Fraktur Gigi

Ditulis oleh Nina Hertiwi Putri
Ditinjau dr. Karlina Lestari
Salah satu gejala fraktur gigi adalah muncul rasa nyeri saat makan, terutama saat mengunyah
Fraktur gigi bisa tidak menimbulkan gejala berarti, tapi kerusakan yang parah dapat pula menyebabkan gigi harus dicabut.

Pengertian Fraktur Gigi

Fraktur gigi adalah kondisi di mana gigi retak atau patah. Tergantung dari tipenya, fraktur pada gigi bisa menimbulkan nyeri dan pembengkakan. Tapi kondisi ini juga mungkin tidak menimbulkan gejala apapun.

Tidak semua gigi patah dengan cara yang sama. Jenis-jenis fraktur gigi yang bisa terjadi meliputi:

  • Retakan berupa garis halus. Pada kondisi ini, gigi yang retak biasanya tidak menimbulkan gejala dan tidak memerlukan perawatan apapun.
  • Patah di mahkota gigi. Retakan terdapat pada permukaan gigi yang digunakan untuk mengunyah.
  • Gigi retak seluruhnya. Retakan terjadi mulai dari permukaan kunyah gigi, hingga turun ke akar gigi. Permukaan kunyah gigi adalah permukaan gigi yang digunakan saat Anda mengunyah.
  • Gigi patah menjadi dua. Retakan terjadi hingga ke akar gigi, hingga membelah gigi menjadi dua.
  • Fraktur gigi vertikal. Retakan mulai terjadi dari akar gigi, lalu naik ke atas hingga permukaan kunyah gigi.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Tidak semua orang yang mengalami fraktur gigi akan merasakan gejala. Bahkan, beberapa orang ada yang tidak menyadari dirinya mengalami kondisi ini. Beberapa tipe fraktur gigi pun tidak berbahaya dan tidak membutuhkan perawatan.

Namun saat menimbulkan gejala, beberapa kondisi di bawah ini bisa Anda rasakan:

  • Muncul rasa nyeri saat makan, terutama saat mengunyah dan menggigit makanan.
  • Gusi bengkak di sekitar gigi yang patah.
  • Gigi tiba-tiba terasa sensitif saat mengonsumsi makanan atau minuman manis.
  • Rasa nyeri yang bisa muncul dan hilang tiba-tiba.
  • Muncul rasa nyeri di sekitar gusi dan gigi, tapi tidak jelas sumbernya.

Penyebab

Fraktur gigi bisa disebabkan oleh berbagai hal berikut:

  • Tekanan akibat kebiasaan menggeretakan gigi.
  • Tambalan gigi yang berlebihan, sehingga berbenturan dengan gigi lain di atas atau di bawahnya saat menggigit.
  • Mengunyah atau menggigit makanan keras, seperti permen, es batu, dan kacang.
  • Kecelakaan yang mengenai mulut, misalnya jatuh, tertabrak, atau cedera saat berolahraga.
  • Perubahan temperatur yang ekstrem di rongga mulut, seperti langusung mengonsumsi makanan yang panas setelah mengonsumsi minuman yang sangat dingin.

Diagnosis

Terkadang, fraktur gigi tidak bisa dilihat langsung oleh mata. Untuk memastikan kondisi ini, dokter akan memeriksa riwayat Anda dengan mengajukan pertanyaan berikut:

  • Apakah Anda baru saja mengunyah makanan atau benda yang keras?
  • Sejak kapan rasa nyeri dirasakan?
  • Makanan yang seperti apa yang memicu timbulnya rasa nyeri?

Untuk pemeriksaan selanjutnya, dokter juga akan melakukan beberapa pilihan pemeriksaan tambahan yang meliputi:

  • Rontgen gigi.
  • Menggunakan pewarna khusus yang dioleskan di gigi untuk membantu melihat retakan halus.
  • Meraba permukaan gigi menggunakan alat khusus bernama probe.
  • Melakukan tes gigit. Anda akan diminta untuk mengigit sesuatu untuk melihat posisi gigi yang menimbulkan masalah.

Pengobatan

Perawatan yang dilakukan akan bergantung pada tingkat keparahan fraktur gigi yang terjadi. Beberapa jenis penanganan yang dapat dilakukan meliputi:

1. Penambalan gigi

Prosedur ini dapat dilakukan jika gigi yang retak tidak terlalu parah, dan bentuknya masih bisa dikembalikan dengan penambalan. Saat penambalan gigi, dokter juga akan mengikis tepi-tepi gigi yang patah menggunakan bur agar halus dan dapat ditambal dengan baik.

2. Pemasangan veneer

Jika fraktur yang terjadi tidak terlalu besar, veneer dapat dijadikan pilihan untuk mengembalikan gigi ke bentuk semulanya. Anda dapat berdiskusi dengan dokter mengenai jenis veneer yang paling tepat dan sesuai dengan kondisi Anda.

3. Pemasangan mahkota jaket

Berbeda pula dengan penanganan untuk gigi patah cukup besar, misalnya hingga menghilangkan sebagian besar mahkota gigi, namun akar giginya masih kuat. Pada kondisi ini, pemasangan mahkota jaket bisa menjadi pilihan perawatan yang ideal.

Mahkota jaket adalah sejenis gigi palsu, yang dipasangkan menutupi sisa gigi asli. Mahkota jaket akan ditempel ke gigi asli menggunakan bahan khusus dan bersifat permanen.

4. Perawatan saluran akar

Jika fraktur gigi yang terjadi sudah mencapai lapisan yang terdapat saraf gigi, dokter gigi mungkin akan menyarankan perawatan saluran akar. Tujuannya adalah mengangkat saraf gigi yang telah rusak.

Setelah perawatan saluran akar selesai, dapat dilakukan perawatan lanjutan berupa pemasangan mahkota jaket pada gigi. Prosedur ini akan mengembalikan bentuk gigi menjadi baik seperti semula.

5. Pencabutan gigi

Pencabutan adalah pilihan perawatan terakhir. Langkah medis ini dilakukan jika fraktur gigi yang terjadi sudah sangat parah dan tidak memungkinkan dilakukan perawatan lainnya.

Pencegahan

Gigi yang patah memang tidak sepenuhnya bisa dicegah, terutama jika berkaitan dengan kecelakaan tidak terduga. Namun beberapa langkah di bawah ini mungkin dapat membantu Anda untuk menghindarinya:

  • Jangan mengunyah atau menggigit benda keras, seperti es batu atau pulpen.
  • Hentikan kebiasaan menggeretakkan gigi.
  • Jika Anda memiliki kebiasaan menggeretakkan gigi saat tidur, konsultasikan kondisi tersebut ke dokter gigi agar dibuatkan alat pelindung gigi. Alat ini bisa Anda pakai saat tidur.
  • Gunakan alat pelindung gigi saat berolahraga, terutama olahraga yang banyak melakukan benturan fisik.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Segera hubungi dokter gigi apabila Anda merasakan gejala-gejala seperti di atas. Anda juga disarankan untuk memeriksakan gigi ke dokter gigi apabila menyadari ada retakan di permukaan gigi, meski tidak menimbulkan rasa nyeri.

Semakin lama gigi yang patah atau retak didiamkan, kerusakan yang terjadi juga akan semakin besar. Jika sudah begitu, perawatan yang dilakukan pun akan semakin sulit, bahkan bisa berujung pada pencabutan gigi tersebut.

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Membersihkan gigi sebelum ke dokter gigi dan diharapkan Anda membuat catatan kapan terjadinya retakan gigi dan obat apa saja yang sudah diminum untuk mengatasi keluhan tersebut.

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Saat konsultasi, dokter akan mengecek kondisi gigi dan mulut Anda secara keseluruhan. Selain itu, dokter juga akan menanyakan riwayat kesehatan dan memeriksa penyebab fraktur gigi yang terjadi.

Setelah pemeriksaan riwayat maupun kondisi gigi dan mulut selesai, dokter akan memulai perawatan sesuai dengan penyebab dan tingkat keparahan fraktur gigi yang Anda alami.

Referensi

American Association of Endodontist. https://www.aae.org/patients/dental-symptoms/cracked-teeth/
Diakses pada 14 Juni 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/cracked-tooth
Diakses pada 14 Juni 2019

Oral Health Foundation. https://www.dentalhealth.org/cracked-teeth
Diakses pada 14 Juni 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322015.php
Diakses pada 14 Juni 2019

Winchester Hospital. https://www.winchesterhospital.org/health-library/article?id=840421
Diakses pada 14 Juni 2019

Back to Top