Flu Babi

Ditulis oleh Aby Rachman
Ditinjau dr. Miranda Rachellina
Penyakit flu babi disebarkan oleh virus influenza H1N1
Demam adalah salah satu gejala umum pada penderita flu babi.

Pengertian Flu Babi

Flu babi atau H1N1 sebenarnya mengacu pada influenza pada babi. Namun, virus ini dapat ditularkan babi ke manusia. Manusia yang telah terinfeksi flu babi dapat menyebarkan infeksi ke orang lain. Flu babi pertama kali ditemukan pada April 2009 di Mexico. Beberapa bulan setelah flu babi dilaporkan, tingkat penyakit H1N1 meningkat di banyak negara di seluruh dunia.

Pada Juni 2009, WHO menyatakan keadaan pandemi global, karena saat itu terdapat 74 negara yang melaporkan adanya kasus tersebut. Laporan jumlah kasus terakhir H1N1 di situs WHO bulan Oktober 2009 adalah lebih dari 440.000 kasus. Lalu pada 10 Agustus 2010, Dirjen WHO menyatakan post pandemi, dengan kata lain fase pandemi sudah terlewati. Berdasarkan laporan WHO tahun 2010, terhitung setidaknya 18.449 jiwa meninggal akibat flu babi.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Gejala yang timbul pada flu babi mirip dengan jenis flu lainnya, seperti:

Gejala tersebut dapat muncul satu sampai tiga hari setelah terjangkit virus. Flu babi dapat menjadi fatal jika terjadi penyulit (komplikasi) seperti radang paru (pneumonia), perburukan penyakit kronis sebelumnya (seperti penyakit jantung atau asma), gangguan saraf (mulai dari penurunan kesadaran sampai kejang), atau gagal napas.

Penyebab

Virus influenza H1N1 akan menginfeksi sel-sel yang melapisi hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Virus tersebut memasuki tubuh ketika seseorang menghirup tetesan (droplet) di udara yang terkontaminasi. Atau bisa saja secara tidak sengaja seseorang mentransfer virus hidup dari benda yang terkontaminasi ke mata, hidung atau mulut. Mengonsumsi daging babi bukanlah penyebab seseorang dapat terkena flu babi. Risiko terjangkit flu babi tinggi pada peternak babi dan dokter hewan, serta dapat meningkat jika bepergian ke daerah dengan angka kejadian flu babi yang tinggi.

Pengobatan

Sebagian besar kasus flu, termasuk flu babi, hanya memerlukan pereda gejala dan minum banyak cairan. Namun jika seseorang memiliki penyakit pernapasan kronis, dokter dapat meresepkan obat tambahan untuk meringankan gejala yang timbul.

Obat antiviral oseltamivir dan zanamivir dapat diresepkan dalam satu atau dua hari pertama gejala untuk mengurangi keparahan gejala atau kemungkinan komplikasi. Antivirus juga diresepkan untuk orang-orang yang memiliki risiko tinggi komplikasi, seperti balita, manula (usia di atas 65 tahun), ibu hamil, penderita HIV-AIDS, penderita asma, penyakit jantung, atau gangguan fungsi organ yang lain. Namun, virus flu dapat berevolusi dan menjadi kebal (resisten) terhadap obat-obatan tersebut.

Pencegahan

Ada beberapa pencegahan yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko terkena flu babi, diantaranya adalah dengan:

  • Pemberian vaksin flu tahunan untuk semua orang yang berusia lebih dari 6 bulan.
  • Ada juga beberapa langkah yang dapat membantu mencegah flu babi dan membatasi penyebarannya, diantaranya:
    • Tetap di rumah ketika sedang sakit
    • Cuci tangan secara menyeluruh dan secara rutin
    • Menutup mulut dan hidung ketika bersin atau batuk dengan tissue atau sapu tangan untuk mencegah kontaminasi ke tangan
    • Menghindari kebiasaan menyentuh mata, hidung, atau mulut
    • Hindari kontak langsung dengan penderita flu babi, atau jika terpaksa bepergian ke daerah dengan kasus flu babi, gunakan masker terutama di tempat keramaian

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Anda tidak perlu konsultasi dokter ketika anda sehat secara umum dan mengalami gejala flu, seperti demam dan batuk.. Hubungi dokter ketika anda mengalami flu saat sedang hamil, atau memiliki penyakit kronis, seperti asma, emfisema, diabetes atau penyakit jantung, karena risiko komplikasi flu akan lebih tinggi.

 

Referensi

Kementerian Kesehatan. http://www.depkes.go.id/article/view/1801/waspada-flu.html
diakses pada 25 September 2018.

NHS. https://www.nhs.uk/news/heart-and-lungs/swine-flu-science-overview/
diakses pada 25 September 2018.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/swine-flu/diagnosis-treatment/drc-20378106
diakses pada 25 September 2018.

WebMD. https://www.webmd.com/search/search_results/default.aspx?query=swine%20flu%20symptoms
diakses pada 25 September 2018.

Back to Top