Frostbite

Diterbitkan: 10 Dec 2019 | dr. Reisia Palmina Brahmana
Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Frostbite adalah kondisi kulit dan jaringan di sekitarnya yang membeku kemudian rusak. Kondisi ini umumnya terjadi akibat paparan suhu sangat rendah, terutama yang di bawah -0,55 derajat Celcius.

Bagian tubuh manapun bisa mengalami penyakit yang juga kerap disebut radang dingin ini. Namun frostbite lebih sering dialami oleh tangan, kaki, telinga, hidung, dan bibir.

Pada tahap awal frostbite, area tersebut akan terasa dingin dan nyeri. Kemudian, muncul sensasi seperti ditusuk-tusuk oleh jarum-jarum kecil sebelum akhirnya muncul kondisi mati rasa.

Gejala frostbite tergantung pada tingkat keparahannya yang terdiri dari tiga fase berikut:

Frostnip

Ini merupakan bentuk frostbite yang paling ringan. Kerusakan pada kulit tidak terjadi secara permanen. Secara umum, gejala frostnip meliputi:

  • Kulit bewarna kemerahan dan terasa dingin.
  • Kulit terasa nyeri seperti ditusuk oleh jarum-jarum. Gejala ini paling terasa ketika kulit dihangatkan.
  • Jika dibiarkan, kulit akan terasa kebas.

Superficial frostbite

Frostnip yang dibiarkan akan berkembang menjadi superficial frostbite. Pada tahap ini, kerusakan kulit semakin serius dengan gejala-gejala berikut:

  • Kulit menjadi pucat, kemerahan, atau kebiruan.
  • Kulit terasa kasar dan keras karena kristal-kristal es mulai terbentuk di kulit.
  • Kulit kemudian menjadi hangat dan membengkak. Gejala ini menandakan jaringan yang mulai rusak.
  • Bila dihangatkan, kulit akan terasa nyeri seperti terbakar serta muncul kantung berisi cairan pada permukaan kulit.

Deep severe frostbite

Deep frostbite merupakan tingkat yang paling parah. Pada kondisi ini, kerusakan sudah terjadi pada seluruh lapisan kulit serta jaringan di bawahnya. Beberapa gejalanya  bisa meliputi:

  • Kulit tampak putih pucat atau abu-abu kebiruan.
  • Kulit yang mati rasa.
  • Otot atau sendi pada area frostbite yang tidak dapat digerakkan.
  • Jika dihangatkan, bisa terbentuk kantung besar berisi cairan di permukaan kulit pada dalam waktu 24 hingga 48 jam.
  • Kulit menjadi keras dan hitam. Gejala ini menandakan kematian jaringan (gangrene).

Penyebab frostbite adalah paparan udara yang sangat rendah. Ketika berada di tempat bersuhu rendah, tubuh akan berusaha meningkatkan aliran darah ke organ vital. Proses ini dilakukan dengan mempersempit pembuluh darah di area-area lain, seperti kaki dan tangan. Akibatnya, area tersebut menjadi dingin dan mudah membeku.

Jika jaringan sudah membeku, akan terbentuk kristal-kristal es yang dapat merusak sel maupun jaringan di sekitarnya. Penurunan aliran darah juga akan mengurangi suplai oksigen pada area tersebut dan memperparah kerusakan jaringan.  

Terdapat sejumlah faktor yang meningkatkan risiko frostbite. Beberapa di antaranya meliputi:

  • Terlalu lama berada di udara dingin dan berangin. Semakin dingin paparan suhu udara, semakin tinggi pula risiko frostbite. Radang dingin bahkan dapat muncul dalam waktu kurang dari 30 menit di kulit yang tak terlindungi pada suhu -27 derajat Celcius.
  • Terjadi kontak dengan es, benda logam beku, atau cairan bersuhu rendah.
  • Memiliki kondisi medis yang memengaruhi kemampuan tubuh merasakan serta merespons suhu dingin. Misalnya, dehidrasi, diabetes, kelelahan, dan berkeringat secara berlebihan.
  • Mengalami kecanduan alkohol atau obat-obatan terlarang.
  • Merokok.
  • Memiliki gangguan mental, seperti serangan panik. Pasalnya, gangguan kejiwaan dapat memengaruhi penilaian Anda terhadap suhu.
  • Pernah mengalami frostbite.
  • Pengaruh usia. Bayi, anak-anak, dan kalangan lanjut usia (lansia) lebih rentan mengalami radang dingin karena mereka memiliki reaksi adaptasi yang tdak memadai terhadap suhu.
  • Mengenakan pakaian yang tidak sesuai dan kurang tebal untuk melindungi tubuh dari paparan udara bersuhu rendah.

Diagnosis frotstbite ditentukan berdasarkan hasil tanya jawab, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Berikut penjelasannya:

  • Tanya jawab

Doker akan menanyakan gejala dan faktor risiko frostbite yang dimiliki oleh pasien.

  • Pemeriksaan fisik

Dokter akan memeriksa kondisi kulit di area yang mengalami frostbite.

  • Pemeriksaan penunjang

Jika diperlukan, dokter mungkin akan meminta Anda untuk menkalani pemeriksaan X-ray, bone scan, atau MRI. Pemeriksaan ini dapat membantu dalam menentukan tingkat keparahan frostbite.

Penanganan frostbite tergantung pada tingkat keparahannya. Sederet langkah yang mungkin disarankan oleh dokter meliputi:

  • Penghangatan kulit

Proses penghangatan dilakukan dengan merendam area yang mengalami frostbite dalam air hangat selama 15 hingga 30 menit. Kulit yang dihangatkan akan memiliki tekstur lembut dengan warna merah atau ungu.

  • Obat pereda nyeri

Proses penghangatan dapat menimbulkan rasa nyeri. Oleh karena itu, dokter bisa meresepkan obat pereda nyeri.

  • Pembalutan

Area frostbite mudah terinfeksi. Untuk mencegahnya, kulit yang sudah dihangatkkan akan dibalut dengan perban steril atau handuk.

Anda juga akan diminta untuk mengatur agar posisi area forstbite berada lebih tinggi dari jantung. Langkah ini dapat membantu dalam meredakan pembengkakan.

  • Pengangkatan jaringan yang rusak

Anda akan pulih lebih cepat jika dokter mengangkat kulit atau jaringan yang telah rusak. Pengangkatan jaringan atau debridement mungkin akan dilakukan satu hingga tiga minggu setelah konsultasi.

Melalui prosedur pengangkatan ini, dokter juga dapat mengindetifikasi jaringan yang rusak dengan lebih baik.

  • Antibiotik

Dokter akan meresepkan antibiotik jika kulit Anda mengalami infeksi bakteri.

  • Obat pengencer darah

Pada frostbite yang parah, dokter bisa memberikan obat pengecer darah. Contohnya, tissue plasminogen activator (TPA).

TPA diberikan dengan cara disuntikkan ke pembuluh darah. Tujuannya adalah menurunkan risiko amputasi. Namun obat ini dapat menimbulkan efek samping berupa perdarahan.

  • Operasi

Kasus frostbite yang parah terkadang memerlukan operasi amputasi untuk mengangkat bagian tubuh dengan jaringan yang sudah mati.

  • Terapi oksigen hiperbarik

Terapi ini melibatkan pemberian oksigen murni di dalam ruangan bertekanan udara tinggi.

Komplikasi frostbite

Apabila terus dibiarkan, area frostbite yang parah dapat mengalami komplikasi berikut ini:

  • Mati rasa dan terus terasa nyeri.
  • Infeksi.
  • Terbentuknya gangrene.
  • Peningkatan sensitivitas dingin.
  • Tetanus.
  • Perubahan warna kulit dan kuku.
  • Kuku yang tercabut.
  • Gangguan pertumbuhan anak. Komplikasi frostbite ini muncul apabila radang dingin merusak lempeng pertumbuhan tulang.
  • Berkeringat secara berlebihan (hiperhidrosis).
  • Hipotermia.
  • Sendi kaku (frostbite arthritis).

Anda dapat mencegah frostbite dengan melakukan hal-hal berikut ini:

  • Kenakan pakaian yang sesuai dengan cuaca, khususnya saat udara dingin.
  • Jika pakaian Anda basah, segera ganti dengan pakaian yang kering.
  • Pastikan Anda mengonsumsi air secukupnya.
  • Terapkan pola makan yang sehat dan seimbang.
  • Hindari konsumsi alkohol.
  • Jangan menggunakan sepatu yang sempit yang dapat membatasi aliran darah.
  • Kenali dan segera atasi gejala awal frostbite, seperti kulit merah atau pucat, dan mati rasa.

Anda harus segera ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala frostbite berikut ini:

  • Kulit berubah warna atau menjadi keras.
  • Muncul sensasi mati rasa pada kulit.
  • Merasa sangat kesakitan saat kulit dihangatkan.
  • Muncul kantung berisi cairan pada kulit yang terkena radang dingin.

Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:

  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.

Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:

  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait frostbite?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan bisa menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini akan membantu dokter dalam menentukan tingkat keparahan frostbite sekaligus penanganannya.

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/frostbite/
Diakses pada 9 Desember 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/frostbite/symptoms-causes/syc-20372656
Diakses pada 9 Desember 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/frostbite-stages#second--degree
Diakses pada 9 Desember 2019

WebMD. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/frostbite-how-spot-treat-prevent#1
Diakses pada 9 Desember 2019

Artikel Terkait