Penyakit Lainnya

Fistula Ani

Diterbitkan: 25 Apr 2019 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Fistula Ani
Saluran kecil terbentuk dari anus akibat penumpukan nanah.
Fistula ani adalah sebuah lubang abnormal seperti terowongan kecil yang terbentuk di antara kulit dan otot anus. Terkadang, fistula ani juga dapat terbentuk dari saluran anus ke organ lain, seperti vagina atau saluran kemih.Lubang tersebut dapat terbentuk karena infeksi di area sekitar anus yang tidak sepenuhnya sembuh  Infeksi ini berisiko memunculkan kumpulan nanah dan meninggalkan lubang ketika nanah mengering.Fistula ani dapat menyebabkan iritasi kulit dan biasanya tidak dapat sembuh dengan sendirinya, sehingga memerlukan operasi. 
Fistula Ani
Dokter spesialis Bedah
GejalaSulit mengontrol BAB, anus bau busuk, muncul nanah saat BAB
Faktor risikoInfeksi tuberkulosis, HIV, penyakit Crohn
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, anoskopi, MRI
PengobatanOperasi bedah
KomplikasiFistula ani kambuh, inkontinensia fekal
Kapan harus ke dokter?Jika merasakan gejala, terutama memiliki faktor risiko
Beberapa gejala yang ditimbulkan oleh fistula ani adalah sebagai berikut:
  • Kesulitan mengontrol buang air besar
  • Terdapat bau busuk dari dekat anus
  • Saat buang air besar terdapat nanah atau darah
  • Rasa sakit yang terus menerus dan terasa denyutan yang biasanya terasa pada saat duduk, bergerak, buang air besar, atau batuk
  • Iritasi kulit di sekitar anus
  • Kemerahan dan bengkak di area anus, terdapat nanah, atau demam
Baca jawaban dokter: Apa bedanya antara fistula ani dan wasir? 
Fistula ani terbentuk karena disebabkan oleh kerusakan jaringan akibat infeksi yang terjadi di anus. Di dalam anus, ada beberapa kelenjar yang menghasilkan cairan. Jika ada jaringan yang terinfeksi, kelenjar tersebut dapat terhalang atau tersumbat. Ketika hal itu terjadi, penumpukan bakteri dapat membuat kantung di jaringan yang terinfeksi membengkak dan terpenuhi cairan nanah.Nanah yang telah menumpuk akan terdorong ke luar anus. Saat proses ini berlangsung, fistula yang berfungsi sebagai terowongan tempat keluarnya nanah terbentuk.  

Faktor risiko

Beberapa kondisi berikut dapat meningkatkan risiko terbentuknya fistula ani, antara lain:
  • Infeksi tuberkulosis atau HIV
  • Komplikasi dari operasi dekat anus
  • Penyakit Crohn atau peradangan pencernaan
  • Hidradenitis suppurativa atau abses dan jaringan parut
  • Divertikulitis atau infeksi kantung kecil yang ada pada usus besar
  • Kanker
  • Benturan
  • Efek samping dari terapi radiasi
 
Biasanya dokter akan melakukan beberapa cara untuk mendiagnosis fistula ani, antara lain:
  • Pemeriksaan fisik
Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dengan memeriksa area di sekitar anus. Dokter akan mencari lubang di kulit yang menjadi saluran fistula. Dokter kemudian akan menentukan seberapa dalam saluran tersebut dan arah bukaannya.Beberapa fistula mungkin tidak terlihat di permukaan kulit sehingga dokter mungkin perlu melakukan tes tambahan.
  • Anoskopi
Pemeriksaan anoskopi dilakukan dengan menggunakan alat bernama anoskop untuk memvisualisasikan bagian dalam anus. Anoskop berbentuk tabung kecil yang keras, pada ujungnya terdapat lampu kecil yang membantu dokter mengevaluasi keadaan anus dan rektum dengan lebih detail.
  • Pemindaian
Dokter juga akan melakukan pemindaian dengan menggunakan ultrasound scan, magnetic resonance imaging (MRI) scan, atau computerized tomography scan (CT Scan) untuk melihat bagian dalam anus dengan lebih jelas.
  • Pemeriksaan anus dengan anestesi
Terkadang dokter bedah perlu memeriksa fistula pasien dengan lebih mendalam. Pemeriksaan ini dilakukan di ruang operasi dengan kondisi pasien yang dibius.
  • Proktoskopi
    Tindakan ini dilakukan untuk melihat dalam anus dengan menggunakan teleskop cahaya yang dimasukkan pada anus
Apabila dokter menemukan fistula ani, dokter mungkin juga akan melakukan tes lanjutan untuk memastikan apakah kondisi tersebut terkait dengan penyakit Crohn. Pasalnya, sekitar 25% orang dengan penyakit Crohn mengembangkan fistula.Untuk menentukan diagnosis penyakit Crohn, pasien perlu menjalani tes darah, rontgen dan kolonoskopi. 
Tidak ada obat-obatan yang dapat mengobati fistula ani, oleh karena itu, operasi merupakan pilihan utama dalam pengobatan fistula ani. Operasi dilakukan untuk menyembuhkan dan menghindari kerusakan otot sekitar anus yang dapat mengakibatkan hilangnya kontrol pada usus besar. Berikut beberapa jenis operasi yang dapat menjadi pilihan, seperti:
  • Fistulotomi
Tindakan ini adalah operasi paling umum pada fistula ani yang berguna untuk meratakan lubang yang terbentuk kemudian menjahitnya.
  • Teknik seton.
Prosedur ini dilakukan dengan meletakkan sutra atau benang latex (seton) kedalam fistula untuk mengalirkan cairan infeksi ke luar.
  • Prosedur pemindahan jaringan kulit (flap) lanjutan
Dokter bedah akan membuat flap atau lipatan dari dinding rektum sebelum membuang pembukaan fistula bagian dalam. Flap ini nantinya akan digunakan untuk menutup daerah yang diperbaiki sehingga dapat mengurangi jumlah otot anus (sfingter) yang terpotong.
  • Pelekat fibrin dan kolagen.
Tindakan ini dilakukan dengan cara menutup saluran fistula ani dengan protein kolagen.
  • Ligation of the intersphincteric fistula tract (LIFT)
LIFT adalah suatu prosedur yang melibatkan sayatan kulit diatas fistula yang kemudian ditutup di kedua ujungnya sehingga dapat terbentang rata. 

Komplikasi

Fistula ani dapat menimbulkan komplikasi berupa:
  • Fistula yang muncul kembali setelah perawatan.
  • Inkontinensia fekal, yatu ketidakmampuan untuk mengontrol pergerakan usus. Hal ini kemungkinan besar terjadi jika beberapa sfingter ani ada yang diangkat.
 
Segera obati jika terdapat bisul pada anus sehingga tidak menjadi fistula. Hindari faktor risiko terjadinya fistula.Baca juga: Cegah Bisul dengan Menerapkan Posisi Duduk yang Baik dan Benar 
Berkonsultasilah dengan dokter jika Anda merasa memiliki gejala fistula ani yang menetap. Dokter akan membantu Anda memeriksa kondisi anus. Jika diperlukan, dokter akan merujuk pada ahli bedah untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter umumnya akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait fistula ani?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis fistula ani agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
MayoClinic. https://www.mayoclinic.org/es-es/diseases-conditions/anal-fistula/symptoms-causes/syc-20352871
Diakses pada 2 November 2018
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/anal-fistula/
Diakses pada 2 November 2018
WebMD. https://www.webmd.com/digestive-disorders/anal-fistula-overview#1-2
Diakses pada 14 November 2020
Winchester Hospital. https://www.winchesterhospital.org/health-library/article?id=885932
Diakses pada 14 Oktober 2020
Cedars-Sinai. https://www.cedars-sinai.org/health-library/diseases-and-conditions/a/anal-fistula.html
Diakses pada 14 Oktober 2020
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/14466-anal-fistula/diagnosis-and-tests
Diakses pada 14 Oktober 2020
 
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Cara Mengobati Ambeien dengan 6 Obat Ambeien di Apotek Ini

Berbagai jenis obat ambeien di apotek yang ampuh mengobati ambeien dengan meredakan nyeri dan gatal, antara lain obat minum, seperti obat pereda nyeri dan obat pencahar, serta salep ambeien, yakni krim hidrokortison.Baca selengkapnya
Berbagai jenis obat ambeien di apotek yang ampuh mengobati ambeien dengan meredakan nyeri dan gatal

Cara Mengobati Ambeien Luar Secara Alami dan Dengan Obat

Cara mengobati ambeien luar secara alami antara lain adalah dengan mengoleskan gel lidah buaya, berendam air hangat, perbanyak makan sayur, dan mengompres benjolan dengan air es.
09 Oct 2020|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
Cara mengobati ambeien luar secara alami antara lain dengan lidah buaya dan air hangat

Apa Itu Wasir? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Tak sedikit orang yang mengalami wasir. Kondisi ini bisa membuat anus terasa gatal dan tidak nyaman, bahkan pada kasus yang parah mengakibatkan pendarahan. Lantas, apa itu wasir?
24 Jun 2020|Dina Rahmawati
Baca selengkapnya
Wasir bisa membuat penderitanya merasa tidak nyaman dan gatal pada bagian anus