Filariasis

Ditinjau dr. Miranda Rachellina
Filariasis bisa menyebabkan pembengkakan di kaki, tangan, payudara, dan alat kelamin.
Filariasis bisa menyebabkan pembengkakan di kaki, tangan, payudara, dan alat kelamin.

Pengertian Filariasis

Filariasis atau sering disebut dengan penyakit kaki gajah merupakan suatu kondisi medis yang disebabkan oleh cacing filaria (microfilaria) yang dapat ditularkan dari satu orang ke orang lainnya melalui gigitan nyamuk. Kondisi ini menyebabkan pembengkakan pada kaki, lengan, alat kelamin dan payudara. Kondisi ini bersifat menahun (kronis) yang dapat menyebabkan cacat seumur hidup jika tidak ditangani. 

Filariasis merupakan kondisi medis yang umumnya terjadi pada negara tropis dan subtropis. Data dari Departemen Kesehatan tahun 2014 menunjukan ada 14.932 penderita filariasis di Indonesia.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Gejala umum dari filariasis adalah pembengkakan anggota tubuh. Pembengkakan biasanya terjadi pada:

  • Kaki
  • Alat kelamin
  • Payudara
  • Lengan

Kaki merupakan bagian tubuh yang paling sering terkena kondisi ini. Bengkak dapat menyebabkan nyeri dan kesulitan bergerak. Selain itu, penderita kondisi ini biasanya mengalami kelainan kulit di bagian tubuh yang mengalami pembengkakan, seperti:

  • Kulit kering dan menebal
  • Warna kulit menjadi lebih gelap
  • Mudah luka atau mengalami ulserasi
  • Timbul bintik-bintik atau tampak seperti ada lubang-lubang kecil di permukaan kulit

Selain itu dalam beberapa kasus, penderita juga mungkin mengalami demam dan menggigil.

Filariasis dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh sehingga penderita filariasis juga berisiko mengalami infeksi lainnya.

Penyebab

Filariasis disebabkan oleh gigitan nyamuk dan umumnya terjadi di negara tropis maupun subtropis. Nyamuk yang terinfeksi cacing filaria akan menyalurkan larva cacing filaria tersebut yang nantinya akan tumbuh dan berkembang di dalam darah. Selanjutnya, cacing filaria akan tumbuh dewasa di dalam sistem limfatik (kelenjar getah bening) dan menyebabkan gangguan aliran getah bening. Hal inilah yang menyebabkan pembengkakan di satu atau beberapa bagian tubuh.

Diagnosis

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, riwayat medis serta gejala yang Anda alami. Anda mungkin akan disarankan untuk melakukan tes darah dan urin untuk memeriksa keberadaan parasit (cacing filaria) di dalam darah atau urin.

Selain itu beberapa pemeriksaan radiologi seperti X-ray dan ultrasonografi (USG) mungkin diperlukan untuk memeriksa kemungkinan masalah lainnya yang ditimbulkan dari gejala yang Anda alami.

Pengobatan

Pengobatan filariasis umumnya meliputi,

  • Obat-obatan anti parasit seperti diethylcarbamazine (DEC), ivermectin dan albendazole yang perlu dilakukan dengan pengawasan dokter
  • Menjaga kebersihan bagian tubuh yang bengkak, termasuk memeriksa secara rutin apakah ada luka pada area tersebut
  • Merawat luka
  • Pembedahan jika diperlukan untuk mengurangi pembengkakan dan membantu pergerakan penderita

Selain itu pengobatan filariasis juga menyangkut dukungan emosional dan psikologis yang dapat ditimbulkan dari penyakit ini. Jika didiagnosis dini, maka pembengkakan bagian tubuh masih mungkin dapat diterapi dan membaik. Namun jika pembengkakan sudah terlalu besar, umumnya tidak dapat mengecil kembali.

Risiko apabila tidak diobati 

Filariasis yang tidak ditangani segera dapat menyebabkan kesulitan bergerak (yang disebabkan pembengkakan pada anggota tubuh) hingga kecacatan fisik seumur hidup.

Pencegahan

Pencegahan penyakit ini umumnya ditujukan untuk mencegah gigitan nyamuk yang terinfeksi cacing filaria. Beberapa pencegahan dapat dilakukan dengan:

  • Menghindari nyamuk atau gigitan nyamuk dengan menggunakan perlindungan tertentu
  • Memberantas area yang dapat menjadi sarang nyamuk
  • Menggunakan kelambu
  • Mengenakan baju lengan panjang atau celana panjang di daerah-daerah yang dipenuhi nyamuk
  • Mengonsumsi obat-obatan khusus seperti diethylcarbamazine (DEC), albendazole dan ivermectin sebelum mengunjungi daerah yang berpotensi menyebabkan infeksi ini

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Anda perlu berkonsultasi dengan dokter apabila Anda mengalami gejala di atas atau berisiko mengalami kondisi ini.

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Sebelum berkonsultasi dengan dokter, sebaiknya Anda menyiapkan beberapa informasi berikut untuk membantu dokter memahami kondisi Anda.

  • Penjelasan detail mengenai gejala atau tanda-tanda yang Anda alami
  • Riwayat medis Anda
  • Obat-obatan yang sebelumnya dikonsumsi atau sedang dikonsumsi
  • Aktivitas tertentu yang Anda lakukan atau daerah yang sebelumnya Anda kunjungi

Selain itu, terdapat beberapa pertanyaan yang dapat Anda tanyakan untuk memahami lebih lanjut kondisi Anda. Antara lain,

  • Hal apa yang dapat menyebabkan infeksi ini?
  • Apakah ada penyebab lain yang mengakibatkan gejala yang saya alami?
  • Tes apa yang perlu saya lakukan?
  • Pengobatan apa yang perlu saya lakukan saat ini?
  • Apakah ada risiko atau komplikasi lainnya yang mungkin dapat terjadi?
  • Apakah ada larangan yang perlu saya hindari?

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan mungkin akan menyarankan Anda untuk melakukan tes tertentu guna memastikan diagnosis. Selanjutnya, dokter akan menyarankan pengobatan tertentu terkait kondisi Anda.

Referensi

Healthline.  https://www.healthline.com/health/elephantiasis
Diakses pada 10 Januari 2019

Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/217776-overview
Diakses pada 10 Januari 2019

WebMD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/elephantiasis-what-to-know#1
Diakses pada 10 Januari 2019

Departemen Kesehatan. http://www.depkes.go.id/resources/download/pusdatin/infodatin/infodatin-filariasis.pdf

Back to Top