Gagal Hati

Ditinjau dr. Widiastuti pada 29 Mar 2019
Kondisi saat sebagian besar hati dalam kondisi rusak dan tidak berfungsi bisa disebut sebagai gagal hati.
Kondisi saat sebagian besar hati dalam kondisi rusak dan tidak berfungsi bisa disebut sebagai gagal hati.

Pengertian Gagal Hati

Gagal hati adalah kondisi di mana sebagian besar bagian hati rusak dan tidak lagi dapat diperbaiki sehingga hati tidak dapat berfungsi. Hati adalah organ terbesar kedua di dalam tubuh. Hati bertugas untuk memproses semua makanan dan minuman yang masuk dan mengubahnya menjadi energi dan nutrisi bagi tubuh. Hati menyaring zat berbahaya, seperti alkohol, zat–zat dari darah dan membantu tubuh melawan infeksi.

Virus dan bahan kimia berbahaya dapat membahayakan hati. Ketika hati rusak, fungsi hati dapat terganggu atau berhenti berfungsi. Gagal hati adalah kondisi yang serius, dan jika Anda terkena gagal hati, maka pengobatan harus segera dilakukan.

Gagal hati dibagi menjadi:

  • Gagal hati akut menyerang dengan cepat. Seseorang akan kehilangan fungsi hati dalam beberapa minggu atau bahkan dalam hitungan hari. Kondisi ini dapat terjadi tiba-tiba, tanpa menunjukkan gejala apapun. Kondisi ini lebih jarang terjadi dibandingkan dengan gagal hati kronis.
  • Gagal hati kronis berkembang lebih lambat dari gagal hati akut. Kondisi ini dapat memakan waktu berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun sebelum menunjukkan gejala apapun. Gagal hati kronis biasanya merupakan hasil dari sirosis, yang biasanya disebabkan oleh penggunaan alkohol jangka panjang. Sirosis terjadi ketika jaringan hati yang sehat digantikan dengan jaringan parut.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Gejala gagal hati dapat meliputi:

  • Mual
  • Kehilangan selera makan
  • Kelelahan
  • Diare
  • Nyeri di perut kanan atas
  • Muntah
  • Ikterus atau warna kekuningan pada kulit dan mata
  • Gatal
  • Edema atau penumpukan cairan di kaki
  • Asites atau penumpukan cairan di perut
  • Mengantuk
  • Disorientasi
  • Sulit tidur
  • Kurang konsentrasi
  • Penurunan fungsi mental
  • Kanker hati

Penyebab

  1. Penyebab gagal hati akut

Gagal hati akut atau yang dikenal sebagai gagal hati fulminan dan dapat terjadi bahkan jika tidak ada riwayat penyakit hati sebelumnya. Gagal hati akut dapat bersifat genetik, dimana gen yang abnormal diturunkan dari salah satu atau kedua orang tua. Jika Anda mempunyai penyakit hati genetik, maka Anda akan lebih rentan terkena gagal hati. Penyebab paling umum gagal hati akut adalah overdosis acetaminophen (paracetamol) .

Gagal hati akut juga disebabkan oleh:

  • Obat-obatan tertentu, seperti antibiotik, anti radang non steroid atau anti kejang
  • Beberapa suplemen herbal seperti kava, ephedra, skullcap, pennyroyal
  • Infeksi virus seperti hepatitis termasuk hepatitis A, B, dan E, Epstein-Barr virus, cytomegalovirus, dan virus herpes simpleks
  • Racun, seperti makan jamur liar yang beracun, terpapar karbon tetraklorida.
  • Penyakit autoimun tertentu
  • Penyakit pada pembuluh darah hati, seperti Budd–Chiari syndrome yang dapat menyebabkan sumbatan pada pembuluh darah hati dan menyebabkan gagal hati akut
  • Penyakit metabolik yang jarang seperti wilson’s disease dan perlemakan hati akut pada kehamilan
  • Kanker pada hati atau penyebaran dari area tubuh lainnya
  • Sepsis dan syok dapat mengganggu aliran darah ke hati dan menyebabkan gagal hati
  1. Penyebab gagal hati kronis

Gagal hati kronis biasanya disebabkan oleh sirosis atau penyakit hati terkait alkohol ARLD (Alcohol Related Liver Disease). Biasanya hati memecah alkohol yang dikonsumsi. Tetapi, jika konsumsi alkohol sudah terlalu banyak, hati tidak dapat memecah alkohol dengan cepat. Bahan kimia beracun yang terkandung di dalam alkohol dapat memicu terjadinya peradangan pada hati dan menyebabkan hati membengkak. Seiring berjalannya waktu, kerusakan ini dapat menyebabkan sirosis.

Penderita hepatitis C berisiko lebih besar mengalami gagal hati kronis atau sirosis. Virus hepatitis C menyebar melalui darah. Selain itu, terdapat penyebab lain dari gagal hati kronis seperti: hepatitis B, hemokromatosis (penyakit yang diturunkan yang menyebabkan tubuh menyerap dan menyimpan terlalu banyak zat besi), serta malnutrisi.

  1. Penyebab yang tidak diketahui.

Terdapat kemungkinan menderita gagal hati tanpa penyebab yang jelas.

Diagnosis

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan mengajukan beberapa pertanyaan terkait kondisi pasien. Pastikan untuk memberitahu tenaga medis jika Anda memiliki riwayat penyalahgunaan alkohol, kelainan genetik atau kondisi medis lainnya.

Pemeriksaan yang biasanya digunakan dokter untuk mendiagnosa gagal hati, diantaranya adalah:

  • Tes darah. Tes darah dilakukan untuk menentukan seberapa baik fungsi hati.
  • Tes pencitraan. Tes ini dapat menunjukkan kerusakan hati dan membantu dokter menentukan penyebab masalah hati.
  • Pemeriksaan jaringan hati. Dokter akan melakukan biopsi hati untuk menentukan kerusakan hati.

Pengobatan

Perawatan gagal hati tergantung pada stadium penyakit.

Jika terdeteksi cukup awal, gagal hati akut yang disebabkan oleh overdosis parasetamol terkadang dapat diobati. Sama halnya dengan virus yang menyebabkan gagal hati akut, perawatan suportif dapat diberikan di rumah sakit untuk mengobati gejala sampai penyakit sembuh dengan sendirinya, karena dalam kasus-kasus seperti ini, terkadang hati dapat membaik dengan sendirinya.

Untuk gagal hati kronis, penanganan pertama dilakukan untuk menyelamatkan bagian hati yang masih berfungsi, karena bagian hati yang masih sehat dapat tumbuh kembali ke ukuran semula. Jika ini tidak memungkinkan karena kerusakan terlalu berat terutama karena kerusakan hati akut yang cepat, maka transplantasi hati akan dilakukan.

Pencegahan

Salah satu cara termudah untuk mencegah gagal hati adalah dengan membatasi konsumsi alkohol. Tindakan pencegahan lainnya termasuk:

  • Hindari seks bebas
  • Tidak terlibat dalam penggunaan narkoba atau penggunaan jarum secara bersamaan
  • Mendapatkan vaksinasi hepatitis A dan B
  • Melindungi kulit dari bahan kimia beracun
  • Menggunakan kaleng semprot aerosol di tempat yang berventilasi, sehingga tidak terhirup

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Hubungi dokter atau perawatan medis darurat segera jika Anda mengalami gejala-gejala gagal hati. Anda mungkin tidak menderita gagal hati, tetapi deteksi dini merupakan hal yang penting. Gagal hati dapat menjadi silent killer (penyakit yang timbul tanpa adanya gejala) karena Anda mungkin tidak mengalami gejala sampai setelah stadium lanjut. Dengan pengobatan yang tepat, Anda dapat mengontrol penyakit hati dan menjalani kehidupan yang normal.

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Sebelum berkonsultasi dengan dokter, ada baiknya jika Anda membuat daftar pertanyaan yang akan Anda ajukan kepada dokter, seperti:

  • Apa yang menyebabkan gagal hati?
  • Bisakah kondisi ini sembuh?
  • Apa perawatan terbaik untuk kondisi Saya?
  • Apakah Saya membutuhkan transplantasi hati ?

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan sebelum mendiagnosis keadaan Anda. Pertanyaan tersebut, diantaranya adalah:

  • Kapan gejala dimulai?
  • Obat resep apa yang Anda konsumsi ?
  • Obat-obatan yang dijual bebas apa yang Anda konsumsi ?
  • Suplemen herbal apa yang Anda konsumsi ?
  • Apakah Anda menggunakan obat-obatan terlarang?
  • Apakah Anda pernah mengalami masalah hati sebelumnya?
  • Pernahkah Anda didiagnosis menderita hepatitis atau sakit kuning?
  • Berapa banyak alkohol yang Anda minum?
  • Apakah Anda mengonsumsi obat–obatan yang baru belakangan ini ?
  • Apakah Anda mengonsumsi acetaminophen? Berapa banyak?
  • Apakah masalah hati terjadi di keluarga Anda?
Referensi

Healthline. https://www.healthline.com/health/hepatic-failure

Diakses pada 17 Desember 2018

Mayo Clinic.https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/acute-liver-failure/diagnosis-treatment/drc-20352868

Diakses pada 17 Desember 2018

WebMD. https://www.webmd.com/digestive-disorders/digestive-diseases-liver-failure#1

Diakses pada 17 Desember 2018

Back to Top