Penyakit Lainnya

Ensefalopati Hepatik

Diterbitkan: 26 Nov 2019 | dr. Joni Indah SariDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Ensefalopati Hepatik
Hati merupakan salah satu organ penting bagi tubuh. Organ ini berfungsi membuang zat beracun dari dalam darah. Ensefalopati hepatik adalah kondisi ketika hati seseorang tidak mampu lagi membuang zat-zat racun dari dalam tubuh. Sebagai akibatnya, akan terjadi penumpukan zat racun dalam otak, yang kemudian menyebabkan gangguan fungsi otak.Ensefalopati jenis ini dapat memburuk secara perlahan-lahan maupun cepat. Kondisi ini mempengaruhi banyak hal, seperti perilaku, perasaan, cara berbicara, pola tidur, dan koordinasi gerakan penderita.Kemungkinan terburuk dari ensefalopati hepatik adalah koma. Namun kemungkinan ini dapat dicegah bila penderita memperoleh pengobatan sejak dini.
Ensefalopati Hepatik
Dokter spesialis Penyakit Dalam
Gejala ensefalopati hepatik tergantung pada stadium atau derajatnya. Mari simak penjelasannya di bawah ini:
  • Derajat 1 (ringan)

Pada derajat 1, penderita mungkin mengalami gangguan bicara, gangguan tidur, dan sulit berkonsentrasi.
  • Derajat 2 (sedang)

Pada derajat 2, penderita sering kelelahan, mengalami perubahan kepribadian (misalnya, melakukan sesuatu yang aneh dan tidak biasa), kebingungan, dan melupakan sesuatu.
  • Derajat 3 (berat)

Pada derajat 3, penderita biasanya akan merasa bingung atau linglung, dan berbicara melantur. Penderita juga mungkin saja tidak sadarkan diri, namun masih bisa dibangunkan.
  • Derajat 4 (koma)

Pada fase ini, penderita mungkin mengalami penurunan kesadaran dan sulit dibangunkan atau mengalami koma.
Penyebab ensefalopati hepatik adalah kerusakan hati yang berlangsung lama (kronis). Kerusakan ini bisa disebabkan oleh:
  • Penyakit hepatitis kronis.
  • Sindrom Reye (kondisi yang jarang terjadi akibat pembengkakakn di hati dan otak). 
  • Sirosis hati.
  • Pemasangan shunt pada hati.
  • Infeksi pada hati.
  • Susah buang air besar dalam waktu lama.
  • Tidak mendapat asupan cairan yang cukup.
  • Perdarahan yang terjadi di usus, lambung, atau kerongkongan.
  • Obat-obatan tertentu, seperti obat tidur, pereda nyeri, atau diuretik.
  • Masalah ginjal.
  • Sering mengonsumsi alkohol dalam jumlah berlebihan.
Dokter akan memulai pemeriksaan dengan mengajukan beberapa pertanyaan seputar gejala yang Anda alami. Dokter kemudian melakukan pemeriksaan fisik untuk mencari ada tidaknya indikasi gangguan fungsi otak.Dokter juga bisa menganjurkan pemeriksaan penunjang berupa tes darah. Langkah ini bertujuan mengukur kadar amonia dalam darah sekaligus memastikan diagnosis ensefalopati hepatik. Pada ensefalopati derajat 1, pemeriksaan yang mungkin dokter anjurkan adalah pemeriksaan saraf dan mental. Pasalnya, gejalanya sulit dikenali.
Pengobatan ensefalopati hepatik dapat berbeda antara satu penderita dengan penderita lainnya. Perbedaan ini tergantung pada penyebab, tingkat keparahan gejala, dan usia pasien.Dokter mungkin menganjurkan dua jenis obat di bawah ini untuk mengurangi kadar zat beracun dalam tubuh pengidap:
  • Laktulosa

Obat ini mengandung gula yang dapat memperlancar buang air besar. Dengan pemberian laktulosa, zat beracun diharapkan dapat dibuang keluar tubuh.
  • Antibiotik

Neomisin dan rifamisin merupakan contoh obat antibiotik yang bisa diresepkan oleh dokter. Antibiotik akan membunuh bakteri penghasil zat beracun dalam tubuh penderita.Untuk memperbaiki gejala-gejala yang dialami popeh penderita, dokter juga dapat menganjurkan perubahan pola hidup berikut:
  • Mengubah pola makan

Anda akan diminta untuk mengurangi konsumsi daging. Pasalnya, daging mengandung kadar amonia yang tinggi.Anda masih bisa mendapatkan sumber energi dari bahan pangan lain seperti sayur-sayuran dan produk hewani lain (misalnya, telur maupun susu).
  • Berhenti mengonsumsi minuman beralkohol

Konsumsi minuman beralkohol dalam waktu lama (bahkan dengan dosis kecil pun) dapat mengakibatkan kerusakan pada hati. Oleh sebab itu, kebiasaan ini harus Anda hentikan.
  • Berhenti mengonsumsi obat-obatan tertentu

Jenis obat-obatan yang tidak boleh dikonsumsi lagi oleh penderita meliputi obat golongan sedatif atau narkotika. kedua obat ini dapat menyebabkan kerusakan hati.
  • Mengatasi sembelit atau konstipasi

Anda butuh membuang zat beracun secara rutin dari tubuh. Salah satunya dengan buang air besar yang teratur.Untuk itu, perbanyaklah konsumsi serat seperti sayur dan buah serta kurangi makan daging-dagingan. Langkah ini bertujuan memperlancar buang air besar Anda.
Anda dapat mencegah ensefalopati hepatik dengan menghindari penyebabnya. Berikut contohnya:
  • Tidak mengonsumsi alkohol.
  • Tidak menggunakan jarum suntik bersama agar terhindar dari gangguan hati, terutama penularan infeksi.
  • Berolahraga secara rutin agar tidak kegemukan.
  • Menerapkan pola makan yang sehat dan seimbang.
  • Tidak menggunakan obat-obatan terlarang.
Segera berkonsultasi dengan dokter bila Anda atau orang di sekitar Anda mengalami gangguan kesadaran dan mental. Misalnya, perubahan kepribadian, linglung, sering mengantuk, bahkan tidak sadarkan diri.
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter
Saat pemeriksaan, dokter mungkin akan mengajukan beberapa pertanyaan berikut ini:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan? 
  • Sudah berapa lama gejala tersebut berlangsung?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko yang berkaitan dengan ensefalopati hepatik?
  • Apa saja riwayat penyakit yang pernah atau sedang Anda derita?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan dokter. Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Ketika merasakan gejala, Anda mungkin akan ke dokter umum terlebih dulu. Bila mencurigai kondisi Anda sebagai ensefalopati hepatik, dokter umum bisa merujuk Anda ke doker spesialis penyakit dalam. Dengan ini, Anda akan mendapatkan diagnosis dan penanganan yang lebih komprehensif.
WebMD.https://www.webmd.com/brain/hepatic-encephalopathy-overview
Diakses pada 25 November 2019
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/000302.htm
Diakses pada 25 November 2019
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5421503/
Diakses pada 25 November 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Dokter Terkait

Artikel Terkait

Anemia Sel Sabit pada Pria Picu Infertilitas

Anemia sel sabit dapat dialami oleh pria dan wanita, tetapi pada pria, anemia sel sabit dapat memicu infertilitas dan dampak negatif lainnya. Meskipun belum ada obatnya, anemia sel sabit dapat ditangani dengan pemberian antibiotik.
14 May 2019|Anita Djie
Baca selengkapnya
Anemia sel sabit pada pria bisa menyebabkan priapismus, infertilitas hingga gangguan ginjal pada pria.

HBsAg Positif atau Reaktif saat Tes Lab, Ini Artinya

HBsAg positif menandakan infeksi hepatitis B. Pengidap penyakit ini bisa sembuh total jika diobati sejak dini. Vaksin hepatitis B pun sangat efektif untuk mencegah penularan.
01 Oct 2020|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
HBsAg positif menandakan ada infeksi hepatitis B

Gejala Ginjal Bermasalah pada Bayi Hingga Orang Dewasa

Penyakit ginjal polikistik adalah penyakit genetik yang membuat ginjal ditumbuhi kista. Hipertensi dan rasa nyeri adalah beberapa gejala ginjal bermasalah yang paling terasa pada penderita penyakit ginjal polikistik
16 Aug 2019|Azelia Trifiana
Baca selengkapnya
Penyakit ginjal polikistik adalah penyakit genetik yang mengakibatkan ginjal ditumbuhi kista dan gagal berfungsi