Infeksi

Folikulitis

Diterbitkan: 14 Oct 2020 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Folikulitis
Radang folikel rambut dapat menyebabkan rasa gatal dan perih.
Folikulitis adalah peradangan pada folikel rambut yang disebabkan infeksi bakteri atau jamur. Folikel rambut merupakan kantong kecil di kulit tempat tumbuhnya rambut. Folikel rambut terdapat di seluruh tubuh kecuali bibir, telapak tangan, dan telapak kaki.Gejala utama dari penyakit ini berupa benjolan merah kecil atau jerawat berwarna keputihan yang muncul di sekitar folikel rambut. Seringnya terjadi di bagian leher, paha, bokong, wajah, kepala, atau ketiak. Benjolan tersebut dapat menyebar dan berubah menjadi bekas luka yang sulit dihilangkan.Pada dasarnya, folikulitis bukanlah penyakit yang mengancam jiwa. Namun, penyakit ini dapat menyebabkan rasa gatal dan perih. Infeksi yang berat bisa mengakibatkan hilangnya rambut dan meninggalkan bekas luka permanen. Folikulitis ringan biasanya hilang dalam beberapa hari. Bagi folikulitis yang lebih parah, perawatannya dapat meliputi obat-obatan dan tindakan medis. 
Folikulitis
Dokter spesialis Kulit
GejalaBintik atau benjolan bernanah, gatal, bengkak
Faktor risikoKondisi medis lain, waxing, mengenakan pakaian ketat
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, biopsi
PengobatanObat-obatan, tindakan medis, pengobatan rumahan
ObatAntibiotik, antifungal, kortikosteroid
KomplikasiInfeksi berulang, furunculosis, rontok permanen
Kapan harus ke dokter?Merasakan gejala, gejala menyebar
Pada umumnya, gejala yang dialami pasien folikulitis adalah munculnya:
  • Kumpulan bintik/benjolan merah atau jerawat berwarna putih (berisi nanah) yang muncul di sekitar folikel rambut
  • Lepuhan berisi nanah yang dapat pecah dan membekas
  • Rasa gatal dan sensasi terbakar di kulit
  • Rasa nyeri di kulit
  • Pembengkakan yang cukup besar di permukaan kulit
Tipe FolikulitisSecara khusus, gejala folikulitis juga dapat dibagi berdasarkan tipenya. Terdapat dua tipe utama dalam folikulitis, yaitu folikulitis superficial dan folikulitis profunda.Folikulitis superfisial meliputi:
  • Folikulitis bakteri
Jenis folikulitis ini paling sering terjadi dengan gejaa berupa benjolan seperti jerawat yang gatal dan berisi nanah akibat infeksi Staphylococcus aureus.
  • Hot tub folliculitis (folikulitis pseudomonas)
Ditandai dengan gejala berupa ruam merah yang bulat dan akan muncul benjolan yang terasa gatal, sehari hingga dua hari setelah terinfeksi. Hot tub folliculitis disebabkan oleh bakteri pseudomonas, yang ditemukan di banyak tempat, termasuk bak air panas dan kolam renadam air panas di mana tingkat klorin dan pH tidak diatur dengan baik.
  • Razor bumps (pseudofolliculitis barbae)
Jenis folikulitis ini disebut juga dengan barber’s itch yang ditandai dengan iritasi kulit akibat rambut yang tumbuh ke dalam. Kondisi ini dapat meninggalkan bekas luka.
  • Folikulitis pityrosporum:
Folikulitis ini disebabkan oleh infeksi jamur. Gejalanya berupa pustul (benjolan bernanah) yang kronis, berwarna merah dan terasa gatal. Biasanya muncul di punggung, dada dan kadang-kadang di leher, bahu, lengan atas, atau wajah.Sedangkan, folikulitis profunda meliputi:
  • Sycosis barbae
Sering terjadi pada pria yang baru mulai bercukur. Gejalanya mirip dengan folikulitis barber’s itch, bedanya, jenis folikulitis ini dapat menyebabkan area yang terkena menjadi gundul permanen
  • Folikulitis Gram-negatif.
Disebabkan oleh terapi antibiotik jangka panjang untuk jerawat. Gejala yang timbul adalah munculnya ruam yang menyerupai jerawat dan komedo yang jumlahnya relatif sedikit.
  • Bisul (furunkel) dan karbunkel.
Jenis ini terjadi ketika folikel rambut terinfeksi oleh bakteri Staphylococcus. Furunkel biasanya muncul tiba-tiba sebagai benjolan pink atau merah dan terasa menyakitkan. Sedangkan karbunkel adalah kumpulan dari furunkel.
  • Folikulitis eosinofilik.
Jenis ini biasanya dialami oleh orang dengan HIV/AIDS. Tanda dan gejalanya berupa gatal-gatal yang berat, bercak-bercak, benjolan dan jerawat di dekat folikel rambut wajah dan tubuh bagian atas. Penyebab folikulitis eosinofilik belum diketahui. 
Penyakit folikulitis umumnya disebabkan oleh infeksi berbagai mikroorganisme seperti:
  • Bakteri
    • Staphylococcus aureus (staph).
    • Pseudomonas aeruginosa
    • Bakteri gram negatif seperti Klebsiella, Escherichia dan Serratia
  • Jamur
    • Pityrosporum ovale
    • Candida albicans
    • Microsporum canis
    • Trichophyton tonsurans
  • virus
    • Herpes simplex
    • Herpes zoster
Bakteri seperti Staphylococcus sebenarnya merupakan flora normal yang berada di tubuh. Namun, pada kondisi tertentu, bakteri Staphylococcus dapat masuk ke dalam tubuh melalui luka sehingga menyebabkan infeksi.Baca jawaban dokter: Bruntusan kecil dan bernanah, apa termasuk malassezia folikulitis? Faktor risikoFolikulitis dapat menyerang semua orang. Meski demikian, ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang lebih rentan untuk terserang folikulitis, yaitu:
  • Kondisi medis yang menyebabkan penurunan kekebalan tubuh seperti HIV, diabetes, serta leukemia kronis.
  • Menderita dermatitis atau memiliki jerawat.
  • Menjalani pengobatan jangka panjang seperti penggunaan krim steroid, atau pengobatan jangka panjang dengan antibiotik pada jerawat.
  • Laki-laki yang mempunyai rambut keriting yang rutin bercukur
  • Sering mengenakan bahan-bahan yang menyebabkan kulit sulit bernapas dan berkeringat, seperti sarung tangan karet atau sepatu boot tinggi.
  • Berendam dalam bak mandi berisi air panas yang tidak dirawat dengan baik.
  • Menjalani aktivitas yang menyebabkan kerusakan pada folikel rambut, misalkan mencukur, waxing, atau mengenakan pakaian yang ketat.
Baca juga: Mengenal Manfaat dan Efek Samping Bikini Waxing 
Dokter akan mulai dengan pemeriksaan fisik yang akan meliputi:
  • Menanyakan riwayat penyakit pasien
  • Memeriksa bagian kulit yang terinfeksi
  • Melakukan pemeriksaan kulit mikroskopik (dermoskopi)
  • Mengambil sampel kulit yang terinfeksi untuk kemudian dilakukan pemeriksaan laboratorium, jika pasien telah menjalani pengobatan tapi infeksi terus berlanjut
  • Biopsi kulit dapat dilakukan jika dicurigai ada kondisi medis lain, namun pemeriksaan ini jarang dilakukan
 
Pengobatan folikulitis tergantung pada tipe dan tingkat keparahan dari kondisi yang dialami. Ada beberapa pengobatan yang dapat dilakukan untuk menyembuhkan penyakit ini.Pengobatan rumahanPada folikulitis ringan, pengobatan dapat dilakukan sendiri dengan cara-cara berikut ini:
  • Membersihkan area yang terinfeksi dengan lembut menggunakan sabun antibakterial dua kali sehari. Pilih handuk yang bersih setiap kali membersihkan area tersebut.
  • Kompres dengan menggunakan kain lembap dan hangat. Rendam kain tersebut dalam larutan air garam hangat (satu sendok teh garam meja dalam dua gelas air).
  • Berhenti bercukur untuk sementara sampai infeksi teratasi.
Obat-obatan:
  • Antibiotik
Dokter pada umumnya akan memberikan antibiotik berupa krim, losion, tablet/pil untuk folikulitis ringan. Antibiotik oral diberikan pada pasien dengan folikulitis berat atau berulang.
  • Antijamur
Pada infeksi yang disebabkan oleh jamur, dokter akan memberikan obat antijamur berupa krim, sampo maupun pil.
  • Antinflamasi
Dokter dapat meresepkan krim steroid untuk meredakan bengkak dan gatal pada penderita folikulitis ringan. Jika pasien mengidap HIV / AIDS, obat antiinflamasi dapat diberikan bersama dengan terapi antiretroviral.Tindakan medis
  • Operasi
    Operasi kecil adalah salah satu pilihan pengobatan yang dapat dilakukan untuk mengeluarkan nanah dari benjolan atau lepuhan tersebut. Cara ini dapat meringankan rasa sakit, mengurangi risiko terjadinya jaringan parut yang permanen, dan mempercepat penyembuhan.
  • Laser
    Jika semua cara pengobatan lain gagal, maka pengobatan ini dapat dilakukan. Namun, metode ini membutuhkan biaya yang mahal, dan akan menghilangkan rambut secara permanen. Sehingga, kepadatan rambut di area yang diobati bisa berkurang. Metode ini biasanya harus dilakukan secara berulang.
 

Komplikasi

Folikulitis dapat menyebabkan berbagai komplikasi seperti:
  • Infeksi berulang atau menyebar
  • Bisul di bawah kulit (furunculosis)
  • Kerusakan kulit permanen berupa jaringan parut atau bintik hitam
  • Folikel rambut yang hancur sehingga menyebabkan rambut rontok permanen
 
Folikulitis dapat dicegah dengan beberapa cara berikut:
  • Menjaga kebersihan diri.
  • Tidak menggunakan pakaian ketat agar mengurangi gesekan antara kulit dan pakaian.
  • Mencukur rambut dengan hati-hati dan sesuai kebutuhan. Cuci muka dengan air hangat dan gunakan sabun antibakteri sebelum bercukur. Gunakan waslap dan melakukan gerakan melingkar yang lembut untuk mengangkat rambut yang menempel sebelum bercukur. Pakai lotion cukur sebelum bercukur dan cukur ke arah pertumbuhan rambut. Gunakan pisau tajam dan bilas dengan air hangat. Oleskan lotion pelembab setelah mencukur. Ingat, jangan berbagi alat cukur dengan orang lain.
  • Infeksi bakteri mungkin terjadi di bak air panas yang tidak bersih. Gunakan bak air panas yang bersih, dan bersihkan secara teratur dengan menambahkan klorin sesuai anjuran.
Baca juga: Hindari Iritasi Kulit dengan Cara Mencukur Bulu Ketiak yang Aman Ini 
Jika Anda memiliki kasus yang ringan, kemungkinan akan hilang dalam beberapa hari dengan tindakan perawatan di rumah. Namun Infeksi yang parah dapat menyebabkan rambut rontok dan bekas luka permanen. Untuk folikulitis yang lebih serius atau muncul berulang, Anda mungkin perlu ke dokter untuk mendapatkan resep obat. Segera hubungi dokter apabila:
  • Kondisi penyakit menyebar ke bagian kulit lain
  • Gejala-gejala yang timbul tidak hilang setelah beberapa hari
 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter umumnya akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Berapa lama Anda mengalami infeksi?
  • Apakah Anda memiliki riwayat dermatitis?
  • Apakah pekerjaan atau hobi Anda membuat tangan Anda panas dan lembab, seperti karena mengenakan sarung tangan karet?
  • Apakah Anda berada di bak mandi air panas atau kolam renang air panas sehari atau dua hari sebelum Anda menyadari ruam kulit Anda?
  • Apakah gejala muncul terus menerus atau sesekali?
  • Apakah kulit Anda gatal dan menyakitkan jika disentuh?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis folikulitis agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
American Academy of Dermatology. https://www.aad.org/public/diseases/bumps-and-growths/folliculitis
Diakses pada 15 Maret 2019
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/318551.php
Diakses pada 15 Maret 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/folliculitis/symptoms-causes/syc-20361634
Diakses pada 12 Oktober 2020
WebMD. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/what-is-folliculitis#1
Diakses pada 12 Oktober 2020
Dermnetnz. https://dermnetnz.org/topics/folliculitis/
Diakses pada 12 Oktober 2020
 
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Penyebab Hipopigmentasi, Warna Kulit Lebih Terang dari Sekitarnya

Hipopigmentasi adalah kondisi kulit di mana beberapa bagian berwarna lebih terang dibandingkan area sekitarnya. Melanin adalah substansi yang bertanggung jawab terhadap produksi pigmen. Jika melanin kurang, warna kulit bisa menjadi lebih terang. Hipopigmentasi dapat terjadi di seluruh bagian tubuh.
22 May 2020|Azelia Trifiana
Baca selengkapnya
Hipopigmentasi adalah kondisi kulit di mana kulit berwarna lebih terang sebagian

Cara Pakai Pelembap yang Tepat agar Kulit Sehat dan Lembap

Cara pakai pelembap yang benar adalah sesegera mungkin setelah mencuci muka. Letakkan pada permukaan pipi seraya meratakannya dari sisi terluar wajah menuju bagian tengah dengan gerakan memutar ke atas.Baca selengkapnya
Cara pakai pelembap yang benar adalah sesegera mungkin setelah mencuci muka

Dengan Bahan Dapur, Ini Cara Menghilangkan Ketombe Secara Alami

Walau bukanlah kondisi yang serius, ketombe dapat menimbulkan rasa tidak percaya diri. Selain mencoba sampo antiketombe, ada beberapa cara menghilangkan ketombe secara alami yang murah dan praktis.
17 Sep 2019|Arif Putra
Baca selengkapnya
Ada beberapa cara menghilangkan ketombe secara alami, seperti dengan lidah buaya, cuka apel, dan minyak pohon teh