Kulit & Kelamin

Flu Singapura

Diterbitkan: 30 Sep 2020 | dr. Joni Indah SariDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Flu Singapura
Flu singapura ditandai dengan munculnya bintil-bintil merah pada kulit tangan dan mulut
Flu singapura adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus. Penyakit ini juga dikenal sebagai penyakit kaki, tangan, dan, mulut (hand-foot-and-mouth disease/HFMD).Flu singapura umumnya menyerang anak-anak di bawah 5 tahun. Namun penyakit ini sebenarnya dapat menyerang semua orang dari segala usia.Gejala penyakit ini meliputi demam, sariawan, serta bintil-bintil berair di kaki, tangan, bokong, maupun lipatan paha.HFMD sangat mudah menular. Penyebarannya bisa terjadi melalui kontak air liur dan ingus lewat batuk atau bersin, tinja, atau cairan dari bintil-bintil yang sudah pecah di kulit penderita.Sama seperti infeksi virus pada umumnya, flu singapura juga akan membaik sendiri dalam waktu beberapa hari dengan istirahat cukup.Seseorang yang pernah terkena flu singapura biasanya tidak akan mengalaminya lebih dari satu kali. Pasalnya, sistem imun penderita sudah kebal terhadap virus penyebab penyakit ini. 
Flu Singapura
Dokter spesialis Anak
GejalaDemam, bintil merah di kulit, sariawan
Faktor risikoAnak-anak
Metode diagnosisTanya jawab, pemeriksaan fisik
PengobatanTerapi suportif
ObatParacetamol, ibuprofen
KomplikasiDehidrasi, meningitis virus, ensefalitis
Kapan harus ke dokter?Demam, ruam dan bintil, gejala flu singapura yang tidak kunjung membaik
Gejala flu singapura akan muncul pada sekitar 3-5 hari setelah penderita mengalami infeksi. Secara umum, gejala penyakit ini meliputi:
  • Demam ringan, yakni sekitar 38,5o C
  • Hidung berair
  • Sakit tenggorokan
  • Sariawan
  • Ruam merah dan bintil-bintil berisi cairan di telapak tangan, kaki dan bokong
  • Tidak nafsu makan
  • Cepat lelah
  • Anak menjadi lebih rewel
Mungkin saja ada tanda dan gejala flu singapura yang tidak disebutkan. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter. 
Penyebab flu singapura adalah infeksi virus golongan Enterovirus, terutama jenis Coxsackievirus A16 dan human enterovirus 71.Virus tersebut biasanya terdapat pada cairan hidung, air liur, tinja, dan cairan pada bintil kulit penderita yang pecah. Penyakit ini termasuk mudah menular.Berikut sederet cara penularan flu singapura yang bisa terjadi:
  • Kontak langsung dengan ruam atau bintil di kulit penderita
  • Menyentuh permukaan benda yang sudah terkontaminasi oleh virus pemicu flu singapura
  • Menghirup percikan air yang keluar saat penderita bersin atau batuk
  • Mengalami kontaminasi dari tinja penderita, misalnya ketika mengganti popok bayi yang terkena flu singapura, lalu menyentuh hidung atau mulut sebelum mencuci tangan
  • Mengkonsumsi makanan atau minuman yang telah tercemar oleh tinja penderita
 

Faktor risiko flu singapura

Para ahli juga memperkirakan bahwa dua faktor di bawah ini dapat meningkatkan risiko flu singapura:
  • Usia

Anak-anak paling berisiko mengalami flu singapura, terutama bila teman sekolahnya yang sedang menderita penyakit ini.
  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah

Faktor risiko ini lebih berperan dalam penularan flu singapura pada orang dewasa. 
Diagnosis flu Singapura dapat ditentukan dengan cara:
  • Tanya jawab

Dokter akan menanyakan semua gejala dan faktor risiko flu singapura yang dimiliki oleh pasien.
  • Pemeriksaan fisik

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mencari tanda flu singapura, terutama ruam dan bintil pada kulit.
  • Pemeriksaan penunjang

Pada umumnya, pemeriksaan penunjang tidak diperlukan untuk mendiagnosis flu singapura. Namun pada kasus tertentu, tes darah, sampel tinja, atau swab tenggorokan mungkin diperlukan. 
Cara mengobati flu singapura akan tergantung pada tingkat keparahan dan seberapa lama pasien sudah mengalami penyakit ini.Flu singapura disebabkan oleh infeksi virus, sehingga dapat sembuh sendiri.  Penderita penyakit ini umumnya pulih dalam waktu 10 hari.Pengobatan yang diberikan oleh dokter umumnya berupa terapi suportif, yaitu terapi untuk meringankan gejala yang dialami oleh penderita. Beberapa di antaranya meliputi:
  • Banyak istirahat di rumah. Selain mempercepat penyembuhan, langkah ini juga dilakukan untuk mengurangi tingkat penyebaran flu singapura.
  • Minum obat pereda demam, seperti paracetamol atau ibuprofen.
  • Mengonsumsi makanan bertekstur lembek seperti bubur. Pasalnya, sariawan dapat membuat pasien sulit untuk makan.
  • Banyak minum guna mencegah dehidrasi.
  • Mengoleskan krim untuk meredakan gatal pada bintil di kulit.
 

Komplikasi flu singapura

Bila tidak ditangani dengan benar, flu singapura dapat menyebabkan komplikasi berupa:
  • Dehidrasi. Flu singapura dapat membuat penderita sulit makan dan minum, sehingga lebih rentan untuk mengalami dehidrasi.
  • Walau jarang, komplikasi serius berupa meningitis virus dan ensefalitis mungkin dapat terjadi.
 
Cara mencegah flu singapura yang dapat dilakukan meliputi:
  • Sering mencuci tangan dengan sabun dan air bersih yang mengalir, terutama setelah mengganti popok bayi, ke toilet, bersin batuk, serta sebelum dan setelah merawat orang sakit.
  • Mengajarkan cara cuci tangan yang benar pada anak
  • Jangan menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan yang belum dibersihkan.
  • Membersihkan dan melakukan desinfeksi pada permukaan benda yang sering disentuh dan benda yang digunakan bersama, seperti gagang pintu dan mainan.
  • Menghindari kontak dekat dengan penderita, misalnya tidak memeluk atau mencium anak yang sedang mengalami flu singapura.
Bagi penderita flu singapura, mereka juga sebaiknya tidak keluar rumah. Misalnya, tidak ke kantor maupun sekolah hingga benar-benar sembuh. Langkah ini bertujuan mencegah penularan pada orang lain. 
Segera berkonsultasi dengan dokter apabila Anda atau anak Anda mengalami gejala flu singapura, seperti demam, bintil dan ruam kulit, serta sariawan, terutama keluhan yang memburuk atau tidak kunjung pulih dalam waktu 10 hari. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang dirasakan.
  • Catat tanggal ketika gejala demam dan hidung berair pertama muncul untuk membantu dokter dalam menentukan diagnosis yang tepat.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang di Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang di
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter umumnya akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang dirasakan?
  • Kapan gejala pertama kali muncul?
  • Apakah ada hal yang memperingan atau memperburuk gejala?
  • Apakah pasien memiliki faktor risiko terkait flu singapura?
  • Apakah pasien rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah pasien pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah dicoba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis flu singapura agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK431082/
Diakses pada 13 November 2019
Mayo Cinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hand-foot-and-mouth-disease/symptoms-causes/syc-20353035
Diakses pada 13 November 2019
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2873753/
Diakses pada 13 November 2019
CDC, https://www.cdc.gov/hand-foot-mouth/about/prevention-treatment.html
Diakses pada 13 November 2019
WebMD. https://www.webmd.com/children/guide/hand-foot-mouth-disease#1
Diakses pada 13 November 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/hand-foot-mouth-disease
Diakses pada 30 September 2020
Medicinet.https://www.medicinenet.com/hand-foot-and-mouth_syndrome/article.htm
Diakses pada 30 September 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email