Flu Burung

Ditinjau dr. Miranda Rachellina
Virus H5N1 yang tersebar pada hewan unggas menjadi penyebab dari penyakit flu burung
Flu burung adalah influenza yang tersebar pada kelompok hewan unggas.

Pengertian Flu Burung

Flu burung disebabkan oleh infeksi salah satu tipe virus influenza yang sebenarnya menyebar pada burung dan unggas. Meski jarang, virus tersebut dapat ditularkan kepada manusia dan dapat berakibat fatal. Wabah flu burung telah terjadi di Asia, Afrika, Amerika Utara dan sebagian Eropa. Contoh jenis ini adalah H5N1 dan H7N9. Gejala flu burung mirip dengan gejala flu biasa dan dapat memengaruhi pernapasan, otak, dan pencernaan.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Gejala flu burung dapat muncul dalam dua hingga tujuh hari setelah terinfeksi, tergantung pada jenisnya. Dalam kebanyakan kasus, gejala flu burung mirip dengan gejala influenza, diantaranya adalah:

  • Batuk
  • Demam
  • Sakit tenggorokan
  • Nyeri otot
  • Sakit kepala
  • Sesak nafas
  • Beberapa orang mengalami mual, muntah, atau diare

Penyebab

Flu burung terjadi secara alami pada unggas liar dan menyebar ke unggas domestik, seperti ayam, kalkun, bebek, dan angsa. Flu burung ditularkan melalui kontak dengan kotoran burung yang terinfeksi, atau sekresi (cairan) dari hidung, mulut, atau mata. Pasar merupakan sarang penyebaran infeksi flu burung. Telur dan unggas yang dijual dalam tempat yang padat dan tidak sehat yang memungkinkan infeksi flu burung dapat menyebar ke komunitas yang lebih luas. Mengonsumsi daging atau telur unggas yang tidak matang juga dapat menyebabkan penularan flu burung.

Diagnosis

Beberapa tes yang dapat dokter lakukan diantaranya adalah:

  • Tes laboratorium. Sampel cairan dari hidung atau tenggorokan akan diuji di laboratorium. Sampel harus diambil dalam beberapa hari pertama setelah gejala muncul.
  • Tes pencitraan. Sinar X (Rontgen) berguna untuk mengevaluasi kondisi paru-paru.

Pengobatan

Terapi yang direkomendasikan adalah oseltamivir atau zanamivir. Obat-obatan ini harus diminum dalam waktu dua hari setelah munculnya gejala.

Pencegahan

Langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan untuk memperkecil risiko terkena flu burung, diantaranya adalah:

  • Hindari burung peliharaan, cuci tangan secara rutin, dan dapatkan vaksin influenza jika memungkinkan
  • Masak sampai matang telur, daging ayam atau unggas dan hindari mengonsumsi telur, atau makanan setengah matang.

Saat ini, vaksin flu burung untuk manusia telah dikembangkan, tetapi belum tersedia secara komersil.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Segera temui dokter Anda jika Anda mengalami demam, batuk, dan nyeri tubuh dan baru-baru ini bepergian ke negara tempat flu burung terjadi. Pastikan untuk memberi tahu dokter Anda jika gejala dimulai setelah Anda mengunjungi peternakan atau pasar.

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Sebelum berkonsultasi dengan dokter, Anda dapat:

  • Menuliskan gejala yang Anda alami dan berapa lama gejala berlangsung
  • Riwayat kesehatan yang Anda miliki dan obat apapun yang Anda konsumsi
  • Pertanyaan yang ingin Anda ajukan ke dokter

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan untuk mendiagnosa keadaan Anda, pertanyaan tersebut diantaranya adalah:

  • Kapan Anda mulai merasa sakit?
  • Apakah Anda demam?
  • Apakah Anda pernah berada dekat dengan unggas baru-baru ini?
  • Apakah Anda bepergian ke luar negeri baru-baru ini? Jika iya, kemana Anda bepergian?
Referensi

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/bird-flu/
diakses pada 18 Oktober 2018.

Web MD. https://www.webmd.com/cold-and-flu/bird-avian-flu-directory
diakses pada 18 Oktober 2018.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/bird-flu/symptoms-causes/syc-20368455
diakses pada 18 Oktober 2018.

Back to Top