Penyakit Lainnya

Erosi Gigi

04 Aug 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh drg. Nina Hertiwi Putri
image Erosi Gigi
Erosi gigi terjadi karena paparan zat asam secara berlebihan
Erosi gigi adalah kondisi terkikisnya lapisan terluar gigi yang dikenal sebagai enamel. Enamel merupakan lapisan keras transparan yang berfungsi untuk melindungi gigi dari kerusakan.Ketika enamel mengalami erosi atau terkikis, lapisan gigi di bawah enamel yang bernama dentin akan terekspos tanpa lapisan pelindung.Hal ini dapat menyebabkan nyeri gigi karena sifat dentin yang sensitif. Erosi gigi biasanya dapat menyebabkan gigi lebih sensitif terhadap makanan dan minuman panas, dingin, atau manis. Selain itu, erosi gigi juga bisa ditandai dengan gejala gigi tampak halus dan berkilau.Enamel yang mengalami erosi tidak dapat kembali seperti semula. Pasalnya, enamel tidak memiliki sel hidup. Oleh karena itu, penanganan erosi gigi perlu dilakukan untuk mencegah kerusakan gigi yang lebih parah. 
Erosi Gigi
Dokter spesialis Gigi
GejalaGigi retak, tampak halus dan berkilau, terjadi perubahan warna
Faktor risikoKonsumsi minuman bersoda, konsumsi makanan yang terlalu banyak mengandung gula, mulut kering
Metode diagnosisTanya jawab, pemeriksaan fisik
PengobatanTambal gigi, veneer gigi, crown gigi
KomplikasiHilangnya permukaan gigi secara progresif
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala erosi gigi
Secara umum, gejala erosi gigi meliputi:
  • Gigi tampak halus dan berkilau
  • Gigi retak
  • Terjadi perubahan warna
  • Terbentuk lekukan yang dikenal sebagai cangkir di permukaan gigi
Jika sudah semakin parah, ciri atau gejala lain yang mungkin muncul akibat erosi gigi adalah:
  • Gigi lebih sensitif terhadap makanan dan minuman panas, dingin, atau manis
  • Gigi berwarna kuning atau bernoda
  • Gigi terlihat lebih kasar
  • Muncul bintik-bintik mengkilap pada gigi
  • Kerusakan gigi meningkat
  • Gigi tampak lebih jernih dan tembus pandang
  • Gigi patah
 
Penyebab utama erosi gigi adalah paparan asam yang terjadi secara terus menerus. Enamel yang terkena asam akan kehilangan kandungan mineralnya sedikit demi sedikit.Air ludah biasanya akan membantu menetralkan asam dalam mulut tersebut. Tetapi apabila terlalu sering terpapar asam, enamel akan terus-menerus terkikis dan erosi gigi pun terjadi. 

Faktor risiko erosi gigi

Beberapa faktor risiko erosi gigi meliputi:
  • Konsumsi minuman ringan yang berlebih seperti soda memiliki kadar fosfor dan asam sitrat yang tinggi, sehingga dapat menyebabkan erosi gigi
  • Konsumsi minuman yang terbuat dari buah, terutama jeruk dan lemon, memiliki kadar asam yang dapat merusak enamel gigi
  • Mulut kering atau air liur sedikit (xerostomia)
  • Konsumsi makanan yang banyak mengandung gula dan pat (starch).
  • Obat-obatan tertentu, seperti aspirin dan antihistamin
  • Faktor keturunan (genetik)
  • Faktor lingkungan, misalnya gesekan antargigi serta stres
Erosi gigi juga bisa disebabkan oleh penyakit tertentu, seperti gastroesophageal reflux disease (GERD) atau bulimia. GERD akan memicu asam lambung naik ke kerongkongan hingga ke mulut.Sedangkan bulimia membuat penderitanya memuntahkan makanan yang dikonsumsi demi mencapai berat badan yang dianggap ideal. Kedua kondisi ini menyebabkan asam lambung naik ke dalam mulut sehingga mengakibatkan erosi gigi. 
Untuk memastikan diagnosis erosi gigi, dokter gigi akan melakukan tanya jawab dan pemeriksaan pada gigi. Berikut penjelasannya:
  • Tanya jawab

Dokter akan melakukan tanya jawab menyeluruh mengenai gejala dan keluhan yang dialami oleh pasien, kondisi medis lain yang dapat menjadi penyebab erosi gigi,  serta riwayat makanan dan minuman yang dikonsumsi oleh pasien.
  • Pemeriksaan gigi

Dokter akan melakukan pemeriksaan gigi dan mulut untuk mencari tanda-tanda erosi pada gigi. 
Cara mengobati erosi gigi umumnya akan tergantung dari tingkat keparahan penyakit dan seberapa lama pasien sudah mengalami kondisi tersebut. Pada gigi yang erosinya belum parah, dokter masih bisa menambal gigi tersebut agar lapisan dentin kembali tertutup dan rasa nyeri hilang. Perawatan veneer juga bisa dilakukan untuk melapisi enamel yang sudah rusak.Apabila sudah terjadi erosi gigi yang parah, dokter gigi akan menyarankan prosedur pemasangan crown guna melindungi gigi dari kerusakan lebih lanjut.Jika tidak ditangani dengan benar, erosi gigi bisa menyebabkan komplikasi hilangnya permukaan gigi secara progresif. 
Beberapa upaya yang dapat Anda lakukan untuk mencegah erosi gigi meliputi:
  • Pastikan Anda menyikat gigi setidaknya 2 kali dalam sehari,yaitu setelah sarapan dan sebelum tidur. Jangan lupa untuk memilih dan menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride. Senyawa ini dapat menguatkan gigi, sehingga bisa membantu dalam mencegah erosi gigi.
  • Gunakan benang gigi (dental floss) untuk membersihkan sisa makanan dari sela-sela gigi.
  • Gunakan obat kumur yang mengandung antiseptik secara teratur.
  • Lakukan pemeriksaan gigi rutin ke dokter gigi, minimal enam bulan sekali.
  • Hindari konsumsi makanan dan minuman yang banyak mengandung asam, misalnya minuman bersoda atau buah jeruk. Bila Anda mengonsumsinya, segera berkumur setelahnya.
  • Gunakan sedotan ketika mengonsumsi minuman asam. Sedotan bisa mendorong minuman asam langsung ke bagian belakang mulut, sehingga tidak mengenai gigi.
  • Jangan terlalu sering mengonsumsi makanan ringan. Pasalnya, mulut akan menjadi asam dalam beberapa jam setelah mengonsumsi makanan dengan kadar gula yang tinggi.
  • Kunyah permen karet bebas gula dan mengandung xylitol. Langkah ini dapat meningkatkan jumlah air ludah dalam mulut dan kandungan xylitol bisa mengurangi asam dari makanan atau minuman.
  • Perbanyak konsumsi air putih apabila mulut terasa kering.
 
Segera kunjungi dokter gigi apabila Anda mengalami tanda atau gejala erosi gigi yang telah disebutkan di atas. Meskipun tidak ada keluhan, pemeriksaan gigi secara rutin (setiap enam bulan sekali) sangat dianjurkan untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut. 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
   
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait erosi gigi?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan kondisi gigi untuk memastikan diagnosis erosi gigi. Dengan ini, pengobatan pun bisa diberikan secara tepat. 
WebMD. https://www.webmd.com/oral-health/guide/tooth-enamel-erosion-restoration#1
Diakses pada 6 Januari 2020
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4655683/
Diakses pada 6 Januari 2020
Oral Health Foundation. https://www.dentalhealth.org/dental-erosion
Diakses pada 6 Januari 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/enamel-erosion#causes
Diakses pada 4 Agustus 2021
Better Health. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/dental-erosion
Diakses pada 4 Agustus 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email