Psikologi

Gagap

08 Sep 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Gagap
Gagap umumnya terjadi pada anak usia 2-5 tahun
Gagap adalah gangguan bicara yang ditandai dengan adanya pengulangan kata, suara, atau pelafalan saat berbicara. Kondisi ini dapat dialami oleh siapa saja. Namun, gagap paling umum terjadi pada anak-anak yang berusia dua sampai lima tahun.Sebenarnya, gagap adalah sesuatu yang normal saat anak-anak sedang dalam masa pembelajaran untuk menggunakan bahasa. Umumnya, anak-anak akan melewati fase ini tanpa membutuhkan penanganan khusus.Tetapi bagi beberapa anak, kondisi gagap dapat menjadi kondisi jangka panjang yang akan menyebabkan gangguan interaksi pada orang dewasa dan menurunkan rasa percaya diri. Terkadang gagap bahkan bisa bertahan sampai anak menjadi dewasa. 

Jenis-jenis gagap

Gagap memiliki beberapa tipe berdasarkan penyebabnya, yaitu 
  • Neurogenic stuttering

Gagap yang terjadi karena adanya abnormalitas pada jaringan antara otak dan saraf atau otot.
  • Psychogenic stuttering

Jenis gagap ini berasal dari bagian otak yang mengatur pemikiran dan nalar.
  • Developmental stuttering

Umumnya terjadi pada anak-anak dibawah usia 5 tahun, terutama pada anak laki-laki. Jenis gagap ini muncul ketika anak-anak mulai mengembangkan kemampuan berbicara dan bahasanya. Biasanya jenis ini akan hilang dengan sendirinya tanpa penanganan tertentu. 
Gagap
Dokter spesialis Anak, Jiwa
GejalaMemperpanjang kata, cemas untuk berbicara, sulit untuk memulai kata
Faktor risikoKelainan pada kontrol motorik bicara, faktor genetik, trauma emosional
Metode diagnosisTanya jawab
PengobatanMenggunakan perlengkapan elektronik, terapi berbicara, terapi perilaku kognitif
KomplikasiTerganggunya komunikasi dengan orang lain, cemas saat bicara
Kapan harus ke dokter?Gagap berlangsung lebih dari 6 bulan
Secara umum, tanda dan gejala gagap meliputi:
  • Memperpanjang kata atau suara di dalam sebuah kalimat.
  • Kecemasan untuk berbicara.
  • Kesulitan memulai kata, frasa, atau kalimat.
  • Penambahan kata tambahan seperti "hm" jika ada kesulitan untuk mengucapkan kata selanjutnya.
  • Terdapat jeda singkat dalam mengucapkan suku kata atau kata-kata tertentu, atau ada jeda dalam satu kata (terbata-bata).
  • Ketegangan yang berlebihan atau adanya gerakan pada wajah saat ingin mengucapkan kata.  
  • Kemampuan komunikasi terbatas. 
  • Pengulangan suara, suku kata, atau kata.
  • Pengaturan ulang kata-kata dalam satu kalimat.
  • Menolak untuk berbicara.
  • Frustrasi saat berusaha untuk berbicara.
  • Ketegangan dalam suara.
Ciri atau gejala lain yang mungkin muncul akibat gagap adalah:
  • Tangan yang mengepal.
  • Mata yang berkedip dengan cepat.
  • Kepala yang menyentak.
  • Bibir atau rahang yang bergetar.
  • Pergerakan berulang-ulang pada wajah.
Gagap mungkin akan semakin buruk saat penderita bersemangat, lelah, atau di bawah tekanan. Namun, kebanyakan orang yang gagap dapat berbicara lancar saat mereka berbicara dengan dirinya sendiri, atau ketika berbicara atau menyanyi bersamaan dengan orang lain. 
Hingga kini, penyebab gagap belum diketahui. Namun beberapa faktor diduga bisa meningkatkan risiko seseorang untuk mengalaminya.Faktor-faktor risiko gagap tersebut meliputi:
  • Kelainan pada kontrol motorik bicara
  • Faktor genetik
  • Perkembangan anak yang terlambat
  • Memiliki kerabat yang gagap
  • Stres
 
Diagnosis gagap dilakukan dengan cara tanya jawab, Berikut penjelasannya.Dokter dan ahli Kesehatan mental akan mengajukan beberapa pertanyaan untuk mendiagnosis keadaan pasien, seperti:
  • Riwayat kesehatan pasien.
  • Kapan gagap mulai terjadi dan kapan gagap paling sering terjadi.
  • Pengaruh gagap terhadap produktivitas hidup.
  • Menyingkirkan penyebab lain yang dapat menyebabkan gagap seperti adanya kondisi medis tertentu, seperti Sindrom Tourette.
  • Pada anak, dokter dan ahli kesehatan mental lainnya akan berbicara dengan anak dan meminta anak tersebut untuk membaca dengan bersuara serta mengamati perbedaan-perbedaan yang mungkin ada saat anak berbicara.
Dokter dan ahli kesehatan mental lainnya akan membedakan antara pengulangan dari suku kata dengan pengucapan yang salah dari sebuah kata yang merupakan proses normal dari seorang anak. Dokter dan ahli kesehatan mental lainnya juga akan mencari tahu apakah gagap yang dialami dapat menjadi kondisi jangka panjang. 
Cara mengobati gagap umumnya akan tergantung dari tingkat keparahan penyakit dan seberapa lama pasien sudah mengalami kondisi tersebut. Beberapa pilihan cara mengatasi gagap yang bisa penderita lakukan, yaitu:

Perangkat elektronik

Beberapa perangkat elektronik tersedia untuk meningkatkan kelancaran anak dalam berbicara. Penderita dapat berkonsultasi dengan dokter mengenai jenis perangkat elektronik yang baik untuk digunakan. 

Terapi wicara

Salah satu cara mengatasi gagap yang bisa dilakukan untuk mengatasi gagap adalah adalah terapi wicara. Terapi berbicara dapat dilakukan untuk membantu memperbaiki pola bicara yang lebih alami, dengan memperlambat kecepatan bicara dan belajar untuk memperhatikan dan mengenali ketika Anda gagap.Terapi berbicara berfokus pada mengontrol pola berbicara anak dengan cara mendorong anak untuk dapat memperhatikan kecepatan berbicara, pernapasan, dan tekanan pada laring. 

Kandidat anak yang cocok untuk menjalani terapi bicara adalah anak yang sudah mengalami gagap selama tiga sampai enam bulan, memiliki kesulitan dalam pelafalan, mengalami kesulitan emosional karena gagap yang dialami, dan memiliki keluarga yang mengalami gagap. Terapis dapat mengajarkan orangtua kapan waktu yang tempat untuk mengoreksi pelafalan anak

Interaksi orangtua dengan anak

keterlibatan orangtua dalam membantu anak untuk berlatih berbicara di rumah dapat membantu anak untuk mengatasi gagapnya. 

Terapi perilaku kognitif

Psikoterapi jenis ini dapat membantu seseorang mengidentifikasi dan mengubah cara berpikir yang mungkin membuat kegagapan menjadi lebih buruk. Terapi perilaku kognitif juga dapat membantu dalam meningkatkan harga diri serta menangani stres dan kecemasan yang dirasakan karena gangguan gagap. Meskipun beberapa obat-obatan telah dicoba untuk mengatasi gagap, belum ada obat yang terbukti dapat membantu masalah tersebut.Bagi orangtua yang memiliki anak yang mengalami gagap, Anda dapat melakukan beberapa hal berikut ini:
  • Menunggu anak untuk mengucapkan kata yang ingin diucapkan.
  • Berbicara secara pelan dan tidak terburu-buru kepada anak.
  • Mendengarkan anak dengan penuh perhatian.
  • Ciptakan atmosfer yang menenangkan anak.
  • Luangkan waktu untuk berbicara dengan anak. 
  • Berikan pujian kepada anak ketika anak dapat berbicara secara jelas daripada memberikan kritikan kepada anak.
  • Saling menunggu giliran untuk berbicara. 
  • Terima anak apa adanya dan berikan kasih sayang yang tidak bersyarat kepadanya.
  • Jangan terlalu fokus kepada gagap yang dialami anak.
  • Jangan menekan anak untuk dapat secepatnya berbicara di depan orang lain secara lancar.
  • Memasukkan anak ke dalam komunitas dengan anak-anak yang juga mengalami gagap agar anak dapat bersosialisasi dan saling mendukung satu sama lainnya.
  • Mengikuti komunitas-komunitas orangtua yang memiliki anak yang serupa agar dapat berdiskusi dan mendukung dengan satu sama lainnya.
 

Komplikasi gagap

Jika tidak ditangani dengan benar, gagap bisa menyebabkan komplikasi berupa: 
  • Terganggunya komunikasi dengan orang lain
  • Cemas saat bicara
  • Tidak berbicara atau menghindari situasi yang membutuhkan berbicara
  • Hilangnya partisipasi dan kesuksesan sosial, sekolah, atau pekerjaan
  • Ditindas atau diejek
  • Rasa percaya diri yang rendah
 
Cara mencegah gagap tidak diketahui hingga saat ini. Pasalnya, penyebabnya juga belum diketahui secara pasti. 
Gagap merupakan kondisi umum bagi anak-anak pada usia dua sampai lima tahun yang sedang belajar bicara dan akan menghilang dengan sendirinya. Namun, gagap yang berlanjut mungkin memerlukan penanganan khusus untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi yang baik.Hubungi dokter dan ahli kesehatan mental lainnya jika gagap:
  • Terjadi bersamaan dengan masalah bicara atau bahasa lainnya
  • Berlangsung lebih dari enam bulan.
  • Muncul dengan adanya ketegangan pada otot yang terlihat jelas atau anak terlihat kesulitan saat berbicara
  • Menjadi lebih sering atau berlanjut seiring bertambah usia anak
  • Memengaruhi kemampuan untuk berkomunikasi secara efektif di sekolah, di tempat kerja, atau dalam interaksi sosial
  • Muncul saat sudah dewasa
  • Menyebabkan kecemasan atau masalah emosional, seperti rasa takut atau menghindari situasi saat berbicara diperlukan
 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait gagap?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis gagap agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Healthline. https://www.healthline.com/health/stuttering
Diakses pada 8 September 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/stuttering/symptoms-causes/syc-20353572
Diakses pada 8 September 2021
WebMD. https://www.webmd.com/children/stuttering-directory
Diakses pada 8 September 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email