Gangguan Muskuloskeletal

Gangguan muskuloskeletal adalah kondisi medis yang ditandai dengan masalah pada otot, tulang, dan sendi. Tingkat keparahannya bervariasi dan bisa meliputi:

  • Gangguan yang terjadi secara tiba-tiba dengan penyembuhannya yang cepat, misalnya keseleo atau patah tulang
  • Penyakit yang berlangsung seumur hidup dan menyebabkan disabilitas atau kecacatan.

Gangguan muskuloskeletal merupakan kondisi medis yang umum dijumpai. Risiko kemunculannya akan meningkat seiring bertambahnya usia.

Pada beberapa kasus, gangguan muskuloskeletal dapat menimbulkan rasa nyeri yang mengganggu aktivitas sehari-hari penderita.

Cakupan gangguan muskuloskeletal sangatlah luas. Beberapa jenisnya bisa meliputi:

  • Gangguan sendi, seperti osteoarthritis, rheumatoid arthritis, ankylosing spondylitis, psoriatik artritis, serta penyakit asam urat (gout)
  • Gangguan pada tulang punggung, misalnya nyeri punggung
  • Gangguan tulang, contohnya osteopenia, osteoporosis, serta patah tulang
  • Gangguan pada otot, seperti sarkopenia
  • Gangguan pada sistem bagian tubuh, contohnya lupus yang bisa memicu nyeri di seluruh tubuh

Gejala gangguan muskuloskeletal dapat berupa:

  • Nyeri berulang atau tidak kunjung membaik
  • Nyeri yang terasa tumpul
  • Kaku sendi
  • Pembengkakan
  • Gangguan tidur
  • Pembengkakan, kemerahan
  • Kesemutan
  • Kelemahan

Gejala tersebut dapat dirasakan pada seluruh organ muskuloskeletal, seperti leher, bahu, pergelangan tangan, punggung, pinggang, kaki, lutut, dan telapak kaki.

Keluhan gangguan muskuloskeletal dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, seperti berjalan atau mengetik. Kemampuan gerak penderita juga menjadi terbatas, dan penderita mengalami kesulitan dalam melakukan rutinitasnya.

Beberapa aktivitas yang dapat menjadi penyebab gangguan muskuloskeletal meliputi:

  • Melakukan gerakan yang sama berulang kali
  • Aktivitas yang berlebihan, seperti mengangkat beban yang terlalu berat
  • Postur tubuh yang buruk saat bekerja atau di sekolah
  • Duduk di depan komputer dalam posisi yang sama setiap hari
  • Cedera, misalnya karena kecelakaan dan terjatuh
  • Kejang yang parah dan menyebabkan patah tulang, sendi geser, atau kerusakan langsung pada otot.

Untuk menentukan diagnosis gangguan muskuloskeletal, dokter akan melakukan tanya jawab, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Berikut penjelasannya:

  • Tanya jawab

Dokter akan melakukan tanya jawab secara menyeluruh terkait gejala dan riwayat medis pasien maupun keluarga.

  • Pemeriksaan fisik

Dokter kemudian memeriksa ada tidaknya nyeri, kemerahan, bengkak, kelemahan otot, dan atrofi (pengecilan) otot. Dokter juga akan mengecek gerak refleks guna memeriksa kemungkinan gangguan saraf.

  • Pemeriksaan penunjang

Jika dibutuhkan, dokter bisa menyarankan pemeriksaan penunjang berupa pemeriksaan pencitraan. X-ray atau MRI dapat dilakukan untuk memeriksa keadaan tulang serta jaringan lunak.

Dokter juga mungkin menyarankan Anda untuk menjalani pemeriksaan darah guna memeriksa ada tidaknya risiko penyakit rematik.

Pengobatan gangguan muskuloskeletal tergantung pada penyebab yang mendasarinya dan tingkat keparahan gejala yang Anda alami.

Untuk mengatasi rasa nyeri hilang dan timbul, dokter akan menyarankan olahraga intensitas sedang. Dokter juga bisa memberikan obat pereda rasa nyeri, seperti ibuprofen atau paracetamol.

Bagi penderita dengan gejala gangguan muskuloskeletal yang lebih berat, dokter dapat meresepkan obat untuk mengurangi radang dan nyeri.

Pada beberapa kasus, dokter juga bisa merekomendasi fisioterapi, terapi okupasi, atau keduanya. Terapi-terapi ini dapat membantu pasien dalam mengatasi rasa nyeri yang dialami, menjaga kekuatan dan rentang gerak, juga menyesuaikan aktivitas sehari-hari yang berhubungan dengan kondisi ini.

Risiko terjadinya gangguan muskuloskeletal dapat meningkat seiring bertambahnya usia Anda. Oleh karena itu, menjaga kondisi kesehatan fisik (termasuk sendi, tulang, dan otot) sejak usia muda bisa mencegah terjadinya penyakit ini.

Beberapa upaya gaya hidup sehat dapat Anda terapkan meliputi:

  • Olahraga dan peregangan untuk membantu dalam menjaga kekuatan tulang, otot, dan sendi.
  • Berhati-hati dalam melakukan aktivitas sehari-hari guna menghindari cedera.
  • Menerapkan postur tubuh yang baik, misalnya posisi duduk dan berdiri yang benar
  • Berhati-hati saat mengangkat beban berat
  • Membatasi gerakan repetitif atau berulang

Hubungi dokter apabila Anda mengalami gejala gangguan muskuloskeletal. Jangan meremehkan keluhan meski terasa ringan.

Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:

  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.

Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:

  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Sejak kapan gejala tersebut dirasakan?
  • Apakah gejala tersebut sudah mengganggu aktivitas sehari-hari?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait gangguan muskuloskeletal?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan bisa menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis gangguan muskuloskeletal dan penyebabnya. Dengan ini, pengobatan pun bisa diberikan secara tepat.

Healthline. https://www.healthline.com/health/musculoskeletal-disorders
Diakses pada 20 Januari 2020

WHO. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/musculoskeletal-conditions
Diakses pada 20 Januari 2020

WebMD. https://www.webmd.com/pain-management/guide/musculoskeletal-pain
Diakses pada 20 Januari 2020

Artikel Terkait