Penyakit Lainnya

Fistula Ani

05 May 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Fistula Ani
Saluran kecil terbentuk dari anus akibat penumpukan nanah.
Fistula ani adalah sebuah lubang abnormal seperti terowongan kecil yang terbentuk di antara kulit dan otot anus. Terkadang, fistula ani juga dapat terbentuk dari saluran anus ke organ lain, seperti vagina atau saluran kemih.Lubang tersebut dapat terbentuk karena infeksi di area sekitar anus yang tidak sepenuhnya sembuh. Infeksi ini berisiko memunculkan kumpulan nanah dan meninggalkan lubang ketika nanah mengering.Fistula ani dapat menyebabkan iritasi kulit dan biasanya tidak dapat sembuh dengan sendirinya, sehingga memerlukan operasi. 
Fistula Ani
Dokter spesialis Bedah
GejalaSulit mengontrol BAB, anus bau busuk, muncul nanah saat BAB
Faktor risikoInfeksi tuberkulosis, HIV, penyakit Crohn
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, anoskopi, MRI
PengobatanOperasi bedah
KomplikasiFistula ani kambuh, inkontinensia fekal
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala, terutama memiliki faktor risiko
Beberapa gejala fistula ani meliputi:
  • Kesulitan mengontrol buang air besar
  • Terdapat bau busuk dari dekat anus
  • Saat buang air besar terdapat nanah atau darah
  • Rasa sakit yang terus menerus dan terasa denyutan yang biasanya terasa pada saat duduk, bergerak, buang air besar, atau batuk
  • Iritasi kulit di sekitar anus
  • Kemerahan dan bengkak di area anus, terdapat nanah, atau demam
Baca jawaban dokter: Apa bedanya antara fistula ani dan wasir? 
Penyebab fistula ani adalah kerusakan jaringan akibat infeksi yang terjadi di anus. Di dalam anus, ada beberapa kelenjar yang menghasilkan cairan. Jika ada jaringan yang terinfeksi, kelenjar ini dapat terhalang atau tersumbat.Ketika kelenjar mengalami gangguan, penumpukan bakteri dapat memicu munculnya kantung di jaringan yang terinfeksi. Kantung ini kemudian membengkak dan terpenuhi cairan nanah.Nanah yang telah menumpuk akan terdorong ke luar anus. Saat proses ini berlangsung, fistula yang berfungsi sebagai terowongan tempat keluarnya nanah terbentuk.   

Faktor risiko fistula ani

Beberapa kondisi berikut dapat meningkatkan risiko terbentuknya fistula ani:
  • Infeksi tuberkulosis atau HIV
  • Komplikasi dari operasi dekat anus
  • Penyakit Crohn atau peradangan pencernaan
  • Hidradenitis suppurativa atau abses dan jaringan parut
  • Divertikulitis atau infeksi kantung kecil yang ada pada usus besar
  • Kanker
  • Benturan
  • Efek samping dari terapi radiasi (radioterapi)
 
Biasanya dokter akan melakukan beberapa cara di bawah ini untuk memastikan diagnosis fistula ani:
  • Pemeriksaan fisik

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dengan memeriksa area di sekitar anus. Dokter akan mencari lubang di kulit yang menjadi saluran fistula. Dokter kemudian akan menentukan seberapa dalam saluran tersebut dan arah bukaannya.Beberapa fistula mungkin tidak terlihat di permukaan kulit sehingga dokter mungkin perlu melakukan tes tambahan.
  • Anoskopi

Pemeriksaan anoskopi dilakukan dengan menggunakan alat bernama anoskop untuk memvisualisasikan bagian dalam anus. Anoskop berbentuk tabung kecil yang keras, pada ujungnya terdapat lampu kecil yang membantu dokter mengevaluasi keadaan anus dan rektum dengan lebih detail.
  • Pemindaian

Dokter dapat melakukan pemindaian dengan USG, MRI, dan CT scan. Langkah ini bertujuan melihat bagian dalam anus dengan lebih jelas.
  • Pemeriksaan anus dengan anestesi

Terkadang dokter bedah perlu memeriksa fistula dengan lebih mendalam. Pemeriksaan ini dilakukan di ruang operasi dengan kondisi pasien yang dibius.
  • Proktoskopi

Tindakan ini dilakukan untuk melihat dalam anus dengan menggunakan teleskop cahaya yang dimasukkan pada anusApabila dokter menemukan fistula ani, dokter mungkin juga akan melakukan tes lanjutan untuk memastikan apakah kondisi tersebut terkait dengan penyakit Crohn. Pasalnya, sekitar 25% orang dengan penyakit Crohn mengembangkan fistula.Untuk menentukan diagnosis penyakit Crohn, pasien perlu menjalani tes darah, rontgen dan kolonoskopi. 
Satu-satunya cara mengobati fistula ani adalah dengan operasi. Tidak pembedahan bertujuan menyembuhkan dan menghindari kerusakan otot di sekitar anus yang bisa mengakibatkan hilangnya kontrol pada usus besar.Berikut beberapa jenis operasi yang dapat menjadi pilihan pasien:
  • Fistulotomi

Tindakan ini adalah operasi paling umum pada fistula ani yang berguna untuk meratakan lubang yang terbentuk kemudian menjahitnya.
  • Teknik seton

Prosedur ini dilakukan dengan meletakkan sutra atau benang latex (seton) kedalam fistula untuk mengalirkan cairan infeksi ke luar.
  • Prosedur pemindahan jaringan kulit (flap) lanjutan

Dokter bedah akan membuat flap atau lipatan dari dinding rektum sebelum membuang pembukaan fistula bagian dalam. Flap ini nantinya akan digunakan untuk menutup daerah yang diperbaiki sehingga dapat mengurangi jumlah otot anus (sfingter) yang terpotong.
  • Pelekat fibrin dan kolagen

Tindakan ini dilakukan dengan cara menutup saluran fistula ani dengan protein kolagen.
  • Ligation of the intersphincteric fistula tract (LIFT)

LIFT adalah suatu prosedur yang melibatkan sayatan kulit diatas fistula yang kemudian ditutup di kedua ujungnya sehingga dapat terbentang rata. 

Komplikasi fistula ani

Jika tidak ditangani dengan benar, fistula ani dapat menimbulkan komplikasi berupa:
  • Fistula yang muncul kembali setelah perawatan.
  • Inkontinensia feses, yatu ketidakmampuan untuk mengontrol pergerakan usus. Hal ini kemungkinan besar terjadi jika beberapa sfingter ani ada yang diangkat.
 
Segera obati jika terdapat bisul pada anus sehingga tidak menjadi fistula. Hindari faktor risiko terjadinya fistula.Baca juga: Cegah Bisul dengan Menerapkan Posisi Duduk yang Baik dan Benar 
Berkonsultasilah dengan dokter jika Anda merasa memiliki gejala fistula ani yang menetap. Dokter akan membantu Anda memeriksa kondisi anus. Jika diperlukan, dokter akan merujuk pada ahli bedah untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter umumnya akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali muncul?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait fistula ani?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis fistula ani agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
MayoClinic. https://www.mayoclinic.org/es-es/diseases-conditions/anal-fistula/symptoms-causes/syc-20352871
Diakses pada 2 November 2018
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/anal-fistula/
Diakses pada 2 November 2018
WebMD. https://www.webmd.com/digestive-disorders/anal-fistula-overview#1-2
Diakses pada 14 November 2020
Winchester Hospital. https://www.winchesterhospital.org/health-library/article?id=885932
Diakses pada 14 Oktober 2020
Cedars-Sinai. https://www.cedars-sinai.org/health-library/diseases-and-conditions/a/anal-fistula.html
Diakses pada 14 Oktober 2020
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/14466-anal-fistula/diagnosis-and-tests
Diakses pada 14 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email