Penyakit Manusia Pohon (Epidermodysplasia verruciformis) merupakan penyakit langka yang menyebabkan penderitanya memiliki banyak kutil di tubuhnya
Penyakit Manusia Pohon (Epidermodysplasia verruciformis) merupakan penyakit langka yang menyebabkan penderitanya memiliki banyak kutil di tubuhnya

Epidermodysplasia verruciformis (EV) atau penyakit Manusia Pohon adalah penyakit kulit yang langka.

Mutasi gen pada penderita Epidermodysplasia verruciformis menyebabkan penderitanya mudah sekali terinfeksi virus Human Papilloma (HPV) yang kemudian menyebabkan timbulnya kutil-kutil di tubuhnya.

Uniknya, penderita Epidermodysplasia verruciformis hanya rentan terhadap infeksi virus HPV, namun mempunyai sistem imun yang normal terhadap infeksi virus lainnya. Mengapa hal ini bisa terjadi sampai sekarang belum diketahui pasti.

Terdapat 30 jenis virus HPV penyebab Epidermodysplasia verruciformis. Kebanyakan jenis virus HPV berbeda dengan virus HPV yang menyebabkan kutil kelamin atau kanker serviks.

Gejala dapat mulai muncul kapan saja, termasuk saat bayi. Pada kebanyakan kasus, gejala muncul pada saat anak-anak yaitu usia 5-11 tahun. Sebagian kasus lainnya, gejala mulai muncul saat usia pubertas.

Terdapat dua macam gambaran klinis Epidermodysplasia verruciformis, yaitu :

  • Papul (tonjolan kecil) atau plak (seperti papul, namun ukurannya lebih besar) yang berwarna putih, merah jambu, merah kecoklatan, atau keunguan dengan tepi lesi yang tidak rata dengan puncak datar dan bersisik
  • Lesi kulit menyerupai kutil kecoklatan

Jumlah kutil pada penderita Epidermodysplasia verruciformis bisa hanya sedikit dan terjadi di satu tempat saja atau bisa berjumlah banyak sampai lebih dari 100 buah di sekujur tubuh.

Kutil paling sering tumbuh di kulit yang sering terpapar sinar matahari seperti tangan, kaki, wajah, dan cuping telinga.

Lesi kulit berupa papul dan plak sering terdapat di area batang tubuh seperti dada, punggung belakang dan perut, leher, lengan, dan tungkai.

Penyebab Epidermodysplasia verruciformis dibagi menjadi dua, yaitu karena faktor genetik dan sistem imun yang rendah.

1. Faktor keturunan

Seperti dijelaskan sebelumnya, penyakit kulit ini dapat diturunkan secara genetik. Penderitanya mendapat gen Epidermodysplasia verruciformis masing-masing dari kedua orangtuanya.

Diperkirakan 10% kasus Epidermodysplasia verruciformis yang diturunkan secara genetik berhubungan dengan perkawinan sedarah atau sesama kerabat.

2. Sistem imun yang rendah

Sistem kekebalan tubuh yang rendah menyebabkan seseorang rentan terinfeksi virus HPV sehingga menderita Epidermodysplasia verruciformis.

Faktor risiko paling besar seseorang terinfeksi virus HPV yaitu pada penderita HIV/AIDS, penerima transplantasi organ, dan penderita limfoma.

Diagnosis Epidermodysplasia verruciformis biasanya langsung dapat ditegakkan dokter secara klinis tanpa pemeriksaan penunjang.

Dokter biasanya mencurigai diagnosis Epidermodysplasia verruciformis bila seseorang mengalami banyak kutil di tubuhnya yang tidak mempan dengan pengobatan pada umumnya.

Bila masih meragukan, dokter akan menganjurkan pemeriksaan penunjang berupa biopsi pada lesi kulit.

Dokter juga mungkin akan menganjurkan pemeriksaan PCR (Polymerase Chain Reaction) untuk mendeteksi jenis virus HPV yang menyebabkan lesi kulit pada penderita.

Sayangnya, Epidermodysplasia verruciformis adalah penyakit seumur hidup yang tidak dapat disembuhkan. Walaupun lesi kulit dapat dihilangkan, lesi kulit yang baru akan terus muncul selama hidup penderitanya.

Tatalaksana yang dapat dilakukan untuk penderita Epidermodysplasia verruciformis adalah kombinasi obat-obatan dengan prosedur pembedahan serta konseling pada pasien untuk mengatasi masalah psikis.

Prosedur yang dapat dilakukan dokter untuk mengurangi lesi kulit adalah dengan cryotherapy, pembedahan dengan listrik (electrosurgery), dan tindakan ablasi (menghilangkan jaringan tubuh) dengan laser.

Selain dengan prosedur, lesi kulit juga dapat dikurangi dengan obat-obatan seperti retinoid yang dikonsumsi atau retinoid pemakaian luar, Fluorouracil, dan imiquimod.

Tindakan dengan pisau bedah dilakukan bila Epidermodysplasia verruciformis telah berkomplikasi menjadi kanker kulit ganas.

Karena penyebab utama Epidermodysplasia verruciformis adalah karena faktor keturunan, maka sebagian besar kasus penyakit ini tidak dapat dicegah.

Bila Anda mengetahui ada keluarga yang menderitanya, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter agar dokter dapat melakukan pemeriksaan genetik dan menentukan langkah selanjutnya. Ini penting terutama untuk Anda yang akan menikah.

Bagi penderita Epidermodysplasia verruciformis, tindakan pencegahan yang paling penting dilakukan penderita adalah mengurangi dan menghindari paparan sinar matahari langsung.

Tindakan pencegahan ini penting karena penderita Epidermodysplasia verruciformis yang sering terkena paparan sinar matahari beresiko tinggi mengalami kanker kulit.

Bila Anda menyadari ada kutil atau lesi kulit yang tidak biasa muncul. Walaupun terlihat ringan, sebaiknya tetap konsultasikan ke dokter spesialis kulit.

Saat gejala pertama kali dirasakan, Anda mungkin akan mendatangi dokter umum dulu. Jika dokter mencurigai kondisi yang Anda alami adalah Epidermodysplasia verruciformis, dokter akan merujuk Anda ke dokter spesialis kulit.

Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:

  • Buat daftar seputar gejala kulit yang Anda alami
  • Catat pengobatan yang sudah Anda coba lakukan untuk menghilangkan lesi kulit
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.

Saat pemeriksaan, dokter mungkin akan mengajukan beberapa pertanyaan berikut ini:

  • Apa dan bagaimana bentuk lesi kulit yang Anda alami?
  • Sejak kapan lesi kulit mulai muncul?
  • Apakah selama ini sudah melakukan pengobatan dan apakah pengobatan tersebut mempan untuk mengurangi lesi kulit?

Selain itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik pada lesi kulit dan Anda mungkin diminta untuk membuka pakaian bila lesi kulit tersebut berada di tempat tertutup.

Healthline. https://www.healthline.com/health/epidermodysplasia-verruciformis#diagnosis
Diakses 7 Juni 2019

DermNet NZ.https://www.dermnetnz.org/topics/epidermodysplasia-verruciformis/
Diakses 7 Juni 2019

Orphanet.https://www.orpha.net/consor/cgi-bin/OC_Exp.php?lng=en&Expert=302
Diakses 7 Juni 2019

Artikel Terkait