Flu Singapura atau dikenal juga sebagai penyakit Kaki, Tangan, dan Mulut (Hand-Foot-and-Mouth Disease), merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus. Penyakit ini umumnya menyerang anak-anak berusia dibawah 5 tahun, walaupun demikian penyakit ini sebenarnya dapat menyerang segala usia.

Penyakit ini menyebar melalui kontak air liur (melalui batuk atau bersin), tinja, atau cairan dari bintil-bintil di kulit yang telah pecah. Gejala penyakit ini adalah demam, sariawan, bintil-bintil berair di kaki dan tangan dan terkadang terdapat juga bintil-bintil berair di bokong dan lipatan paha.

Keluhan akan muncul sekitar 3-5 hari setelah penderita terinfeksi. Penderita awalnya mengalami demam ringan (sekitar 38.5oC) dan hidung berair, kemudian diikuti dengan sakit tenggorokan dan ruam merah di kulit. Berikut adalah gejala-gejala yang umumnya dialami penderita:

  • Ruam merah yang terkadang berisi cairan pada telapak tangan, kaki dan terkadang bokong.
  • Hilang nafsu makan.
  • Sariawan.
  • Demam
  • Rewel.
  • Batuk.
  • Sakit tenggorokan.

Flu Singapura disebabkan oleh virus golongan Enterovirus, terutama jenis Coxsackie virus A16 dan Human enterovirus 71. Virus tersebut terdapat di cairan hidung dan tenggorokan, air ludah, tinja, dan cairan pada ruam kulit yang pecah. Flu Singapura mudah menular melalui kontak langsung dengan cairan tubuh atau barang yang terkontaminasi dengan cairan tubuh penderita.

Seseorang dapat tertular flu Singapura melalui beberapa hal seperti:

  • Menghirup percikan air ludah secara tidak sengaja ketika penderita bersin atau batuk.
  • Terkontaminasi feses penderita akibat mengganti popok penderita dan kemudian menyentuh hidung atau mulut sebelum mencuci tangan.
  • Mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi tinja penderita.

Flu Singapura dapat didiagnosis dengan mengevalusi beberapa hal yaitu:

  • Umur penderita.
  • Gejala yang muncul.
  • Penampakan ruam kulit.

Dokter dapat mendiagnosis penyakit ini dengan melihat gejala yang dialami sehingga tidak memerlukan pemeriksaan khusus, namun pada beberapa  kasus dapat dilakukan pemeriksaan darah, feses atau swab tenggorokan.

Penyakit flu Singapura adalah penyakit yang dapat sembuh sendiri dalam 10 hari. Penyakit ini disebabkan oleh virus, oleh karena itu antibiotik tidak diperlukan. Pengobatan yang diberikan pada penderita diperuntukkan untuk meringankan keluhan saja yaitu:

  • Pasien diminta untuk banyak beristirahat dirumah, selain untuk mempercepat penyembuhan pasien, hal ini juga agar dapat mengurangi penyebaran penyakit ini.
  • Pasien diberikan obat pereda panas seperti parasetamol atau ibuprofen.
  • Pasien disarankan untuk mengonsumsi makanan lembut seperti bubur, karena sariawan yang dialami pasien membuat pasien sulit untuk makan.
  • Pasien diminta untuk banyak minum. Hal ini karena demam membuat pasien mudah mengalami dehidrasi.
  • Mengoleskan krim untuk meredakan gatal yang dialami.

Belum ada vaksin untuk mencegah penyakit flu Singapura. Penyakit ini sangat menular pada 7 hari pertama, dan saat itu penderita mungkin belum mengalami gejala. Pencegahan terhadap penyakit ini dapat dilakukan dengan membiasakan diri mencuci tangan sampai bersih, sebelum makan, setelah buang air dan setelah membersihkan popok bayi. Orang tua juga sebaiknya tidak mencium anak yang sedang menderita Flu Singapura agar tidak tertular.

Penting bagi Anda untuk tidak menyepelekan penyakit ini, karena dapat memiliki komplikasi berupa dehidrasi, meningitis atau radang selaput otak dan ensefalitis atau radang pada jaringan otak.

Walaupun flu Singapura tergolong sebagai penyakit ringan yang dapat sembuh sendiri, balita yang mengalami demam dan ruam kulit tetap disarankan untuk dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat. Dikarenakan penyakit umumnya lebih cepat memburuk pada balita dibandingkan dengan orang dewasa.

Beberapa hal yang dapat Anda persiapkan sebelum berkonsultasi dengan dokter adalah:

  • Mengingat tanggal pertama keluhan demam dan hidung berair muncul untuk membantu dokter dalam menentukan diagnosis yang tepat
  • Perhatikan apa saja gejala yang Anda alami.
  • Bawa obat yang telah Anda konsumsi sebelum berkonsultasi dengan dokter.

Dokter mungkin akan menanyakan beberapa hal seperti:

  • Apa saja keluhan dan kapan keluhan tersebut dialami.
  • Apakah ada orang lain disekitar Anda dengan keluhan yang mirip.
  • Apakah ada yang memperburuk atau membuat keluhan menjadi lebih baik.

Dokter kemudian akan melakukan pemeriksaan fisik dan memberikan obat penurun panas.

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK431082/
Diakses 13 November 2019

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hand-foot-and-mouth-disease/symptoms-causes/syc-20353035
Diakses 13 November 2019

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2873753/
Diakses 13 November 2019

https://www.cdc.gov/hand-foot-mouth/about/prevention-treatment.html
Diakses 13 November 2019

https://www.webmd.com/children/guide/hand-foot-mouth-disease#1
Diakses 13 November 2019

Artikel Terkait