Jantung

Fibrilasi Ventrikel

04 Aug 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Fibrilasi Ventrikel
Fibrilasi ventrikel terjadi karena impuls listrik terlalu cepat dan tak stabil
Fibrilasi ventrikel adalah gangguan detak jantung yang terjadi karena impuls listrik terlalu cepat dan tidak stabil. Kondisi Ini mengakibatkan bagian bawah jantung kesulitan memompa untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh.Fibrilasi ventrikel merupakan keadaan darurat yang membutuhkan perhatian medis segera. Karena kondisi ini adalah salah satu penyebab kematian jantung mendadak yang paling sering terjadi.Perawatan darurat untuk fibrilasi ventrikel yang biasanya dilakukan dokter adalah resusitasi kardiopulmoner (RJP) dan kejutan ke jantung dengan alat yang disebut defibrilator eksternal otomatis (AED). Dokter juga biasanya akan memberikan obat-obatan, perangkat implan atau pembedahan untuk mencegah episode fibrilasi ventrikel. 
Fibrilasi Ventrikel
Dokter spesialis Jantung
GejalaNyeri dada, jantung berdetak terlalu cepat, mual
Faktor risikoSepsis, cacat jantung sejak lahir, kardiomiopati
Metode diagnosisEKG, tes darah,  ekokardiogram
PengobatanObat-obatan, CPR, defibrilasi
ObatObat aritmia
KomplikasiKematian mendadak
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala fibrilasi ventrikel
Secara umum, gejala fibrilasi ventrikel meliputi:
 
Tidak semua penyebab fibrilasi ventrikel diketahui. Penyebab utamanya adalah impuls listrik yang melalui jantung setelah serangan jantung pertama, atau dampak yang diakibatkan oleh bekas luka di jaringan otot jantung.Para pakar juga menduga bahwa ada beberapa faktor yang dapat meningkatnya kemungkinan seseorang untuk mengalami kondisi ini. Faktor-faktor risiko fibrilasi ventrikel ini meliputi:
  • Pernah mengalami fibrilasi ventrikel
  • Pernah mengalami serangan jantung
  • Cacat jantung sejak lahir
  • Penyakit pada otot jantung (kardiomiopati)
  • Penggunaan obat-obatan terlarang, seperti kokain atau metamfetamin
  • Aliran darah tidak cukup ke otot jantung
  • Gangguan pada aorta (pembuluh darah terbesar dalam tubuh)
  • Sepsis
 
Fibrilasi ventrikel selalu didiagnosis sebagai situasi darurat. Dokter akan mengetahui jika seseorang mengalami fibrilasi ventrikel berdasarkan hasil dari pemeriksaan denyut nadi. Pemeriksaan nadi tidak akan menunjukkan adanya denyut nadi jika terjadi kematian jantung mendadak.Diagnosis fibrilasi ventrikel dilakukan dengan cara  berikut ini:
  • Elektrokardiogram (EKG). Tes ini dilakukan untuk mendeteksi sinyal listrik di jantung dengan cara ditempelkan di dada. Tes ini adalah alat utama untuk mendiagnosis fibrilasi ventrikel.
  • Tes darah. Dokter di unit gawat darurat akan mengambil sampel darah untuk menguji keberadaan enzim jantung.
  • Rontgen dada. Gambar X-ray dada memungkinkan dokter memeriksa ukuran dan bentuk jantung, serta pembuluh darah.
  • Ekokardiogram. Tes ini menggunakan suara untuk menghasilkan gambaran jantung Anda.
  • Kateterisasi jantung (angiogram). Prosedur ini dilakukan untuk menentukan apakah pembuluh darah jantung mengalami penyempitan atau penyumbatan.
 
Cara mengobati fibrilasi ventrikel umumnya akan tergantung dari tingkat keparahan penyakit dan seberapa lama pasien sudah mengalami kondisi tersebut. Pengobatan untuk fibrilasi ventrikel berfokus untuk meredakan penyebab dan gejala, seperti mengontrol detak jantung untuk tetap normal, mencegah pembekuan darah, dan menurunkan risiko stroke.
  • Cardiopulmonary resuscitation (CPR)

Tindakan pertolongan ini dapat membantu menjaga aliran darah ke seluruh tubuh dengan melakukan gerakan pemompaan (kompresi) pada jantung penderita. CPR dapat dilakukan oleh siapa saja, termasuk anggota keluarga.Dalam keadaan darurat, pertama-tama panggil bantuan medis darurat. Kemudian, mulai CPR dengan melakukan pemompaan atau kompresi pada dada minimal 100 kali per menit. Biarkan dada naik sepenuhnya di antara kompresi. Pertahankan kompresi dada hingga defibrillator portable tersedia.
  • Defibrilasi

Tindakan ini dilakukan dengan mengirimkan sengatan listrik melalui dinding dada ke jantung. Jika defibrillator eksternal otomatis (AED) tersedia, gunakan sesuai instruksi, atau dengan bantuan petugas medis. 

Perawatan untuk mencegah kekambuhan

Untuk mencegah kekambuhan fibrilasi ventrikel, berikut beberapa tindakan yang dapat dilakukan:
  • Menggunakan obat untuk menjaga detak jantung tetap normal

Dokter akan menggunakan berbagai obat antiaritmia untuk perawatan fibrilasi ventrikel darurat atau jangka panjang. Dokter akan memberikan obat golongan beta-bloker, yang umumnya digunakan pada orang dengan risiko mengalami fibrilasi ventrikel atau henti jantung mendadak.
  • Defibrillator kardioverter implantable (ICD)

Setelah kondisi pasien stabil, dokter kemungkinan akan merekomendasikan implantasi ICD, yaitu unit bertenaga baterai yang ditanamkan di dekat tulang selangka kiri.Satu atau lebih kabel fleksibel yang mengarah dari ICD mengalir ke jantung. ICD secara konstan akan memonitor irama jantung Anda. Jika mendeteksi ritme yang terlalu lambat, ia mengirimkan sinyal listrik yang akan membuat jantung pasien bergerak seperti halnya alat pacu jantung.Jika mendeteksi ventrikel takikardia atau fibrilasi ventrikel, alat ini akan mengirimkan kejutan energi rendah atau tinggi, untuk mengatur ulang jantung ke ritme normal. ICD lebih efektif daripada obat untuk mencegah henti jantung yang dipicu aritmia.
  • Angioplasti koroner dan penempatan stent

Prosedur ini dilakukan untuk pengobatan penyakit pembuluh darah jantung yang parah. Tindakan ini membuka arteri koroner yang tersumbat sehingga membiarkan darah mengalir lebih bebas ke jantung Anda.Jika fibrilasi ventrikel Anda disebabkan oleh serangan jantung, prosedur ini dapat mengurangi risiko episode fibrilasi ventrikel di masa mendatang. Dokter memasukkan tabung tipis (kateter) panjang yang melewati arteri, baik di kaki atau lengan Anda, ke arteri yang tersumbat di jantung Anda.Kateter tersebut dilengkapi dengan ujung balon khusus yang mengembang secara singkat untuk membuka arteri koroner yang tersumbat. Pada saat yang sama, stent mesh logam dapat dimasukkan ke dalam arteri agar tetap terbuka dalam jangka panjang, yang mengembalikan aliran darah ke jantung Anda.Angioplasti koroner dapat dilakukan bersamaan dengan kateterisasi koroner (angiogram), prosedur yang pertama kali dilakukan oleh dokter untuk menemukan arteri yang menyempit ke jantung.
  • Operasi bypass koroner

Prosedur lain untuk meningkatkan aliran darah adalah operasi bypass koroner. Operasi bypass melibatkan menjahit vena atau arteri di tempat di luar arteri koroner yang tersumbat atau menyempit, mengembalikan aliran darah ke jantung Anda.Tindakan ini dapat meningkatkan pasokan darah ke jantung Anda dan mengurangi risiko fibrilasi ventrikel. 

Komplikasi fibrilasi ventrikel

Jika tidak ditangani dengan optimal, fibrilasi ventrikel bisa menyebabkan komplikasi berupa kematian mendadak. 
Fibrilasi ventrikel dapat dicegah dengan menerapkan gaya hidup sehat yang baik untuk kesehatan jantung. Gaya hidup sehat yang mampu menyehatkan jantung, antara lain:
  • Mengonsumsi makanan yang sehat
  • Melakukan aktivitas fisik, seperti dengan berjalan kaki minimal 30 menit per hari
  • Hindari merokok dan mengonsumsi alkohol
  • Mempertahankan berat badan ideal
  • Menjaga kadar kolesterol dan tekanan darah untuk tetap normal
 
Hubungi dokter bila Anda mengalami gejala yang mengarah pada fibrilasi ventrikel. Demikian pula jika Anda memiliki tanda atau gejala lain yang tidak disebutkan maupun kekhawatiran serta pertanyaan lainnya. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait fibrilasi ventrikel?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis fibrilasi ventrikel agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
American Heart Association. https://www.heart.org/en/health-topics/arrhythmia/about-arrhythmia/ventricular-fibrillation
Diakses pada 4 Agustus 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/ventricular-fibrillation/symptoms-causes/syc-20364523
Diakses pada 4 Agustus 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/ventricular-fibrillation
Diakses pada 4 Agustus 2021
Medscape. https://www.medscape.com/answers/158712-105814/what-is-the-role-of-coronary-artery-disease-cad-in-the-etiology-of-ventricular-fibrillation-vf
Diakses pada 28 4 Agustus 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email