logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Penyakit Lainnya

Feses Hitam (Melena)

1 Jun 2021

| dr. Joni Indah Sari

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Feses hitam (melena) bisa menandakan perdarahan di saluran cerna atas

Sesuai namanya, feses hitam ditandai dengan keluarnya tinja berwarna gelap

Pengertian feses hitam (melena)

Feses hitam atau melena adalah kondisi keluarnya tinja berwarna kehitaman ketika seseorang buang air besar. Kondisi ini terjadi karena adanya pendarahan pada saluran pencernaan atas.

Saluran cerna atas meliputi kerongkongan (esofagus), lambung, hingga usus halus. Feses dapat berwarna kehitaman karena telah melewati proses pencernaan sebelum dikeluarkan.

Melena bukanlah penyakit, melainkan sebuah gejala. Feses hitam bisa menandakan kondisi medis yang lebih serius. Karena itu, melena tidak boleh dianggap enteng.

 

Feses Hitam (Melena)

Dokter spesialisDokter Penyakit Dalam
Gejala

Tinja hitam dan lengket, muntah hitam, sakit perut

Metode diagnosis

Tes darah, pencitraan, endoskopi

Pengobatan

Obat, transfusi darah, tindakan medis

Obat

Proton pump inhibitor

Komplikasi

Anemia, perdarahan, syok

Kapan harus ke dokter?

Tinja hitam, muntah berwarna gelap, pusing atau sensasi mau pingsan

Tanda dan gejala feses hitam (melena)

Secara umum gejala utama dari feses hitam (melena) meliputi:

  • Tinja hitam seperti tinta hitam dalam pulpen
  • Tinja berbau busuk
  • Tekstur tinja yang lengket

Melena biasanya menandakan perdarahan saluran cerna atas. Jadi kondisi ini bisa disertai dengan gejala perdarahan saluran cerna atas lain yang berupa:

  • Muntah darah berwarna merah kehitaman (hematemesis)
  • Sakit perut

Mungkin saja ada tanda dan gejala feses hitam atau melena yang tidak disebutkan. Bila ada kekhawatiran akan gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter.

Baca Juga: Penyebab Muntah Darah Saat Hamil yang Perlu Anda Waspadai

 

Penyebab feses hitam (melena)

Penyebab utama feses hitam adalah adanya perdarahan saluran cerna atas. Beberapa hal di bawah ini dapat menjadi pemicunya:

  • Tukak lambung

Tukak lambung merupakan terbentuknya luka di dinding lambung bagian dalam. Kondisi ini bisa disebabkan oleh infeksi bakteri Helicobacter pylori (H.pylori).

Gejala tukak lambung biasanya akan semakin parah akibat mengonsumsi makanan pedas dan asam.

  • Ulkus duodenum

Ulkus duodenum adalah munculnya luka pada duodenum, yakni usus halus bagian atas.

  • Pecahnya varises pada kerongkongan

Kondisi yang disebut varises esofagus ini terjadi ketika pembuluh darah vena di dinding bawah kerongkongan atau bagian atas lambung, membesar sebagai komplikasi hipertensi portal akibat sirosis hati.

  • Tumor

Tumor pada esofagus atau lambung juga bisa menjadi penyebab perdarahan di saluran cerna atas.

  • Mallory-Weiss syndrome

Mallory-Weiss syndrome adalah robekan pada membran mukosa di antara kerongkongan dan lambung. Jika robekan ini berdarah, feses hitam atau melena akan terjadi.

Penyakit ini biasanya muncul akibat muntah-muntah atau batuk yang berlebihan, dan kejang pada penderita epilepsi.

  • Obat-obatan tertentu

Penggunaan obat-obatan tertentu dapat mengiritasi dinding lambung bagian dalam dan melemahkan kemampuannya untuk mengatasi serta menahan asam lambung. Contoh obat ini meliputi obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS)aspirin, atau obat pengencer darah.

  • Prosedur medis tertentu

Beberapa jenis tindakan medis bisa pula menyebabkan kerusakan pada membran mukosa saluran cerna atas. Contohnya, terapi radiasi (radioterapi) dan endoskopi.

Pada kasus tertentu, seseorang bisa saja mengalami melena bukan akibat perdarahan saluran cerna atas. Tetapi feses berwarna kehitaman muncul akibat konsumsi makanan tertentu yang memiliki pigmen gelap seperti biru tua, hitam, atau hijau tua.

Beberapa contoh makanan tersebut meliputi blueberry, suplemen zat besi, bismuth, makanan dengan kandungan timbal tinggi, serta licorice.

Sebagian bayi baru lahir juga dapat mengalami melena karena menelan darah selama proses persalinan.

Baca Juga: Penyebab Pendarahan Lambung yang Perlu Anda Waspadai

 

Diagnosis feses hitam (melena)

Diagnosis feses hitam biasanya dapat dipastikan berdasarkan beberapa metode berikut:

1. Tanya jawab

Dokter akan menanyakan gejala, riwayat medis, dan faktor risiko melena pada pasien.

2. Pemeriksaan fisik

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mencari kemungkinan penyebab melena. Jenis pemeriksaan ini bisa meliputi:

  • Memeriksa konjungtiva untuk menilai apakah lapisan pada mata ini tampak pucat. Kondisi pucat dapat menandakan adanya perdarahan hebat.
  • Memeriksa perut pasien, terutama untuk mengetahui ada tidaknya tanda tukak lambung.
  • Mencari gejala penyakit hati yang mungkin menjadi penyebab melena, seperti pengecilan ukuran hati dan sirosis.
  • Melakukan pemeriksaan colok dubur untuk menentukan ada tidaknya wasir dan menentukan apakah tinja pasien benar-benar hitam atau tidak.

3. Tes darah dan feses

Tes darah dilakukan untuk memeriksa kadar oksigen dan zat besi. Dokter juga dapat mengambil sampel darah dan tinja guna memastikan adanya pendarahan.

4. Tes pernapasan

Dokter mungkin akan melakukan tes pernapasan untuk memeriksa tanda-tanda infeksi, termasuk infeksi bakteri Helicobacter pylori.

5. Endoskopi dan biopsi

Endoskopi adalah prosedur untuk memeriksa bagian dalam sistem saluran cerna atas. Pada pemeriksaan ini, dokter akan memasukkan selang kecil dengan lampu dan kamera di ujungnya melalui kerongkongan hingga ke dalam lambung.

Dokter bisa melihat ada tidaknya tanda-tanda pendarahan di saluran cerna atas. Dokter juga dapat sekaligus mengambil sampel jaringan (biopsi) untuk diperiksa di bawah mikroskop.

6. Rontgen dan CT scan

Pemeriksaan pencitraan (seperti rontgen atau CT scan) dapat menunjukkan lokasi sumber perdarahan. Misalnya, robekan, sumbatan, atau tumor yang menyebabkan melena.

7. Angiogram

Angiogram bertujuan mencari dan menghentikan pendarahan dari pembuluh darah. Cairan kontras akan disuntikkan ke dalam pembuluh darah, lalu pencitraan akan dilakukan.

 

Advertisement

Cara mengobati feses hitam (melena)

Cara mengobati feses hitam atau melena umumnya akan tergantung pada tingkat keparahan dan seberapa lama pasien sudah mengalaminya. Beberapa metode penanganan yang dapat dianjurkan oleh dokter meliputi:

1. Penanganan saat perdarahan aktif

Pada kasus tertentu (seperti melena yang menyebabkan penderita lemas dan mengalami syok), dokter akan menganjurkan rawat inap.  

Dokter akan memberikan cairan lewat infus. Infus juga dapat menjadi media untuk memberikan obat-obatan.

Dokter juga bisa memberikan transfusi darah. Prosedur ini dilakukan pada pasien dengan pendarahan hebat yang mengalami syok.

2. Obat-obatan

Pilihan obat-obatan yang biasanya digunakan untuk mengatasi feses hitam meliputi:

  • Obat untuk mengurangi produksi asam lambung

Obat jenis ini menjadi pilihan apabila melena disebabkan oleh tukak lambung. Contohnya, proton pump inhibitor yang biasa diberikan lewat suntikan ke pembuluh darah vena.

  • Obat lainnya

Dokter bisa pula meresepkan obat untuk mencegah aliran darah ke luka atau robekan pada saluran cerna.

Melena juga bisa terjadi akibat konsumsi obat-obatan tertentu, jadi dokter akan menghentikan konsumsi atau mengganti obat yang menyebabkan kondisi ini.

3. Tindakan medis

Pada kasus tertentu (seperti pendarahan hebat atau tumor), prosedur medis atau operasi bisa menjadi pilhan penanganan. Operasi juga dilakukan bila metode pengobatan lain tidak dapat mengatasi melena.

Beberapa prosedur di bawah ini kemungkinan akan dianjurkan guna mengatasi feses hitam (melena):

  • Endoscopic thermal probe

Prosedur ini menggunakan alat kauter untuk membakar pembuluh darah atau jaringan yang menjadi sumber perdarahan, sehingga darah dapat berhenti.

  • Endoscopic clips

Endoscopic clips adalah prosedur untuk menutup pembuluh darah atau sumber perdarahan lain pada jaringan saluran cerna.

  • Endoscopic injection

Pada prosedur ini, dokter akan menyuntikkan cairan di dekat sumber perdarahan. Cairan akan menghentikan aliran darah.

  • Angiographic embolization

Angiographic embolization melibatkan penyuntikan partikel-partikel ke dalam pembuluh darah yang mengalami masalah.

  • Endoscopic intravariceal cyanoacrylate injection

Pada endoscopic intravariceal cyanoacrylate injection, pasien akan mendapatkan suntikan di dekat area pembuluh darah yang berdarah. Suntikan ini dilengkapi zat perekat untuk membantu dalam menghentikan perdarahan.

  • Band ligation

Prosedur ini bertujuan mengikat wasir atau vena yang membesar. Dengan begitu, wasir yang tidak akan mendapatkan aliran darah akan mati dan lepas.

 

Komplikasi feses hitam

Jika tidak ditangani dengan benar, feses hitam atau melena dapat menyebabkan komplikasi berupa:

  • Syok
  • Anemia atau kurang darah
  • Perdarahan hebat

 

Cara mencegah feses hitam (melena)

Cara mencegah feses hitam yang dapat dilakukan meliputi:

  • Menghentikan konsumsi obat yang dapat menyebabkan melena

Obat-obatan, seperti obat inflamasi nonsteroid (OAINS) atau aspirin, dapat menyebabkan pendarahan pada saluran cerna. Berkonsultasilah dengan dokter mengenai penggunaan obat yang aman untuk saluran cerna Anda.

  • Tidak merokok

Nikotin yang terkandung dalam rokok dapat merusak pembuluh darah sehingga dapat memicu feses hitam.

  • Menghentikan konsumsi minuman beralkohol atau kafein

Alkohol dan kafein dapat mengiritasi lambung dan merusak dinding usus.

  • Konsumsi makanan sehat serta tingkatkan minum air putih

Mengonsumsi makanan sehat, seperti buah dan sayur, serta banyak minum air putih juga dapat dilakukan untuk mencegah melena.

 

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter

Segera hubungi dokter dan cari bantuan medis apabila Anda mengalami gejala berikut:

Gejala-gejala di atas menandakan kondisi kegawatdaruratan yang memerlukan penanganan segera.  Anda juga sebaiknya bememeriksakan diri jika mengalami gejala lain yang terasa mengkhawatirkan.

 

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter

Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:

  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.

 

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi

Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:

  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait feses hitam?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Jika iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis feses hitam. Dengan ini, pengobatan yang sesuai pun bisa diberikan

 

Advertisement

perdarahanfesestukak lambunginfeksi helicobacter pylori

Bagikan

Dokter Terkait

Penyakit Terkait

Artikel Terkait

no image

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2023. All Rights Reserved