Kulit & Kelamin

Fimosis

27 Oct 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Fimosis
Pada bayi dan balita fimosis normal terjadi, kecuali jika menyebabkan gejala tertentu.
Fimosis adalah kondisi kulup (kulit yang membungkus kepala penis) yang terlalu ketat, sehingga tidak bisa ditarik melewati kepala penis. Pada bayi dan balita, kondisi ini termasuk normal, kecuali jika menyebabkan gejala tertentu.Kulup biasanya dapat ditarik kembali ketika berumur 17 tahun karena kulup tersebut dapat mengendur seiring berjalannya waktu. Anda hanya memerlukan penanganan medis jika mengalami penis terlalu ketat untuk ditarik Kembali setelah berumur 17 tahun.Selain itu, Anda perlu memeriksakan diri ke dokter, jika mengalami beberapa gejala seperti penis kemerahan, nyeri, atau bengkak. Karena jika dibiarkan hal ini bisa menyebabkan sirkulasi darah terputus. 
Fimosis
Dokter spesialis Urologi, Bedah
GejalaPembengkakan kepala penis saat buang air kecil, kepala penis mengembang pada saat buang air kecil, nyeri
Faktor risikoTidak melakukan sunat, kulit penis ditarik secara paksa, infeksi
Metode diagnosisWawancara, pemeriksaan fisik
PengobatanObat-obatan, melakukan sunat
ObatAntibiotik, kortikosteroid
KomplikasiBalanitis berulang, infeksi kronik, infeksi menular seksual
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala
Secara umum, gejala fimosis meliputi:
  • Pembengkakan di kulup saat buang air kecil
  • Kulup akan mengembang seperti balon saat buang air kecil
  • Darah pada urine
  • Aliran urine yang lebih lemah ketika buang air kecil
  • Merasa sakit ketika berhubungan seks karena penis yang ereksi.
  • Infeksi saluran kemih
  • Kulup terasa sakit
  • Terdapat cincin putih seperti jaringan parut di sekitar pembukaan kulup
 
Hingga kini, penyebab fimosis belum diketahui. Namun beberapa faktor diduga bisa meningkatkan risiko seseorang untuk mengalaminya.Faktor-faktor risiko fimosis tersebut meliputi:
  • Kulup ditarik secara paksa ketika belum siap ,sehingga melukai kulit dan memicu terbentuknya jaringan parut
  • Peradangan atau infeksi pada kulup atau pada kepala penis (balanitis) akibat kebersihan yang tidak terjaga dengan baik
  • Kondisi medis, seperti diabetes yang memiliki risoko lebih tinggi untuk menderita balanitis
  • Proses penuaan yang menyebabkan kelenturan kulup berkurang, sehingga sulit ditarik
  • Infeksi saluran kemih berulang kali terjadi
  • Infeksi kulup
  • Trauma pada kulup
  • Penyakit menular seksual pada orang dewasa
  • Psoriasis
  • Eksim
  • Lichen planus
  • Lichen sclerosus
 
Diagnosis fimosis dilakukan oleh dokter dengan menanyakan riwayat penyakit dan melakukan pemeriksaan fisik sederhana pada penis pasien.  
Cara mengobati fimosis umumnya akan tergantung dari tingkat keparahan penyakit dan seberapa lama pasien sudah mengalami kondisi tersebut. Beberapa langkah penanganan dari dokter bisa berupa:
  • Steroid oles berbentuk krim, gel, atau salep untuk membantu dalam melenturkan kulup serta membuatnya lebih mudah untuk ditarik kembali
  • Jika terdapat balanitis, dokter akan memberikan antibiotik
  • Jika infeksi disebabkan oleh bakteri, dokter akan memberikan obat antibiotik
  • Jika infeksi terjadi akibat jamur, dokter akan memberikan obat antijamur
  • Gunakan kondom dan pelumas saat berhubungan seks agar penis merasa lebih nyaman
  • Sunat (sirkumsisi) yang dilakukan dengan menghilangkan sebagian atau seluruh kulup jika mengalami infeksi saluran kemih atau balanitis berulang
 

Komplikasi fimosis

Jika tidak ditangani dengan benar, kondisi ini bisa menyebabkan komplikasi berupa:  
Cara mencegah fimosis yang bisa dilakukan meliputi:
  • Cuci bagian kepala penis dan kulup dengan air hangat dan keringkan. Tariklah untuk membuka kulup dengan lembut dan tutuplah kembali pada posisi semula setelah selesai.
  • Hindari menggunakan parfum pada kulup
 
Hubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala berikut ini:
  • Muncul perubahan warna pada kelenjar atau kulup
  • Adanya bintik-bintik atau ruam kulup
  • Nyeri
  • Gatal
  • Pembengkakan
 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter umumnya akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait fimosis?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis fimosis agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Healthline. https://www.healthline.com/health/mens-health/phimosis
Diakses pada 27 Oktober 2021
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/phimosis/
Diakses pada 27 Oktober 2021
WebMD. https://www.webmd.com/men/phimosis-paraphimosis#1
Diakses pada 27 Oktober 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email