Psikologi

Gangguan Kecemasan Umum

Diterbitkan: 29 Nov 2020 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Gangguan Kecemasan Umum
Gangguan kecemasan umum merupakan suatu kondisi yang dapat dialami oleh orang dewasa ataupun anak-anak.
Gangguan kecemasan umum adalah gangguan mental yang ditandai dengan munculnya rasa cemas dan khawatir yang berlebihan tanpa alasan yang jelas. Gangguan ini dapat dialami oleh anak-anak ataupun orang dewasa.Orang yang mengalami gejala gangguan kecemasan umum atau generalized anxiety disorder (GAD) cenderung selalu memikirkan hal-hal buruk.Misalnya, merasa bahwa suatu bencana akan terjadi pada dirinya dan selalu mengkhawatirkan pekerjaan, sekolah, kesehatan maupun aspek-aspek kehidupan lainnya.Kekhawatiran tersebut sering kali tidak realistis atau tidak sesuai dengan situasi. Kondisi tersebut pada akhirnya akan mengganggu aktivitas sehari-hari. Ditambah lagi, Terkadang orang dengan GAD tidak mampu menjelaskan kecemasannya kepada orang lain. Meskipun begitu, dalam kebanyakan kasus, gangguan kecemasan umum dapat membaik setelah penderitanya menjalani psikoterapi atau pengobatan. Melakukan perubahan gaya hidup, mempelajari keterampilan mengatasi dan menggunakan teknik relaksasi juga dapat membantu mengurangi gejalanya. 
Gangguan Kecemasan Umum
Dokter spesialisPsikolog, Jiwa
GejalaCemas berlebih selama 6 bulan, sulit mengendalikan kecemasan, mudah lelah
Faktor risikoGenetik, peristiwa traumatis, jenis kelamin wanita
Metode diagnosisWawancara, pemeriksaan fisik
PengobatanPsikoterapi, obat-obatan
ObatAlprazolam, clonazepam atau lorazepam
KomplikasiPenurunan kemampuan berfikir, mudah lelah, mudah teralihkan
Kapan harus ke dokter?Merasakan gejala
Berdasarkan Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders edisi kelima (DSM-5) yang menjadi panduan untuk Asosiasi Psikiater Amerika (American Psychiatrist Association), diagnosis dari gangguan kecemasan umum adalah:
  • Adanya kecemasan yang berlebihan dan terlihat jelas mengenai berbagai topik, kejadian, atau aktivitas selama kurang lebih enam bulan.
  • Kecemasan yang dirasakan sulit untuk dikendalikan dan dapat berpindah-pindah dari satu topik ke topik lainnya.
  • Kecemasan yang dirasakan juga diikuti oleh setidaknya tiga (satu pada anak-anak) gejala dari gejala-gejala fisik dan kognitif di bawah ini:
    • Cepat capek atau lebih lelah dari biasanya.
    • Meningkatkan nyeri otot.
    • Lebih mudah cemas dan gelisah.
    • Mudah kesal (bisa jadi tidak terlihat secara jelas).
    • Konsentrasi yang terganggu atau pikiran menjadi kosong.
    • Kesulitan tidur (kesulitan untuk tidur, tetap tertidur, gelisah di malam hari, atau merasa tidak tidur nyenyak).
 
Penyebab terjadinya gangguan kecemasan umum atau GAD ini belum diketahui secara pasti. Namun, seperti kebanyakan gangguan mental lainnya, GAD dapat muncul akibat fungsi abnormal dari bagian otak yang mengontrol emosi. pola pikir, atau tingkah laku. Selain itu juga terdapat beberapa kombinasi dari faktor risiko yang berperan terhadap terjadinya gangguan ini, seperti:
  • Genetik:
    GAD mungkin dapat diturunkan dari keluarga jika terdapat anggota keluarga yang pernah mengalami GAD.
  • Faktor lingkungan dan pengalaman hidup:
    Peristiwa traumatis yang berkepanjangan seperti menjadi korban pelecehan, perlakuan kejam semasa kecil, kekerasan dalam rumah tangga, kehilangan orang yang dicintai, penyakit yang berlangsung lama, atau penghinaan (bullying) berpotensi menyebabkan GAD
  • Jenis kelamin:
    Wanita dua kali lebih rentan untuk menderita gangguan ini dibandingkan pria.
  • Kepribadian:
    Orang dengan kepribadian yang kaku dan cenderung berpikiran negatif atau menghindari segala sesuatu dengan potensi bahaya, lebih berisiko mengalami GAD. Persepsi yang berbeda dalam melihat ancaman juga dapat mungkin dapat menyebabkan GAD.
 
Gangguan kecemasan umum mungkin sulit dikenali karena gejalanya yang serupa gangguan obsesif-kompulsif atau gangguan kecemasan lainnya. Akan tetapi, biasanya gangguan-gangguan psikologis tersebut terjadi pada kondisi yang berbeda. Untuk mendiagnosis gangguan yang dikeluhkan, biasanya dokter atau psikiater akan:
  • Melakukan pemeriksaan fisik, untuk mencari kemungkinan efek dari obat-obatan atau kondisi medis lainnya
  • Merekomendasikan tes laboratorium seperti tes darah, tes urine, tes hormon, maupun X-ray
  • Menanyakan secara rinci mengenai gejala yang dialami dan riwayat penyakit Anda
  • Menggunakan kuesioner psikologi untuk membantu menentukan diagnosis
  • Menggunakan kriteria Diagnosis and Statistic Manual of Mental Disorders (DSM) untuk mendiagnosis gangguan ini. Pada saat ini revisi paling terbaru adalah DSM edisi kelima (DSM-5).
Baca juga: Mengenal 6 Jenis Gangguan Kecemasan 
Penanganan GAD biasanya dilakukan melalui psikoterapi dan obat-obatan. Penanganan yang diberikan umumnya berdasarkan tingkat dampak gangguan kecemasan umum pada kehidupan sehari-hari Anda.

Psikoterapi

Jenis psikoterapi yang paling efektif adalah terapi perilaku kognitif atau Cognitive Behavioral Therapy (CBT). Terapi ini adalah lini pengobatan pertama pada pasien GAD.CBT adalah terapi yang digunakan untuk mengubah pemikiran dan perilaku yang menyebabkan munculnya rasa cemas berlebihan. Seorang terapis akan membantu pasien untuk belajar mengenali, mengendalikan, serta menenangkan pikiran yang membuat cemas.

Obat-obatan

Meskipun bukan pilihan utama dalam pengobatan gangguan kecemasan umum, ada obat-obatan yang dapat membantu mengurangi gejala yang dirasakan pasien GAD.Pengobatan tersebut dapat dilakukan dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Dokter akan meninjau rencana pengobatan berdasarkan tingkat keparahan GAD yang dimiliki pasien.
  • Pengobatan jangka pendek

Biasanya obat alprazolam, clonazepam atau lorazepam, diberikan untuk perawatan dalam jangka pendek. Tujuannya, untuk mengurangi beberapa gejala fisik yang muncul karena GAD, seperti ketegangan otot dan kram perut.
  • Pengobatan jangka panjang

Obat-obat dari golongan berikut umumnya diresepkan untuk penggunaan jangka panjang pada pasien GAD
  • Obat antidepresan
dari golongan selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI) dan norepinephrine reuptake inhibitor (SNRI). Contohnya, Fluoxetine, fluvoxamine, escitalopram, duloxetine, venlafaxine, dan paroxetine. Obat-obatan tersebut hanya bisa didapat dengan resep dokter. Penggunaannya akan dipantau dalam kunjungan teratur yang telah dijadwalkan oleh dokter.
  • Obat antikecemasan (ansiolitik)
    seperti buspiron untuk mengurangi rasa mudah gelisah, sulit tidur dan gejala-gejala lainnya dari gangguan kecemasan umum.
Pasien mungkin membutuhkan waktu beberapa minggu untuk mulai merasakan manfaat obat-obatan tersebut. Obat-obatan ini juga dapat memberikan efek samping berupa mulut kering, mual, dan diare.

Mengatur gaya hidup

Pengaturan gaya hidup dapat membantu mengurangi gangguan kecemasan umum, yang dilakukan dengan:
  • Menerapkan pola makan yang sehat, berolahraga secara teratur, dan istirahat yang cukup
  • Menerapkan teknik-teknik relaksasi untuk mengatasi stres yang dialami, seperti meditasi dan yoga
  • Menghindari zat-zat dan obat-obatan yang dapat memicu rasa cemas, seperti alkohol, kopi, maupun rokok
  • Berbicara dengan orang-orang terdekat tentang masalah yang Anda hadapi atau bergabung dengan komunitas-komunitas yang terdiri dari orang-orang dengan kondisi serupa, agar bisa berdiskusi dan saling mendukung.
Baca juga: Mengenal Ansiolitik, Kategori Obat untuk Atasi Gangguan Kecemasan

Komplikasi

Jika tidak ditangani dengan baik, gangguan kecemasan umum dapat menyebabkan komplikasi berupa:
  • Penurunan kemampuan untuk melakukan tugas dengan cepat dan efisien karena sulit berkonsentrasi
  • Waktu dan perhatian yang teralihkan dari aktivitas utama
  • Rasa cepat lelah
  • Peningkatan risiko depresi
  • Masalah pencernaan seperti iritasi usus besar atau tukak usus
  • Sakit kepala dan migrain
  • Gangguan tidur termasuk insomnia
  • Masalah kesehatan jantung
  • Peningkatan risiko gangguan mental lain seperti fobia, gangguan obsesif kompulsif, depresi, pikiran untuk bunuh diri
  • Penyalahgunaan obat
  • Bunuh diri
  
Gangguan kecemasan umum tidak dapat dicegah. Namun, Anda bisa mengatasinya agar tidak muncul kembali dengan beberapa :
  • Membuat prioritas dalam hidup serta mengatur waktu dengan cermat
  • Menghindari pengunaan zat-zat atau obat-obatan yang dapat memicu rasa cemas, seperti rokok, alkohol, narkotika, dan sebagainya
  • Berkonsultasi dengan dokter dan ahli kesehatan lainnya dengan segera ketika merasakan gejala-gejala gangguan kecemasan umum
  • Membuat jurnal tentang aktivitas sehari-hari, sehingga dapat mengenal faktor pemicu dan kondisi yang meringankan gejala
  • Melakukan teknik-teknik untuk mengatasi stres, seperti meditasi
  • Menerapkan pola hidup sehat, seperti beristirahat dengan cukup, pola makan bergizi seimbang, dan berolahraga secara teratur. 
 
Temui dokter dan ahli kesehatan mental lainnya jika Anda atau orang-orang terdekat mengalami gejala-gejala di atas, terutama apabila memiliki keinginan atau melakukan percobaan bunuh diri.Baca jawaban dokter: Sering emosi dan berubah-ubah dalam sikap, apakah tanda dari gangguan kecemasan umum? 
Sebelum menjalani pemeriksaan oleh dokter, Anda dapat melakukan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter, seperti:
    • Apa penyebab gejala-gejala yang saya alami?
    • Perawatan seperti apa yang cocok untuk saya?
    • Jika saya harus mengonsumsi obat, apa efek samping dan kontra indikasi dari obat tersebut?
    • Apakah saya perlu menjalani tes-tes tertentu?
    • Apakah ada referensi bacaan mengenai kondisi yang saya alami?
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter dan ahli kesehatan lainnya biasanya akan menanyakan beberapa pertanyaan ketika Anda berkonsultasi, seperti:
  • Gejala apa yang anda alami? Kapan pertama kali gejala tersebut muncul?
  • Apakah gejala tersebut mengganggu aktivitas sehari-hari?
  • Apakah Anda merasa khawatir secara terus menerus?
  • Pengalaman traumatis apa yang Anda alami akhir-akhir ini, atau yang pernah Anda alami ?
  • Apakah Anda mengonsumsi alkohol atau narkoba?
  • Apakah ada orang terdekat yang memiliki kecemasan atau masalah kesehatan mental lain seperti depresi?
  • Apakah Anda menghindari sesuatu karena merasa cemas?
  • Hal-hal apa saja yang membuat Anda merasa khawatir?
  • Apakah ada hal-hal tertentu yang memicu atau memperberat kecemasan anda?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis gangguan kecemasan umum agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Web MD.
https://www.webmd.com/anxiety-panic/guide/generalized-anxiety-disorder#1
Diakses pada 24 Oktober 2018
Verywell Mind.
https://www.verywellmind.com/dsm-5-criteria-for-generalized-anxiety-disorder-1393147
Diakses pada 14 Maret 2019
Healthline.
https://www.healthline.com/health/anxiety/generalized-anxiety-disorder
Diakses pada 27 Agustus 2020
Mayo Clinic.
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/generalized-anxiety-disorder/symptoms-causes/syc-20360803
Diakses pada 27 Agustus 2020
 
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Fandom adalah Komunitas Fans Berat pada Idola, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Fandom adalah komunitas berisi para fans berat yang benar-benar merasa memiliki kedekatan emosional dengan sang idola. Apakah Anda salah satunya?
13 Nov 2020|Asni Harismi
Baca selengkapnya
Fandom adalah komunitas fans berat sosok idola, dan ternyata berhubungan dengan gangguan mental

Berbagai Jenis Terapi Perilaku untuk Mengatasi Gangguan Psikologis

Bagi penderita macam-macam gangguan psikologis, salah satu metode untuk mengatasinya berupa terapi perilaku. Dalam payung besar terapi perilaku, ada banyak jenis terapi yang disesuaikan dengan kondisi mental penderitanya. Tujuannya adalah untuk mengubah perilaku tidak sehat atau berpotensi melukai diri sendiri. Temukan penjelasan terapi perilaku di artikel ini.
08 May 2020|Azelia Trifiana
Baca selengkapnya
Terapi perilaku adalah salah satu cara mengatasi gangguan psikologis

Tips Lapang Dada dalam Menghadapi Kegagalan dan Kekalahan

Agar tak berujung pada gangguan mental seperti depresi, ada beberapa cara dalam menghadapi kegagalan dan kekalahan, yaitu dengan segera bangkit setelah bersedih, melakukan self-talk positif, dan lainnya.
02 Jul 2019|Arif Putra
Baca selengkapnya
Lapang dada dalam menghadapi kegagalan dan kekalahan, penting untuk dipahami, untuk terhindar dari risiko gangguan mental.