Infeksi

Enteritis

11 Aug 2021 | Dedi IrawanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Enteritis
Enteritis sering disertai inflamasi lambung atau usus besar
Enteritis adalah peradangan pada usus halus. Kondisi ini sering tidak muncul sendiri, tapi disertai dengan inflamasi pada lambung (gastroenteritis) atau usus besar (enterokolitis).Jika disebabkan oleh virus, penyakit ini bisa sembuh dengan sendirinya dan tidak butuh perawatan medis. Proses penyembuhan biasanya memakan waktu beberapa hari. Hanya saja, jika gejalanya muncul selama lebih dari 3 atau 4 hari, penyebabnya kemungkinan adalah bakteri.Jika seseorang terkena enteritis radiasi, proses pemulihan akan memakan waktu berbulan-bulan. Pasien kemungkinan akan sembuh total setelah 6 hingga 18 bulan setelah melakukan terapi radiasi. 

Jenis-jenis enteritis

Berdasarkan penyebabnya, jenis enteritis dibagi menjadi beberapa jenis. Namun tipe yang paling umum meliputi:
  • Enteritis akibat infeksi

Jenis infeksi usus halus yang paling umum adalah enteritis karena bakteri. Kondisi ini biasa terjadi karena seseorang mengalami keracunan dari makanan atau air yang terkontaminasi bakteri.
  • Enteritis akibat radiasi

Seseorang bisa menderita kondisi ini jika menjalani terapi radiasi. Terapi ini berguna untuk membunuh sel kanker, tapi juga bisa membunuh sel-sel sehat di sekitarnya, lalu memicu peradangan. 
Enteritis
Dokter spesialis Penyakit Dalam
GejalaMuntah-muntah, diare, tidak nafsu makan
Faktor risikoAda anggota keluarga yang baru mengalami flu perut, baru melakukan perjalanan, paparan air yang tak bersih
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, tes darah, kultur feses
PengobatanObat-obatan, operasi, menjaga hidrasi tubuh
ObatAntibiotik
KomplikasiHaus berlebih, kelemahan, kelelahan
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala enteritis selama lebih dari 3-4 hari, demam tinggi, tinja berdarah
Gejala enteritis umumnya meliputi:
Jika diare akibat enteritis tergolong berat, tubuh dapat kehilangan banyak cairan. Hilangnya cairan ini kemudian menyebabkan komplikasi berupa dehidrasi. 
Penyebab enteritis yang paling sering adalah infeksi bakteri, terutama karena keracunan makanan. Infeksi terjadi setelah Anda mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi oleh bakteri akibat faktor-faktor di bawah ini:
  • Kebersihan yang tidak terjaga
  • Proses penyiapan makanan yang tidak bersih
  • Kontaminasi dalam pemrosesan daging
  • Kontaminasi pada air
Jenis bakteri berikut yang paling umum menjadi penyebab enteritis bakterial meiputi:
Selain infeksi bakteri, peradangan usus halus juga dapat disebabkan oleh hal-hal berikut:
  • Infeksi virus
  • Terapi radiasi
  • Obat-obatan, misalnya obat antiinflamasi nonsteroid atau OAINS (contohnya, ibuprofen atau naproxen)
  • Pengaruh alkohol
  • Aliran darah ke usus halus yang terganggu
  • Penyakit peradangan kronis, seperti inflammatory bowel disease (IBD)
  • Penyakit autoimun seperti Chrone disease
  • Penyakit celiac
 
Diagnosis enteritis dipastikan melalui tanya jawab, pemeriksaan fisik, dan juga pemeriksaan penunjang. Berikut penjelaannya:
  • Tanya jawab

Dokter akan mengajukan pertanyaan mengenai gejala serta riwayat penyakit pasien, faktor risiko, atau faktor-faktor yang mungkin menyebabkan enteritis.
  • Pemeriksaan fisik

Pada umumnya, gejala enteritis yang ditemukan dalam pemeriksaan fisik meliputi nyeri perut saat perut ditekan. Melalui pemeriksaan fisik, dokter juga akan mengawasi tanda-tanda vital Anda dan ada tidaknya gejala dehidrasi.
  • Tes darah dan kultur feses

Jika bakteri dicurigai sebagai penyebabnya, tes darah dan kultur feses bisa dilakukan. Langkah ini bertujuan memastikan bakteri penyebabnya agar pengobatan yang diberikan tepat sasaran.
  • Kolonoskopi

Kolonoskopi berfungsi melihat struktur usus halus secara langsung. Bila diperlukan, dokter juga akan mengambil sedikit jaringan untuk diperiksa lebih lanjut di laboratorium.
  • CT scan dan MRI

Jika gejala enteritis terus berlangsung, dokter akan mempertimbangkan CT scan dan MRI. Melalui kedua pemeriksaan ini, dokter bisa melihat ada tidaknya penebalan, penyempitan, sumbatan pada usus. 
Cara mengobati enteritis ringan biasanya tidak diperlukan. Pasalnya, kondisi ini dapat pulih dengan sendirinya dalam beberapa hari. Obat-obatan khusus juga tidak dibutuhkan, termasuk obat antidiare.Sementara do[erlukan, perawatan untuk penderita penyakit ini bisa dilakukan dengan beberapa cara berikut:
  • Menjaga hidrasi tubuh

Jika enteritis menyebabkan muntah atau diare, Anda harus memastikan bahwa cairan yang masuk seimbang dengan cairan yang dikeluarkan. Dengan ini, dehidrasi tidak akan terjadi.Bila pasien masih bisa minum, larutan oralit perlu dikonsumsi tiap kali ia muntah atau diare. Oralit akan menggantikan cairan dan elektrolit yang keluar dari tubuh.Tetapi bila pasien tidak bisa minum dengan jumlah cukup, terapi cairan melalui infus, obat-obatan, dan perawatan di rumah sakit mungkin diperlukan.
  • Antibiotik

Pada enteritis yang disebabkan oleh infeksi bakteri, dokter biasanya akan meresepkan antibiotik. Obat ini harus dihabiskan sesuai dengan anjuran dokter guna mencegah kondisi resistansi terhadap antibiotik.
  • Menghentikan terapi radiasi

Untuk enteritis akibat radiasi, penanganannya bergantung pada tingkat keparahan gejala. Jenis terapi radiasi atau radioterapi mungkin perlu diganti atau dihentikan apabila ada efek samping enteritis.
  • Operasi

Pada kasus enteritis yang menyebabkan kerusakan usus halus, operasi untuk mengangkat bagian yang rusak juga dapat dilakukan. 

Komplikasi enteritis

Jika tidak ditangani dengan benar, enteritis bisa menyebabkan komplikasi berupa dehidrasi. Kondisi kekurangan cairan ini sangat rentan terjadi pada bayi dan anak kecil.Dehidrasi merupakan kondisi yang serius sehingga harus diperhatikan dengan seksama. Segeralah minta bantuan medis jika seseorang mengalami dehidrasi karena muntah, berkeringat berlebihan, atau diare. 
Enteritis akibat infeksi bakteri dapat dicegah dengan menjaga kebersihan dan keamanan dalam menyiapkan makanan. Apa sajakah yang bisa Anda lakukan?

Mengaja kebersihan

  • Cuci tangan sebelum dan sesudah menyiapkan makanan
  • Cuci tangan sebelum makan
  • Cuci tangan setelah ke kamar mandi
  • Cuci tangan menggunakan air bersih yang mengalir dan sabun. Bila tidak tersedia, Anda bisa memakai hand sanitizer
  • Tidak meminum air mentah, jadi masak air hingga mendidih terlebih dulu
  • Jika meminum air dalam kemasan, pastikan segelnya masih utuh
  • Ketika hendak mengonsumsi buah, pilihlah buah yang bisa dikupas

Peralatan makan, memasak, dan meja dapur

  • Pisahkan peralatan yang digunakan untuk menyiapkan bahan-bahan mentah, terutama daging.
  • Cuci peralatan masak hingga benar-benar bersih.
  • Bersihkan meja dapur secara rutin.

Saat memasak

Jika memungkinkan, gunakan termometer makanan untuk mengukur suhunya. Dengan ini, Anda bisa mengetahui apakah makanan sudah matang secara merata atau belum. Berikut panduan suhu kematangan makanan:
  • Daging ayam, bebek: 74°
  • Daging cincang: 71°
  • Daging sapi, kambing, babi: 63°

Saat menyimpan makanan

  • Ketika menyimpan makanan di kulkas, taruh makanan dalam wadah yang terpisah-pisah. Misalnya, memisahkan daging dari sayuran.
  • Simpan semua makanan sisa di dalam lemari es, dalam wadah yang tertutup rapat
  • Suhu lemari es yang ideal adalah minimal 4°
  • Suhu lemari pembeku (freezer) ideal adalah minimal -17°
 
Periksakan diri Anda ke dokter jika mengalami gejala-gejala enteritis disertai dengan keluhan berikut:
  • Gejala terus berlansung hingga lebih dari 3-4 hari
  • Demam tinggi (38°C atau lebih)
  • Tinja bercampur darah
Segera cari pertolongan medis jika Anda menjumpai gejala-gejala dehidrasi yang meliputi:
  • Mata tampak cekung.
  • Haus terus-menerus.
  • Kulit dan mulut terasa kering.
  • Sakit kepala.
  • Badan terasa dingin.
  • Frekuensi berkemih menurun. Khusus pada bayi, frekuensi buang air kecil dikatakan berkurang jika popok tetap kering dalam enam jam.
  • Air seni berwarna kuning gelap dan pekat.
  • Badan terasa lemah.
  • Pada bayi, ubun-ubun menjadi cekung.
  • Bayi atau anak-anak tampak lunglai, tidur terus, dan sulit dibangunkan.
Apabila tidak segera diatasi, dehidrasi dapat mengakibatkan syok, yaitu kegagalan sirkulasi darah ke seluruh tubuh. Kondisi syok sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kerusakan ginjal, jantung, hati, bahkan kematian. 
Sebelum melakukan kunjungan ke dokter, persiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buatlah daftar seputar gejala yang muncul.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang dialami oleh pasien. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang dikonsumsi oleh pasien.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan kepada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberi dukungan moral maupun membantu mengingat informasi yang disampaikan dokter.
 
Dokter mungkin akan menanyakan pertanyaan-pertanyaan berikut:
  • Gejala apa saja yang dialami?
  • Sejak kapan gejala muncul?
  • Apakah gejala dirasakan terus-menerus atau hilang dan timbul?
  • Apakah ada orang lain yang mengalami gejala yang sama?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat tertentu?
  • Apakah Anda sedang menjalani terapi radiasi?
  • Apakah Anda baru saja pulang dari melancong?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis enteritis agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Healthline. https://www.healthline.com/health/enteritis#see-a-doctor
Diakses pada 11 Agustus 2021
WebMD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/dehydration-adults#1
Diakses pada 11 Agustus 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/viral-gastroenteritis/diagnosis-treatment/drc-20378852
Diakses pada 11 Agustus 2021
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/001149.htm
Diakses pada 11 Agustus 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email