Gangguan Kecemasan Umum

Ditinjau dr. Widiastuti pada 26 Nov 2018
Gangguan kecemasan umum merupakan suatu kondisi yang dapat dialami oleh orang dewasa ataupun anak-anak.
Gangguan kecemasan umum merupakan suatu kondisi yang dapat dialami oleh orang dewasa ataupun anak-anak.

Pengertian Gangguan Kecemasan Umum

Gangguan kecemasan umum ditandai dengan rasa cemas dan khawatir yang berlebihan serta tidak terkendali dalam kehidupan sehari-hari tanpa alasan yang jelas. Kondisi ini pada akhirnya akan mengganggu aktivitas sehari-hari, seperti keuangan, pekerjaan, sekolah, kehidupan sosial dan hubungan dengan orang lain. Terkadang penderita tidak mampu untuk menceritakan dan menjelakan kecemasannya kepada orang lain. 

Orang dengan gangguan ini biasanya cenderung untuk selalu berpikir yang terburuk. Misalnya, merasa bahwa suatu bencana akan terjadi pada dirinya dan tidak bisa berhenti cemas terhadap pekerjaan, sekolah, kesehatan maupun aspek-aspek kehidupan lainnya. Sehingga, kehidupan sehari-harinya didominasi dengan rasa khawatir dan ketakutan yang berlebihan. GAD dapat dialami oleh anak-anak ataupun orang dewasa.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Berdasarkan Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders edisi kelima (DSM-5) yang menjadi panduan untuk Asosiasi Psikiater Amerika (American Psychiatrist Association), diagnosis dari gangguan kecemasan umum adalah:

  • Adanya kecemasan yang berlebihan dan terlihat jelas mengenai berbagai topik, kejadian, atau aktivitas selama kurang lebih enam bulan.
  • Kecemasan yang dirasakan sulit untuk dikendalikan dan dapat berpindah-pindah dari satu topik ke topik lainnya.
  • Kecemasan yang dirasakan juga diikuti oleh setidaknya tiga (satu pada anak-anak) gejala dari gejala-gejala fisik dan kognitif di bawah ini:
    • Cepat capek atau lebih lelah dari biasanya.
    • Meningkatkan nyeri otot.
    • Lebih mudah cemas dan gelisah.
    • Mudah kesal (bisa jadi tidak terlihat secara jelas).
    • Konsentrasi yang terganggu atau pikiran menjadi kosong.
    • Kesulitan tidur (kesulitan untuk tidur, tetap tertidur, gelisah di malam hari, atau merasa tidak tidur nyenyak).

Penyebab

Penyebab terjadinya gangguan kecemasan umum atau GAD ini belum diketahui secara pasti. Namun, terdapat beberapa kombinasi dari faktor risiko yang berperan terhadap terjadinya gangguan ini, seperti:

  • Aktivitas otak
    Fungsi abnormal dari bagian otak yang mengontrol emosi dan pola pikir atau tingkah laku. 

  • Genetik:
    GAD mungkin dapat diturunkan dari keluarga jika terdapat anggota keluarga yang pernah mengalami GAD.

  • Faktor lingkungan dan pengalaman hidup:
    Peristiwa traumatis yang berkepanjangan seperti pelecehan, perlakuan kejam semasa kecil, kekerasan dalam rumah tangga, kehilangan orang yang dicintai, penyakit yang berlangsung lama, atau penghinaan (bullying) mungkin dapat menyebabakan GAD

  • Jenis kelamin:
    Wanita dua kali lebih rentan untuk menderita gangguan ini dibandingkan pria.

  • Kepribadian:
    Orang dengan kepribadian yang kaku dan cenderung berpikiran negatif atau menghindari segala sesuatu dengan potensi bahaya, cenderung lebih rentan mengalami GAD. Persepsi yang berbeda dalam melihat ancaman juga dapat mungkin dapat menyebabkan GAD

Diagnosis

Gangguan kecemasan umum dapat sulit dikenali karena memiliki gejala cenderung serupa dengan gangguan psikologis lainnya, seperti gangguan obsesif-kompulsif, atau gangguan kecemasan lainnya. Akan tetapi, biasanya gangguan-gangguan psikologis tersebut terjadi pada kondisi yang berbeda. Untuk mendiagnosis gangguan yang dikeluhkan, biasanya dokter atau psikiater akan:

  • Melakukan pemeriksaan fisik, untuk mencari kemungkinan efek dari obat-obatan atau kondisi medis lainnya.
  • Merekomendasikan tes laboratorium seperti tes darah, tes urine, tes hormon, maupun x-ray.
  • Menanyakan secara rinci mengenai gejala yang dialami dan riwayat penyakit Anda.
  • Menggunakan kuesioner psikologi untuk membantu menentukan diagnosis.
  • Menggunakan kriteria Diagnosis and Statistic Manual of Mental Disorders (DSM) untuk mendiagnosis gangguan ini. Pada saat ini revisi paling terbaru adalah DSM edisi kelima (DSM-5).

Pengobatan

Penanganan GAD biasanya melalui psikoterapi dan obat-obatan. Penanganan yang diberikan biasanya berdasarkan tingkat dampak gangguan kecemasan umum atau GAD pada kehidupan sehari-hari Anda.

  • Psikoterapi, jenis psikoterapi yang paling efektif adalah terapi perilaku kognitif (Cognitive Behavioral Therapy). Ini merupakan terapi yang digunakan untuk mengubah pemikiran dan perilaku yang dapat menyebabkan kecemasan umum. Terapi ini juga berfungsi untuk membantu Anda belajar mengenali, mengendalikan, serta menenangkan pikiran yang membuat cemas.

  • Obat-obatan, membantu mengurangi gejala-gejala fisik. Obat-obatan yang biasanya digunakan adalah:

    • Obat antidepresan, sebagai pengobatan lini pertama yang umum digunakan dan lebih aman untuk jangka panjang dalam menangani GAD, seperti Selective Serotonin Reuptake Inhibitor (SSRI).

    • Obat golongan sedatif seperti benzodiazepine. Namun, perlu diketahui bahwa pengunaan obat ini hanya untuk jangka pendek karena obat ini memiliki efek ketergantungan yang tinggi, terutama bagi orang yang pernah terlibat penyalahgunaan alkohol dan narkotika

Jika Anda mengalami GAD, maka beberapa hal yang dapat Anda lakukan adalah: 

  • Menerapkan gaya hidup sehat, seperti pola makan yang sehat, olahraga teratur, dan istirahat yang cukup.
  • Menerapkan teknik-teknik relaksasi untuk mengatasi stres yang dialami, seperti meditasi dan yoga.
  • Mengindari zat-zat dan obat-obatan yang dapat memicu rasa cemas, seperti alkohol, kopi, rokok, dan sebagainya.
  • Berbicara dengan orang-orang terdekat tentang masalah yang Anda hadapi atau mengikuti komunitas-komunitas yang terdiri dari orang-orang yang juga mengalami hal yang serupa agar bisa berdiskusi dan saling mendukung.

Pencegahan

Gangguan kecemasan umum tidak dapat dicegah tetapi Anda bisa mengatasinya agar tidak muncul kembali dengan beberapa cara berikut ini:

  • Membuat prioritas dalam hidup serta mengatur waktu dengan cermat.
  • Menghindari pengunaan zat-zat atau obat-obatan yang dapat memicu rasa cemas, seperti rokok, alkohol, narkotika, dan sebagainya.
  • Mencari bantuan dari dokter dan ahli kesehatan lainnya dengan segera ketika merasakan gejala-gejala gangguan kecemasan umum.
  • Membuat jurnal tentang aktivitas sehari-hari, sehingga dapat mengenal faktor pemicu dan kondisi yang meringankan gejala.
  • Selalu berdiskusi dengan dokter dan ahli kesehatan mental Anda mengenai kecemasan Anda. 
  • Menerapkan teknik-teknik untuk mengatasi stres, seperti meditasi dan sebagainya. 
  • Menerapkan pola hidup yang sehat, seperti istirahat yang cukup, pola makan yang seimbang, dan olahraga secara teratur. 

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Temui dokter dan ahli kesehatan mental lainnya jika Anda atau orang-orang terdekat Anda memiliki gejala-gejala di atas, terutama jika Anda atau orang-orang terdekat Anda memiliki keinginan atau melakukan percobaan bunuh diri.

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Buatlah daftar mengenai gejala yang dialami, informasi pribadi, informasi medis, obat-obatan yang dikonsumsi, dan pertanyaan untuk dokter, seperti:

  • Apa yang menyebabkan gejala-gejala saya?
  • Apa penanganan yang cocok untuk saya?
  • Jika saya harus mengonsumsi obat, apa efek samping dan kontra indikasi dari obat tersebut?
  • Apakah saya perlu mengikuti tes-tes tertentu?
  • Apakah terdapat brosur, website, atau materi-materi tercetak yang bisa saya peroleh seputar kondisi yang saya alami?

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Dokter dan ahli kesehatan lainnya biasanya akan menanyakan beberapa pertanyaan ketika Anda berkonsultasi, seperti:

  • Gejala apa yang anda alami? Kapan pertama kali gejala tersebut muncul?
  • Apakah gejala tersebut mengganggu aktivitas sehari-hari?
  • Apakah Anda merasa khawatir secara terus menerus?
  • Pengalaman traumatis apa yang Anda alami akhir-akhir ini, atau yang pernah Anda alami ?
  • Apakah Anda mengonsumsi alkohol atau narkoba?
  • Apakah ada orang terdekat yang memiliki kecemasan atau masalah kesehatan mental lain seperti depresi?
  • Apakah Anda menghindari sesuatu karena merasa cemas?
  • Hal-hal apa saja yang membuat Anda merasa khawatir?
  • Apakah ada hal-hal tertentu yang memicu atau memperberat kecemasan anda?
Referensi

Healthline. 
https://www.healthline.com/health/anxiety/generalized-anxiety-disorder
Diakses pada 24 Oktober 2018.

Mayo Clinic. 
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/generalized-anxiety-disorder/symptoms-causes/syc-20360803
Diakses pada 24 Oktober 2018.

Web MD. 
https://www.webmd.com/anxiety-panic/guide/generalized-anxiety-disorder#1
Diakses pada 24 Oktober 2018.

Verywell Mind.
https://www.verywellmind.com/dsm-5-criteria-for-generalized-anxiety-disorder-1393147
Diakses pada 14 Maret 2019

Back to Top