Penyakit Lainnya

Erosi Gigi

Diterbitkan: 07 Jan 2020 | dr. Levina FeliciaDitinjau oleh drg. Nina Hertiwi Putri
image Erosi Gigi
Erosi gigi adalah kondisi terkikisnya lapisan terluar gigi yang dikenal sebagai enamel. Enamel merupakan lapisan keras transparan yang berfungsi melindungi gigi dari kerusakan. Ketika enamel mengalami erosi atau terkikis, lapisan gigi di bawah enamel yang bernama dentin akan terekspos tanpa lapisan pelindung. Hal ini dapat menyebabkan nyeri gigi karena sifat dentin yang sensitif.Berbeda dengan tulang patah yang dapat melakukan regenerasi dengan sendirinya, enamel yang mengalami erosi tidak dapat kembali seperti semula. Pasalnya, enamel tidak memiliki sel hidup. Oleh karena itu, penanganan erosi gigi perlu dilakukan untuk mencegah kerusakan gigi yang lebih parah.
Erosi Gigi
Dokter spesialis Gigi
Salah satu gejala erosi gigi adalah terkikisnya permukaan gigi yang menyebabkan gigi tampak halus dan berkilau. Dentin yang terekspos karena erosi gigi juga akan membuat gigi lebih sensitif terhadap makanan atau minuman panas, dingin, atau manis.Apabila erosi gigi sudah semakin parah, enamel akan terkikis sepenuhnya sehingga dentin pun akan tampak. Dentin terlihat sebagai cekungan berwarna kuning di permukaan gigi. Pada gigi yang pernah ditambal, erosi di sekitar area tersebut akan membuat tambalan semakin terlihat dan menonjol.Erosi gigi membuat gigi lebih rentan terhadap lubang atau kerusakan. Lubang kecil mungkin tidak menyebabkan masalah pada awalnya. Namun begitu ukuran lubang semakin besar dan merusak gigi hingga ke bagian saraf serta memicu abses atau infeksi yang menimbulkan rasa sakit gigi yang hebat.
Enamel yang terkena asam akan kehilangan kandungan mineralnya sedikit demi sedikit. Air ludah biasanya akan membantu menetralkan asam dalam mulut tersebut. Tetapi apabila terlalu sering terpapar asam, enamel akan terus-menerus terkikis dan erosi gigi pun terjadi.Beberapa hal yang bisa menjadi penyebab erosi gigi meliputi:
  • Konsumsi minuman ringan yang berlebih seperti soda memiliki kadar fosfor dan asam sitrat yang tinggi, sehingga dapat menyebabkan erosi gigi.
  • Konsumsi minuman yang terbuat dari buah, terutama jeruk dan lemon, memiliki kadar asam yang dapat merusak enamel gigi.
  • Mulut kering atau air liur sedikit (xerostomia).
  • Konsumsi makanan yang banyak mengandung gula dan pat (starch).
  • Obat-obatan tertentu, seperti aspirin dan antihistamin.
  • Faktor keturunan (genetik).
  • Faktor lingkungan, misalnya gesekan antargigi serta stres.
Erosi gigi juga bisa disebabkan oleh penyakit tertentu, seperti gastroesophageal reflux disease (GERD) atau bulimia.GERD akan memicu asam lambung naik ke kerongkongan hingga ke mulut. Sedangkan bulimia membuat penderitanya memuntahkan makanan yang dikonsumsi demi mencapai berat badan yang dianggap ideal. Kedua kondisi ini menyebabkan asam lambung naik ke dalam mulut sehingga mengakibatkan erosi gigi.
Untuk memastikan diagnosis erosi gigi, dokter gigi akan melakukan tanya jawab dan pemeriksaan pada gigi. Berikut penjelasannya: 
  • Tanya jawab

 Dokter akan melakukan tanya jawab menyeluruh mengenai gejala dan keluhan yang dialami oleh pasien, kondisi medis lain yang dapat menjadi penyebab erosi gigi,  serta riwayat makanan dan minuman yang dikonsumsi oleh pasien. 
  • Pemeriksaan gigi

 Dokter akan melakukan pemeriksaan gigi dan mulut untuk mencari tanda-tanda erosi pada gigi.
Penanganan erosi gigi tergantung dari tingkat keparahannya. Pada gigi yang erosinya belum parah, dokter masih bisa menambal gigi tersebut agar lapisan dentin kembali tertutup dan rasa nyeri hilang. Perawatan veneer juga bisa dilakukan untuk melapisi enamel yang sudah rusak.Apabila sudah terjadi erosi gigi yang parah, dokter gigi akan menyarankan prosedur pemasangan crown guna melindungi gigi dari kerusakan lebih lanjut.
Beberapa upaya yang dapat Anda lakukan untuk mencegah erosi gigi meliputi:
  • Pastikan Anda menyikat gigi setidaknya 2 kali dalam sehari,yaitu setelah sarapan dan sebelum tidur. Jangan lupa untuk memilih dan menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride. Senyawa ini dapat menguatkan gigi, sehingga bisa membantu dalam mencegah erosi gigi.
  • Gunakan benang gigi (dental floss) untuk membersihkan sisa makanan dari sela-sela gigi.
  • Gunakan obat kumur yang mengandung antiseptik secara teratur.
  • Lakukan pemeriksaan gigi rutin ke dokter gigi, minimal enam bulan sekali.
  • Hindari konsumsi makanan dan minuman yang banyak mengandung asam, misalnya minuman bersoda atau buah jeruk. Bila Anda mengonsumsinya, segera berkumur setelahnya.
  • Gunakan sedotan ketika mengonsumsi minuman asam. Sedotan bisa mendorong minuman asam langsung ke bagian belakang mulut, sehingga tidak mengenai gigi.
  • Jangan terlalu sering mengonsumsi makanan ringan. Pasalnya, mulut akan menjadi asam dalam beberapa jam setelah mengonsumsi makanan dengan kadar gula yang tinggi.
  • Kunyah permen karet bebas gula dan mengandung xylitol. Langkah ini dapat meningkatkan jumlah air ludah dalam mulut dan kandungan xylitol bisa mengurangi asam dari makanan atau minuman.
  • Perbanyak konsumsi air putih apabila mulut terasa kering.
Segera kunjungi dokter gigi apabila Anda mengalami tanda atau gejala erosi gigi yang telah disebutkan di atas. Meskipun tidak ada keluhan, pemeriksaan gigi secara rutin (setiap enam bulan sekali) sangat dianjurkan untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut.
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
   
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait erosi gigi?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan kondisi gigi untuk memastikan diagnosis erosi gigi. Dengan ini, pengobatan pun bisa diberikan secara tepat. 
WebMD. https://www.webmd.com/oral-health/guide/tooth-enamel-erosion-restoration#1
Diakses pada 6 Januari 2020
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4655683/
Diakses pada 6 Januari 2020
Oral Health Foundation. https://www.dentalhealth.org/dental-erosion
Diakses pada 6 Januari 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/enamel-erosion#causes
Diakses pada 6 Januari 2020
Better Health. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/dental-erosion
Diakses pada 6 Januari 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Cara Membersihkan Karang Gigi untuk Kesehatan Mulut

Cara membersihkan karang gigi yang paling efektif adalah dengan metode scaling gigi. Prosedur pembersihan karang gigi ini dilakukan menggunakan alat yang dinamakan ultrasonic scaler.
24 Jul 2019|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
Cara membersihkan karang gigi paling efektif adalah dengan scaling gigi

6 Penyebab Gigi Goyang Pada Orang Dewasa

Gigi goyang pada orang dewasa bisa menandakan adanya masalah kesehatan pada gusi atau gigi. Gigi goyang bisa diakibatkan oleh berbagai hal, seperti penyakit gusi ataupun diabetes.Ketahui berbagai penyebabnya.
17 Jan 2020|Anita Djie
Baca selengkapnya
Gigi goyang bisa disebabkan oleh penyakit gusi

Obat Gusi Bengkak, dari Obat Apotek Sampai Bahan Alami

Obat gusi bengkak di apotik paling ampuh cenderung berbeda-beda tergantung penyebab dan kondisi kesehatan Anda. Untuk mengatasi rasa nyeri yang ditimbulkan, ada beberapa rekomendasi obat untuk gusi bengkak dari dokter dan bahan alami yang bisa dicobaBaca selengkapnya
ada beberapa rekomendasi obat gusi bengkak di apotik yang ampuh