Erythema nodosum adalah peradangan yang terjadi pada lapisan lemak di bawah kulit. Peradangan ini akan tampak sebagai benjolan berwarna kemerahan yang terasa nyeri.

Benjolan tersebut paling sering ditemukan di betis bagian depan. Namun benjolan juga bisa terjadi di paha atau lengan.

Penyakit ini paling sering terjadi pada orang-orang berusia 25 hingga 40 tahun. Jenis kelamin juga berpengaruh karena wanita lima kali lebih rentan terkena erythema nodosum dibanding laki-laki.

Erythema nodosum umumnya tidak berbahaya. Tapi kondisi ini bisa menjadi tanda adanya infeksi, peradangan, atau respons tubuh terhadap obat-obatan atau bahan pencetus alergi yang tidak normal.

Gejala erythema nodosum yang utama adalah munculnya benjolan menyerupai memar. Benjolan ini biasanya terjadi di betis bagian depan dan terasa nyeri.

Para tahap awal, benjolan akan berwarna merah muda. Warna ini kemudian berubah menjadi kemerahan atau keunguan, dan akhirnya biru kecokelatan.

Selain itu, erythema nodosum juga memiliki gejala lain yang berupa demam, nyeri sendi, serta pembesaran kelenjar getah bening di dada.

Hingga saat ini, penyebab erythema nodosum belum diketahui secara pasti. Pada beberapa kasus, kondisi ini disebabkan oleh respons sistem imun tubuh yang tidak normal terhadap infeksi, obat-obatan, atau peradangan kronis.

Beberapa hal yang dapat mencetuskan erythema nodosum meliputi:

  • Infeksi bakteri, virus, dan jamur
  • Sarkoidosis
  • Kanker
  • Obat antibiotik
  • Pil KB
  • Kehamilan
  • Penyakit yang memicu peradangan kronis, seperti inflammatory bowel disease (IBS), ulcerative colitis, dan penyakit Crohn.

Dokter akan mengecek kondisi benjolan pada kulit dan melakukan pemeriksaan penunjang berupa biopsi guna memastikan diagnosis erythema nodosum. Prosedur biopsi dilakukan dengan mengangkat benjolan, kemudian memeriksa jaringannya di bawah mikroskop.

Selain biopsi kulit, pemeriksaan penunjang lainnya juga dapat dilakukan untuk mencari penyebab yang mendasari penyakit ini. Pemeriksaan tersebut meliputi:

  • Tes darah lengkap
  • Rontgen dada
  • Pengambilan dan pemeriksaan sampel jaringan di tenggorokan
  • Pemeriksaan feses

Hampir semua kasus erythema nodosum dapat sembuh dengan sendirinya. Benjolan biasanya hilang dalam waktu 3-6 minggu tanpa pengobatan.

Sementara beberapa hal di bawah ini dapat Anda lakukan untuk mengurangi rasa nyeri:

  • Beristirahat di rumah
  • Mengistirahatkan kaki dengan mengangkatnya ke posisi yang lebih tinggi dari jantung
  • Menempelkan kompres dingin pada area yang nyeri

Dokter juga mungkin meresepkan beberapa obat yang meliputi:

  • Obat antiinflamasi non steroid (OAINS), seperti ibuprofen
  • Obat kalium iodida
  • Kortikosteroid

Di samping itu, penyebab yang mendasari terjadinya erythema nodosum pun perlu ditangani. Contohnya, pemberian obat antibiotik bila benjolan dipicu oleh infeksi akibat bakteri.

Karena penyebabnya tidak diketahui secara pasti, pencegahan erythema nodosum juga tidak tersedia.

Segeralah berkonsultasi dengan dokter apabila:

  • Anda mengalami rasa nyeri yang mengganggu aktivitas sehari-hari
  • Benjolan muncul dalam jumlah banyak
  • Benjolan tidak kunjung hilang

Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:

  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.

Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:

  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait erythema nodosum?
  • Apakah Anda memiliki riwayat penyakit tertentu?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Jika iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan bisa menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis erythema nodosum. Dengan ini, pengobatan pun bisa diberikan secara tepat.

MSD Manual. https://www.msdmanuals.com/home/skin-disorders/hypersensitivity-and-inflammatory-skin-disorders/erythema-nodosum
Diakses pada 30 Desember 2019

DermNet NZ. https://dermnetnz.org/topics/erythema-nodosum/
Diakses pada 30 Desember 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320829.php
Diakses pada 30 Desember 2019

Johns Hopskins Medicine. https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/erythema-nodosum
Diakses pada 30 Desember 2019

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/erythema-nodosum/
Diakses pada 30 Desember 2019

Artikel Terkait