Kaki Gajah atau filariasis bisa menyebabkan pembengkakan di kaki, tangan, payudara, dan alat kelamin.
Kaki Gajah atau filariasis bisa menyebabkan pembengkakan di kaki, tangan, payudara, dan alat kelamin.

Penyakit kaki gajah atau filariasis adalah kondisi medis yang disebabkan oleh cacing filaria. Parasit ini dapat ditularkan dari satu orang ke orang lainnya melalui gigitan nyamuk yang telah terinfeksi cacing filaria.

Kondisi ini umumnya disebut kaki gajah karena gejalanya yang paling umum terlihat adalah pembengkakan pada kaki dan tangan. Selain itu, skrotum (kantong buah zakar) serta payudara dan organ kelamin penderita wanita juga dapat diserang.

Tekstur kulit pada organ yang membengkak bisa menebal dan menjadi lebih keras. Akibatnya, kulit penderita terlihat memiliki tekstur seperti kulit gajah.

Penyakit kaki gajah bersifat menahun (kronis) dan perlu ditangani sedini mungkin. Bila tidak, penyakit ini dapat menyebabkan cacat permanen atau seumur hidup.

Menurut data dari Departemen Kesehatan di tahun 2014, terdapat sekitar 14.932 penderita filariasis di Indonesia. Sementara sampai dengan tahun 2019, sebanyak 236 dari 514 kabupaten/kota di Indonesia merupakan daerah endemis filariasis.

Penderita filariasis atau penyakit kaki gajah dapat mengalami tiga jenis kondisi, yaitu: kondisi asimtomatik atau tanpa gejala, kondisi kronis, dan kondisi akut.

Gejala awal kaki gajah

Pada tahap awal, sebagian besar infeksi cacing filaria tidak menimbulkan gejala (asimtomatik). Kondisi asimtomatik ini bisa terus berlangsung meski parasit telah mulai berkembang biak dan merusak sistem kelenjar getah bening (sistem limfatik), ginjal, dan melemahkan sistem kekebalan tubuh penderita.

Gejala kronis kaki gajah

Di sebagian besar kasus, gejala mulai nampak pada beberapa tahun setelah seseorang terinfeksi. Pasalnya, sistem kelenjar getah bening yang berfungsi melawan infeksi akan melemah.

Gejala filariasis kronis yang muncul bisa berupa:

1. Pembengkakan organ tubuh

Pelemahan sistem limfatik akan menyebabkan penumpukan cairan dan pembengkakan anggota tubuh. Pembengkakan ini biasanya terjadi pada:

  • Kaki
  • Lengan
  • Payudara
  • Alat kelamin

Kaki merupakan bagian tubuh yang paling sering mengalami pembengkakan. Bengkak dapat menyebabkan nyeri dan kesulitan bergerak.

2. Kelainan kulit

Penurunan kemampuan tubuh untuk melawan infeksi menyebabkan penderita kaki gajah lebih mudah terkena infeksi bakteri di kulit. Kondisi ini memicu kelainan kulit di bagian tubuh yang mengalami pembengkakan dengan gejala berupa:

  • Kulit mengeras dan menebal
  • Warna kulit menjadi lebih gelap
  • Mudah luka atau mengalami ulserasi
  • Timbul bintik-bintik atau tampak seperti ada lubang-lubang kecil di permukaan kulit

Pada banyak kasus, infeksi bakteri pada kulit dapat dicegah dengan perawatan luka dan menjaga kebersihan kulit dengan baik.

3. Hidrokel atau pembengkakan skrotum pria

Pria dapat mengalami pembengkakan skrotum apabila terinfeksi parasit jenis Wuchereria bancrofti.

Gejala akut kaki gajah

Sistem kekebalan tubuh akan berusaha melawan parasit yang menyerang tubuh. Akibatnya, penderita filariasis dapat mengalami gejala-gejala berikut ini:

  • Demam selama 3-5 hari yang kambuh berulang Demam dapat hilang dengan beristirahat dan kembali timbul setelah penderita bekerja berat.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening di daerah ketiak dan lipatan paha yang tampak kemerahan, panas, dan terasa sakit.
  • Radang saluran kelenar gerah bening yang terasa panas dan rasa sakit menjalar dari pangkal ke ujung kaki atau lengan.
  • Pembesaran tungkai, lengan, payudada, skrotum dengan kulit terlihat kemerahan dan terasa panas saat disentuh.

Penyakit kaki gajah ditularkan melalui gigitan nyamuk yang sudah terinfeksi cacing filaria. Penularan infeksi ini biasanya terjadi ketika seseorang berkali-kali terkena gigitan nyamuk tersebut.

Contoh spesies nyamuk yang dapat menyebarkan cacing penyebab kaki gajah meliputi nyamuk Culex, Aedes, dan Anopheles. Sebagian besar nyamuk ini menggigit pada malam hari (setelah maghrib) hingga dini hari.

Ketika nyamuk yang terinfeksi cacing filaria menggigit manusia, nyamuk akan menyalurkan larva cacing melalui gigitannya. Larva cacing nantinya akan tumbuh menjadi cacing dewasa dalam sistem limfatik tubuh manusia.

Selanjutnya, cacing filaria dewasa akan terus berkembang biak dan menghasilkan jutaan larva, yang kemudian bersirkulasi di peredaran darah.

Sementara nyamuk bisa menjadi pembawa larva cacing apabila menggigit dan mengisap darah dari penderita kaki gajah. Kemudian, nyamuk ini menularkannya pada orang yang digigit.

Terdapat tiga spesies cacing yang dapat menyebabkan penyakit kaki gajah atau filariasis, yaitu:

  • Brugia malayi, yang menyebabkan lebih dari 70 persen kasus filariasis di Indonesia
  • Brugia timori
  • Wucheria bancrofti

Dokter akan tanya jawab seputar gejala dan riwayat medis pasien, melakukan pemeriksaan fisik, serta menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis kaki gajah.

Anda mungkin akan disarankan untuk pemeriksaan berupa tes darah guna mengecek ada tidaknya cacing filaria dalam darah Anda. Karena cacing ini aktif pada malam hari, tes darah biasanya perlu dilakukan pada malam hari untuk memudahkan deteksi.

Selain itu, beberapa pemeriksaan radiologi seperti X-ray dan ultrasonografi (USG), mungkin diperlukan. Pemeriksaan pencitraan ini bertujuan menghapus kemungkinan adanya gangguan medis lain yang menimbulkan gejala-gejala yang Anda alami.

Pengobatan kaki gajah atau filariasis umumnya meliputi:

  • Mengonsumsi obat-obatan antiparasit, seperti diethylcarbamazine (DEC), ivermectin, dan albendazole. Pemberian obat-obatan ini harus dengan pengawasan dokter.
  • Menjaga kebersihan bagian tubuh yang bengkak, termasuk rutin memeriksa ada tidaknya luka pada area tersebut.
  • Merawat luka dengan saksama bila ada.
  • Menjalani operasi jika diperlukan. Operasi bertujuan mengurangi pembengkakan dan membantu pergerakan penderita.

Dukungan emosional dan psikologis juga sebaiknya diberikan oleh orang terdekat maupun keluarga untuk penderita. Pasalnya, pembengkakan akibat kaki gajah bisa membuat penderita kehilangan rasa percayaan diri.

Jika didiagnosis dan ditangani sejak dini, pembengkakan akibat filariasis bisa ditangani dengan baik. Namun bila pembengkakan sudah terlalu besar, kondisi ini umumnya tidak dapat mengecil kembali dan akan menjadi cacat permanen.

Filariasis yang tidak ditangani dengan segera dapat menyebabkan penderita kesulitan bergerak hingga kecacatan fisik seumur hidup.

Belum ada vaksin maupun obat yang dapat mencegah kaki gajah secara efektif. Pencegahan penyakit ini umumnya ditujukan untuk menghindari gigitan nyamuk, dengan langkah-langkah berikut:

  • Memberantas area yang dapat menjadi sarang nyamuk, misalnya genangan air.
  • Menggunakan kelambu saat tidur.
  • Mengenakan baju lengan panjang atau celana panjang di daerah yang banyak nyamuk.
  • Menghindari nyamuk atau gigitan nyamuk dengan memakai losion antinyamuk di area kulit yang terbuka.
  • Mengonsumsi obat diethylcarbamazine (DEC), albendazole, dan ivermectin sebelum mengunjungi daerah yang berpotensi menularkan kaki gajah.

Anda perlu berkonsultasi dengan dokter apabila mengalami gejala kaki gajah atau berisiko terkena filariasis.

Sebelum berkonsultasi dengan dokter, Anda sebaiknya menyiapkan beberapa informasi di bawah ini guna membantu dokter memahami kondisi Anda:

  • Catat semua gejala yang Anda alami.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat aktivitas tertentu yang Anda lakukan atau daerah yang pernah Anda kunjungi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter, misalnya apa saja penyebab infeksi filaria, tes yang perlu Anda jalani, risiko komplikasi yang mungkin terjadi, apa saja yang perlu Anda hindari, dan lain-lain.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.

Untuk memastikan diagnosis kaki gajah atau filariasis, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menyarankan Anda untuk melakukan tes darah. Pemeriksaan darah bertujuan mendeteksi keberadaan cacing filaria di dalam tubuh. Setelah itu, dokter akan memberikan pengobatan yang sesuai dengan kondisi Anda.

Healthline. https://www.healthline.com/health/elephantiasis
Diakses pada 10 Januari 2019

Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/217776-overview
Diakses pada 10 Januari 2019

WebMD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/elephantiasis-what-to-know#1
Diakses pada 10 Januari 2019

Departemen Kesehatan. http://www.depkes.go.id/resources/download/pusdatin/infodatin/infodatin-filariasis.pdf
Diakses pada 30 Desember 2019

Kementerian Kesehatan RI. https://www.depkes.go.id/article/view/19100700004/kaki-gajah-penyebab-kecacatan.html
Diakses pada 30 Desember 2019

CDC. https://www.cdc.gov/parasites/lymphaticfilariasis/gen_info/faqs.html
Diakses pada 30 Desember 2019

CDC.https://www.cdc.gov/parasites/lymphaticfilariasis/gen_info/vectors.html
Diakses pada 30 Desember 2019

WHO. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/lymphatic-filariasis
Diakses pada 30 Desember 2019

Artikel Terkait