Fibromyalgia umumnya diawali dari trauma fisik, pembedahan, infeksi, atau stres.
Fibromyalgia terjadi di beberapa bagian tubuh yang sensitif.

Fibromyalgia atau yang biasa disebut fibrositis adalah penyakit yang ditandai dengan nyeri kronis diseluruh tubuh, daerah yang sensitif terhadap sentuhan yang disertai dengan kelelahan yang berat, gangguan tidur dan gangguan mental dan emosional. Gangguan ini biasanya lebih banyak diderita oleh wanita daripada laki-laki dan usia 20-50 tahun. Penyebab dari fibromyalgia tidak diketahui, tetapi fibromyalgia terkadang dimulai setelah trauma fisik, pembedahan, infeksi atau stres psikologis yang signifikan. Dalam kasus lainnya, gejala muncul secara bertahap dan menumpuk dari waktu ke waktu tanpa ada pemicu utama. Orang dengan penyakit rematik (penyakit yang melibatkan sendi, otot dan tulang) memiliki risiko lebih tinggi untuk menderita fibromyalgia, termasuk juga osteoartritis, lupus, rheumatoid arthritis dan ankylosing spondilitis.

Belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan fibromyalgia sampai dengan saat ini, tetapi berbagai macam pengobatan dapat dilakukan untuk mengontrol gejala. Olahraga, relaksasi dan tindakan mengurangi stres dapat membantu.

Gejala fibromyalgia sering dikaitkan dengan bagian yang sensitif terhadap sentuhan atau yang biasa disebut trigger points or tender points yaitu bagian tubuh tertentu dimana tekanan ringan atau sentuhan ringan dapat menyebabkan rasa sakit. Terdapat 18 tender points pada manusia, dan pada fibromyagia setidaknya harus ada 11 titik yang terasa sakit. Rasa sakit yang disebabkan oleh tender points dideskripsikan sebagai rasa sakit yang tumpul dan mengenai banyak area pada tubuh.

9 pasang titik pemicu yang paling umum meliputi daerah:

  • Kedua sisi bagian belakang kepala
  • Kedua sisi leher
  • Kedua bahu
  • Tulang belikat
  • Kedua sisi dari dada atas
  • Bagian luar dari masing-masing siku
  • Kedua sisi pinggul
  • Bagian dalam dari lutut
  • Bokong

Tender points tidak lagi menjadi fokus dalam diagnosa fibromyalgia. Sekarang ini, dokter mungkin akan mendiagnosa fibromyalgia apabila merasakan rasa sakit yang tersebar luas selama lebih dari 3 bulan dan tidak ada kondisi medis yang dapat menjelaskan rasa sakit tersebut. Rasa sakit dipertimbangkan tersebar luas jika rasa sakit terdapat pada kedua sisi tubuh, diatas dan dibawah pinggang.

Adapun gejala-gejala umum lainnya adalah:

  • Kelelahan berat
  • Sulit tidur
  • Tidur untuk waktu yang lama tetapi tetap merasa lelah
  • Sakit kepala
  • Depresi
  • Kegelisahan atau cemas
  • Ketidakmampuan untuk fokus atau kesulitan memperhatikan dan gangguan memori yang dikenal dengan “fibro fog” (kabut fibromyalgia)
  • Sakit atau pegal di perut bagian bawah
  • Menstruasi yang disertai rasa sakit
  • Kesemutan atau mati rasa pada tangan dan kaki
  • Rasa sakit pada rahang atau muka

Gejala berasal dari otak dan saraf yang salah mengartikan atau reaksi berlebihan pada sinyal sakit yang normal, yang mungkin disebabkan oleh ketidakseimbangan kimiawi di dalam otak.

Fibromyalgia seringkali berdampingan dengan kondisi menyakitkan lainnya, seperti:

  • Irritable bowel syndrome (IBS), gastroesophageal reflux disease (GERD)
  • Migraine dan jenis sakit kepala lainnya
  • Sistitis insterstisial atau painful bladder syndrome
  • Gangguan pada sendi rahang

Penyebab dari fibromyalgia masih belum diketahui sampai dengan saat ini. Penelitian sekarang ini menunjukkan adanya keterlibatan dari sistem saraf, terutama sistem saraf pusat (otak dan syaraf tulang belakang). Beberapa teori menyarankan bahwa kemungkinan otak menurunkan ambang rangsang, sehingga yang sebelumnya tidak terasa sakit, menjadi sakit seiring berjalannya waktu. Adapun teori lain yang mengemukakan bahwa stimulasi saraf berulang menyebabkan otak pada penderita fibromyalgia berubah yang melibatkan peningkatan secara abnormal kadar zat kimia tertentu di dalam otak yang memberi sinyal rasa sakit (neurotransmitter). Selain itu, reseptor rasa sakit pada otak tampaknya menyimpan memori dari rasa sakit dan menjadi semakin sensitif, sehingga otak, saraf dan reseptor rasa sakit pada tubuh dapat bereaksi berlebihan terhadap rasa sakit. Fibromyalgia bukan penyakit autoimun, inflamasi atau radang, gangguan sendi atau otot. Namun, beberapa faktor diperkirakan mungkin dapat menjadi penyebab dari fibromyalgia.

Faktor–faktor tersebut antara lain:

  • Infeksi. Berupa beberapa penyakit sebelumnya yang mungkin dapat memicu atau memperburuk fibromyalgia.
  • Genetika. Penyakit ini dapat diturunkan dari dan oleh keluarga kepada anggota keluarga lainnya. Jadi jika Anda memiliki anggota keluarga yang terkena penyakit ini maka risiko Anda untuk terkena lebih tinggi. Mutasi genetik mungkin berperan dalam menyebabkan kondisi ini, tetapi belum dapat diidentifikasi sampai dengan saat ini.
  • Trauma. Orang yang mengalami trauma fisik atau emosional dapat menimbulkan penyakit fibromyalgia. Kondisi ini dihubungkan dengan post traumatic stress disorder (PTSD).
  • Stres atau tekanan. Seperti pada trauma, stres dapat menciptakan efek jangka panjang yang dihadapi oleh tubuh selama berbulan–bulan atau bertahun–tahun. Stres telah dihubungkan dengan gangguan hormonal yang dapat berkontribusi menyebabkan fibromyalgia.
  • Menderita penyakit sendi. Seperti osteoarthritis, rheumatoid arthritis, ankylosing spondilitis, lupus, depresi, gangguan tidur.
  • Usia. Sebagian besar dari penderita fibromyalgia didiagnosa dengan kondisi ini pada usia antara 20 sampai 50 tahun. Namun, penyakit ini dapat terjadi pada semua usia, termasuk anak–anak. Fibromyalgia lebih banyak mengenai wanita dibandingkan laki–laki.
  • Faktor Keturunan. Orang yang mempunyai riwayat keluarga dengan fibromyalgia mempunyai risiko yang lebih tinggi untuk terkena fibromyalgia.
  • Obesitas atau berat badan berlebih.

Untuk mendiagnosis terkenanya penyakit ini adalah pertama apakah Anda merasakan rasa sakit pada seluruh badan selama tiga bulan atau lebih, tanpa ada penyebab utama. Tidak ada pemeriksaan penunjang khusus yang dapat mendiagnosa penyakit ini. Selanjutnya Anda akan melakukan pemeriksaan darah untuk menyingkirkan kondisi medis lain yang mempunyai gejala yang serupa dengan fibromyalgia. Pemeriksaan darah tersebut antara lain berupa:

  • Menghitung total darah Anda
  • Tingkat sedimentasi eritrosit
  • Tes cyclic citrullinated peptide
  • Faktor rematik
  • Tes fungsi tiroid

Pengobatan fibromyalgia umumnya dilakukan dengan dua cara yaitu dengan mengonsumsi obat-obatan dan terapi diri atau merawat diri dengan membiasakan hidup sehat. Pengobatan dilakukan untuk meringankan gejala dan meningkatkan kesehatan secara umum.

Obat-obatan

Berikut ini merupakan obat-obatan yang umum dikonsumsi untuk meminimalisir rasa sakit dan meningkatkan kualitas tidur, yaitu:

  • Penghilang rasa sakit, Penghilang rasa sakit yang dijual bebas di pasaran maupun yang diresepkan oleh dokter. Obat yang dijual dipasaran yaitu seperti acetaminophen, ibuprofen atau naproxen sodium. Sedangkan obat yang diresepkan oleh dokter antara lain yaitu tramadol. Penggunaan obat pereda nyeri golongan narkotik tidak dianjurkan karena dapat menyebabkan ketergantungan dan dapat memperburuk rasa sakit seiring berjalannya waktu.
  • Anti-depresi, seperti Duloxetine dan milnacipran dapat membantu meringankan rasa sakit dan kelelahan berat yang disebabkan oleh fibromyalgia. Selain itu, dokter juga dapat meresepkan amitriptyline atau pelemas otot cyclobenzaprine untuk membantu penderita untuk tidur.
  • Obat anti-kejang, obat yang dirancang untuk mengobati epilepsi seringkali digunakan untuk mengobati rasa sakit jenis tertentu. Salah satunya yaitu gabapentin dan pregabalin.

Terapi

Selain itu, mengobati fibromyalgia juga dapat dilakukan dengan mengikuti terapi, yaitu seperti:

  • Terapi fisik. sebuah terapi fisik yang berkaitan dengan olahraga yang membantu meningkatkan kekuatan, kelenturan dan stamina Anda. Latihan berbasis air mungkin dapat membantu.
  • Terapi okupasi. yaitu bentuk layanan kesehatan dengan menggunakan latihan mengerjakan sasaran yang terseleksi (okupasi) untuk membantu tugas-tugas pasien.
  • Konseling. yaitu dengan berkonsultasi pada mengenai permasalahan Anda dan membuat strategi untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Adapun cara lain yang dapat membantu mengurangi penyakit ini adalah:

  • Mengurangi stres
  • Tidur cukup
  • Rutin berolahraga
  • Mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat dengan memakan makanan yang sehat dan mengurangi kafein

Pencegahan untuk penyakit ini adalah dengan cara hidup sehat dan berolahraga secara rutin.

Datanglah ke dokter jika Anda merasakan rasa sakit di seluruh tubuh selama tiga bulan atau lebih.

Beberapa hal yang dapat anda lakukan sebelum melakukan janji temu dengan dokter, yaitu:

  • Menjelaskan secara terperinci mengenai gejala Anda.
  • Memberikan informasi mengenai permasalahan medis yang pernah Anda alami.
  • Memberikan informasi mengenai masalah medis keluarga Anda.
  • Memberikan informasi mengenai semua obat dan suplemen yang sedang atau pernah Anda konsumsi.
  • Pertanyaan yang mungkin Anda tanyakan kepada dokter.

Selain pemeriksaan fisik, dokter Anda mungkin akan bertanya apakah Anda memiliki masalah tidur dan apakah Anda merasa tertekan atau cemas.

ACR. https://www.rheumatology.org/I-Am-A/Patient-Caregiver/Diseases-Conditions/Fibromyalgia
Diakses pada 7 Januari 2019

CDC. https://www.cdc.gov/arthritis/basics/fibromyalgia.htm
Diakses pada 7 Januari 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/fibromyalgia-causes
Diakses pada 7 Januari 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/fibromyalgia/symptoms-causes/syc-20354780
Diakses pada 7 Januari 2019

MedicineNet. https://www.medicinenet.com/search/mni/fibromyalgia
Diakses pada 7 Januari 2019

WebMD. https://www.webmd.com/fibromyalgia/default.htm
Diakses pada 7 Januari 2019

Artikel Terkait