Virus H5N1 yang tersebar pada hewan unggas menjadi penyebab dari penyakit flu burung
Flu burung adalah influenza yang tersebar pada kelompok hewan unggas.

Flu burung disebabkan oleh infeksi salah satu tipe virus influenza yang sebenarnya menyebar pada burung dan unggas. Meski jarang, virus tersebut dapat ditularkan kepada manusia dan dapat berakibat fatal. Wabah flu burung telah terjadi di Asia, Afrika, Amerika Utara dan sebagian Eropa. Contoh jenis ini adalah H5N1 dan H7N9. Gejala flu burung mirip dengan gejala flu biasa dan dapat memengaruhi pernapasan, otak, dan pencernaan.

Gejala flu burung dapat muncul dalam dua hingga tujuh hari setelah terinfeksi, tergantung pada jenisnya. Dalam kebanyakan kasus, gejala flu burung mirip dengan gejala influenza, diantaranya adalah:

  • Batuk
  • Demam
  • Sakit tenggorokan
  • Nyeri otot
  • Sakit kepala
  • Sesak nafas
  • Beberapa orang mengalami mual, muntah, atau diare

Flu burung terjadi secara alami pada unggas liar dan menyebar ke unggas domestik, seperti ayam, kalkun, bebek, dan angsa. Flu burung ditularkan melalui kontak dengan kotoran burung yang terinfeksi, atau sekresi (cairan) dari hidung, mulut, atau mata. Pasar merupakan sarang penyebaran infeksi flu burung. Telur dan unggas yang dijual dalam tempat yang padat dan tidak sehat yang memungkinkan infeksi flu burung dapat menyebar ke komunitas yang lebih luas. Mengonsumsi daging atau telur unggas yang tidak matang juga dapat menyebabkan penularan flu burung.

Beberapa tes yang dapat dokter lakukan diantaranya adalah:

  • Tes laboratorium. Sampel cairan dari hidung atau tenggorokan akan diuji di laboratorium. Sampel harus diambil dalam beberapa hari pertama setelah gejala muncul.
  • Tes pencitraan. Sinar X (Rontgen) berguna untuk mengevaluasi kondisi paru-paru.

Terapi yang direkomendasikan adalah oseltamivir atau zanamivir. Obat-obatan ini harus diminum dalam waktu dua hari setelah munculnya gejala.

Langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan untuk memperkecil risiko terkena flu burung, diantaranya adalah:

  • Hindari burung peliharaan, cuci tangan secara rutin, dan dapatkan vaksin influenza jika memungkinkan
  • Masak sampai matang telur, daging ayam atau unggas dan hindari mengonsumsi telur, atau makanan setengah matang.

Saat ini, vaksin flu burung untuk manusia telah dikembangkan, tetapi belum tersedia secara komersil.

Segera temui dokter Anda jika Anda mengalami demam, batuk, dan nyeri tubuh dan baru-baru ini bepergian ke negara tempat flu burung terjadi. Pastikan untuk memberi tahu dokter Anda jika gejala dimulai setelah Anda mengunjungi peternakan atau pasar.

Sebelum berkonsultasi dengan dokter, Anda dapat:

  • Menuliskan gejala yang Anda alami dan berapa lama gejala berlangsung
  • Riwayat kesehatan yang Anda miliki dan obat apapun yang Anda konsumsi
  • Pertanyaan yang ingin Anda ajukan ke dokter

Dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan untuk mendiagnosa keadaan Anda, pertanyaan tersebut diantaranya adalah:

  • Kapan Anda mulai merasa sakit?
  • Apakah Anda demam?
  • Apakah Anda pernah berada dekat dengan unggas baru-baru ini?
  • Apakah Anda bepergian ke luar negeri baru-baru ini? Jika iya, kemana Anda bepergian?

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/bird-flu/
diakses pada 18 Oktober 2018.

Web MD. https://www.webmd.com/cold-and-flu/bird-avian-flu-directory
diakses pada 18 Oktober 2018.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/bird-flu/symptoms-causes/syc-20368455
diakses pada 18 Oktober 2018.

Artikel Terkait