Mata

Floppy Eyelid Syndrome

04 Aug 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Floppy Eyelid Syndrome
Floppy eyelid syndrome ditandai dengan lenturnya kelopak mata atas
Floppy eyelid syndrome adalah kelainan pada kelopak mata yang ditandai dengan lenturnya kelopak mata bagian atas. Akibatnya, kelopak mata penderita sangat mudah terlipat keluar, baik saat beraktivitas maupun saat tidur.Sindrom kelopak mata terkulai ini berhubungan dengan penyakit lain, seperti obesitas dan obstructive sleep apnea (OSA). Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan pada bagian mata lainnya, seperti kornea, konjungtiva, dan lapisan air mata.Sindrom ini dapat terjadi pada pria atau wanita dewasa, juga anak-anak. Namun kelainan ini paling sering ditemukan pada laki-laki bertubuh gemuk dan berusia 40-69 tahun. 
Floppy Eyelid Syndrome
Dokter spesialis Mata
GejalaMata terasa tidak nyaman, iritasi, keluar cairan dari mata
Faktor risikoObesitas, sleep apnea, laki-laki
Metode diagnosisTanya jawab, pemeriksaan fisik
PengobatanObat-obatan, masker tidur
ObatObat tetes mata, salep pelumas
KomplikasiKeratokonus, meibomitis, ptosis bulu mata
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala floppy eyelid syndrome
Gejala floppy eyelid syndrome biasanya tidak jelas. Penderita kerap mengalami keluhan pada mata yang umum berikut ini:
Jika diraba kelopak mata terasa lunak, elastis, dan mudah dilipat. Bisa juga disertai dengan kelopak mata yang tampak lebih tebal.Kelopak mata dapat terlipat sendiri saat pasien beraktivitas ataupun tidur. Misalnya, akibat bergesekan dengan bantal ketika penderita tidur. 
Sampai sekarang, penyebab floppy eyelid syndrome belum diketahui. Namun beberapa faktor diduga bisa meningkatkan risiko seseorang untuk mengalaminya.Faktor-faktor risiko floppy eyelid syndrome tersebut meliputi:
  • Penurunan jumlah elastin

Penelitian telah menunjukkan penurunan yang signifikan dalam jumlah elastin dalam lempeng tarsal dan kulit kelopak mata bisa memicu floppy eyelid syndrome (FES).Kondisi ini bisa dipicu oleh stres mekanis berulang akibat terlalu sering menggosok mata. Pasien dengan FES secara konsisten tidur telungkup dengan mata menempel pada bantal.
  • Kontak yang buruk dari kelopak mata yang kendur dengan bola mata

Kontak kelopak mata yang lemah dengan bola mata yang buruk dalam hubungannya dengan kelainan kelenjar meibom dan lapisan air mata juga dapat menyebabkan sindrom ini.
  • Apnea tidur obstruktif (OSA)

Apnea tidur obstruktif dapat menyebabkan iskemia kelopak mata lokal yang mungkin berperan dalam perkembangan FES. Iskemia ini dapat diperburuk oleh hipoventilasi OSA.
  • Faktor risiko lainnya

Sejumlah faktor risiko lainnya berupa usia 40-69 tahun, obesitas, jenis kelamin laki-laki, hipertensi, hiperlipidemia, serta sering menggosok mata. 
Diagnosis floppy eyelid syndrome dipastikan melalui tanya jawab dan pemeriksaan fisik. Berikut penjelasannya:

Tanya jawab

Proses diagnosis floppy eyelid syndrome biasanya dihubungkan dengan diagnosis penyakit lain. Oleh sebab itu, dokter akan menanyakan riwayat beberapa penyakit berikut ini:

Pemeriksaan fisik

Dalam pemeriksaan mata, kelopak mata atas penderita akan dicoba untuk dilipat keluar (eversi). Tindakan eversi ini biasanya tidak mudah dilakukan.Namun pada pengidap floppy eyelid syndrome, kelopak matanya menjadi elastis dan mudah dilipat keluar. Selain itu, peradangan pada konjungtiva sebagai akibat eversi juga sering ditemukan. 
Cara mengobati floppy eyelid syndrome umumnya akan tergantung dari tingkat keparahan penyakit dan seberapa lama pasien sudah mengalami kondisi tersebut. Perlu juga mengatasi penyakit penyebabnya, seperti obesitas atau OSA.Cara mengobati floppy eyelid syndrome bisa dibedakan menjadi dua yaitu tindakan non bedah dan tindakan bedah. Berikut penjelasannya.

Penanganan non-bedah

Perawatan floppy eyelid syndrome non-bedah meliputi:
  • Obat tetes mata
  • Salep pelumas yang aman untuk mata
  • Pelindung kelopak mata atau masker tidur yang kuat
  • Menutup kelopak mata sebelum tidur
  • Menggunakan bantal berbentuk khusus untuk menghindari kontak antara kelopak mata yang terkena dan bantal saat Anda tidur

Penanganan dengan tindakan bedah

Untuk floppy eyelid syndrome yang signifikan atau parah, pembedahan mungkin diperlukan untuk mengencangkan kelopak mata yang terkena. Jika ini masalahnya, prosedur khusus juga dapat memperbaiki ptosis atau memposisikan ulang bulu mata. 

Komplikasi floppy eyelid syndrome

Jika tidak ditangani dengan benar, floppy eyelid syndrome bisa menyebabkan komplikasi berupa: 
  • Keratokonus
  • Meibomitis
  • Ptosis bulu mata
  • Hilangnya paralelisme bulu mata
 
Cara mencegah floppy eyelid syndrome dapat dilakukan dengan mengatasi kondisi yang menjadi faktor risikonya. Mulai dari obesitas, obstructive sleep apnea, diabetes, hipertensi, hingga hiperlipidemia. 
Berkonsultasilah ke dokter jika Anda mendapati kelopak mata atas Anda:
  • Mudah terlipat keluar, bahkan hanya dengan sedikit sentuhan
  • Sering terlipat keluar saat tidur
Pemeriksaan medis terutama diperlukan bagi Anda yang memiliki faktor risiko floppy eyelid syndrome. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sederet pertanyaan, baik yang berkaitan langsung dengan keluhan pada kelopak mata maupun mengenai faktor risiko floppy eyelid syndrome (terutama OSA). Berikut contoh pertanyaan tersebut:
  • Keluhan mata apa saja yang Anda alami?
  • Sejak kapan gejala tersebut terjadi?
  • Apakah Anda sering mengalami mata merah, berair, gatal, atau seperti ada yang mengganjal?
  • Apakah Anda sering menggosok mata?
  • Apakah Anda mengorok saat tidur?
  • Apakah orang lain memberi tahu bahwa Anda mengorok?
  • Apakah Anda sering mengantuk di siang hari?
  • Apakah Anda merasa lelah saat terbangun tidur di pagi hari?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis floppy eyelid syndrome agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Ophtalmology and Visual Sciences, University of Iowa Health Care. https://webeye.ophth.uiowa.edu/eyeforum/cases/240-Floppy-Eyelid-Syndrome.htm
Diakses pada 4 Agustus 2021
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4312155/
Diakses pada 4 Agustus 2021
American International Medical University. https://www.aimu.us/2017/08/10/floppy-eyelid-syndrome-causes-diagnosis-and-mangement/
Diakses pada 4 Agustus 2021
Advance Sleep Medicine Service inc. https://www.sleepdr.com/the-sleep-blog/what-is-floppy-eyelid-syndrome-and-how-is-it-related-to-sleep-apnea/
Diakses pada 4 Agustus 2021
All About Vision. https://www.allaboutvision.com/conditions/floppy-eyelid-syndrome/
Diakses pada 4 Agustus 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email