Salah satu gejala fotokeratisis adalah gangguan penglihatan sementara.
Fotokeratisis bisa menimbulkan gejala berupa gangguan penglihatan sementara.

Fotokeratitis atau yang dikenal sebagai keratitis ultraviolet (UV) merupakan sindroma akut yang ditandai oleh peradangan kornea dan nyeri yang hebat pada mata, setelah terpapar sinar UV. Paparan sinar UV pada mata ini dapat menyebabkan kerusakan sementara pada kornea dan konjungtiva.

Kerusakan ini tidak langsung timbul. Ada periode laten selama 6-12 jam, mulai dari paparan hingga timbulnya gejala. Meskipun merupakan kondisi sindroma akut yang menimbulkan nyeri yang hebat, fotokeratitis dapat sembuh atau hilang dengan sendirinya (self-limiting).

Gejala fotokeratitis bisa bersifat sementara maupun permanen. Paparan sinar UV pada mata ini dapat terjadi di beberapa bagian dari mata seperti kornea, retina, lensa, dan konjungtiva. Gejala fotokeratitis umumnya menimbulkan rasa tidak nyaman dan bervariasi bergantung pada intensitas atau lamanya paparan sinar UV di daerah mata, seperti:

  • Mata seperti berpasir
  • Nyeri pada mata
  • Nyeri kepala
  • Kelopak mata berkedut
  • Produksi air mata berlebih
  • Pembengkakan pada mata
  • Merah pada mata dan kulit di sekitar wajah
  • Pandangan kabur
  • Mata lebih sensitif terhadap cahaya
  • Mata silau atau melihat lingkaran cahaya (halo)
  • Miosis atau pupil yang berkonstriksi
  • Gangguan penglihatan sementara

Gejala-gejala tersebut dapat timbul dan berlangsung selama 6-24 jam dan dapat hilang dengan sendirinya dalam 48 jam, setelah paparan sinar UV.

Orang-orang yang melakukan aktivitas di luar ruangan, seperti pendaki gunung dan perenang, cenderung rentan mengalami fotokeratitis. Sebab, aktivitas di luar ruangan mengakibatkan seringnya paparan sinar UV dari matahari, yang merupakan penyebab utama fotokeratitis. Secara khusus, sinar UV-A dan UV-B dari matahari dapat menyebabkan kerusakan jangka pendek dan jangka panjang pada mata dan memengaruhi penglihatan.

Selain sinar UV matahari, paparan sinar UV dari laser, lampu merkuri, lampu pada tanning beds, lampu germicidal, dan beberapa peralatan lain dapat memicu terjadinya fotokeratitis. Perlu diingat, paparan sinar UV dalam waktu lama dan kronis dapat meningkatkan risiko terjadinya katarak, degenerasi makula, kanker pada mata, dan memengaruhi kualitas penglihatan.

Untuk mendiagnosis adanya fotokeratitis, dokter mata akan menanyakan riwayat aktivitas terakhir Anda, terutama yang berkaitan dengan paparan sinar UV. Dokter juga akan menanyakan tentang kebiasaan Anda dalam memakai alat pelindung mata selama beraktivitas.

Dokter mata kemudian akan melakukan evaluasi atau pemeriksaan mata untuk melihat seberapa jauh kerusakan yang telah terjadi pada mata, dan menyingkirkan kemungkinan penyakit mata lainnya, seperti konjungtivitis. Hal ini dapat dilakukan dengan meneteskan cairan pewarna yang dinamakan fluorescein pada mata, untuk melihat bentuk yang tidak teratur (iregular) di permukaan luar kornea.

Apabila mengalami gejala fotokeratitis dan sedang beraktivitas di luar ruangan, segera masuk ke dalam ruangan yang gelap, lepaskan lensa kontak bila Anda memakai, dan jangan menggosok mata. Handuk dingin yang dikompreskan ke daerah mata atau mengonsumsi obat antinyeri dapat membantu untuk meringankan rasa tidak nyaman yang ditimbulkan oleh fotokeratitis. Kondisi fotokeratitis umumnya akan hilang dengan sendirinya dalam satu hingga dua hari.

Namun apabila diperlukan, Anda dapat berkunjung ke dokter untuk berkonsultasi dan dokter dapat memberikan obat tetes mata buatan untuk melumasi mata dan obat anti nyeri untuk mengurangi nyeri yang timbul. Apabila timbul gejala gangguan penglihatan atau nyeri yang berlangsung lebih dari dua hari segera datang dan berobat ke dokter mata terdekat.

Beberapa tindakan dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya fotokeratitis, seperti:

  • Menggunakan pelindung mata seperti kacamata atau goggles yang dapat mengeblok atau menyerap sinar UV sebanyak 99-100% bila Anda beraktivitas di luar rumah lebih sering.
  • Gunakan topi yang lebar atau penutup kepala lain apabila melakukan aktivitas di luar rumah.
  • Apabila sumber sinar UV terdapat di sekitar lokasi kerja Anda gunakan peralatan pelindung yang sesuai.

Berkonsultasilah dengan dokter apabila:

  • Mengalami gejala fotokeratitis yang telah disebutkan di atas
  • Mengalami gangguan penglihatan atau nyeri pada mata lebih dari dua hari, setelah terjadinya fotokeratitis
  • Ingin memastikan gejala klinis yang dialami adalah fotokeratitis dan bukan penyakit lainnya pada mata
  • Ingin mengetahui cara mencegah terjadinya fotokeratitis di kemudian hari
  • Ingin mengetahui obat-obatan atau tindakan yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi fotokeratitis

Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa catatan yang berisi informasi tentang:

  • Daftar gejala yang dirasakan
  • Waktu kemunculan gejala fotokeratits dan riwayat aktivitas terakhir selama satu minggu terakhir
  • Orang di sekitar Anda, terutama di lingkungan kerja, dengan gejala serupa
  • Semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang dikonsumsi
  • Pertanyaan yang ingin diajukan pada dokter, termasuk kemungkinan penyakit selain fotokeratitis dengan gejala serupa

Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.

Dokter akan mengajukan pertanyaan berikut ini. Sebaiknya Anda memberikan jawaban jelas, agar dokter bisa mendiagnosis dengan lebih baik.

  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala tersebut timbul?
  • Apakah gejala tersebut timbul setelah Anda melakukan aktivitas tertentu?
  • Apakah Anda pernah mengalami hal seperti ini sebelumnya?
  • Apakah ada orang di sekitar Anda yang memiliki gejala serupa akhir-akhir ini?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya dan apa saja pengobatan yang sudah Anda coba?

Setelah itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik dan mungkin menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis fotokeratitis.

UpToDate. https://www.uptodate.com/contents/photokeratitis
Diakses pada 11 Desember 2019

Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15763-ultraviolet-keratitis
Diakses pada 11 Desember 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/eye-health/sunburned-eyes
Diakses pada 11 Desember 2019

Artikel Terkait