Gagal Jantung

Ditinjau dr. Reni Utari
Gagal jantung dapat terjadi secara perlahan dan menahun, atau tiba-tiba (akut).
Gagal jantung dapat terjadi secara perlahan dan menahun, atau tiba-tiba (akut).

Pengertian Gagal Jantung

Gagal jantung (heart failure) terjadi ketika otot jantung tidak dapat memompa darah dengan baik ke seluruh tubuh. Tanpa adanya aliran darah yang cukup, semua fungsi dari organ tubuh akan terganggu. Kondisi tertentu seperti menyempitnya arteri jantung (pada penyakit jantung koroner) dan tekanan darah tinggi, membuat otot jantung melemah atau menjadi kaku dan keras, sehingga tidak dapat memompa secara efisien. Tidak semua kondisi yang menyebabkan gagal jantung dapat diperbaiki. Namun, pengobatan dapat meringankan gejala dari gagal jantung dan meningkatkan harapan hidup. Perubahan gaya hidup seperti rajin berolahraga, mengurangi asupan garam, menghindari stres, dan menjaga berat badan ideal dapat meningkatkan kualitas hidup penderita.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Gagal jantung dapat terjadi secara perlahan dan menahun, atau tiba-tiba (akut). Tanda dan gejala yang dapat terjadi pada gagal jantung yaitu:

  • Sesak napas ketika melakukan aktivitas maupun berbaring
  • Sesak napas mendadak dan berat, serta mengeluarkan mucus (lendir) yang berbusa dan berwarna kemerahan
  • Mudah lelah dan otot melemah
  • Terjadi pembengkakan pada kaki dan pergelangan kaki
  • Detak jantung yang tidak teratur dan cepat
  • Menurunnya intensitas dan kemampuan berolahraga
  • Batuk secara terus-menerus, mengi dengan dahak berwarna keputihan atau merah muda
  • Sering buang air kecil pada malam hari
  • Terjadi pembengkakan di perut (ascites)
  • Naiknya berat badan secara cepat karena penumpukan cairan
  • Menurunnya nafsu makan dan merasa mual
  • Konsentrasi dan kewaspadaan menurun
  • Terasa nyeri di dada ketika terjadi serangan jantung

Penyebab

Gagal jantung biasanya dapat terjadi saat otot jantung melemah atau rusak akibat kondisi lain. Namun, gagal jantung dapat pula timbul jika otot jantung menjadi kaku. Pada gagal jantung, ventrikel (bilik jantung) yang berfungsi untuk memompa darah keseluruh tubuh menjadi kaku dan tidak dapat melakukan fungsinya dengan baik, otot jantung tersebut dapat pula rusak dan melemah dan ventrikel akan meregang sampai jantung tidak lagi dapat memompa darah secara efisien ke seluruh tubuh Anda. Perlahan, jantung tidak lagi dapat memenuhi kebutuhan darah yang seharusnya dipompa keseluruh tubuh.

Penyebab gagal jantung yang paling umum adalah penyakit jantung koroner (yang juga merupakan penyakit jantung yang paling sering ditemui), yaitu penyakit yang menyebabkan pembuluh darah arteri yang menyediakan darah dan oksigen ke jantung menyempit. Penyempitan ini akan mengakibatkan menurunnya aliran darah dan oksigen, sehingga menyebabkan serangan jantung. Selain itu, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terhadap gagal jantung yaitu:

  • Tekanan darah tinggi. Kondisi ini menyebabkan jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh
  • Cardiomyopathy, yaitu adanya gangguan pada otot jantung yang menyebabkan otot jantung menjadi lemah
  • Kelainan atau defek pada katup jantung
  • Serangan jantung
  • Diabetes
  • Hipotiroiditis atau hipertiroiditis
  • Emfisema (penyakit kronis akibat kerusakan kantung udara pada paru-paru)
  • Konsumsi obat-obatan tertentu
  • Kelainan jantung bawaan
  • Infeksi virus seperti HIV
  • Merokok dan mengonsumsi alkohol
  • Berat badan yang tidak ideal, konsumsi makanan tinggi lemak dan kolesterol 
  • Detak jantung tidak teratur seperti aritmia
  • Pengobatan kanker (kemoterapi)
  • Jenis kelamin. Laki-laki memiliki risiko lebih tinggi dibanding wanita, terhadap gagal jantung

Gagal jantung dapat terjadi hanya pada satu sisi saja (ventrikel/bilik kiri atau bilik kanan saja), maupun melibatkan keduanya. Pada umumnya, gagal jantung akan dimulai pada sisi kiri yaitu ventrikel/bilik kiri, yang berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh.

Jenis-jenis Gagal Jantung

  • Gagal jantung sisi kiri

Gagal jantung sisi kiri merupakan tipe paling umum dari gagal jantung. Bilik jantung sisi kiri (ventrikel kiri) bertugas untuk memompa darah yang kaya oksigen ke seluruh tubuh. Gagal jantung ini muncul saat ventrikel kiri tidak dapat memompa secara normal, yang mengakibatkan tubuh tidak mendapatkan cukup darah kaya oksigen. Karena tidak terpompa seluruhnya, maka sebagian darah kembali ke paru-paru dan kondisi ini dapat menyebabkan sesak napas serta penumpukan cairan.

  • Gagal jantung sisi kanan

Bilik jantung kanan (ventrikel kanan) bertanggungjawab untuk memompa darah ke paru-paru. Gagal jantung ini muncul saat ventrikel kanan tidak dapat memompa secara normal, yang biasanya diakibatkan gagal jantung kiri. Penumpukan darah pada paru-paru yang disebabkan oleh gagal jantung kiri akan memicu ventrikel kanan bekerja keras dalam darah ke paru-paru. Kondisi ini lama kelamaan akan menyebabkan gagal jantung kanan. Selain itu, gagal jantung kanan dapat pula disebabkan oleh kondisi medis lain seperti penyakit paru-paru.

  • Gagal jantung diastolik

Hal ini muncul saat otot jantung menjadi kaku, yang biasanya disebabkan oleh penyakit jantung. Kekakuan otot jantung mengakibatkan pengisian darah ke jantung tidak optimal, yang akan menyebabkan berkurangnya aliran darah ke seluruh tubuh. Kondisi ini dikenal sebagai disfungsi diastolik. Penyakit tersebut lebih sering menyerang perempuan daripada pria.

  • Gagal jantung sistolik

Kondisi ini muncul saat otot jantung tidak dapat berkontraksi. Padahal, kontraksi ini dibutuhkan untuk memompa darah kaya oksigen ke seluruh tubuh. Kondisi ini dikenal sebagai disfungsi sistolik dan biasanya terjadi ketika otot jantung lemah dan membesar. Kondisi ini biasanya lebih sering dialami oleh pria daripada wanita.

Gagal jantung sistolik dan diastolik dapat timbul pada sisi kanan atau sisi kiri. Seseorang mungkin dapat mengalami kedua kondisi tersebut pada kedua sisi jantung.

Diagnosis

Untuk mendiagnosis gagal jantung, dokter akan menanyakan riwayat penyakit, gejala penyakit dan melakukan pemeriksaan fisik pasien. Faktor risiko seperti hipertensi, penyakit jantung koroner dan diabetes juga akan diperiksa dokter. Dokter biasanya akan mencari gejala yang terjadi pada Anda. Apabila ada gejala yang mengarah pada gagal jantung, Anda harus melakukan beberapa pemeriksaan lebih lanjut yaitu, berupa:

  • Tes darah:
    Tes ini akan dilakukan dengan cara mengambil sampel darah untuk mencari tanda-tanda dari penyakit yang dapat berdampak pada jantung.
  • X-ray dada (foto rontgen dada):
    Pemeriksaan ini berfungsi untuk melihat kondisi jantung dan paru-paru yang juga dapat digunakan untuk mendeteksi penyebab lain dari gagal jantung.
  • Elektrokardiogram (EKG):
    Pemeriksaan ini berfungsi untuk mencatat aktivitas listrik jantung dengan elektroda yang ditempelkan pada kulit. Pemeriksaan ini bermanfaat untuk mendiagnosis masalah irama pada jantung dan gangguan pada jantung.
  • Echocardiogram:
    Pemeriksaan ini dilakukan dengan gelombang suara untuk memperlihatkan kondisi jantung. Hal ini dapat membantu menunjukkan ukuran jantung dan bentuk jantung serta kelainan pada jantung. Echocardiogram mengukur ejection fraction yang merupakan tolak ukur penting untuk mengetahui fungsi jantung dan digunakan untuk membantu mengklasifikasikan gagal jantung, sekaligus sebagai pemandu dalam pengobatan.
  • Tes stres:
    Pemeriksaan ini berfungsi untuk melihat kesehatan jantung dan respons jantung terhadap pengerahan tenaga. Saat menjalani tes ini, pasien berjalan di atas treadmill yang dihubungkan dengan mesin EKG, atau dengan mengonsumsi obat yang menstimulasi jantung seperti ketika berolahraga.
  • Pemindaian tomografi komputer terkomputerisasi (CT Scan):
    Pemeriksaan ini berfungsi untuk mengambil gambar kondisi jantung dan dada.
  • Pencitraan resonansi magnetik (MRI):
    Pemeriksaan ini berfungsi untuk menghasilkan gambar jantung Anda.
  • Angiogram koroner (kateterisasi):
    Tes ini dilakukan menggunakan selang kecil elastis (kateter) yang dimasukkan ke dalam pembuluh darah di lengan, atau pangkal paha. Selang tersebut diarahkan melalui aorta (pembuluh darah terbesar dalam tubuh manusia) menuju ke dalam arteri koroner (pembuluh darah jantung). Lalu pewarna akan disuntikkan melalui kateter untuk melihat penyumbatan saat melakukan pemeriksaan dengan X-ray.
  • Biopsi miokardia:
    Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendiagnosis beberapa tipe penyakit otot jantung yang menyebabkan gagal jantung.

Pengobatan

Penanganan yang diberikan pada penyakit gagal jantung ini dilakukan berdasarkan tingkat kerusakan yang terjadi. Pengobatan lebih awal dapat memperbaiki kondisi pasien dengan cepat. Namun Anda tetap membutuhkan pemeriksaan secara berkala, setiap tiga atau enam bulan sekali. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan peluang hidup Anda. Dokter bisa melakukan penanganan melalui obat-obatan, atau prosedur pembedahan.

Obat-obatan

Gagal jantung stadium awal dapat diatasi dengan menggunakan obat untuk membantu mengurangi tanda dan gejala, serta mencegah bertambah buruknya kondisi penyakit. Adapun fungsi dari obat-obat yang pasien konsumsi yaitu:

  • Menambah kemampuan jantung untuk memompa darah
  • Memperkecil kemungkinan terjadinya pembekuan darah
  • Mengurangi detak jantung yang terlalu berlebihan, apabila diperlukan
  • Mengurangi kelebihan natrium dan meningkatkan kadar kalium
  • Mengurangi kadar kolesterol

Konsultasikan dengan dokter sebelum Anda mengonsumsi obat, karena ada beberapa obat yang harus dihindari, seperti naproxen dan ibuprofen.

Operasi

Untuk beberapa kasus, pasien membutuhkan pembedahan berikut ini.

  • Operasi bypass koroner:
    Dalam proses pembedahan ini, dokter akan mengambil arteri yang sehat lalu menempelkan pada arteri yang tersumbat. Prosedur ini memungkinkan darah melewati bagian arteri yang tersumbat atau rusak, dan mengalir melalui pembuluh darah arteri yang baru.
  • Angioplasty:
    Prosedur ini dilakukan menggunakan kateter dengan balon kecil, yang ditempelkan pada ujungnya, lalu dimasukkan ke dalam pembuluh darah arteri yang tersumbat atau menyempit. Saat kateter telah berada di arteri yang rusak, dokter akan mengembangkan balon untuk melebarkan arteri. Selain itu dokter akan memasang stent permanen untuk mencegah penyempitan terjadi kembali atau semakin parah.
  • Pacemaker:
    Pasien dengan gagal jantung akan membutuhkan pacemaker untuk membantu mengontrol irama jantung. Biasanya alat ini digunakan bersamaan dengan operasi bypass dan obat-obatan.
  • Transplantasi jantung:
    Prosedur ini berfungsi untuk mengangkat semua atau sebagian dari jantung dan menggantinya dengan jantung sehat dari donor. Hal ini dilakukan pada pasien dengan gagal jantung stadium akhir, dan ketika semua pengobatan tidak berhasil.

Pencegahan

Untuk mencegah gagal jantung Anda harus mengubah gaya hidup Anda dan melakukan beberapa hal seperti:

  • Tidak merokok
  • Menjaga tekanan darah dan diabetes tetap stabil
  • Berolahraga secara teratur dan tetap aktif
  • Mengonsumsi makan sehat
  • Menjaga berat badan tetap ideal
  • Mengurangi dan mengatur tingkat stres

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Jika Anda sering merasakan nyeri di dada dan pingsan serta hal itu sering terjadi segera berkonsultasi ke dokter.

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Pada saat membuat janji, pastikan untuk menanyakan persiapan yang perlu Anda lakukan terlebih dahulu, termasuk yang mungkin berhubungan dengan gejalanya. Menyiapkan daftar pertanyaan dapat membuat kunjungan Anda lebih efektif. Berikut ini pertanyaan dasar untuk ditanyakan kepada dokter.

  • Apa penyebab dari kondisi yang saya alami?
  • Pemeriksaan apa saja yang saya butuhkan?
  • Pengobatan apa yang sesuai untuk saya?
  • Adakah makanan yang harus saya hindari?
  • Olahraga apa yang cocok untuk penyakit saya?
  • Saya mempunyai kondisi medis lainnya. Penanganan terbaik apa yang bisa dilakukan untuk kondisi tersebut, bersamaan dengan penyakit jantung yang saya alami?
  • Apakah ada obat-obatan generik untuk kondisi saya?
  • Apakah anggota keluarga saya juga perlu menjalani pemeriksaan untuk mengetahui potensi gagal jantung?

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Dokter mungkin akan memberikan beberapa pertanyaan dan sebaiknya Anda memberikan informasi yang jelas, agar dokter dapat mendiagnosis lebih baik. Berikut ini pertanyaan yang mungkin diajukan.

  • Kapan Anda mengalami gejala tersebut pertama kali?
  • Apakah gejala tersebut timbul setiap saat atau hilang timbul?
  • Seberapa beratkan gejala yang Anda alami?
  • Hal apa yang memperbaiki kondisi Anda?
  • Hal apa yang memperburuk kondisi Anda?
Referensi

Healthline. https://www.healthline.com/health/heart-failure
Diakses pada 19 November 2018

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/heart-failure/symptoms-causes/syc-20373142
Diakses pada 19 November 2018

NHS. https://www.healthline.com/health/heart-failure
Diakses pada 19 November 2018

Back to Top