Penyakit Lainnya

Fibroadenoma

24 Mar 2021 | dr. Levina FeliciaDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Fibroadenoma
Tumor jinak fibroadenoma terdapat pada jaringan ikat payudara
Fibroadenoma adalah tumor jinak pada payudara dan umum ditemukan pada wanita berusia 15 hingga 35 tahun. Kondisi bukan kanker ini tidak mengancam nyawa, tapi harus tetap dipantau atau ditangani dengan saksama.Tumor jinak ini biasanya berada di  jaringan ikat, dan dapat berkembang di salah satu maupun kedua payudara.Fibroadenoma berupa benjolan yang padat dengan permukaan halus, kenyal seperti karet (atau keras), dan memiliki bentuk yang jelas.Benjolan ini tidak terasa nyeri dan terasa seperti kelereng dalam payudara, yang dapat bergerak di bawah kulit saat ditekan dengan jari. Ukurannya juga bervariasi dan dapat membesar atau mengecil dengan sendirinya.Tumor fibroadenoma merupakan salah satu penyebab benjolan payudara yang paling umum ditemukan pada anak perempuan dan wanita muda.Pengobatan fibroadenoma umumnya berupa pemantauan untuk mendeteksi perubahan ukuran, biopsi (pengambilan jaringan) untuk mengevaluasi benjolan, dan operasi untuk mengangkat benjolan. 

Jenis-jenis fibroadenoma

Fibroadenoma dapat dikelompokkan menjadi beberapa jenis berikut:
  • Fibroadenoma kompleks

Tumor ini sangat cepat berkembang dan bisa berubah menjadi kanker. Seorang ahli patologi dapat membuat diagnosis fibroadenoma kompleks dengan memeriksa jaringan hasil biopsi.
  • Juvenile fibroadenoma

Sesuai namanya, juvenile fibroadenoma merupakan benjolan yang menyerang anak perempuan berusia 10-18 tahun.
  • Fibroadenoma raksasa

Benjolan ini biasa tumbuh lebih dari 5 cm dan perlu diangkat.
  • Tumor Phyllodes

Tumor Phyllodes adalah fibroadenoma yang dapat berubah menjadi kanker dan harus segera diangkat. 
Fibroadenoma
Dokter spesialis Onkologi, Bedah
GejalaBenjolan yang mudah bergerak di bawah kulit, padat seperti karet, tidak sakit
Faktor risikoRiwayat tumor dalam keluarga, obesitas, usia di bawah 30 tahun
Metode diagnosisMamografi, USG, biopsi
PengobatanOperasi
KomplikasiTumor berubah menjadi kanker payudara
Kapan harus ke dokter?Muncul benjolan di payudara, ada perubahan di bentuk dan kulit payudara, benjolan membesar 
Gejala fibroadenoma adalah benjolan pada payudara dengan karakteristik berikut ini:
  • Mudah bergerak di bawah kulit
  • Teraba padat seperti karet
  • Tidak menimbulkan rasa sakit
  • Elastis
Fibroadenoma dapat berjumlah lebih dari satu dan ditemukan di salah satu atau kedua payudara. Benjolan biasanya memiliki batas dan dapat dirasakan serta biasanya mengecil setelah menopause. 
Hingga sekarang, penyebab fibroadenoma belum diketahui. Namun benjolan ini memiliki hubungan dengan hormon reproduksi.Biasanya, peluang kemunculan fibroadenoma akan meningkat pada masa subur, kehamilan, dan pengobatan terapi hormon. Tapi benjolan ini dapat mengecil ketika pengidap sudah menopause.Selain itu, faktor risiko fibroadenoma juga berupa wanita usia muda (20-30 tahun), riwayat tumor dalam keluarga, dan obesitas. 
Diagnosis fibroadenoma dapat diapstikan dengan beberapa langkah pemeriksaan berikut:
  • Pemeriksaan fisik

Dokter akan melakukan pemeriksaan pemeriksaan payudara guna mendeteksi benjolan dan masalah lainnya. Beberapa jenis fibroadenoma berukuran terlalu kecil, sehingga baru bisa dideteksi melalui pencitraan.Apabila benjolan dapat diraba, dokter bisa menganjurkan sederet pemeriksan lain. Pemeriksaan ini akan tergantung pada usia pasien dan karakteristik benjolan.
  • Mamografi

Pada mamografi, benjolan fibroadenoma akan tampak memiliki permukaan yang halus, dengan tepi bundar dan kelihatan jelas.
  • Ultrasonografi (USG)

USG dilakukan sebagai pemeriksaan tambahan terhadap mamografi jika pasien memiliki jaringan payudara yang padat. Jaringan padat ini akan membuat hasil mamografi kurag jelas.USG payudara dapat mendeteksi apakah benjolan payudara padat atau berisi cairan. Benjolan yang padat lebih mengarah pada fibroadenoma, sedangkan benjolan berisi cairan kemungkinan berupa kista.
  • Aspirasi jarum halus (fine needle aspiration)

Dokter akan menusukkan jarum kecil ke benjolan pada payudara, lalu mengambil sampel jaringan. Bila yang keluar adalah cairan, benjolan ini kemungkinan besar kista.
  • Aspirasi jarum inti (core needle biopsy)

Dokter radiologi akan melakukan biopsi ini dengan bantuan ultrasonografi. Sampel jaringan lalu diperiksa lebih lanjutdi laboratorium. 
Pada sebagian kasus, fibroadenoma tidak membutuhkan penanganan khusus. Namun dokter tetap bisa menganjurkan cara mengobati fibroadenoma di bawah ini:

1. Terapi konservatif (non-operatif)

Bila dokter sudah yakin bahwa benjolan payudara adalah fibroadenoma, pasien mungkin tidak membutuhkan operasi. Beberapa pertimbangan pasien untuk menolak pembedahan meliputi:
  • Operasi dapat mengubah bentuk dan tekstur payudara
  • Fibroadenoma terkadang bisa mengecil dan hilang sendiri
  • Payudara memiliki beberapa fibroadenoma dan bentuknya tidak berubah ketika diperiksa lewat USG
Bila pasien memilih opsi non-operatif, penting untuk memantau kondisi fibroadenoma secafa rutin ke dokter. Pemeriksaan USG diperlukan guna mendeteksi ada tidaknya perubahan pada bentuk maupun penampilan benjolan.

2. Operasi

Sebagian pasien mungkin memilih operasi untuk mengangkat benjolan. Dokter akan menyarankan langkah ini bila pemeriksaan mendeteksi adanya benjolan abnormal atau terlalu besar, makin besar, dan menimbulkan gejala.Meski begitu, fibroadenoma baru bisa saja terbentuk setelah benjolan diangkat. Bila ini terjadi, pasien harus kembai memeriksakan diri ke dokter guna mencari tahu penyebabnya. 

Komplikasi fibroadenoma

Pada kebanyakan kasus, fibroadenoma tidak memiliki komplikasi. Namun risiko kanker payudara mungkin saja sedikit meningkat bila pasien mengalami fibroadenoma kompleks atau tumor phyllodes.Oleh karena itu, pemeriksaan tetap harus dilakukan agar penanganan bisa diberikan dengan tepat. 
Karena penyebabnya tidak diketahui, cara mencegah fibroadenoma juga belum tersedia hingga saat ini. 
Segera berkonsultasi dengan dokter apabila terdapat:
  • Benjolan di payudara
  • Perubahan pada payudara
  • Benjolan payudara yang membesar
 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat riwayat bepergian yang baru-baru ini Anda lakukan.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
Anda juga dapat meminta keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter. 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan benjolan mulai tumbuh?
  • Apakah benjolan tersebut membesar atau terasa sakit?
  • Kapan Anda pertama kali mengalami menstruasi?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait fibroadenoma?
  • Apakah ada anggota keluarga atau orang di sekitar Anda dengan gejala yang sama?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Jika iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis fibroadenoma. Dengan ini, penanganan bisa diberikan secara tepat. 
Healthline. https://www.healthline.com/health/fibroadenoma-breast
Diakses pada 17 Desember 2018
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/fibroadenoma/symptoms-causes/syc-20352752
Diakses pada 17 Desember 2018
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/007216.htm
Diakses pada 17 Desember 2018
WebMD. https://www.webmd.com/breast-cancer/what-are-fibroadenomas#1-4
Diakses pada 17 Desember 2018
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6650060/
Diakses pada 24 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email