Fibrosis Paru

Ditulis oleh Maria Yuniar
Ditinjau dr. Anandika Pawitri

Pengertian Fibrosis Paru

Fibrosis paru merupakan keadaan yang menyebabkan paru-paru mempunyai jaringan parut dan menjadi kaku. Hal Ini membuat Anda sulit untuk bernapas dan menyebabkan tubuh tidak mendapatkan oksigen yang cukup. Pada akhirnya, dapat terjadi gagal napas, gagal jantung, atau komplikasi lainnya.

Para peneliti saat ini percaya bahwa kombinasi paparan iritan paru-paru seperti bahan kimia tertentu, merokok, dan infeksi, bersama dengan faktor genetik dan aktivitas sistem kekebalan tubuh, memiliki peran penting dalam fibrosis paru. Namun dalam sebagian besar kasus, penyebab penyakit ini tidak dapat ditemukan. Kondisi ini disebut juga dengan fibrosis paru idiopatik.

Kerusakan paru-paru yang disebabkan oleh fibrosis paru tidak dapat diperbaiki. Meski demikian, obat-obatan dan terapi, dapat membantu meringankan gejala dan meningkatkan kualitas hidup. Bagi beberapa orang, transplantasi paru-paru mungkin merupakan pengobatan yang tepat.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Anda mungkin bisa mengalami fibrosis paru untuk beberapa waktu, tanpa mengalami gejala. Sesak napas biasanya merupakan gejala pertama yang terjadi.

Tanda dan gejala yang ditimbulkan fibrosis paru adalah:

  • Napas yang pendek atau sesak (dispnea)
  • Batuk kering dan menahun
  • Mudah merasa lelah
  • Penurunan berat badan tanpa sebab
  • Pegal pada otot dan sendi
  • Pelebaran dan pembulatan ujung jari tangan atau kaki (clubbing finger)

Perjalanan penyakit fibrosis paru dan beratnya gejala dapat bervariasi pada setiap individu. Beberapa orang dalam waktu singkat dapat mengalami rasa sakit, dan sifatnya berat.

Sementara itu, orang lainnya memilki gejala dengan tingkat sedang, yang memburuk secara perlahan, selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun.

Penyebab

Penyebab fibrosis paru dapat dibedakan dalam beberapa kategori, yaitu:

  • Penyakit autoimun
  • Infeksi
  • Paparan lingkungan
  • Obat-obatan
  • Idiopatik (penyebabnya tidak diketahui)
  • Genetik

Penyakit autoimun

Penyakit autoimun dapat menyebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang dirinya sendiri. Kondisi autoimun yang dapat menyebabkan fibrosis paru termasuk:

  • Rheumatoid arthritis
  • Lupus erythematosus
  • Skleroderma
  • Polimiositis
  • Dermatomiositis
  • Vaskulitis

Infeksi

  • Bakteri
  • Virus seperti hepatitis C, adenovirus, dan virus herpes

Paparan lingkungan

Lingkungan hidup atau tempat kerja Anda juga dapat menyebabkan fibrosis paru. Misalnya, terkena paparan asap rokok yang mengandung banyak bahan kimia yang dapat merusak paru-paru dan dapat memicu penyakit ini. Selain itu terkena beberapa paparan ini juga  dapat merusak paru-paru seperti:

  • Serat asbes
  • Butiran debu
  • Debu silika
  • Gas tertentu
  • Radiasi

Obat-obatan

Beberapa obat dapat memperbesar risiko terkena fibrosis paru. Apabila menggunakan salah satu dari obat-obatan ini secara rutin, maka Anda membutuhkan pemantauan secara ketat oleh dokter Anda. Contoh obat-obatan tersebut adalah:

  • Obat kemoterapi, seperti siklofosfamid
  • Antibiotik, seperti nitrofurantoin dan sulfasalazine
  • Obat jantung, seperti amiodarone
  • Obat biologis seperti adalimumab atau etanercept

Idiopatik

Sering kali yang menjadi penyebab pasti dari fibrosis paru belum diketahui. Kondisi ini ini dinamakan sebagai fibrosis paru idiopatik atau Idiopathic Pulmonary Fibrosis (IPF). Menurut National Heart, Lung, dan Blood Institute, kebanyakan orang dengan fibrosis paru, memiliki kondisi IPF.

Faktor Genetik

Berdasarkan data Pulmonary Fibrosis Foundation, sekitar 10-15% orang dengan IPF memiliki anggota keluarga lain dengan fibrosis paru. Kondisi ini dikenal sebagai fibrosis paru keluarga (familial pulmonary fibrosis) atau pneumonia interstisial keluarga (familial interstitial pneumonia). Para peneliti telah menghubungkan beberapa gen dengan kondisi tersebut, dan meneliti tentang faktor genetik yang sedang berlangsung.

 

Faktor Risiko

Faktor risiko akan meningkat jika Anda mempunyai kondisi berikut ini.

  • Berjenis kelamin laki-laki
  • Berusia antara 40-70 tahun
  • Memiliki riwayat merokok
  • Memiliki keluarga dengan riwayat fibrosis paru
  • Memiliki gangguan autoimun yang berhubungan dengan kondisi ini
  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu yang berhubungan dengan kondisi ini
  • Menjalani pengobatan kanker, terutama radiasi pada daerah dada
  • Memiliki pekerjaan yang berhubungan dengan peningkatan risiko akan fibrosis paru, seperti tambang, pertanian atau konstruksi.

Diagnosis

Fibrosis paru merupakan salah satu dari sekitar 200 jenis penyakit paru yang ada. Karena banyaknya penyakit paru yang ada, maka hal ini berpotensi menyulitkan dokter dalam mengidentifikasi fibrosis paru sebagai penyebab gejala Anda.

Dalam sebuah survei oleh Pulmonary Fibrosis Foundation, sebanyak 55% responden melaporkan salah mendapatkan diagnosis dalam beberapa kasus. Kesalahan diagnosis yang paling umum adalah asma, pneumonia, dan bronkitis.

Melalui pedoman terbaru, diperkirakan bahwa dua dari tiga pasien dengan fibrosis paru, sekarang dapat didiagnosis dengan benar tanpa biopsi. Dengan menggabungkan informasi klinis Anda dan hasil CT scan khusus dada, hal ini membantu dokter untuk mendiagnosis Anda secara akurat. Dalam beberapa kasus saat diagnosis belum jelas, sampel jaringan, atau biopsi mungkin dibutuhkan.

Ada beberapa cara dalam melakukan biopsi paru, sehingga dokter dapat merekomendasikan prosedur terbaik untuk Anda.

Beberapa alat atau prosedur lain yang digunakan untuk mendiagnosis fibrosis atau menyingkirkan kondisi lain yaitu:

  • Pulse oximetry, tes non-invasif yang berfungsi untuk mengukur kadar oksigen dalam darah Anda
  • Pemeriksaan darah yang berfungsi untuk mencari penyakit autoimun, infeksi dan anemia
  • Gas darah arteri yang berfungsi untuk menilai kadar oksigen dalam darah Anda secara akurat
  • Pengambilan sampel dahak, untuk memeriksa tanda-tanda infeksi
  • Tes fungsi paru, untuk mengukur kapasitas paru-paru Anda
  • Tes ekokardiogram (EKG) atau cardiac stress test yang berfungsi untuk melihat apakah masalah jantung yang menyebabkan gejala Anda.

Pengobatan

Belum ada pengobatan  yang tersedia untuk menyembuhkan fibrosis paru. Jaringan paru-paru tidak dapat kembali lagi menjadi normal, tetapi dokter dapat memberikan pengobatan untuk membantu memperbaiki pernapasan Anda dan memperlambat perkembangan penyakit.

Beberapa pengobatan ini dapat menjadi pilihan dalam perawatan fibrosis paru.

  • Oksigen tambahan
  • Prednison, untuk menekan sistem kekebalan tubuh dan mengurangi peradangan
  • Azathioprine atau mycophenolate, untuk menekan sistem kekebalan tubuh anda
  • Pirfenidone atau nintedanib, yaitu obat antifibrotik yang berfungsi menghalangi pembentukan jaringan parut di paru-paru

Dokter akan menyarankan Anda untuk melakukan rehabilitasi paru-paru. Pengobatan ini melibatkan  program latihan, pendidikan, dan dukungan untuk membantu Anda belajar cara bernapas lebih mudah.

Selain itu dokter juga akan menyarankan Anda untuk menjalani perubahan gaya hidup. Beberapa perubahan gaya hidup yang dapat Anda lakukan yaitu:

  • Tidak merokok dan menjauhi perokok aktif, untuk menghindari paparan asapnya. Hal ini dapat memperlambat perkembangannya dan membuat Anda bernapas lebih baik.
  • Mengonsumsi makan dengan gizi seimbang
  • Berolahraga dengan bimbingan dan pengawasan dokter
  • Beristirahat dengan cukup, dan menghindari stres berlebih

Transplantasi paru-paru mungkin dapat disarankan untuk individu berusia di bawah 65 tahun, dengan penyakit yang berat.

Pencegahan

Dalam beberapa kasus, penyakit ini tidak dapat dicegah. Namun, kondisi lain yang berhubungan dengan faktor risiko lingkungan dan perilaku,  dapat dikendalikan.

Anda dapat melakukan beberapa hal ini untuk memperkecil risiko tersebut.

  • Tidak merokok
  • Menghindar dari asap rokok
  • Menggunakan masker atau alat bantu pernapasan lain, jika Anda bekerja di lingkungan dengan paparan bahan kimia berbahaya

Deteksi dan pengobatan dini dapat meningkatkan prospek jangka panjang pada orang dengan banyak penyakit paru, termasuk fibrosis paru. Walalupun penyakit ini tidak dapat disembuhkan, pengobatan dapat membantu memperlambat perjalanan penyakit.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Segera berkonsultasi dengan dokter apabila Anda mengalami beberapa kondisi ini.

  • Kesulitan bernapas, napas semakin cepat dan dangkal, sehingga sulit untuk mengambil napas dalam
  • Sering mengalami sakit kepala
  • Mudah bingung dan kerap mengantuk
  • Demam
  • Dahak yang berwarna gelap saat batuk
  • Perubahan warna kulit di sekitar kuku, atau pada ujung jari

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Dokter mungkin akan memberikan beberapa pertanyaan, dan sebaiknya Anda memberikan informasi yang jelas, agar dokter dapat mendiagnosis dengan  baik. Berikut ini pertanyaan yang mungkin diajukan.

  • Kapan Anda mengalami gejala ini pertama kali?
  • Apakah Anda sedang atau telah menjalani pengobatan untuk kondisi medis lainnya?
  • Obat atau suplemen apa yang Anda konsumsi dalam 5 tahun terakhir?
  • Apakah Anda merokok? Jika iya, berapa banyak dan telah berapa lama Anda merokok?
  • Apa saja pekerjaan yang pernah Anda lakukan, walaupun hanya untuk beberapa bulan?
  • Apakah ada anggota keluarga Anda menderita penyakit paru kronis?
  • Apakah Anda pernah menjalani kemoterapi atau radiasi untuk kanker?
  • Apakah Anda memiliki kondisi medis lainnya, terutama artritis?
Referensi

Healthline. https://www.healthline.com/health/pulmonary-fibrosis
Diakses pada 21 Desember 2018

MayoClinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pulmonary-fibrosis/symptoms-causes/syc-20353690
Diakses pada 21 Desember 2018

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/ency/article/000069.htm
Diakses pada 21 Desember 2018

 

Back to Top