Infeksi

Faringitis

13 Oct 2021 | Dedi IrawanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Faringitis
Faringitis adalah peradangan di faring
Faringitis adalah peradangan pada faring, yakni bagian belakang tenggorokan. Penderita akan merasa sakit, tidak nyaman atau gatal, pada bagian belakang tenggorokan. Sulit menelan juga bisa terjadi.Dalam kondisi ini terjadi inflamasi atau radang pada bagian jaringan dan struktur di faring (tenggorokan). Faring terletak pada bagian belakang tenggorokan, antara amandel dan laring (kotak suara).Penyakit faringitis merupakan salah satu kondisi paling umum dan biasa terjadi pada semua orang. Faringitis dapat disebabkan oleh infeksi virus maupun bakteri. Infeksi virus seperti pilek atau flu merupakan penyebab paling umum faringitis, yang biasanya dapat sembuh dengan sendirinya.Strep throat atau faringitis akibat infeksi bakteri streptokokus memerlukan antibiotik, untuk mencegah komplikasi dan mengobati penyakit ini. 
Faringitis
Dokter spesialis THT
GejalaDemam, mual, muntah
Faktor risikoPaparan asap rokok, polusi udara, bahan kimia berbahaya
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, kultur, tes darah
PengobatanObat-obatan, penanganan mandiri
ObatAmoksilin, penisilin
KomplikasiInfeksi telinga, sinusitis, abses di dekat tonsil
Kapan harus ke dokter?Segera cari pertolongan darurat apabila anak mengalami gejala berat seperti sulit bernapas, susah menelan, dan mengiler lebih dari biasanya
Tanda dan gejala dari faringitis bervariasi, tergantung dari penyebabnya. Namun, gejala umum dari faringitis adalah rasa sakit pada tenggorokan dan ketidaknyamanan, yang seringkali diperburuk dengan menelan atau berbicara. Beberapa orang akan mengeluhkan tenggorokan yang gatal dan kering, saat mengalami faringitis.Seringkali faringitis disebabkan oleh infeksi virus. Selain sakit tenggorokan, tanda dan gejala umum dari sakit tenggorokan adalah:
  • Demam, meriang
  • Mual, muntah
  • Pegal pada badan dan nyeri sendi
  • Sakit kepala
  • Batuk
  • Pilek atau hidung tersumbat
  • Sakit telinga
  • Bersin
  • Badan terasa lemah
  • Hilangnya nafsu makan
  • Kemerahan dan pembengkakan pada tonsil (amandel) dan bagian belakang tenggorokan
  • Bercak putih pada amandel
  • Kelenjar getah bening leher yang membengkak dan sakit ketika disentuh
  • Suara serak
Membedakan antara faringitis yang disebabkan oleh virus dan bakteri, bisa menjadi sulit. Namun, ada tanda dan gejala tertentu sebagai pembeda keduanya, seperti amandel (tonsil) yang bengkak dan merah, disertai oleh bercak keputihan pada strep throat.Jangka waktu periode penularan tergantung pula pada penyebab dari faringitis. Jika disebabkan oleh infeksi virus, maka faringitis bisa menular sampai demam selesai.Jika faringitis disebabkan oleh infeksi bakteri, maka periode penularannya akan terjadi mulai dari gejala dimulai, sampai dengan 24 jam setelah antibiotik dikonsumsi. 
Faringitis disebabkan oleh berbagai macam virus (seperti flu) atau oleh bakteri.

Infeksi virus

Virus merupakan penyebab paling umum dari faringitis. Beberapa jenis virus yang dapat menyebabkan pilek dan infeksi saluran pernapasan atas, antara lain: 
  • Mononucleosis (Virus Epstein-Barr (EBV))
  • Gondongan (Virus gondongan atau mumps virus )
  • Campak
  • Cacar air
  • Adenovirus yang merupakan salah satu penyebab pilek.
  • Batuk rejan/croup (parainfluenza virus)
  • Coxsakie A virus (herpangina)

Infeksi bakteri

Infeksi bakteri merupakan salah satu penyebab dari faringitis, yang terdiri dari:
  • Faringitis yang disebabkan oleh streptokokus grup A (strep throat)
  • Abses peritonsilar
  • Abses retrofaringeal
  • Difteri
  • Epiglotitis
  • Tonsilitis

Faktor risiko lain

Selain itu, beberapa faktor yang meningkatkan risiko faringitis lainnya meliputi:
  • Paparan terhadap asap rokok
  • Paparan terhadap polusi udara
  • Paparan terhadap bahan kimia yang berbahaya melalui udara
  • Udara yang kering
  • Alergi
  • Batuk
  • Infeksi sinus yang menahun dan berulang
  • Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)
  • Tumor ganas pada tenggorokan, lidah atau laring (kotak suara)
  • Imunitas tubuh yang melemah, seperti yang dialami penderita HIV, diabetes, menjalani pengobatan dengan steroid atau obat kemoterapi, stres, diet yang buruk dan kelelahan berat.
  • Trauma atau cedera, seperti cedera langsung pada daerah tenggorokan atau leher, yang dapat menyebabkan sakit tenggorokan
  • Benda asing yang terjebak di dalam tenggorokan, seperti tulang atau potongan makanan
  • Berteriak dan menjerit secara berlebihan
  • Berbicara dalam jangka waktu yang cukup lama tanpa istirahat
  • Menelan zat berbahaya secara sengaja ataupun tidak, seperti cairan pemutih
Walaupun sangat jarang, penyakit menular seksual seperti gonorrhea dan klamidia juga dapat menyebabkan faringitis. 
Untuk mendiagnosis penyakit faringitis, dokter akan menanyakan secara teliti tentang riwayat penyakit pasien, melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang seperti:
  • Menggunakan senter untuk memeriksa tenggorokan dan melihat kemungkinan adanya bercak keputihan pada tonsil, kemerahan atau pembengkakan. Selain itu, telinga dan saluran hidung juga mungkin akan diperiksa.
  • Secara lembut meraba leher, untuk memeriksa pembesaran kelenjar getah bening
  • Mendengarkan suara napas dengan stetoskop
  • Jika diperlukan, dokter akan melakukan pemeriksaan apusan tenggorokan dengan cara mengambil sampel dari bagian belakang tenggorokan dan melakukan uji kultur di laboratorium, untuk mengetahui penyebab radang tenggorokan. Sampel tersebut biasanya akan diuji untuk mengetahui keberadaan bakteri streptokokus yang menyebabkan strep throat.
  • Pemeriksaan darah lengkap, untuk membantu menentukan jenis infeksi yang diderita pasien.
 

Penularan faringitis

Tak peduli apa organisme penyebabnya, faringitis sangat mudah menular. Bakteri atau virus penyebab penyakit ini cenderung hidup di hidung dan tenggorokan. Jika penderita batuk atau bersin, mereka akan ikut keluar bersama tetesan kecil air liur ke udara.Faringitis dapat menginfeksi seseorang dengan beberapa cara berikut:
  • Menghirup tetesa kecil air liur yang mengandung bakteri atau virus penyebab faringitis
  • Menyentuh benda yang terkontaminasi lalu menyentuh wajah sendiri
  • Mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi
Mengingat cara penyebarannya yang demikian, penting sekali untuk mencuci tangan sebelum memegang makanan atau menyentuh wajah. 
Cara mengobati faringitis akan disesuaikan dengan penyebabnya. Penanganan kondisi yang disebabkan oleh bakteri tentu akan berbeda dengan yang diakibatkan oleh virus.

Pangobatan mandiri di rumah

Faringitis yang disebabkan virus sebetulnya akan hilang dengan sendirinya tanpa perawatan tertentu, dan biasanya akan berangsur-angsur pulih dalam 3-5 hari. Perawatan di rumah berikut ini, biasanya dapat membantu meringankan gejala faringitis.
  • Minum banyak air untuk mencegah dehidrasi atau kekurangan cairan
  • Makan sup hangat
  • Berkumur dengan cairan garam (1 sendok teh garam dicamurkan dalam 230 ml air)
  • Memasang humidifier (alat pelembap ruangan) untuk melembapkan udara di dalam ruangan
  • Beristirahat sampai kondisi terasa membaik
  • Mengonsumsi obat pereda nyeri yang dijual bebas seperti acetaminophen atau ibuprofen, untuk mengatasi demam dan rasa sakit
Untuk anak-anak dan remaja, gunakan aspirin dengan hati-hati. Anak-anak dan remaja yang sedang menjalani masa pemulihan dari cacar air maupun gejala seperti flu, tidak boleh mengonsumsi aspirin. Sebab, aspirin berhubungan dengan sindrom Reye, yang meskipun jarang terjadi, tapi dampaknya bisa mematikan.

Pengobatan dokter

Umumnya, faringitis yang disebabkan oleh bakteri akan diobati dengan antibiotik yang diresepkan dokter. Sangat penting untuk mengonsumsi antibiotik sesuai dengan instruksi dokter walaupun gejala telah reda. Amoksilin dan penisilin adalah antibiotik paling umum untuk mengobati kondisi ini.Jika obat tidak dikonsumsi sesuai dengan instruksi, Anda berisiko mengalami perburukan infeksi. Konsumsi obat yang tidak sesuai juga bisa menyebabkan terjadinya penyebaran infeksi ke bagian tubuh lainnya.Konsumsi antibiotik dengan benar juga penting bagi anak-anak. Sebab, anak yang menderita strep throat, lebih berisiko mengalami demam rematik atau radang ginjal serius, jika tidak mengonsumsi antibiotik sesuai instruksi dokter.Jika faringitis diakibatkan oleh kondisi selain infeksi virus atau bakteri, maka pengobatan akan diberikan berdasarkan dari penyebab tersebut. 

Komplikasi faringitis

Jika tidak diobati, penyakit ini bisa memicu komplikasi berupa:
  • Infeksi telinga
  • Radang selaput lendir
  • Abses dekat amandel
 
Untuk mencegah penyakit faringitis, beberapa cara yang patut dicoba adalah:
  • Menghindari berbagi makanan, minuman dan alat makan
  • Menghindari orang yang terjangkit faringitis
  • Sering mencuci tangan dengan bersih, terutama sebelum makan, setelah batuk atau bersin, atau setelah menggunakan toilet
  • Menggunakan pembersih tangan berbahan dasar alkohol, jika sabun dan air tidak tersedia
  • Menghindari kebiasaan merokok dan asap rokok
  • Menghindari berdekatan dengan orang yang sedang sakit
  • Selalu menjaga kebersihan diri
 
Segera cari pertolongan darurat apabila anak Anda mengalami gejala berat seperti:
  • Kesulitan untuk bernapas
  • Kesulitan untuk menelan
  • Meneteskan air liur yang tidak biasa, karena kondisi ini dapat mengindikasikan ketidakmampuan untuk menelan
Sebaiknya, orang dewasa yang mengalami faringitis, sesegera mungkin menemui dokter jika merasakan kondisi berupa:
  • Sakit tenggorokan yang berat atau berlangsung lebih dari 1 minggu
  • Kesulitan atau ketidakmampuan untuk menelan
  • Kesulitan bernapas
  • Kesulitan atau ketidakmampuan untuk membuka mulut
  • Pembengkakan pada leher
  • Perdarahan dari tenggorokan atau adanya darah pada air liur atau dahak
  • Demam diatas 38.3ºC
  • Kaku kuduk (leher) atau rasa sakit yang berat pada leher.
  • Nyeri sendi
  • Ruam pada kulit
  • Sakit telinga
  • Suara serak lebih dari 2 minggu
  • Sakit tenggorokan yang seringkali berulang atau kambuh
  • Gejala yang tidak membaik setelah menjalani pengobatan antibiotik
 
Sebelum melakukan kunjungan ke dokter, persiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buatlah daftar seputar gejala yang muncul.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang dialami oleh pasien. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang dikonsumsi oleh pasien.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan kepada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberi dukungan moral maupun membantu mengingat informasi yang disampaikan dokter.
 
Dokter kemungkinan akan mengajukan pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang dirasakan pasien?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait faringitis?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis faringitis agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Drugs. https://www.drugs.com/cg/pharyngitis.html
Diakses pada 13 Oktober 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/pharyngitis
Diakses pada 13 Oktober 2021
MayoClinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/sore-throat/diagnosis-treatment/drc-20351640
Diakses pada 13 Oktober 2021
Medicinenet. https://www.medicinenet.com/sore_throat_pharyngitis/article.htm#sore_throat_definition_and_facts
Diakses pada 13 Oktober 2021
MedlinePlus. https://medlineplus.gov/ency/article/000655.htm
Diakses pada 13 Oktober 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email