Penyakit Lainnya

Fisura Ani

Diterbitkan: 25 Apr 2019 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Fisura Ani
Robekan atau luka terbuka terdapat pada dinding anus.
Fisura Ani adalah luka robekan yang terjadi pada dinding saluran anus. Robekan tersebut dapat menyebabkan rasa sakit serta hingga perdarahan selama dan setelah buang air besar yang keras dan besar.Fisura ani dapat menimpa berbagai jenis kelamin dan juga golongan usia. Namun, kondisi ini paling sering terjadi pada bayi dan kelompok usia 10 hingga 30 tahun.Sebagian besar fisura ani dapat membaik dengan perawatan sederhana, seperti peningkatan asupan serat atau terapi air hangat. Beberapa kasus fisura anus yang lebih parah, memerlukan pengobatan atau pembedahan 
Fisura Ani
Dokter spesialis Penyakit Dalam
GejalaMuncul robekan di sekitar anus, nyeri saat buang air besar, perdarahan di anus
Faktor risikoUsia, persalinan, hubungan seksual secara anal
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, anoskopi, pengukuran tekanan otot sfingter
PengobatanPengobatan rumahan, obat-obatan, operasi
ObatLidokain, nitrogliserin, nifedipine
KomplikasiRobekan yang meluas
Kapan harus ke dokter?Merasakan gejala yang tak kunjung sembuh
Gejala yang biasa dirasakan pada saat mengalami fisura ani, yaitu:
  • Nyeri yang cukup berat ketika buang air besar
  • Terdapat perdarahan kecil berwarna merah terang ketika buang air besar. Biasa dapat dilihat pada tisu toilet ketika menyeka anus atau terlihat garis darah pada tinja.
  • Muncul robekan di kulit sekitar anus
  • Merasa panas terbakar atau gatal beberapa jam setelah buang air besar
  • Muncul benjolan kecil dekat celah anus
 
Fisura ani terjadi akibat adanya kerusakan pada lapisan mukosa yang mengelilingi anus. Kerusakan tersebut dapat berupa robekan atau luka terbuka yang diakibatkan beberapa hal, seperti:
  • Mengeluarkan tinja yang sangat keras atau berukuran besar
  • Sembelit dan mengejan saat buang air besar
  • Diare yang terjadi terus menerus
  • Persalinan
  • Kanker anus
  • Infeksi menular seksual (IMS), seperti sifilis atau herpes, yang dapat menginfeksi dan merusak saluran anus.
  • Tuberkolosis
  • Sifilis
  • Memiliki otot anus (sfingter ani) yang sangat kencang, sehingga dapat meningkatkan tegangan pada saluran anus, membuatnya lebih rentan untuk robek.
Dalam banyak kasus, tidak ada penyebab jelas yang dapat diidentifikasi, namun beberapa faktor berikut diketahui dapat meningkatkan terjadinya fisura ani, yakni:
  • Usia. Fisura ani sering terjadi pada bayi, anak anak berusia 10 tahun, dewasa muda 30 tahunan, dan paruh baya.
  • Konstipasi atau pengerasan tinja.
  • Wanita yang sedang hamil atau menjalani persalinan normal
  • Mengidap penyakit radang usus, seperti penyakit Crohn dan kolitis ulserativa
  • Berhubungan seksual secara anal.
Baca juga: 9 Penyebab Buang Air Besar Terus-menerus yang Perlu Diwaspadai 
Untuk mendiagnosis fisura ani, biasa dokter akan melakukan beberapa hal, seperti:
  • Wawancara riwayat kesehatan
Dokter akan menanyakan pasien beberapa pertanyaan mengenai gejala dan rasa sakit yang dirasakan, serta aktivitas toilet yang biasa dilakukan.
  • Pemeriksaan fisik
Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik terhadap dubur pasien dengan cara memasukkan jari ke anus dengan sarung tangan yang diberikan pelumas untuk merasakan kelainan pada anus.Dokter juga akan melakukan pengukuran tekanan otot sfingter pada anus.Selanjutnya dokter akan mengamati robekan pada anus pasien. Robekan fisura ani dapat dikenali hanya dengan melihatnya. Fisura ani akut terlihat seperti robekan baru. Sedangkan fisura ani kronis, yakni fisura yang terjadi lebih dari delapan minggu memiliki robekan yang lebih dalam, dan mungkin memiliki daging yang tumbuh di dalam atau di luar area anus.Lokasi robekan di area anus dapat memberikan petunjuk tentang penyebabnya. Robekan yang terjadi di sisi lubang anus dan bukan di bagian belakang atau depan, lebih cenderung menjadi tanda penyakit lain, seperti penyakit Crohn. Dokter mungkin akan merekomendasikan pengujian lebih lanjut. Seperti:
  • Anoskopi
Pemeriksaan anoskopi dilakukan dengan menggunakan alat bernama anoskop untuk memvisualisasikan bagian dalam anus. Anoskop berbentuk tabung kecil yang keras, pada ujungnya terdapat lampu kecil yang membantu dokter mengevaluasi keadaan anus dan rektum dengan lebih detail.
  • Sigmoidoskopi fleksibel.
Pemeriksaan ini dilakukan dengan menggunakan selang tipis dan lentur bernama sigmoidoskop. Alat ini dilengkapi kamera dan lampu di ujungnya dan akan dimasukkan ke dalam anus untuk melihat kondisi rektum dan usus besar bagian bawah. Tes ini dapat dilakukan jika pasien berusia lebih muda dari 50 tahun dan tidak memiliki faktor risiko terkait penyakit usus atau kanker usus besar.
  • Kolonoskopi
kolonoskopi adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk mendeteksi perubahan atau abnormalitas pada rektum. Pada prosedur ini, sebuah selang fleksibel dengan kamera kecil di ujungnya akan dimasukkan ke dalam anus. Sehingga dokter dapat melihat melihat dan menilai bagian dalam rektum dengan lebih jelas. 
Untuk mengobati fisura ani, terdapat beberapa cara, yaitu dengan perawatan yang dapat dilakukan di rumah ataupun pengobatan melalui pembedahan.Pengobatan di rumah
  • Minum cukup air putih untuk menghindari sembelit.
  • Mengonsumsi suplemen serat dan makan lebih banyak makanan berserat, seperti buah dan sayuran mentah
  • Berendam air hangat agar dapat mengendurkan otot anus, meredakan iritasi, dan meningkatkan aliran darah ke area rektal.
Obat-obatan
  • Mengoleskan krim nitrogliserin untuk meningkatkan aliran darah ke fisura, meningkatkan penyembuhan, dan mengendurkan lubang anus.
  • Mengoleskan krim antinyeri seperti lidokain yang akan membantu menghilangkan rasa sakit
  • Injeksi botox untuk melumpuhkan otot sfingter pada lubang anus
  • Obat tekanan darah, seperti oral nifedipine atau diltiazem yang dapat membantu mengendurkan otot sfingter
OperasiApabila fisura ani tidak juga sembuh dengan pengoabatan di atas, dokter mungkin akan merekomendasikan operasi bedah yang disebut sfingterotomi internal lateral. Tindakan ini melibatkan pemotongan sebagian kecil otot sfingter ani untuk mengurangi kejang dan nyeri yang dirasakan serta mempercepat penyembuhan.Baca juga: Daftar Vitamin untuk Anak yang Susah Buang Air Besar, Apa Saja? 

Komplikasi

Fisura ani dapat menimbulkan komplikasi berupa:
  • Fisura ani kronis karena gagal disembuhkan.
  • Robekan yang meluas ke otot di sekitar anus yang berfungsi untuk menahan anus tetap tertutup (sfingter ani internal).
Baca jawaban dokter: Mengalami fisura ani, bolehkah minum obat pelancar buang air besar? 
Fisura ani tidak selalu dapat dicegah, namun,  langkah-langkah berikut dapat memperkecil risiko terjadinya fisura ani, yakni:
  • Obati diare dengan segera
  • Minumlah banyak cairan, makan makanan yang berserat, dan berolahraga teratur untuk mencegah sembelit
  • Menjaga area anus tetap kering
  • Membersihkan area anus dengan lembut, memakai sabun khusus, dan air hangat
  • Pada bayi, gantilah popok secara rutin dan sering
 
Jika merasa memiliki gejala fisura ani, berkonsultasilah dengan dokter. Pengobatan sendiri dapat dilakukan, namun dokter dapat memeriksa dengan lebih baik dan dapat memberikan perawatan yang tepat dan mengurangi risiko kambuh.
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter, seperti:
    • Apa penyebab dari gejala yang saya alami?
    • Apakah saya memerlukan tes lain?
    • Apa perawatan dan pengobatan yang cocok untuk mengobati gejala yang saya rasakan?
    • Apakah saran Anda untuk makanan yang harus saya ikuti?
    • Ketika saya punya masalah kesehatan lain, apa yang harus saya lakukan?
    • Apakah kondisi saya cenderung bersifat kronis atau sementara?
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter biasanya akan menanyakan pertanyaan saat berkonsultasi, seperti:
  • Apa saja gejala yang Anda alami?
  • Apakah gejala yang dialami terjadi secara terus menerus?
  • Apakah Anda mengalami masalah sembelit?
  • Hal apa saja yang membuat gejala Anda menjadi lebih baik dan lebih buruk?
  • Apakah Anda memiliki penyakit lain selain fisura ani ini?
  • Dimana Anda merasakan gejala yang lebih sering?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait fisura ani?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis fisura ani agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Healthline. https://www.healthline.com/health/anal-fissure
Diakses pada 2 November 2018
MayoClinic. https://www.mayoclinic.org/es-es/diseases-conditions/anal-fissure/symptoms-causes/syc-20351424
Diakses pada 13 Oktober 2020
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/anal-fissure/
Diakses pada 13 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Tak Hanya Sembelit, Ini yang Terjadi pada Tubuh Akibat Kurang Serat

Serat menjadi nutrisi penting yang harus diseimbangkan asupannya. Tanda dan akibat kekurangan serat dari diet pun dapat beragam, mulai dari sembelit hingga naik bobot.
24 Dec 2019|Arif Putra
Baca selengkapnya
Akibat kurang serat dapat beragam, mulai dari sembelit, mual, hingga naiknya berat badan

Cara Mengatasi Sembelit agar Tak Susah Buang Air Besar

Cara mengatasi sembelit bisa dengan mengonsumsi makanan berserat, berolahraga, dan meminum obat pencahar ringan. Sembelit biasanya tidak memerlukan penanganan dari dokter.
16 Apr 2019|Aby Rachman
Baca selengkapnya
Cara mengatasi sembelit adalah dengan mengonsumsi makanan berserat

Kadang Tak Terasa, Ini Gejala Tumor Usus Besar

Tumor usus besar atau kanker kolorektal adalah suatu penyakit yang terjadi pada usus besar dan berawal dari tumbuhnya polip yang tidak wajar di mukosa. Gejala tumor usus adalah ada darah saat buang air, nyeri dan kembung pada perut.
11 Jul 2019|Azelia Trifiana
Baca selengkapnya
Gejala tumor usus salah satunya adalah perut sering terasa kembung dan nyeri