisiensi faktor pembekuan II, V, VII, X, atau XII.
  • Penyakit von Willebrand, di mana tubuh tidak membentuk faktor von Willebrand.

Pada penyakit-penyakit keturunan, masalah pembekuan darah terjadi akibat kelainan genetik. Kelainan ini kemudian memicu adanya defek atau cacat pada salah satu protein pembekuan darah. Misalnya, tidak terbentuknya faktor II, V, atau VII.

Dengan tidak adanya faktor pembekuan darah tersebut, proses pembekuan darah tidak dapat berlangsung secara sempurna.

Diagnosis gangguan pembekuan darah dipastikan melalui tanya jawab, pemeriksaan fisik, dan juga pemeriksaan penunjang. Berikut penjelasannya:

  • Tanya jawab

Dokter akan mengajukan pertanyaan mengenai gejala-gejala dialami oleh pasien, serta riwayat penyakit sebelumnya. Riwayat pengobatan, terutama pengobatan dengan antikoagulan, juga penting dalam memastikan diagnosis.

Selain itu, dokter juga akan menanyakan riwayat gangguan pembekuan darah dalam keluarga. Langkah ini memastikan ada tidaknya kelainan yang diturunkan.

  • Pemeriksaan fisik

Melalui pemeriksaan fisik, dokter akan mencari tanda-tanda gangguan pembekuan darah. Contohnya, lebam, memar, atau sendi-sendi yang bengkak.

  • Pemeriksaan penunjang

Pemeriksaan darah dilakukan untuk memastikan diagnosis gangguan pembekuan darah. Jenis-jenisnya meliputi:

  • Tes darah lengkap. Melalui tes ini, jumlah sel darah merah, sel darah putih, dan keping darah dapat diketahui.
  • Tes agregasi keping darah untuk memeriksa seberapa cepat keping darah dapat membentuk ikatan.
  • Tes waktu perdarahan guna mengecek seberapa cepat darah membeku dan perdarahan berhenti.
  • Tes untuk mengukur aktivitas faktor pembekuan

Gangguan pembekuan darah seringkali tidak dapat disembuhkan. Namun ada pilihan-pilihan terapi yang tersedia untuk mengatasi gejala akibat kegagalan pembekuan darah. Apa sajakah jenis terapi tersebut?

  • Transfusi darah

Jika terjadi kehilangan darah dalam jumlah banyak, transfusi darah dapat menggantikan volume darah yang hilang. 

  • Transfusi atau suntikan faktor pembekuan

Pada gangguan pembekuan darah akibat tidak adanya faktor V dan VIII, transfusi Fresh Frozen Plasma (FFP) bisa dilakukan. Sedangkan pada kasus hemofilia, faktor pembekuan dapat disuntikkan untuk mencegah perdarahan berlebih.

Sementara untuk kasus defisiensi faktor von Willebrand, suntikan obat desmopressin dapat dilakukan guna mengendalikan perdarahan.

  • Suplementasi besi

Jika terjadi perdarahan, kadar zat besi dalam tubuh penderita dapat ikut menurun, sehingga terjadi anemia defisiensi besi. Penambahan asupan zat besi dapat dilakukan untuk mengembalikan kadar zat besi ke angka yang normal.

Gangguan pembekuan darah umumnya tidak dapat dicegah. Hal yang dapat Anda lakukan adalah mencegah cedera dan perdarahan yang berlebihan dengan cara-cara di bawah ini:

  • Batasi atau hindari obat-obatan yang menghambat pembekuan darah

Contoh obat yang bisa menghambat pembekuan darah adalah ibuprofen atau aspirin. Sebagai gantinya, Anda bisa mengonsumsi paracetamol yang relatif lebih aman sebagai obat penurun panas atau pereda nyeri.

  • Batasi atau hindari konsumsi obat pengencer darah

Obat pengencer darah ini bisa berupa heparin, warfarin, klopidogrel, ticagrelor, rivaroxaban, atau dabigatran. Konsultasikan dengan dokter jika Anda memiliki kondisi lain yang mengharuskan Anda untuk mengonsumsi obat pengencer darah.

  • Lakukan olahraga untuk menguatkan otot dan sendi

Berenang, jalan kaki, atau sepeda merupakan contoh olahraga yang bisa Anda lakukan. Sebaliknya, Anda juga perlu berhati-hati untuk mencegah cedera saat berolahraga.

Anda juga bisa menghindari olahraga yang melibatkan banyak melibatkan kontak tubuh. Misalnya, sepak bola, gulat, atau hoki.

  • Jaga kebersihan gigi dan mulut

Langkah ini bertujuan untuk mencegah karies maupun kerusakan gigi yang berujung pada pencabutan gigi.

  • Lindungi diri

Terapkan langkah-langkah proteksi diri, terutama pada anak-anak. Misalnya dengan menggunakan helm, sabuk pengaman, pelindung lutut, dan pelindung siku. Amankan juga benda-benda yang berujung tajam di dalam rumah.

Dengan begitu, Anda dan keluarga akan terhindar dari cedera yang berpotensi menyebabkan perdarahan.

Periksakan diri Anda ke dokter jika mengalami gejala-gejala gangguan pembekuan darah. Pemeriksaan medis juga sebaiknya dilakukan jika orangtua atau ada keluarga dekat Anda yang menderita gangguan pembekuan darah.

Saat akan berkonsultasi, ada baiknya Anda mempersiapkan hal-hal berikut:

  • Buat daftar gejala yang Anda rasakan dan sejak kapan kemunculannya.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Buat daftar semua obat, vitamin, obat herbal, dan suplemen yang rutin Anda konsumsi.
  • Catat riwayat gangguan pembekuan darah dalam keluarga Anda, atau jika ada anggpta keluarga yang mengalami gejala serupa dengan gejala Anda.

Konsultasikan juga dengan dokter mengenai:

  • Penyebab gejala yang Anda alami.
  • Jenis pemeriksaan yang harus dijalani, beserta persiapan sebelum menjalaninya.
  • Pilihan terapi yang tersedia.
  • Berapa lama atau berapa kali terapi harus dilakukan.
  • Persentase keberhasilan terapi.
  • Efek samping terapi yang harus diwaspadai dan penanganannya.
  • Komplikasi yang dapat terjadi dan penanganannya.
  • Aktivitas yang sebaiknya dihindari.
  • Apakah dibutuhkan konseling genetik atau tidak.

Dokter mungkin akan menanyakan pertanyaan-pertanyaan berikut:

  • Apakah Anda pernah mengalami mimisan yang lama berhenti?
  • Apakah Anda pernah mengalami luka yang tampak kecil, tetapi terus mengeluarkan darah? Misalnya, setelah disuntik atau diambil darah?
  • Apakah Anda pernah menjalani operasi?
  • Apakah terjadi perdarahan yang sulit dihentikan setelah operasi?
  • Apakah Anda pernah menerima transfusi darah? Jika ya, apa indikasinya?
  • Apakah Anda pernah mengalami memar tanpa penyebab yang jelas?
  • Apakah sendi lutut, pergelangan kaki, siku Anda pernah bengkak, terasa hangat, atau nyeri tanpa sebab yang jelas?
  • Apakah ada anggota keluarga yang menderita gangguan pembekuan darah?

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis gangguan pembekuan darah sekaligus penanganan yang tepat.

Healthline. https://www.healthline.com/health/bleeding-disorders
Diakses pada 20 November 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/von-willebrand-disease/diagnosis-treatment/drc-20354984
Diakses pada 20 November 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hemophilia/diagnosis-treatment/drc-20373333
Diakses pada 20 November 2019

Artikel Terkait