Fistula Ani

Ditinjau dr. Fridawati
Fistula ani disebabkan adanya penumpukan nanah akibat infeksi atau penyakit pencernaan.
Saluran kecil terbentuk dari anus akibat penumpukan nanah.

Pengertian Fistula Ani

Fistula ani adalah sebuah lubang terowongan kecil yang terbentuk antara kulit dan otot dari anus. Lubang ini terbentuk karena infeksi yang terjadi di daerah dekat anus yang menyebabkan kumpulan nanah. Nanah yang sudah hilang akan membentuk saluran kecil. Gejala yang ditimbulkan akan menyebabkan iritasi kulit dan biasanya tidak dapat sembuh dengan sendirinya, sehingga perlu perawatan.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Beberapa gejala yang ditimbulkan oleh fistula ani adalah sebagai berikut:

  • Kesulitan mengontrol buang air besar
  • Terdapat bau busuk dari dekat anus
  • Saat buang air besar terdapat nanah atau darah
  • Rasa sakit yang terus menerus dan terasa denyutan yang biasanya terasa pada saat duduk, bergerak, buang air besar, atau batuk
  • Iritasi kulit di sekitar anus
  • Kemerahan dan bengkak di area anus, terdapat nanah, atau demam

Penyebab

Fistula ani biasanya terjadi sesudah terjadinya nanah pada anus. Nanah yang tidak sembuh dengan baik akan menyebabkan lubang diantara anus dan kulit. Seseorang yang memiliki nanah pada anusnya akan berkembang menjadi fistula ani. Tetapi, fistula ani juga dapat disebabkan oleh beberapa hal, seperti:

  • Infeksi tuberkulosis atau HIV
  • Komplikasi dari operasi dekat anus
  • Penyakit Crohn atau peradangan pencernaan
  • Hidradenitis suppurativa atau abses dan jaringan parut
  • Divertikulitis atau infeksi kantung kecil yang ada pada usus besar

Diagnosis

Biasanya dokter akan melakukan beberapa cara untuk mendiagnosis fistula ani, antara lain:

  • Pemeriksaan dubur dengan memasukkan jari pada anus untuk memeriksa tanda-tanda fistula
  • Pemeriksaan fisik dan dubur lebih lanjut
  • Proktoskopi untuk melihat dalam anus dengan menggunakan teleskop cahaya yang dimasukkan pada anus
  • Dokter juga akan melakukan pemeriksaan ultrasound scan, magnetic resonance imaging (MRI) scan, atau computerized tomography scan (CT Scan)

Pengobatan

Untuk mengobati fistula ani, biasanya dibutuhkan operasi untuk menyembuhkan dan menghindari kerusakan otot sekitar anus yang dapat mengakibatkan hilangnya kontrol pada usus besar. Berikut beberapa jenis operasi yang dapat menjadi pilihan, seperti:

  • Fistulotomi adalah operasi paling umum yang berguna untuk meratakan lubang yang terbentuk kemudian menjahitnya. Namun risiko dari operasi ini adalah terpotongnya otot anus.
  • Teknik seton. Ahli bedah meletakkan sutra atau benang latex (seton) kedalam fistula untuk menyalurkan infeksi keluar
  • Prosedur pemindahan jaringan kulit (flap) lanjutan yaitu ahli bedah membuat flap/lipatan dari dinding rektum sebelum membuang pembukaan fistula bagian dalam. Flap ini untuk menutup daerah yang diperbaiki. Prosedur ini untuk mengurangi jumlah otot anus (sfingter) yang terpotong.
  • Pelekat fibrin dan kolagen. Saluran fistula ani ditutup dengan protein kolagen.
  • Prosedur Ligation of the intersphincteric fistula tract (LIFT) adalah prosedur penyayatan kulit diatas fistula kemudian ditutup pada kedua ujung sehingga dapat terbentang rata.

Pencegahan

Segera obati jika terdapat bisul pada anus sehingga tidak menjadi fistula. Hindari faktor risiko terjadinya fistula.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Berkonsultasilah dengan dokter jika Anda merasa memiliki gejala fistula ani yang menetap. Dokter akan membantu Anda memeriksa kondisi anus. Jika diperlukan, dokter akan merujuk pada ahli bedah untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Referensi

MayoClinic. https://www.mayoclinic.org/es-es/diseases-conditions/anal-fistula/symptoms-causes/syc-20352871
Diakses pada 2 November 2018.

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/anal-fistula/
Diakses pada 2 November 2018.

Back to Top