Flu adalah infeksi virus pada sistem pernapasan dengan gejala seperti batuk, pilek, dan sakit tenggorokan.
Batuk, pilek, dan sakit tenggorokan merupakan gejala umum flu.

Flu atau influenza adalah infeksi virus yang menyerang sistem pernapasan, seperti  hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Bagi kebanyakan orang, flu akan sembuh sendirinya. Namun flu dan komplikasinya juga dapat menjadi penyakit kritis mematikan.

Flu mungkin diawali dengan pilek, bersin, dan sakit tenggorokan. Pilek biasanya berkembang lambat, sedangkan flu cenderung datang secara tiba-tiba. Gejala umum flu diantaranya:

  • Demam lebih dari 38oC
  • Pegal
  • Menggigil dan berkeringat
  • Nyeri kepala dan nyeri otot
  • Batuk kering atau berdahak
  • Lelah dan lemah
  • Hidung tersumbat
  • Sakit tenggorokan

Flu disebabkan oleh virus yang menyebar melalui udara atau partikel ketika seseorang berbicara, batuk, atau bersin. Virus tersebut juga dapat menyebar lewat objek, seperti telepon, keyboard komputer, dan lain-lain.

Virus influenza terus berubah, dengan jenis/strain baru yang bermunculan. Jika seseorang pernah mengalami influenza di masa lalu, tubuh akan membuat antibodi untuk melawan strain virus tersebut. Tetapi, antibodi terhadap virus di masa lalu tidak dapat melindungi diri anda dari strain virus baru. Karena itu, vaksinasi merupakan cara untuk melawan strain virus influenza.

Faktor yang dapat meningkatkan risiko flu atau komplikasinya:

  • Usia. Flu musiman biasanya menyerang anak-anak dan lanjut usia.
  • Kondisi lingkungan. Lingkungan tempat tinggal atau tempat kerja yang padat penduduk.
  • Sistem kekebalan tubuh. Sistem kekebalan tubuh yang melemah karena pengobatan, seperti kanker, HIV/AIDS, atau konsumsi obat lainnya.
  • Penyakit kronis. Penyakit kronis, seperti asma, diabetes, atau masalah jantung.
  • Kehamilan. Wanita hamil berisiko tinggi terkena flu.
  • Obesitas. Seseorang dengan BMI 40 atau lebih memiliki peningkatan risiko komplikasi akibat flu.

Dokter akan menanyakan riwayat penyakit, melakukan pemeriksaan fisik, mengidentifikasi gejala flu yang timbul, dan melakukan tes untuk mendeteksi virus influenza. Tes yang paling sering digunakan adalah tes diagnostik influenza cepat. Tes ini mencari zat (antigen) dari belakang hidung atau tenggorokan. Hasil dari tes akan keluar dalam 15 menit. Namun, hasilnya akan bervariasi dan tidak selalu akurat. Dokter dapat mendiagnosis berdasarkan gejala, walaupun hasil tes negatif.

Untuk mengobati flu biasanya hanya diperlukan banyak istirahat dan menjaga cairan tubuh tetap seimbang. Tetapi, dalam beberapa kasus, dokter bisa meresepkan obat antiviral, seperti oseltamivir (tamiflu) atau zanamivir (relenza). Obat ini dapat memperpendek penyakit dan membantu mencegah komplikasi serius.

Vaksinasi flu untuk satu tahun mengandung perlindungan dari tiga atau empat virus influenza. Vaksinasi flu tersedia dalam bentuk suntikan. Sebagian besar jenis vaksin flu mengandung sedikit protein telur. Jika seseorang memiliki alergi telur, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

Vaksin influenza tidak akan melindungi tubuh seratus persen. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko flu dan penyebarannya:

  • Mencuci tangan
  • Menutup mulut dan hidung ketika bersin dan batuk
  • Menghindari kerumunan jika diperlukan

Untuk mengobati flu, umumnya cukup istirahat di rumah. Namun jika anda mengalami gejala flu dan berisiko mengalami komplikasi, segera konsultasikan dengan dokter.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/flu/symptoms-causes/syc-20351719
diakses pada 1 Oktober 2018.

Artikel Terkait