Epiglotitis

Ditinjau dr. Indra Wijaya
Epiglotitis disebabkan infeksi bakteri atau virus yang membuat peradangan pada epiglotis
Radang dan pembengkakan pada bagian belakang tenggorokan atau epiglotis.

Pengertian Epiglotitis

Epiglotitis adalah peradangan dan pembengkakan yang disebabkan oleh infeksi atau cedera tenggorokan. Epiglotis merupakan jaringan di bawah lidah pada bagian belakang tenggorokan, yang berfungsi menutup batang tenggorokan (trakea) saat makan. Sehingga, makanan tidak masuk ke saluran napas.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Gejala epiglotitis dapat memburuk dengan cepat. Gejala tersebut termasuk:

  • Sakit tenggorokan
  • Kesulitan bernapas, yang mungkin membaik saat mencondongkan badan ke depan
  • Napas terdengar abnormal dan bernada tinggi (stridor)
  • Demam 38°C atau lebih
  • Mudah marah dan gelisah
  • Suara teredam atau serak
  • Meneteskan air liur berlebih

Gejala utama epiglotitis pada anak-anak adalah kesulitan bernapas, stridor, dan suara serak, sedangkan pada remaja dan orang dewasa, gejala dapat berupa kesulitan menelan dan meneteskan air liur berlebih.

Penyebab

Penyebab epiglotitis adalah infeksi bakteri, jamur atau virus. Penyebab infeksi yang umum adalah Haemophilus influenzae, Streptococcus pneumoniae, dan bakteri atau virus pernapasan lainnya.

Epiglotitis juga dapat terjadi setelah meminum cairan panas, mengonsumsi makanan padat yang sangat panas, atau menggunakan obat-obatan terlarang.

Diagnosis

Dokter atau tim medis akan memantau pernapasan dan oksigen darah. Jika kadar oksigen turun terlalu rendah, diperlukan bantuan pernapasan.

Tes yang akan dokter lakukan di antaranya adalah:

  • Pemeriksaan tenggorokan
    Dokter akan menggunakan tabung serat optik yang fleksibel untuk melihat tenggorokan dan mengidentifikasi penyebab dasar. Anestesi lokal dapat dilakukan bila diperlukan.
  • Foto dada atau leher
    Foto dada maupun leher dapat mengidentifikasi epiglotis yang membesar.
  • Kultur tenggorokan dan tes darah
    Pengambilan jaringan untuk diperiksa lebih lanjut di laboratorium atau tes darah, dapat dilakukan.

Pengobatan

Tujuan penanganan epiglotitis adalah untuk memastikan napas bisa berlangsung normal dan mengobati infeksi yang teridentifikasi.

Penanganan untuk memastikan seseorang dapat bernapas, dilakukan dengan cara:

  • Mengenakan masker yang akan memberikan oksigen ke paru-paru
  • Mengenakan tabung pernapasan yang ditempatkan pada hidung atau mulut, dan tenggorokan (intubasi)
  • Memasukkan jarum ke trakea (jarum krikotiroidotomi). Dokter mungkin akan membuat jalan napas darurat dengan memasukkan jarum langsung ke daerah tulang rawan pada trakea. Prosedur ini memungkinkan udara masuk ke paru-paru melalui laring. 

Pengobatan untuk mengobati infeksi antara lain menggunakan:

  • Antibiotik spektrum luas:
    Dokter akan segera meresepkan antibiotik sebelum menerima hasil darah dan kultur jaringan. Sebab, infeksi membutuhkan perawatan sesegera mungkin.
  • Antibiotik spesifik:
    Dokter akan memberikan resep berdasarkan bakteri penyebab penyakit.

Pencegahan

Imunisasi dengan vaksin Hib adalah cara efektif untuk mencegah epiglotitis, yang disebabkan oleh Hib. Pencegahan lain yang dapat dilakukan, di antaranya adalah:

  • Tidak berbagi barang pribadi
  • Mencuci tangan secara rutin
  • Menggunakan pembersih tangan berbahan dasar alkohol, jika tidak tersedia sabun dan air

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Segera cari bantuan darurat atau pergi ke Unit Gawat Darurat rumah sakit terdekat. Usahakan agar penderita tetap tenang dan dalam posisi lurus. Sebab, posisi ini dapat memudahkannya bernapas.

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Epiglotitis adalah keadaan darurat, oleh karena itu segera cari bantuan medis.

 

Referensi

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/epiglottitis/symptoms-causes/syc-20372227
diakses pada 23 Oktober 2018.

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/epiglottitis/
diakses pada 23 Oktober 2018.

Web MD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/epiglottitis-infection-inflammation#1
diakses pada 23 Oktober 2018. 

Back to Top