Feokromositoma merupakan tumor yang jarang terjadi, dan menyerang kelenjar adrenal di atas ginjal. Tumor ini lebih sering terjadi pada orang dewasa, meski terkadang juga bisa menyerang anak-anak. 

Penderita tumor ini akan mengalami beberapa tanda dan gejala tertentu, pada saat tumor melepaskan hormon. Kondisi ini bisa berlangsung selama beberapa menit sampai berjam-jam. Berikut  ini gejala dan tanda yang dapat ditimbulkan feokromositoma.

  • Sakit kepala
  • Jantung berdebar-debar
  • Berkeringat
  • Tekanan darah tinggi
  • Gejala bertambah parah ketika tumor semakin besar
  • Nyeri perut atau dada
  • Rasa gelisah
  • Muka pucat
  • Penurunan berat badan
  • Mual dan muntah
  • Sesak napas
  • Kejang 
  • Gangguan tidur

Belum diketahui penyebab utama dari tumor ini. Namun, rata-rata sekitar 30% kasus feokromositoma diakibatkan oleh faktor genetik. Kondisi ini dapat berkembang menjadi kanker dan muncul secara acak, serta berisiko menyebar ke bagian tubuh lainnya seperti hati, paru-paru, atau tulang. 

Biasanya penyakit ini terjadi pada orang dengan gangguan atau memiliki penyakit yang diturunkan, seperti:

  • Neoplasia endokrin, tipe 2
  • Penyakit Von Hippel-Lindau
  • Neurofibromatosis 1 (NF1)
  • Sindrom paraganglioma herediter

Penyakit ini sulit untuk dideteksi karena memiliki tanda dan gejala yang mirip dengan penyakit lain. Namun, beberapa prosedur medis ini bisa dilakukan untuk mengetahuinya.  

  • Tes darah atau urine

    Pemeriksaan ini berfungsi untuk mengukur dan mengetahui adanya kadar hormon yang tinggi dalam tubuh.

 

  • Tes magnetic resonance imaging (MRI)

    Pemeriksaan ini dilakukan untuk menggambarkan organ dan jaringan adan mendeteksi tumor. Tes ini dijalankan dengan menggunakan magnet dan gelombang radio.

 

  • Tes computed tomography (CT scan)

    Pemeriksaan ini dilakukan dengan menggunakan beberapa sinar-X secara bersamaan, yang diambil dari berbagai sudut berbeda, untuk mencari keberadaan tumor.

Pembedahan merupakan penanganan utama untuk penyakit ini, yang dilakukan dengan cara mengangkat tumor. Namun, prosedur ini membutuhkan pertimbangan yang matang, mengingat pentingnya kelenjar adrenal.

Sebelum operasi, dokter akan memberikan obat penurun tekanan darah, untuk mencegah efek dari tingginya kadar hormon adrenalin. Sebab, tindakan operasi akan menimbulkan dampak yang berbahaya, bagi orang dengan tekanan darah tinggi. 

Berkonsultasilah dengan dokter sesegera mungkin, apabila memiliki kondisi berikut ini.

  • Sulit untuk menjaga tekanan darah
  • Memiliki keluarga dengan riwayat gangguan genetik

Siapkan pertanyaan-pertanyaan untuk disampaikan kepada dokter, misalnya:

  • Apa penyebab gejala yang saya alami?
  • Adakah penyebab lainnya?
  • Pemeriksaan apa saja yang harus saya jalani?
  • Apa saja pilihan pengobatan yang tersedia untuk kondisi saya?

Berikut ini pertanyaan yang mungkin diajukan oleh dokter, kepada Anda.

  • Kapan Anda mengetahui adanya tanda dan gejala tersebut pertama kali?
  • Apakah gejala terjadi secara terus-menerus?
  • Apa yang memperburuk dan memperbaiki kondisi anda?

Healthline. https://www.healthline.com/health/pheochromocytoma
Diakses pada 18 Desember 2018

Mayo Clinic. MayoClinic: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pheochromocytoma/symptoms-causes/syc-20355367
Diakses pada 18 Desember 2018

MedlinePlus. MedlinePlus: https://medlineplus.gov/ency/article/000340.htm
Diakses pada 18 Desember 2018

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/phaeochromocytoma/
Diakses pada 18 Desember 2018

WebMD. https://www.webmd.com/cancer/what_is_pheochromocytoma#1-3
Diakses pada 18 Desember 2018

Artikel Terkait