Mata

Fotokeratitis

28 Jul 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Fotokeratitis
Fotokeratisis bisa menimbulkan gejala berupa gangguan penglihatan sementara
Fotokeratitis adalah kondisi akut setelah mata terkena sinar ultraviolet (UV). Karena itu, kondisi ini juga biasa disebut keratitis ultraviolet.Tanda bahwa seseorang mengalami kondisi ini meliputi munculnya peradangan kornea dan rasa sakit hebat pada mata.Paparan sinar UV pada mata ini dapat menyebabkan kerusakan sementara pada kornea dan konjungtiva. Kerusakan ini umumnya tidak langsung tampak atau terasa oleh penderita. Ada periode jeda selama 6-12 jam, mulai dari paparan hingga timbulnya gejala.Sindrom akut ini dapat sembuh atau hilang dengan sendirinya (self-limiting), bahkan tanpa memerlukan perawatan medis. 
Fotokeratitis
Dokter spesialis Mata
GejalaMata terasa mengganjal, nyeri mata, sakit kepala
Faktor risikoMemiliki profesi tertentu
Metode diagnosisRiwayat kesehatan, pemeriksaan fisik, pemberian cairan fluorescein
PengobatanObat-obatan
ObatIbuprofen
KomplikasiKatarak, degenerasi makula
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala fotokeratitis
Gejala fotokeratitis bisa bersifat sementara maupun permanen. Paparan sinar UV pada mata ini dapat terjadi di beberapa bagian dari mata seperti kornea, retina, lensa, dan konjungtiva. Gejala fotokeratitis umumnya menimbulkan rasa tidak nyaman dan bervariasi bergantung pada intensitas atau lamanya paparan sinar UV di daerah mata, seperti:
  • Mata seperti berpasir
  • Nyeri pada mata
  • Nyeri kepala
  • Kelopak mata berkedut
  • Produksi air mata berlebih
  • Pembengkakan pada mata
  • Merah pada mata dan kulit di sekitar wajah
  • Pandangan kabur
  • Mata lebih sensitif terhadap cahaya
  • Mata silau atau melihat lingkaran cahaya (halo)
  • Miosis atau pupil yang berkonstriksi
  • Gangguan penglihatan sementara
Gejala-gejala tersebut dapat timbul dan berlangsung selama 6-24 jam dan dapat hilang dengan sendirinya dalam 48 jam, setelah paparan sinar UV. 
Orang-orang yang melakukan aktivitas di luar ruangan, seperti pendaki gunung dan perenang, cenderung rentan mengalami kondisi ini. Sebab, aktivitas di luar ruangan mengakibatkan sering paparan sinar UV matahari yang merupakan penyebab fotokeratitis paling utama.Secara khusus, sinar UV-A dan UV-B dari matahari dapat menyebabkan kerusakan jangka pendek dan jangka panjang pada mata. Kedua jenis paparan snar tersebut juga bisa memengaruhi penglihatan.Selain sinar UV matahari, penyebab fotokeratitis antara lain:
  • Paparan sinar UV dari laser
  • Lampu merkuri
  • Lampu pada tanning bed
  • Lampu germicidal
  • Lampu saat pemotretan atau syuting
  • Pantulan sinar matahari dari permukaan air atau pasir
  • Las listrik
Perlu diingat, paparan sinar UV dalam waktu lama dan kronis dapat meningkatkan risiko terjadinya katarak, degenerasi makula, kanker mata, dan memengaruhi kualitas penglihatan. 
Untuk mendiagnosis adanya fotokeratitis, dokter mata akan menanyakan riwayat aktivitas terakhir Anda, terutama yang berkaitan dengan paparan sinar UV. Dokter juga akan menanyakan tentang kebiasaan Anda dalam memakai alat pelindung mata selama beraktivitas.Dokter mata kemudian akan melakukan evaluasi atau pemeriksaan mata untuk melihat seberapa jauh kerusakan yang telah terjadi pada mata, dan menyingkirkan kemungkinan penyakit mata lainnya, seperti konjungtivitis. Hal ini dapat dilakukan dengan meneteskan cairan pewarna yang dinamakan fluorescein pada mata, untuk melihat bentuk yang tidak teratur (iregular) di permukaan luar kornea. 
Pengobatan fotokeratitis bisa dilakukan ketika pasien mengalami gejala dan sedang beraktivitas di luar ruangan. Pasien harus segera masuk ke ruangan yang gelap, melepaskan lensa kontak bila memakainya, dan jangan menggosok mata.Selanjutnya, pakailah handuk dingin yang dikompreskan ke daerah mata. Kondisi ini bisa juga diatasi dengan mengonsumsi obat antinyeri untuk meringankan rasa tidak nyaman. Gejala fotokeratitis umumnya akan hilang dengan sendirinya dalam satu hingga dua hari.Apabila diperlukan, pasien dapat berkonsultasi ke dokter mata. Dokter dapat memberi obat tetes mata buatan dan/atau obat antinyeri untuk mengurangi nyeri yang timbul.Jika muncul gangguan penglihatan atau nyeri yang berlangsung lebih dari dua hari, segera kembali berkonsultasi ke dokter mata. 

Komplikasi fotokeratitis

Komplikasi fotokeratitis bisa terjadi terutama ketika paparan sinar UV terjadi dalam waktu yang panjang. Bahkan jikapun paparannya hanya sedikit, namun jika terus-menerus bisa juga membahayakan.Beberapa kondisi yang bisa terjadi jika Anda terpapar sinar UV dalam jangka panjang antara lain:
 
Beberapa tindakan dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya fotokeratitis, seperti:
  • Menggunakan pelindung mata seperti kacamata atau goggles yang dapat mengeblok atau menyerap sinar UV sebanyak 99-100% bila Anda beraktivitas di luar rumah lebih sering.
  • Gunakan topi yang lebar atau penutup kepala lain apabila melakukan aktivitas di luar rumah.
  • Apabila sumber sinar UV terdapat di sekitar lokasi kerja Anda gunakan peralatan pelindung yang sesuai.
 
Berkonsultasilah dengan dokter apabila:
  • Mengalami gejala fotokeratitis yang telah disebutkan di atas
  • Mengalami gangguan penglihatan atau nyeri pada mata lebih dari dua hari, setelah terjadinya fotokeratitis
  • Ingin memastikan gejala klinis yang dialami adalah fotokeratitis dan bukan penyakit lainnya pada mata
  • Ingin mengetahui cara mencegah terjadinya fotokeratitis di kemudian hari
  • Ingin mengetahui obat-obatan atau tindakan yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi fotokeratitis
 
Sebelum melakukan kunjungan ke dokter, persiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buatlah daftar seputar gejala yang muncul.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang dialami oleh pasien. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang dikonsumsi oleh pasien.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan kepada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberi dukungan moral maupun membantu mengingat informasi yang disampaikan dokter.
 
Dokter akan mengajukan pertanyaan berikut ini. Sebaiknya Anda memberikan jawaban jelas, agar dokter bisa mendiagnosis dengan lebih baik.
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala tersebut timbul?
  • Apakah gejala tersebut timbul setelah Anda melakukan aktivitas tertentu?
  • Apakah Anda pernah mengalami hal seperti ini sebelumnya?
  • Apakah ada orang di sekitar Anda yang memiliki gejala serupa akhir-akhir ini?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya dan apa saja pengobatan yang sudah Anda coba?
Setelah itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik dan mungkin menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis fotokeratitis. 
UpToDate. https://www.uptodate.com/contents/photokeratitis
Diakses pada 11 Desember 2019
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15763-ultraviolet-keratitis
Diakses pada 11 Desember 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/eye-health/sunburned-eyes
Diakses pada 11 Desember 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email