Psikologi

Gangguan Kepribadian Narsisistik

03 Mar 2021 | dr. Levina FeliciaDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Gangguan Kepribadian Narsisistik
Gangguan kepribadian narsistik mebuat penderita merasa kepentingannya paling utama
Gangguan kepribadian narsisistik adalah salah satu jenis gangguan mental dengan gejala berupa perasaan bahwa diri sendiri lebih penting dari orang lain, keinginan berlebihan untuk diperhatikan dan disukai, hubungan yang bermasalah, serta kurangnya rasa empati terhadap orang lain.Namun di balik semua hal tersebut, penderita memiliki rasa percaya diri yang rendah dan rentan terhadap kritik.Gangguan kepribadian narsisistik menyebabkan masalah pada banyak area kehidupan, termasuk hubungan dengan orang lain, sekolah, pekerjaan, atau masalah keuangan. Orang dengan kondisi ini merasa tidak senang dan kecewa ketika tidak mendapat perhatian khusus atau pujian yang mereka rasa pantas didapatkan.Orang dengan gangguan kepribadian narsisistik juga merasa hubungan mereka dengan orang lain kurang memuaskan, dan orang lain mungkin tidak senang berada di sekitar mereka. Pengobatan gangguan kepribadian narsisistik meliputi terapi bicara (psikoterapi). 
Gangguan Kepribadian Narsisistik
Dokter spesialis Jiwa, Psikolog
GejalaMerasa dirinya paling penting, butuh perhatian dan ingin disukai secara terus-menerus, memiliki rasa percaya diri yang rendah
Faktor risikoKeturunan, kekerasan atau diabaikan saat masih kanak-kanak, dimanja berlebihan
Metode diagnosisDSM-5
PengobatanPsikoterapi, obat-obatan, terapi keluarga
ObatObat antidepresan, obat anticemas
KomplikasiKesulitan menjalin hubungan, masalah dalam lingkungan kerja dan sekolah, depresi dan cemas
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala gangguan kepribadian narsistik
Gejala atau tanda-tanda yang dapat menandakan gangguan kepribadian narsisistik meliputi: 
  • Perasaan berlebihan terhadap kepentingan diri sendiri
  • Membutuhkan perhatian dan ingin disukai secara terus-menerus
  • Kebutuhan untuk diakui walau tanpa penghargaan
  • Melebih-lebihkan penghargaan atau bakat
  • Suka berkhayal mengenai kesuksesan, kekuasaan, kecantikan, kepandaian, dan pasangan yang sempurna
  • Percaya bahwa diri mereka hebat dan perlu disandingkan dengan orang yang sepantaran
  • Merespons kritik dengan amarah dan rasa malu
  • Keinginan yang kuat untuk mendapatkan segala sesuatu yang terbaik dengan proses instan
 
Sama seperti gangguan mental pada umumnya, penyebab gangguan kepribadian narsisistik juga belum diketahui secara pasti. Para pakar menduga bahwa terdapat banyak hal yang bisa berkaitan dengan kemunculannya.Faktor-faktor risiko gangguan kepribadian narsistik tersebut meliputi:
  • Faktor genetik (keturunan)
  • Kekerasan atau diabaikan ketika masih kanak-kanak
  • Dimanja berlebihan oleh orangtua ketika masih kanak-kanak
  • Ekspektasi berlebih dan tidak realistis dari orangtua
  • Berhubungan seksual dengan banyak orang
  • Pengaruh budaya
 
Untuk menentukan diagnosis gangguan kepribadian narsisistik, dokter spesialis jiwa akan mengajukan sederet pertanyaan dari kriteria khusus. Kriteria ini dikenal dengan Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5).Selain itu, pemantauan perilaku secara detail terhadap penderita juga dapat membantu dokter dalam mendiagnosis kondisi pasien. 

Kriteria gangguan kepribadian narsisistik

Menurut DSM-5, kriteria gangguan kepribadian narsisistik meliputi:
  • Merasa diri penting yang berlebihan
  • Ingin dipuja dan dipuji orang lain secara terus menerus
  • Menginginkan perilaku spesial karena merasa superior
  • Melebih-lebihkan pencapaian dan bakat yang dimiliki
  • Bereaksi negatif terhadap kritik
  • Suka berfantasi tentang kekuatan, sukses, dan kecantikan atau ketampanan
  • Memanfaatkan orang lain
  • Ketidakmampuan atau tidak mau tahu keinginan atau perasaan orang lain
  • Berperilaku arogan atau sombong
Untuk mencari tahu apakah seseorang memenuhi kriteria tersebut, dokter akan meminta pasien untuk mengisi daftar pertanyaan (questionnaire). Pemeriksaan lain untuk mencari tahu penyakit kejiwaan atau kondisi medis lainnya juga akan dilakukan. 
Seseorang dengan gangguan kepribadian narsistik cenderung mudah jatuh pada pengaruh obat-obat terlarang, konsumsi alkohol yang berlebihan, dan permasalahan dalam hubungan dengan orang-orang di sekitarnya. Hal ini tentu akan berdampak pada kualitas kehidupan maupun kesehatan fisik penderita.Oleh sebab itu, penanganan dari dokter sangat diperlukan agar kondisi ini tidak berlarut-larut. Beberapa cara mengobati gangguan kepribadian narsistik yang dapat dilakukan meliputi:

1. Psikoterapi

Belum terdapat pengobatan khusus untuk menyembuhkan gangguan kepribadian ini. Namun psikoterapi dipercaya dapat membantu pasien.Tujuan dari pengobatan gangguan kepribadian narsisistik adalah mengembalikan rasa percaya diri pasien supaya ia menjadi lebih realistis terkait ekspektasinya terhadap orang lain.

2. Obat-obatan

Meski tidak ada obat khusus untuk menangani gangguan kepribadian narsisistik, dokter mungkin saja meresepkan beberapa jenis obat tertentu. Misalnya obat antidepresan dan anticemas untuk menangani depresi dan kecemasan jika pasien memang didiagnosis mengalaminya.

3. Terapi keluarga

Khusus untuk penderita anak-anak, para ahli merekomendasikan orang tua agar tidak terlalu banyak memberikan pujian kepada anaknya. Sedangkan orang tua yang kurang perhatian pada anaknya dihimbau untuk meningkatkan perhatiannya. 

Komplikasi gangguan kepribadian narsisistik 

Komplikasi gangguan kepribadian narsisistik dapat berupa:
  • Kesulitan menjalin hubungan
  • Masalah dalam lingkungan kerja dan sekolah
  • Depresi dan cemas
  • Masalah kesehatan fisik
  • Penyalahgunaan obat atau alkohol
  • Pikiran atau perilaku bunuh diri
 
Karena penyebabnya belum diketahui, cara mencegah gangguan kepribadian narsistik juga tidak ada. Meski demikian, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah kondisi ini berkembang semakin parah. Di antaranya adalah: 
  • Mendapatkan penanganan sedini mungkin, misalnya sejak usia kanak-kanak.
  • Menjalani konseling dengan terapis yang berpengalaman.
  • Melakukan terapi bersama keluarga. Tidak hanya pengidap yang perlu terapi, keluarga juga membutuhkannya agar bisa mempelajari cara berkomunikasi dan menangani konflik secara tepat.
 
Anda perlu berkonsultasi dengan dokter apabila mengalami gejala atau tanda-tanda gangguan kepribadian narsistik. Jika melihat seseorang yang menunjukkan gejala gangguan mental ini pun, bujuklah ia untuk memeriksakan diri. 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang dialami oleh penderita.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang dialami oleh penderita.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang di
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan pada dokter.
  • Anda juga dapat meminta keluarga atau teman untuk mendampingi saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait gangguan kepribadian narsistik?
  • Apakah ada anggota keluarga atau orang di sekitar Anda dengan gejala yang sama?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Jika iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis gangguan kepribadian narsistik. Dengan ini, penanganan bisa diberikan secara tepat. 
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/narcissistic-personality-disorder/symptoms-causes/syc-20366662
Diakses pada 13 Maret 2019
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/9741.php
Diakses pada 13 Maret 2019
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/000934.htm
Diakses pada 13 Maret 2019
WebMD. https://www.webmd.com/mental-health/narcissistic-personality-disorder#1
Diakses pada 13 Maret 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/narcissistic-personality-disorder
Diakses pada 3 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email