Faringitis

Ditulis oleh Maria Yuniar
Ditinjau dr. Anandika Pawitri

Pengertian Faringitis

Penyakit faringitis terjadi akibat peradangan di belakang tenggorokan. Penderitanya merasa sakit, tidak nyaman atau gatal, pada bagian belakang tenggorokan, dan dapat membuat sulit menelan.

Dalam kondisi ini terjadi inflamasi atau radang pada bagian jaringan dan struktur di faring (tenggorokan). Faring terletak pada bagian belakang tenggorokan, antara amandel dan laring (kotak suara).

Penyakit faringitis merupakan salah satu kondisi paling umum dan biasa terjadi pada semua orang. Faringitis dapat disebabkan oleh infeksi virus maupun bakteri. Infeksi virus seperti pilek atau flu merupakan penyebab paling umum faringitis, yang biasanya dapat sembuh dengan sendirinya. Strep throat atau faringitis akibat infeksi bakteri streptokokus memerlukan antibiotik, untuk mencegah komplikasi dan mengobati penyakit ini.  

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Tanda dan gejala dari faringitis bervariasi, tergantung dari penyebabnya. Namun, gejala umum dari faringitis adalah rasa sakit pada tenggorokan dan ketidaknyamanan, yang seringkali diperburuk dengan menelan atau berbicara. Beberapa orang akan mengeluhkan tenggorokan yang gatal dan kering, saat mengalami faringitis.

Seringkali faringitis disebabkan oleh infeksi virus. Selain sakit tenggorokan, tanda dan gejala umum dari sakit tenggorokan adalah:

  • Demam, meriang
  • Mual, muntah
  • Pegal pada badan dan nyeri sendi
  • Sakit kepala
  • Batuk
  • Pilek atau hidung tersumbat
  • Sakit telinga
  • Bersin
  • Badan terasa lemah
  • Hilangnya nafsu makan
  • Kemerahan dan pembengkakan pada tonsil (amandel) dan bagian belakang tenggorokan
  • Bercak putih pada amandel
  • Kelenjar getah bening leher yang membengkak dan sakit ketika disentuh
  • Suara serak

Membedakan antara faringitis yang disebabkan oleh virus dan bakteri, bisa menjadi sulit. Namun, ada tanda dan gejala tertentu sebagai pembeda keduanya, seperti amandel (tonsil) yang bengkak dan merah, disertai oleh bercak keputihan pada strep throat.

Jangka waktu periode penularan tergantung pula pada penyebab dari faringitis. Jika disebabkan oleh infeksi virus, maka faringitis bisa menular sampai demam selesai.

Jika faringitis disebabkan oleh infeksi bakteri, maka periode penularannya akan terjadi mulai dari gejala dimulai, sampai dengan 24 jam setelah antibiotik dikonsumsi.

Penyebab

Faringitis disebabkan oleh berbagai macam virus (seperti flu) atau oleh bakteri.

Infeksi Virus. Virus merupakan penyebab paling umum dari faringitis. Beberapa jenis virus yang dapat menyebabkan pilek dan infeksi saluran pernapasan atas, antara lain: 

  • Mononucleosis (Virus Epstein-Barr (EBV))
  • Gondongan (Virus gondongan atau mumps virus )
  • Campak
  • Cacar air
  • Adenovirus yang merupakan salah satu penyebab pilek.
  • Batuk rejan/croup (parainfluenza virus)
  • Coxsakie A virus (herpangina)

Infeksi Bakteri. Infeksi bakteri merupakan salah satu penyebab dari faringitis, yang terdiri dari:

  • Faringitis yang disebabkan oleh streptokokus grup A (strep throat)
  • Abses peritonsilar
  • Abses retrofaringeal
  • Difteri
  • Epiglotitis
  • Tonsilitis

Selain itu, beberapa faktor yang meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit faringitis adalah:

  • Paparan terhadap asap rokok
  • Paparan terhadap polusi udara
  • Paparan terhadap bahan kimia yang berbahaya melalui udara
  • Udara yang kering
  • Alergi
  • Batuk
  • Infeksi sinus yang menahun dan berulang
  • Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)
  • Tumor ganas pada tenggorokan, lidah atau laring (kotak suara)
  • Imunitas tubuh yang melemah, seperti yang dialami penderita HIV, diabetes, menjalani pengobatan dengan steroid atau obat kemoterapi, stres, diet yang buruk dan kelelahan berat.
  • Trauma atau cedera, seperti cedera langsung pada daerah tenggorokan atau leher, yang dapat menyebabkan sakit tenggorokan
  • Benda asing yang terjebak di dalam tenggorokan, seperti tulang atau potongan makanan
  • Berteriak dan menjerit secara berlebihan
  • Berbicara dalam jangka waktu yang cukup lama tanpa istirahat
  • Menelan zat berbahaya secara sengaja ataupun tidak, seperti cairan pemutih

Walaupun sangat jarang, penyakit menular seksual seperti gonorrhea dan klamidia juga dapat menyebabkan faringitis.

Diagnosis

Untuk mendiagnosis penyakit faringitis, dokter akan menanyakan secara teliti tentang riwayat penyakit pasien, melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang seperti:

  • Menggunakan senter untuk memeriksa tenggorokan dan melihat kemungkinan adanya bercak keputihan pada tonsil, kemerahan atau pembengkakan. Selain itu, telinga dan saluran hidung juga mungkin akan diperiksa.
  • Secara lembut meraba leher, untuk memeriksa pembesaran kelenjar getah bening
  • Mendengarkan suara napas dengan stetoskop
  • Jika diperlukan, dokter akan melakukan pemeriksaan apusan tenggorokan dengan cara mengambil sampel dari bagian belakang tenggorokan dan melakukan uji kultur di laboratorium, untuk mengetahui penyebab radang tenggorokan. Sampel tersebut biasanya akan diuji untuk mengetahui keberadaan bakteri streptokokus yang menyebabkan strep throat.
  • Pemeriksaan darah lengkap, untuk membantu menentukan jenis infeksi yang diderita pasien

Pengobatan

Faringitis yang disebabkan virus sebetulnya akan hilang dengan sendirinya tanpa perawatan tertentu, dan biasanya akan berangsur-angsur pulih dalam 3-5 hari. Perawatan di rumah berikut ini, biasanya dapat membantu meringankan gejala faringitis.

  • Minum banyak air untuk mencegah dehidrasi atau kekurangan cairan
  • Makan sup hangat
  • Berkumur dengan cairan garam (1 sendok teh garam dicamurkan dalam 230 ml air)
  • Memasang humidifier (alat pelembap ruangan) untuk melembapkan udara di dalam ruangan
  • Beristirahat sampai kondisi terasa membaik
  • Mengonsumsi obat pereda nyeri yang dijual bebas seperti acetaminophen atau ibuprofen, untuk mengatasi demam dan rasa sakit

Untuk anak-anak dan remaja, gunakan aspirin dengan hati-hati. Anak-anak dan remaja yang sedang menjalani masa pemulihan dari cacar air maupun gejala seperti flu, tidak boleh mengonsumsi aspirin. Sebab, aspirin berhubungan dengan sindrom Reye, yang meskipun jarang terjadi, tapi dampaknya bisa mematikan.

Faringitis yang disebabkan oleh bakteri, akan diobati dengan antibiotik dari dokter. Sangat penting untuk mengonsumsi antibiotik sesuai dengan instruksi dokter walaupun gejala telah reda. Jika obat tidak dikonsumsi sesuai dengan instruksi, maka Anda berisiko mengalami perburukan infeksi atau penyebaran infeksi ke bagian tubuh lainnya.

Selain itu, anak yang menderita strep throat, lebih berisiko mengalami demam rematik atau radang ginjal serius, apabila tidak mengonsumsi antibiotik sesuai instruksi dokter.

Pengobatan lainnya. Jika faringitis diakibatkan oleh kondisi selain infeksi virus atau bakteri, maka pengobatan akan diberikan berdasarkan dari penyebab tersebut.

Pencegahan

Untuk mencegah penyakit faringitis, beberapa cara yang patut dicoba adalah:

  • Menghindari berbagi makanan, minuman dan alat makan
  • Menghindari orang yang terjangkit faringitis
  • Sering mencuci tangan dengan bersih, terutama sebelum makan, setelah batuk atau bersin, atau setelah menggunakan toilet
  • Menggunakan pembersih tangan berbahan dasar alkohol, jika sabun dan air tidak tersedia
  • Menghindari kebiasaan merokok dan asap rokok
  • Menghindari berdekatan dengan orang yang sedang sakit
  • Selalu menjaga kebersihan diri

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Segera cari pertolongan darurat apabila anak Anda mengalami gejala berat seperti:

  • Kesulitan untuk bernapas
  • Kesulitan untuk menelan
  • Meneteskan air liur yang tidak biasa, karena kondisi ini dapat mengindikasikan ketidakmampuan untuk menelan

Sebaiknya, orang dewasa yang mengalami faringitis, sesegera mungkin menemui dokter jika merasakan kondisi berupa:

  • Sakit tenggorokan yang berat atau berlangsung lebih dari 1 minggu
  • Kesulitan atau ketidakmampuan untuk menelan
  • Kesulitan bernapas
  • Kesulitan atau ketidakmampuan untuk membuka mulut
  • Pembengkakan pada leher
  • Perdarahan dari tenggorokan atau adanya darah pada air liur atau dahak
  • Demam diatas 38.3ºC
  • Kaku kuduk (leher) atau rasa sakit yang berat pada leher.
  • Nyeri sendi
  • Ruam pada kulit
  • Sakit telinga
  • Suara serak lebih dari 2 minggu
  • Sakit tenggorokan yang seringkali berulang atau kambuh
  • Gejala yang tidak membaik setelah menjalani pengobatan antibiotik

 

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Buatlah daftar yang berisi informasi mengenai:

  • Gejala yang Anda atau anak Anda rasakan dan jangka waktu terjadinya
  • Informasi pribadi yang penting, seperti kontak baru-baru ini dengan seseorang yang sedang sakit
  • Semua jenis obat, vitamin atau suplemen yang dikonsumsi, beserta dosisnya
  • Pertanyaan yang akan dianjukan pada dokter

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Saat melakukan pemeriksaan, kemungkinan dokter akan mengajukan pertanyaan-pertanyaan berikut ini.

  • Apakah ada gejala lain yang Anda rasakan selain sakit tenggorokan? Seberapa berat gejala tersebut?
  • Apakah Anda mengalami kesulitan bernapas?
  • Apakah ada kondisi yang memperburuk rasa sakit pada tenggorokan, seperti menelan?
  • Apakah orang di rumah Anda ada yang terjangkit sakit tenggorokan juga?
  • Apakah Anda merokok? Apakah anak Anda seringkali terpapar asap rokok?
  • Apakah sakit tenggorokan merupakan masalah yang terus berulang?
  • Apakah Anda mengalami demam? Seberapa tinggi demam tersebut?
Referensi


Drugs. https://www.drugs.com/cg/pharyngitis.html
Diakses pada 11 Januari 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/pharyngitis
Diakses pada 11 Januari 2019

MayoClinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/sore-throat/diagnosis-treatment/drc-20351640
Diakses pada 11 Januari 2019

MedicineNet. https://www.medicinenet.com/sore_throat_pharyngitis/article.htm#sore_throat_definition_and_facts
Diakses pada 11 Januari 2019

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/ency/article/000655.htm
Diakses pada 11 Januari 2019

Back to Top