Infeksi

Flu Burung

03 Jun 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Flu Burung
Flu burung adalah influenza yang tersebar pada kelompok hewan unggas.
Avian influenza atau flu burung adalah infeksi virus yang tidak hanya dapat menginfeksi burung, tetapi juga manusia dan hewan lainnya. Flu burung biasanya disebabkan oleh beberapa jenis virus, seperti virus H5N1 dan H7N9. Jenis virus ini merupakan salah satu jenis virus influenza.Wabah virus flu burung telah terjadi di Asia, Afrika, Amerika Utara dan sebagian Eropa. Kebanyakan orang yang mengalami gejala flu burung telah melakukan kontak dekat dengan unggas yang sakit. Dalam beberapa kasus, flu burung bisa ditularkan dari satu orang ke orang lain.Penyakit ini biasanya ditularkan unggas yang terinfeksi dengan beberapa cara yang meliputi:
  • Menyentuh unggas yang terinfeksi virus
  • Menyentuh kotoran atau tempat tinggal unggas
  • Membunuh atau menyiapkan unggas yang terinfeksi untuk dimasak
Flu burung merupakan salah satu penyakit yang mematikan. Namun, penyakit ini bisa diobati dengan beberapa cara. 
Flu Burung
Dokter spesialis Paru
GejalaBatuk, demam, sakit tenggorokan
Faktor risikoKontak dengan unggas, konsumsi daging unggas yang kurang matang
Metode diagnosisTes laboratorium, pencitraan
PengobatanObat-obatan
ObatOseltamivir, zanamivir
KomplikasiPneumonia, konjungtivitis
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala flu burung
Secara umum, tanda dan gejala flu burung meliputi:
  • Batuk
  • Demam
  • Sakit tenggorokan
  • Nyeri otot
  • Sakit kepala
  • Sesak napas
  • Beberapa orang mengalami mual, muntah, atau diare
Tanda dan gejala flu burung dapat muncul dalam dua hingga tujuh hari setelah terinfeksi, tergantung pada jenisnya. Dalam kebanyakan kasus, gejala flu burung mirip dengan gejala influenza. 
Penyebab utama flu burung adalah virus H5N1. Kasus virus flu burung terjadi di Hong Kong pada tahun 1997. H5N1 terjadi secara alami pada unggas air liar, tetapi dapat menyebar dengan mudah ke unggas peliharaan.Pada bulan Juni 2021, Komisi Kesehatan Nasional China (NHC) melaporkan adanya kasus penularan flu burung H10N3 pada manusia. Perlu dilakukan riset lebih lanjut mengenai genetik virus guna memastikan virus ini menyerupai virus pendahulunya atau merupakan jenis campuran baru dari virus yang berbeda.


Faktor risiko flu burung

Beberapa faktor risiko flu burung meliputi:
  • Melakukan kontak dengan kotoran burung yang terinfeksi, atau air yang keluar dari hidung, mulut, atau matanya
  • Mengunjungi pasar terbuka, tempat telur dan unggas yang dijual dalam kondisi ramai dan tidak sehat
  • Mengonsumsi daging unggas yang kurang matang atau telur dari unggas yang terinfeksi
 
Diagnosis flu burung dilakukan dengan cara melakukan tes PCR, tes laboratorium, dan tes pencitraan. Berikut penjelasannya.
  • Tes PCR

Tes PCR berfungsi secara khusus untuk mendeteksi adanya virus flu burung dalam tubuh. Hasil tes ini juga bisa keluar dalam waktu 4 jam.
  • Tes laboratorium

Sampel cairan dari hidung atau tenggorokan akan diuji di laboratorium. Sampel harus diambil dalam beberapa hari pertama setelah gejala muncul.
  • Pencitraan

Sinar X (rontgen) berguna untuk mengevaluasi kondisi paru-paru. 
Pilihan obat yang biasanya digunakan untuk mengatasi flu burung adalah obat antivirus seperti oseltamivir atau zanamivir. Obat-obatan ini harus diminum dalam waktu dua hari setelah munculnya gejala.Obat antivirus membantu mengurangi keparahan kondisi, mencegah komplikasi, dan meningkatkan peluang bertahan hidup. 

Komplikasi flu burung

Jika tidak ditangani dengan optimal, dapat menyebabkan komplikasi flu burung: 
Cara mencegah flu burung yang bisa dilakukan meliputi:
  • Cuci tangan secara rutin, dan dapatkan vaksin influenza jika memungkinkan
  • Masak sampai matang telur, daging ayam, bebek, burung atau unggas dan hindari mengonsumsi telur, atau makanan setengah matang. Untuk mencegah flu burung, ada baiknya Anda memasak ayam dengan suhu 74°C
Saat ini, vaksin flu burung untuk manusia telah dikembangkan, tetapi belum tersedia secara komersil. 
Hubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala berikut ini:
  • Demam
  • Batuk
  • Nyeri tubuh
  • Baru-baru ini bepergian ke negara tempat flu burung terjadi
Pastikan untuk memberi tahu dokter Anda jika gejala dimulai setelah Anda mengunjungi peternakan atau pasar. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda pernah melakukan kontak dengan unggas?
  • Sudah berapa lama Anda demam? Berapa suhu tertingginya?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait flu burung?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis flu burung agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/bird-flu/
Diakses pada 18 Oktober 2018
WebMD. https://www.webmd.com/cold-and-flu/bird-avian-flu-directory
Diakses pada 18 Oktober 2018
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/bird-flu/symptoms-causes/syc-20368455
Diakses pada 18 Oktober 2018
Healthline. https://www.healthline.com/health/avian-influenza
Diakses pada 2 Juni 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email