Kulit & Kelamin

Eritema Multiformis

Diterbitkan: 30 Dec 2020 | Dedi IrawanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Eritema Multiformis
Eritema multiformis ditandai dengan ruam berbentuk bull's eye
Eritema multiformis adalah reaksi hipersensitivitas kulit terhadap infeksi atau obat-obatan. Penyakit ini terkadang sembuh sendiri, tapi bisa juga kambuh.Pada kasus yang ringan, eritema multiformis dapat sembuh dan tidak memerlukan pengobatan khusus.Eritema multiformis bisa memicu gejala berupa perubahan warna kulit, bentol-bentol, dan lesi. Penyakit kulit ini biasanya menyerang orang dewasa berusia 20-40 tahun, namun jarang terjadi pada anak-anak.Sementara itu, kaum pria cenderung lebih sering terkena eritema multiformis daripada wanita. Tapi penyebab di balik perbedaan ini belum diketahui.Eritema multiformis tidak menular dan bisa dikelompokkan berdasarkan tingkat keparahannya, yakni eritema multiformis minor dan mayor.Eritema multiformis minor biasanya akan hilang dalam beberapa minggu. Sedangkan eritema multiformis mayor akan menyebabkan gejala yang lebih berat, menyebar ke mulut, mata serta area kelamin, dan dapat mengancam nyawa. 
Eritema Multiformis
Dokter spesialis Kulit
GejalaRuam bull’s eye, demam, sakit kepala
Faktor risikoUsia 20-40 tahun, berjenis kelamin pria, keturunan
Metode diagnosisPemeriksaan ruam, biopsi kulit
PengobatanMengobati penyebabnya
KomplikasiSepsis, selulitis, bekas luka
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala eritema multiformis
Pada kebanyakan penderita, gejala eritema multiformis hanya berupa ruam. Ruam ini akan muncul tiba-tiba dan berkembang selama beberapa hari.Ruam akan timbul dari tangan atau kaki. Ruam kulit lalu menyebar ke anggota gerak atas maupun bawah (terutama lutut dan siku), tubuh bagian atas, wajah, dan leher.

Ciri khas ruam eritema multiformis

Ruam eritema multiformis memiliki bentuk khas sebagai berikut:
  • Berawal dari bintik-bintik merah kecil berukuran beberapa sentimeter.
  • Berbentuk seperti target atau bull’s eye. Bagian tengah ruam berwarna merah gelap dan bisa melepuh atau menjadi koreng, dan dikelilingi lingkaran merah muda dengan tepi paling luar berwarna lebih gelap.
  • Terasa sedikit gatal atau tidak nyaman.
  • Memudar setelah 2-4 minggu.

Gejala eritema multiformis minor

  • Ruam gatal atau seperti terbakar
  • Meriang
  • Otot yang lemah

Gejala eritema multiformis

  • Ruam merah berukuran lebih besar dan menyakitkan
  • Demamdengan suhu 38° C atau lebih
  • Sakit kepala
  • Merasa tidak enak badan (malaise)
  • Luka dalam mulut, sehingga penderita sulit makan dan minum
  • Bibir bengkak dan kering berkerak, sehingga penderita susah bicara
  • Luka di alat kelamin yang terasa sakit saat buang air kecil
  • Mata memerah dan sakit
  • Lebih sensitif terhadap cahaya
  • Pandangan kabur
  • Nyeri sendi
Saat ini, eritema multiformis jenis mayor juga dianggap sebagai bentuk yang sama dari Steven Johnson syndrome. 
Hingga kini, penyebab eritema multiformis belum diketahui secara pasti. Kebanyakan kasusnya disebabkan oleh reaksi infeksi akibat virus herpes simpleks.Dokter juga menduga bahwa eritema multiformis bisa terjadi karena infeksi yang menyebabkan sistem imun menyerang sel-sel sehat di kulit.Di samping itu, obat-obatan tertentu dapat pula menyebabkan eritema multiformis. Beberapa di antaranya meliputi:
Meski jarang, pemberian vaksin hepatitis B atau DpAT juga mungkin memicu munculnya eritema multiformis. 

Faktor risiko eritema multiformis

Terdapat sederet faktor yang dikatakan dapat meningkatkan kemungkinan seseorang untuk mengalami eritema multiformis. Faktor-faktor risiko ini antara lain:
  • Usia

Eritema multiformis lebih sering menyerang orang berusia 20 hingga 40 tahun.
  • Jenis kelamin

Kaum pria memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami eritema multiformis daripada wanita.
  • Faktor keturunan

Jika seseorang memiliki keluarga kandung yang mengidap eritema multiformis, risikonya untuk terkena penyakit yang sama juga akan meningkat. 
Diagnosis eritema multiformis dapat dipastikan dengan cara-cara di bawah ini:
  • Tanya jawab

Dokter akan menanyakan gejala dan faktor risiko pasien.
  • Pemeriksaan fisik

Dokter akan memeriksa dan mengamati ukuran, bentuk, warna, serta penyebaran ruam atau lesi pada kulit pasien.
  • Biopsi kulit

Biopsi kulit dilakukan dengan mengambil sampel jaringan dari ruam pada kulit pasien. Sampel ini lalu diperiksa di laboratorium untuk memastikan diagnosis eritema multiformis sekaligus menyingkirkan kemungkinan penyakit kulit lain.
  • Tes darah

Tes darah juga dapat dianjurkan guna mendeteksi ada tidaknya infeksi yang menjadi dalang dari eritema multiformis. Misanya, virus herpes simplex dan mycoplasma pneumoniaTes deteksi herpes simplex virus dilakukan karena 90 persen dari kasus eritema multiformis berhubungan dengan infeksi virus ini. Sementara mycoplasma pneumonia merupakan infeksi bakteri pada paru-paru, yang menjadi pemicu kedua eritema multiformis. 
Pengobatan eritema multiformis bertujuan mengatasi penyebabnya, meringankan gejala, dan mencegah infeksi kulit.Dokter dapat merekomendasikan beberapa langkah di bawah ini sebagai cara mengobati eritema multiformis:
  • Berhenti mengonsumsi obat yang dapat memicu gejala
  • Menggunakan antihistamin dan krim pelembap untuk mengurangi gatal pada ruam
  • Mengoleskan krim kortikosteroid guna meredakan kemerahan dan pembengkakan
  • Mengonsumsi obat pereda sakit
  • Mengonsumsi obat antivirus jika penyebabnya adalah infeksi virus
  • Memakai obat kumur yang mengandung anestesi untuk meredakan rasa tidak nyaman jika ada luka dalam mulut
Untuk kasus eritema multiformis yang lebih serius, perawatan dapat dilakukan di rumah sakit. Selama pasien menjalani rawat inap, dokter akan:
  • Memberikan obat pereda sakit dengan dosis lebih kuat
  • Membalut luka untuk mencegah infeksi
  • Memberikan makanan lunak atau cair jika luka dalam mulut tergolong berat
  • Memberikan obat kortikosteroid guna menghentikan peradangan
  • Memberikan antibiotik bila terdapat infeksi bakteri
  • Memberikan obat tetes mata atau salep mata jika mata pasien mengalami gangguan
 

Komplikasi eritema multiformis

Komplikasi eritema multiformis mungkin terjadi ketika kasusnya tergolong parah. Komplikasi yang mungkin muncul meliputi:
  • Sepsis, yakni menyebarnya infeksi hingga ke dalam aliran darah dan memicu beragam kerusakan organ
  • Selulitis, yakni radang kulit akibat infeksi bakteri
  • Kerusakan kulit permanen dan bekas luka
  • Kerusakan mata yang permanen
  • Peradangan pada organ dalam, seperti paru-paru dan hati
 
Cara mencegah eritema multiformis secara spesifik belum tersedia. Pasalnya, penyebab penyakit ini juga tidak diketahui dengan pasti.Meski begitu, Anda bisa mencegah kemunculan gejala dengan menghindari penyebab eritema multiformis.Sebagai contoh, dokter akan menganjurkan Anda untuk berhenti menggunakan obat apabila pemicu ruam adalah obat. Sementara untuk eritema multiformis akibat infeksi, Anda perlu menjauhi infeksi tersebut agar tidak mengalami kekambuhan. 
Segera periksakan diri dokter jika Anda atau anak mengalami gejala yang mengarah pada eritema multiformis.Apabila mencurigai Anda mengalami eritema multiformis mayor, dokter akan merujuk Anda ke rumah sakit. Pasalnya, kondisi ini bisa berakibat fatal. 
Sebelum melakukan kunjungan ke dokter, persiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buatlah daftar seputar gejala yang muncul.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang dialami oleh pasien. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang dikonsumsi oleh pasien.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan kepada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberi dukungan moral maupun membantu mengingat informasi yang disampaikan dokter.
 
Dokter kemungkinan akan mengajukan pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali muncul?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait eritema multiformis?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis eritema multiformis agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Dermnet NZ. https://www.dermnetnz.org/topics/erythema-multiforme
Diakses pada 26 November 2018
Emedicine. https://emedicine.medscape.com/article/1122915-overview
Diakses pada 26 November 2018
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/erythema-multiforme/
Diakses pada 26 November 2018
Healthline. https://www.healthline.com/health/erythema-multiforme
Diakses pada 26 November 2018
Healthline. https://www.healthline.com/symptom/skin-lesion
Diakses pada 30 Desember 2020
American Academy of Family Physicians. https://www.aafp.org/afp/2006/1201/p1883.html
Diakses pada 30 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email