Jantung

Gagal Jantung

Diterbitkan: 29 Jan 2019 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Gagal Jantung
Gagal jantung dapat terjadi secara perlahan dan menahun, atau tiba-tiba (akut).
Gagal jantung (heart failure) adalah suatu kondisi yang terjadi karena jantung tidak dapat memompa darah dengan baik ke seluruh tubuh. Tanpa adanya aliran darah yang cukup, semua fungsi dari organ tubuh akan terganggu.Beberapa kejadian gagal jantung biasanya dipicu oleh penyakit jantung koroner. Penyakit ini membuat arteri jantung menyempit, serta tekanan darah tinggi, yang akhirnya memngakibatkan  otot jantung melemah atau menjadi kaku dan keras, sehingga tidak dapat memompa secara efisien.Tidak semua kondisi yang menyebabkan gagal jantung dapat diringankan. Namun, pengobatan dapat meringankan gejala dari gagal jantung dan meningkatkan harapan hidup.Perubahan gaya hidup seperti rajin berolahraga, mengurangi asupan garam, menghindari stres, dan menjaga berat badan ideal dapat meningkatkan kualitas hidup penderita gagal jantung. 
Gagal Jantung
Dokter spesialis Jantung
GejalaSesak napas, mudah lelah, kaki bengkak
Faktor risikoTekanan darah tinggi, cardiomyopathy, diabetes
Metode diagnosisTes darah, rontgen dada, EKG
PengobatanObat-obatan, operasi
ObatACE inhibitor, diuretik, beta blocker
KomplikasiGagal ginjal, masalah katup jantung, aritimia
Kapan harus ke dokter?Jika merasakan gejala, terlebih dengan faktor risiko
Gagal jantung dapat terjadi secara perlahan dan menahun, atau tiba-tiba (akut). Tanda dan gejala yang dapat terjadi pada gagal jantung yaitu:
  • Sesak napas ketika melakukan aktivitas maupun berbaring
  • Sesak napas mendadak dan berat, serta mengeluarkan mucus (lendir) yang berbusa dan kemerahan
  • Mudah lelah dan otot melemah
  • Terjadi pembengkakan pada kaki dan pergelangan kaki
  • Detak jantung yang tidak teratur dan cepat
  • Menurunnya intensitas dan kemampuan berolahraga
  • Batuk secara terus-menerus, mengi dengan dahak berwarna keputihan atau merah muda
  • Sering buang air kecil pada malam hari
  • Terjadi pembengkakan di perut (ascites)
  • Naiknya berat badan secara cepat karena penumpukan cairan
  • Menurunnya nafsu makan dan merasa mual
  • Konsentrasi dan kewaspadaan menurun
  • Terasa nyeri di dada ketika terjadi serangan jantung
 
Gagal jantung biasanya dapat terjadi saat otot jantung melemah atau rusak akibat penyakit lain. Selain itu, gagal jantung dapat pula timbul jika otot jantung menjadi kaku.Pada gagal jantung, ventrikel (bilik jantung) yang berfungsi untuk memompa darah ke seluruh tubuh menjadi kaku dan tidak dapat melakukan fungsinya dengan baik. Otot jantung tersebut dapat pula rusak dan melemah.Ventrikel yang meregang sehingga jantung tidak lagi dapat memompa darah secara efisien ke seluruh tubuh. Sehingga perlahan, jantung tidak lagi dapat memenuhi kebutuhan darah yang seharusnya dipompa ke seluruh tubuh.Penyebab gagal jantung yang paling umum adalah penyakit jantung koroner (sebagai penyakit jantung yang paling sering ditemui), yang menyebabkan pembuluh darah arteri yang menyediakan darah dan oksigen ke jantung menyempit.Penyempitan ini akan mengakibatkan menurunnya aliran darah dan oksigen, sehingga menyebabkan serangan jantung.Faktor risikoBeberapa faktor berikut ini juga diyakini dapat meningkatkan risiko terhadap gagal jantung.
  • Hipertensi atau tekanan darah tinggi. Kondisi ini menyebabkan jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh
  • Cardiomyopathy, yaitu adanya gangguan pada otot jantung yang menyebabkan otot jantung menjadi lemah
  • Kelainan atau defek pada katup jantung
  • Serangan jantung
  • Diabetes
  • Hipotiroid atau hipertiroid
  • Emfisema (penyakit kronis akibat kerusakan kantung udara pada paru-paru)
  • Konsumsi obat-obatan tertentu
  • Kelainan jantung bawaan
  • Infeksi virus seperti HIV
  • Kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol
  • Berat badan yang tidak ideal, konsumsi makanan tinggi lemak dan kolesterol 
  • Detak jantung tidak teratur seperti aritmia
  • Pengobatan kanker (kemoterapi)
  • Jenis kelamin. Laki-laki memiliki risiko lebih tinggi dibanding wanita, terhadap gagal jantung
Gagal jantung dapat terjadi hanya pada satu sisi (ventrikel/bilik kiri atau bilik kanan saja), maupun keduanya. Pada umumnya, gagal jantung akan dimulai pada sisi kiri yaitu ventrikel/bilik kiri, yang berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh.

Jenis-jenis gagal jantung

Berikut ini penjelasan mengenai empat jenis gagal jantung.
  • Gagal jantung sisi kiri

  • Gagal jantung ini muncul saat ventrikel kiri tidak dapat memompa secara normal, yang mengakibatkan tubuh tidak mendapatkan cukup darah kaya oksigen.
  • Karena tidak terpompa seluruhnya, maka sebagian darah kembali ke paru-paru dan kondisi ini dapat menyebabkan sesak napas serta penumpukan cairan. Gagal jantung sisi kiri merupakan tipe paling umum dari gagal jantung. Bilik jantung sisi kiri (ventrikel kiri) bertugas untuk memompa darah yang kaya oksigen ke seluruh tubuh.
  • Gagal jantung sisi kanan

  • Bilik jantung kanan (ventrikel kanan) bertanggungjawab untuk memompa darah ke paru-paru. Gagal jantung ini muncul saat ventrikel kanan tidak dapat memompa secara normal, yang biasanya diakibatkan gagal jantung kiri.Penumpukan darah pada paru-paru akibat gagal jantung kiri akan memicu ventrikel kanan bekerja keras dalam darah ke paru-paru.Kondisi ini lama-kelamaan akan menyebabkan gagal jantung kanan. Selain itu, gagal jantung kanan dapat pula terjadi karena kondisi medis lain seperti penyakit paru-paru.
  • Gagal jantung diastolik

  • Kondisi ini muncul saat otot jantung menjadi kaku, yang biasanya disebabkan oleh penyakit jantung. Kekakuan otot jantung mengakibatkan pengisian darah ke jantung tidak optimal, sehingga mengurangi aliran darah ke seluruh tubuh.
  • Kondisi ini dikenal sebagai disfungsi diastolik. Penyakit tersebut lebih sering menyerang wanita daripada pria.
  • Gagal jantung sistolik

    Gagal jantung sistolik muncul saat otot jantung tidak dapat berkontraksi. Padahal, kontraksi ini dibutuhkan untuk memompa darah kaya oksigen ke seluruh tubuh.Kondisi ini dikenal sebagai disfungsi sistolik dan biasanya terjadi ketika otot jantung lemah dan membesar. Kondisi ini biasanya lebih sering dialami oleh pria daripada wanita.Gagal jantung sistolik dan diastolik dapat timbul pada sisi kanan atau sisi kiri. Seseorang mungkin dapat mengalami kedua kondisi tersebut pada kedua sisi jantung.
Baca jawaban dokter: Kelainan otot jantung dan gagal jantung apakah bisa sembuh? 
Untuk mendiagnosis gagal jantung, dokter akan menanyakan riwayat penyakit, gejala penyakit dan melakukan pemeriksaan fisik pasien. Faktor risiko paling umum seperti hipertensi, penyakit jantung koroner dan diabetes juga akan diperiksa oleh dokter.Dokter biasanya akan mencari gejala yang terjadi pada pasien. Apabila ada gejala yang mengarah pada gagal jantung, pasien harus menjalani beberapa pemeriksaan lebih lanjut, berupa:
  • Tes darah:
    Tes ini akan dilakukan dengan cara mengambil sampel darah dan diperiksa untuk mencari tanda-tanda dari penyakit yang dapat berdampak pada jantung.
  • X-ray dada (foto rontgen dada):
    Pemeriksaan ini berfungsi untuk melihat kondisi jantung dan paru-paru yang juga dapat digunakan untuk mendeteksi penyebab lain dari gagal jantung.
  • Elektrokardiogram (EKG):
    Pemeriksaan ini berguna untuk mencatat aktivitas listrik jantung dengan elektroda yang ditempelkan pada kulit. Prosedur tersebut bermanfaat untuk mendiagnosis masalah irama pada jantung dan gangguan pada jantung.
  • Echocardiogram:
    Pemeriksaan ini dilakukan dengan gelombang suara untuk memperlihatkan kondisi jantung. Prosedur tersebut dapat membantu menunjukkan ukuran jantung dan bentuk jantung serta kelainan pada jantung. Echocardiogram mengukur ejection fraction sebagai tolak ukur penting untuk mengetahui fungsi jantung, dan digunakan untuk membantu mengklasifikasikan gagal jantung, sekaligus sebagai pemandu dalam pengobatan.
  • Tes stres:
    Pemeriksaan ini berfungsi untuk melihat kesehatan jantung dan respons jantung terhadap penggunaan tenaga. Saat menjalani tes ini, pasien berjalan di atas treadmill yang dihubungkan dengan mesin EKG, atau dengan mengonsumsi obat stimulan jantung, dengan efek layaknya sedang berolahraga.
  • Pemindaian tomografi komputer terkomputerisasi (CT Scan):
    Pemeriksaan ini berfungsi untuk mengambil gambar kondisi jantung dan dada.
  • Pencitraan resonansi magnetik (MRI):
    Pemeriksaan ini mampu menghasilkan gambar jantung Anda.
  • Angiogram koroner (kateterisasi):
    Tes ini dilakukan menggunakan selang kecil elastis (kateter) yang dimasukkan ke dalam pembuluh darah di lengan, atau pangkal paha. Selang tersebut diarahkan melalui aorta (pembuluh darah terbesar dalam tubuh manusia) menuju ke dalam arteri koroner (pembuluh darah jantung). Lalu, zat pewarna kontras akan disuntikkan melalui kateter selama pemeriksaan dengan X-ray, untuk melihat penyumbatan.
  • Biopsi miokardia:
    Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendiagnosis beberapa tipe penyakit otot jantung yang menyebabkan gagal jantung.
Berdasarkan hasil diagnosis dari berbagai tes di atas, dokter dapat menentukan stadium atau tingkat keparahan gagal jantung pasien, sehingga pengobatan yang paling efektif dapat direkomendasikan.New York Heart Association (NYHA) mengkategorikan gagal jantung dalam skala I sampai IV, sebagai berikut ini.
  • Kelas I: Tidak ada batasan aktivitas fisik yang dialami pasien
  • Kelas II: Pasien mengalami sedikit batasan dalam aktivitas fisik
  • Kelas III: Batasan aktivitas fisik yang ditunjukkan dengan gejala khas gagal jantung
  • Kelas IV: Gejala muncul bahkan saat sedang beristirahat. Pasien juga merasakan ketidaknyamanan terhadap setiap aktivitas fisik
Sementara itu, American Heart Association (AHA) menentukan stadium gagal jantung menjadi empat tahap, sebagai berikut ini.
  • Stadium A: Pasien mempunyai risiko tinggi gagal jantung tanpa penyakit jantung struktural atau gejala gagal jantung
  • Stadium B: Pasien memiliki penyakit jantung struktural tetapi tidak ada gejala gagal jantung
  • Stadium C: Pasien memiliki penyakit jantung struktural dan menunjukkan gejala gagal jantung
  • Stadium D: Pasien mengalami gagal jantung refraktori yang membutuhkan perawatan khusus
Baca juga: Ukur Detak Jantung Normal untuk Deteksi Gagal Jantung 
Penanganan yang diberikan pada penyakit gagal jantung ini dilakukan berdasarkan tingkat kerusakan yang terjadi. Pengobatan lebih awal dapat memperbaiki kondisi pasien dengan cepat.Namun pasien tetap memerlukan pemeriksaan secara berkala, setiap tiga atau enam bulan sekali. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan peluang hidup. Dokter bisa melakukan penanganan melalui pemberian obat-obatan, atau prosedur pembedahan.

Pemberian obat-obatan

Gagal jantung stadium awal dapat diatasi dengan menggunakan obat untuk membantu mengurangi tanda dan gejala, serta mencegah bertambah buruknya kondisi penyakit. Dokter biasanya meresepkan obat-obat berikut ini.
  • ACE inhibitor (penghambat Angiotensin-converting enzyme)

  • Obat ini berfungsi untuk menurunkan tekanan darah dan mengurangi ketegangan pada jantung sehingga, dapat memperkecil risiko serangan jantung di masa mendatang.
  • Antagonis aldosteron

  • Obat ini bekerja dengan cara memicu tubuh untuk membuang kelebihan natrium melalui urine. Jadi, volume darah yang harus dipompa jantung bisa menurun, kerja jantung pun lebih ringan.
  • Penghambat reseptor angiotensin

  • Obat ini digunakan untuk menurunkan tekanan darah serta meringankan kerja jantung.
  • Beta blocker

  • Obat ini bekerja dengan memperlambat detak jantung dan menurunkan tekanan darah agar jantung lebih ringan beban kerjanya.
  • Digoxin

  • Digoksin dapat membuat jantung berdetak lebih kuat dan memompa lebih banyak darah.
  • Diuretik

  • Obat ini digunakan untuk membantu mengurangi penumpukan cairan di paru-paru dan pembengkakan di kaki.
  • Isosorbide dinitrate atau hydralazine hydrochloride

  • Obat ini mampu mengendurkan pembuluh darah sehingga jantung tidak perlu bekerja sekeras mungkin untuk memompa darah.
  •  
Konsultasikan dengan dokter sebelum Anda mengonsumsi obat. Sebab, ada beberapa obat yang harus dihindari, seperti naproxen dan ibuprofen.

Operasi

Untuk beberapa kasus, pasien membutuhkan pembedahan berikut ini.
  • Operasi bypass koroner:

    Dalam proses pembedahan ini, dokter akan mengambil arteri yang sehat lalu menempelkan pada arteri yang tersumbat. Prosedur ini memungkinkan darah melewati bagian arteri yang tersumbat atau rusak, dan mengalir melalui pembuluh darah arteri yang baru.
  • Angioplasty:

    Prosedur ini dilakukan menggunakan kateter dengan balon kecil, yang ditempelkan pada ujungnya, lalu dimasukkan ke dalam pembuluh darah arteri yang tersumbat atau menyempit. Saat kateter telah berada di arteri yang rusak, dokter akan mengembangkan balon untuk melebarkan arteri. Selain itu dokter akan memasang stent permanen untuk mencegah penyempitan terjadi kembali atau semakin parah.
  • Pacemaker:

    Pasien gagal jantung akan membutuhkan pacemaker untuk membantu mengontrol irama jantung. Biasanya alat ini digunakan bersamaan dengan operasi bypass dan obat-obatan.
  • Transplantasi jantung:

    Prosedur ini berfungsi untuk mengangkat semua atau sebagian dari jantung dan menggantinya dengan jantung sehat dari donor. Hal ini dilakukan pada pasien dengan gagal jantung stadium akhir, ketika semua pengobatan tidak berhasil.
Baca juga: Memilih Makanan untuk Penderita Sakit Jantung, Intip Tips Diet Sehatnya 

Komplikasi

Gagal ginjal dapat menimbulkan berbagai komplikasi serius, berupa:
  • Kerusakan atau kegagalan ginjal

    Gagal jantung dapat mengurangi aliran darah ke ginjal, yang pada akhirnya menyebabkan gagal ginjal jika tidak ditangani. Kerusakan ginjal akibat gagal jantung memerlukan dialysis (cuci darah) sebagai perawatan.
  • Masalah katup jantung

    Katup jantung berfungsi untuk menjaga aliran darah ke arah yang benar. Gagal jantung membuat fungsi ini tidak bekerja dengan baik.
  • Masalah irama detak jantung

    Masalah irama detak jantung atau aritmia, bisa menjadi komplikasi potensial gagal jantung.
  • Kerusakan hati

    Gagal jantung dapat menyebabkan penumpukan cairan yang memberi terlalu banyak tekanan pada hati. Penumpukan cairan ini dapat memicu jaringan parut, yang membuat hati lebih sulit untuk berfungsi dengan baik
Baca juga: Mengenal Fakta dan Mitos Mengenai Pengobatan Gagal Jantung  
Untuk mencegah gagal jantung Anda harus mengubah gaya hidup Anda dan melakukan beberapa hal seperti:
  • Tidak merokok
  • Menjaga tekanan darah dan diabetes tetap stabil
  • Berolahraga secara teratur dan tetap aktif
  • Mengonsumsi makan sehat
  • Menjaga berat badan tetap ideal
  • Mengurangi dan mengatur tingkat stres
 
Jika Anda sering merasakan nyeri di dada dan pingsan serta hal itu sering terjadi segera berkonsultasi ke dokter. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat melakukan beberapa hal di bawah ini.
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter, seperti:
    • Apa penyebab dari kondisi yang saya alami?
    • Pemeriksaan apa saja yang saya butuhkan?
    • Pengobatan apa yang sesuai untuk saya?
    • Adakah makanan yang harus saya hindari?
    • Olahraga apa yang cocok untuk penyakit saya?
    • Saya mempunyai kondisi medis lainnya. Penanganan terbaik apa yang bisa dilakukan untuk kondisi tersebut, bersamaan dengan penyakit jantung yang saya alami?
    • Apakah ada obat-obatan generik untuk kondisi saya?
    • Apakah anggota keluarga saya juga perlu menjalani pemeriksaan untuk mengetahui potensi gagal jantung?
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter umumnya akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut ini.
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terhadap gagal jantung?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis gagal jantung agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Healthline. https://www.healthline.com/health/heart-failure
Diakses pada 19 November 2018
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/heart-failure/symptoms-causes/syc-20373142
Diakses pada 19 November 2018
NHS. https://www.healthline.com/health/heart-failure
Diakses pada 19 November 2018
Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/163062-overview
Diakses pada 1 Oktober 2020
NHLBI. https://www.nhlbi.nih.gov/health-topics/heart-failure
Diakses pada 1 Oktober 2020
 
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

11 Faktor yang Bisa Menjadi Penyebab Penyakit Jantung

Terdapat berbagai faktor yang dapat menjadi penyebab penyakit jantung. Penyakit jantung dapat terjadi pada siapa saja. Bahkan penyakit ini termasuk ke dalam penyakit yang paling mematikan di dunia.
06 Mar 2020|Dina Rahmawati
Baca selengkapnya
Wanita berusia 55 tahun atau lebih memiliki risiko penyakit jantung yang lebih besar

Pengobatan Jantung Koroner Secara Alami Lewat Makanan Sehat

Pengobatan jantung koroner dapat berupa perubahan gaya hidup dan pola makan sehat. Kandungan makanan yang dapat dijadikan pengobatan jantung koroner alami salah satunya adalah omega-3.
10 Jul 2019|Arif Putra
Baca selengkapnya
Pengobatan jantung koroner dapat diiringi dengan makanan sehat

Sindrom Patah Hati Bisa Menganggu Kesehatan Anda

Akibat patah hati perlu diketahui sebagai langkah pencegahan. Dokter menemukan bahwa ketika seseorang mengalami patah hati, jantung lebih mudah mengalami gangguan fatal.
15 Nov 2019|Marco Anthony
Baca selengkapnya
Gangguan kesehatan akibat patah hati