Gangguan kepribadian antisosial adalah kelainan mental yang ditandai dengan sikap acuh terhadap orang lain dan konsekuensi dari suatu permasalahan. Penderita cenderung memenuhi kebutuhannya sendiri tanpa mempertimbangkan akibat bagi dirinya sendiri maupun orang lain dan tanpa perasaan menyesal atau bersalah.

Selain itu, seseorang dengan gangguan ini bisa melakukan tindakan kekerasan, penipuan, atau tindakan tidak terpuji lainnya demi keuntungan pribadi. Mereka mungkin akan melakukan tindakan pembelaan terhadap sikapnya tersebut, menyalahkan korban, dan acuh terhadap hak atau perasaan orang lain. 

Gangguan kepribadian antisosial enam kali lebih banyak dialami oleh pria dibandingkan wanita. Gangguan ini juga jarang terjadi pada kalangan lanjut usia (lansia). 

Seseorang dengan gangguan kepribadian antisosial umumnya tidak menyadari kondisinya dan sering merasa tidak butuh pertolongan medis. Namun penderita biasanya akan berkonsultasi pada dokter atau tenaga medis terkait gejala yang mereka alami, seperti kecemasan, depresi, dan perasaan mudah marah.

Gangguan kepribadian antisosial biasanya menimbulkan gejala sebagai berikut:

  • Tidak menyadari salah atau benar.
  • Sering berbohong dan menipu orang lain.
  • Tidak memiliki empati, bersikap sinis, dan tidak menghargai orang lain.
  • Kerap memanipulasi orang lain untuk keuntungan dan kesenangannya sendiri.
  • Sombong, merasa superior, dan terlampau yakin pada diri sendiri.
  • Kerap terlibat dalam tindakan kriminalitas dan terjerat hukum.
  • Suka melukai orang lain melalui intimidasi dan bersikap tidak jujur.
  • Melakukan kegiatan membahayakan tanpa perhitungan keselamatan terhadap diri sendiri atau orang lain.
  • Tidak dapat memperhitungkan konsekuensi maupun belajar dari kesalahan.

Meskipun gangguan kepribadian antisosial termasuk kondisi yang berlangsung seumur hidup, dalam beberapa kasus (khususnya pelaku kriminal dan destruktif), dapat berkurang seiring berjalannya waktu. 

Gangguan kepribadian antisosial belum diketahui secara pasti. Genetik dan faktor lainnya, termasuk interaksi dengan lingkungan sekitar, dapat memengaruhi berkembangnya kelainan mental ini.

Selain itu, kekerasan pada anak juga dapat menyebabkan berkembangnya kondisi ini. Seorang anak dengan orangtua yang antisosial dan mengidap kecanduan alkohol bisa berpengaruh pada perkembangan anak serta mendorong timbulnya gangguan kepribadian ini.

Seseorang dengan gangguan kepribadian antisosial biasa tidak menunjukkan gejala khusus. Diagnosis akan dilakukan dengan memeriksa hubungan penderita dengan orang-orang di sekitarnya. Informasi dari kerabat dan keluarga juga dapat memberikan informasi yang berguna untuk dokter atau tenaga medis dalam memahami kondisi pasien. 

Dokter yang direkomendasikan untuk mendiagnosis kondisi ini merupakan dokter ahli kejiwaan (psikiatri). Dokter akan melakukan diagnosis berdasarkan:

  • Evaluasi psikologis atau kejiwaan pasien yang menyangkut perasaan, hubungan, sikap, pola perilaku, dan riwayat medis keluarga.
  • Riwayat medis pasien.
  • Gejala tertentu yang mengindikasikan gangguan ini.

Gangguan kepribadian ini biasanya tidak dapat dideteksi sebelum pasien berusia 18 tahun. Gejala yang timbul mungkin bisa bermula selama masa kecil atau awal masa remaja.

Pengobatan gangguan kepribadian antisosial biasanya berupa:

  • Psikoterapi 

Psikoterapi bertujuan mengendalikan amarah, tindakan kekerasan, dan gangguan kejiwaan lainnya. 

  • Obat-obatan

Belum ada obat yang dapat menangani gangguan kepribadian antisosial secara spesifik. Namun dokter mungkin memberikan obat-obatan untuk mengatasi gangguan kecemasan, depresi, atau gejala tindakan kekerasan yang berkaitan dengan gangguan ini. 

Penyalahgunaan narkoba, konsumsi alkohol secara berlebihan, tindak kekerasan, dan bunuh diri sering dikaitkan dengan gangguan kepribadian antisosial. Namun masih dibutuhkan penelitian yang lebih luas dan banyak untuk menemukan bukti mengenai hal ini.

Belum ditemukan tindakan pencegahan untuk gangguan kepribadian antisosial. Kelainan mental ini biasanya dapat dideteksi dari tanda-tanda tertentu pada masa kanak-kanak oleh orangtua, guru, atau dokter anak.

Penanganan efektif sedini mungkin dapat mencegah timbulnya gangguan kepribadian ini ketika anak beranjak dewasa. Penanganan pada anak-anak biasanya berupa konseling untuk orangtua, pendidikan terkait perubahan perilaku, kemampuan memecahkan masalah pada lingkup sosial anak, terapi keluarga, dan tindakan psikoterapi untuk anak.

Anda perlu berkonsultasi dengan dokter apabila Anda atau anak Anda mengalami gejala atau tanda-tanda gangguan kepribadian antisosial. Dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk mengunjungi ahli kejiwaan, seperti psikiater atau psikolog.

Sebelum berkonsultasi dengan dokter, sebaiknya Anda menyiapkan beberapa informasi berikut untuk membantu dokter memahami kondisi Anda: 

  • Penjelasan detail mengenai gejala yang dialami.
  • Riwayat medis pasien dan keluarga.
  • Obat-obatan yang pernah atau sedang dikonsumsi, termasuk vitamin, suplemen, dan obat herba.

Dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan di bawah ini untuk memahami kondisi Anda:

  • Apakah gejala yang dialami hanya bersifat sementara atau berlangsung terus-menerus?
  • Seberapa parah gejala yang dialami?
  • Apakah terdapat hal yang meringankan atau memperburuk gejala?

Pemeriksaan dan pemantauan perilaku juga dapat dilakukan untuk memahami kondisi penderita secara lebih akurat. 

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/antisocial-personality-disorder/symptoms-causes/syc-20353928
Diakses pada 13 Maret 2019

Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/000921.htm
Diakses pada 13 Maret 2019

MSD Manual. https://www.msdmanuals.com/home/mental-health-disorders/personality-disorders/antisocial-personality-disorder-aspd
Diakses pada 13 Maret 2019

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/antisocial-personality-disorder/
Diakses pada 13 Maret 2019

Artikel Terkait