Penyakit Lainnya

Ensefalopati Hepatik

11 Aug 2021 | Dedi IrawanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Ensefalopati Hepatik
Ensefalopati hepatik disebabkan oleh penumpukan zat beracun akibat karena hati tidak berfungsi normal
Ensefalopati hepatik adalah kondisi yang terjadi ketika hati tidak mampu lagi membuang zat-zat racun dari dalam tubuh. Akibatnya, muncul penumpukan zat racun dalam otak, yang kemudian menyebabkan gangguan fungsi otak.Hati merupakan salah satu organ penting bagi tubuh. Organ ini berfungsi membuang zat beracun dari dalam darah. Ensefalopati jenis ini dapat memburuk secara perlahan-lahan maupun cepat. Kondisi ini mempengaruhi banyak hal, seperti perilaku, perasaan, cara berbicara, pola tidur, dan koordinasi gerakan penderita.Kemungkinan terburuk dari ensefalopati hepatik adalah koma. Namun kemungkinan ini dapat dicegah bila penderita memperoleh pengobatan sejak dini. 
Ensefalopati Hepatik
Dokter spesialis Penyakit Dalam, Saraf
GejalaGangguan bicara, gangguan tidur, dan sulit berkonsentrasi
Metode diagnosisTanya jawab, pemeriksaan fisik, tes darah
PengobatanObat-obatan, perubahan gaya hidup
ObatNeomisin, rifamisin
KomplikasiTidak sadarkan diri, koma 
Kapan harus ke dokter?Mengalami gangguan kesadaran dan mental
Gejala ensefalopati hepatik tergantung pada stadium atau derajatnya. Mari simak penjelasannya di bawah ini:
  • Gejala derajat 1 (ringan)

Pada derajat 1, penderita mungkin mengalami gangguan bicara, gangguan tidur, dan sulit berkonsentrasi.
  • Gejala derajat 2 (sedang)

Pada derajat 2, penderita sering kelelahan, mengalami perubahan kepribadian (misalnya, melakukan sesuatu yang aneh dan tidak biasa), kebingungan, dan melupakan sesuatu.
  • Gejala derajat 3 (berat)

Pada derajat 3, penderita biasanya akan merasa bingung atau linglung, dan berbicara melantur. Penderita juga mungkin saja tidak sadarkan diri, namun masih bisa dibangunkan.
  • Gejala derajat 4 (koma)

Pada fase ini, penderita mungkin mengalami penurunan kesadaran dan sulit dibangunkan atau mengalami koma. 
Penyebab ensefalopati hepatik adalah kerusakan hati yang berlangsung lama (kronis). Kerusakan ini bisa disebabkan oleh:
  • Penyakit hepatitis kronis
  • Sindrom Reye (kondisi yang jarang terjadi akibat pembengkakakn di hati dan otak)
  • Sirosis hati
  • Pemasangan shunt pada hati
  • Infeksi pada hati
  • Susah buang air besar dalam waktu lama
  • Tidak mendapat asupan cairan yang cukup
  • Perdarahan yang terjadi di usus, lambung, atau kerongkongan
  • Obat-obatan tertentu, seperti obat tidur, pereda nyeri, atau diuretik
  • Masalah ginjal
  • Sering mengonsumsi alkohol dalam jumlah berlebihan
 
Untuk memastikan diagnosis ensefalopati hepatik, dokter bisa melakukan beberapa metode pemeriksaan di bawah ini:
  • Tanya jawab dan pemeriksaan fisik

Dokter akan memulai pemeriksaan dengan mengajukan beberapa pertanyaan seputar gejala yang Anda alami. Dokter kemudian melakukan pemeriksaan fisik untuk mencari ada tidaknya indikasi gangguan fungsi otak.
  • Tes darah

Dokter juga bisa menganjurkan pemeriksaan penunjang berupa tes darah. Langkah ini bertujuan mengukur kadar amonia dalam darah sekaligus memastikan diagnosis ensefalopati hepatik. 
  • Pemeriksaan saraf dan mental

Pada ensefalopati derajat 1, pemeriksaan yang mungkin dokter anjurkan adalah pemeriksaan saraf dan mental. Pasalnya, gejalanya sulit dikenali. 
Pengobatan ensefalopati hepatik dapat berbeda antara satu penderita dengan penderita lainnya. Perbedaan ini tergantung pada penyebab, tingkat keparahan gejala, dan usia pasien.

Obat-obatan

Dokter mungkin menganjurkan dua jenis obat di bawah ini untuk mengurangi kadar zat beracun dalam tubuh pengidap:
  • Laktulosa

Obat ini mengandung gula yang dapat memperlancar buang air besar. Dengan pemberian laktulosa, zat beracun diharapkan dapat dibuang keluar tubuh.
  • Antibiotik

Neomisin dan rifamisin merupakan contoh obat antibiotik yang bisa diresepkan oleh dokter. Antibiotik akan membunuh bakteri penghasil zat beracun dalam tubuh penderita.

Perubahan gaya hidup

Untuk memperbaiki gejala-gejala yang dialami popeh penderita, dokter juga dapat menganjurkan perubahan pola hidup berikut:
  • Mengubah pola makan

Anda akan diminta untuk mengurangi konsumsi daging. Pasalnya, daging mengandung kadar amonia yang tinggi.Anda masih bisa mendapatkan sumber energi dari bahan pangan lain seperti sayur-sayuran dan produk hewani lain (misalnya, telur maupun susu).
  • Berhenti mengonsumsi minuman beralkohol

Konsumsi minuman beralkohol dalam waktu lama (bahkan dengan dosis kecil pun) dapat mengakibatkan kerusakan pada hati. Oleh sebab itu, kebiasaan ini harus Anda hentikan.
  • Berhenti mengonsumsi obat-obatan tertentu

Jenis obat-obatan yang tidak boleh dikonsumsi lagi oleh penderita meliputi obat golongan sedatif atau narkotika. kedua obat ini dapat menyebabkan kerusakan hati.
  • Mengatasi sembelit atau konstipasi

Anda butuh membuang zat beracun secara rutin dari tubuh. Salah satunya dengan buang air besar yang teratur.Untuk itu, perbanyaklah konsumsi serat seperti sayur dan buah serta kurangi makan daging-dagingan. Langkah ini bertujuan memperlancar buang air besar Anda. 

Komplikasi ensefalopati hepatik

Jika pengobatan dilakukan dengan baik, ensefalopati jenis ini hanya akan memasuki derajat 1 dan 2. Namun bila tidak ditangani dengan benar, kondisi ini dapat berkembang hingga ke fase 3 dan 4. Kekambuhan juga bisa terjadi. 
Cara mencegah ensefalopati hepatik dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut:
  • Jangan mengonsumsi alkohol
  • Tidak menggunakan obat-obatan terlarang
  • Tidak memakai jarum suntik bersama dengan orang lain agar terhindar dari gangguan hati, terutama penularan infeksi
  • Berolahraga secara rutin agar tidak kegemukan
  • Menerapkan pola makan yang sehat dan seimbang
 
Segera berkonsultasi dengan dokter bila Anda atau orang di sekitar Anda mengalami gangguan kesadaran dan mental. Misalnya, perubahan kepribadian, linglung, sering mengantuk, bahkan tidak sadarkan diri. 
Sebelum melakukan kunjungan ke dokter, persiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buatlah daftar seputar gejala yang muncul.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang dialami oleh pasien. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang dikonsumsi oleh pasien.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan kepada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberi dukungan moral maupun membantu mengingat informasi yang disampaikan dokter.
 
Saat pemeriksaan, dokter mungkin akan mengajukan beberapa pertanyaan berikut ini:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan? 
  • Sudah berapa lama gejala tersebut berlangsung?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko yang berkaitan dengan ensefalopati hepatik?
  • Apa saja riwayat penyakit yang pernah atau sedang Anda derita?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan dokter. Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Ketika merasakan gejala, Anda mungkin akan ke dokter umum terlebih dulu. Bila mencurigai kondisi Anda sebagai ensefalopati hepatik, dokter umum bisa merujuk Anda ke doker spesialis penyakit dalam. Dengan ini, Anda akan mendapatkan diagnosis dan penanganan yang lebih komprehensif. 
WebMD.https://www.webmd.com/brain/hepatic-encephalopathy-overview
Diakses pada 11 Agustus 2021
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/000302.htm
Diakses pada 11 Agustus 2021
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5421503/
Diakses pada 11 Agustus 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email