Ensefalopati adalah istilah yang digunakan untuk kerusakan atau malfungsi otak. Gejala ensefalopati dapat bervariasi, mulai dari yang ringan seperti kehilangan ingatan atau perubahan kepribadian, hingga gejala yang lebih parah, seperti demensia (pikun), kejang, koma, dan kematian.

Klasifikasi ensefalopati dalam banyak kasus, tergantung dari penyebab atau kondisi khusus dari pasien yang menyebabkan malfungsi otak. Sebagai contohnya, ensefalopati anoksia yang berarti kerusakan otak karena kekurangan oksigen, dan ensefalopati hepatik yang berarti kerusakan otak karena penyakit hati.

Selain itu, klasifikasi ensefalopati ini juga menjelaskan kondisi tubuh atau sindrom yang mengarah pada serangkaian kerusakan otak tertentu. Contohnya adalah ensefalopati metabolik dan ensefalopati Wernicke.

Gejala ensefalopati dapat dikategorikan menjadi dua, yaitu:

  • Perubahan mental atau proses berpikir

Dalam kondisi ini, penderita ensefalopati dapat mengalami gangguan ingatan atau fokus. Mereka juga dapat mengalami kesulitan dalam menyelesaikan masalah. Biasanya gejala tersebut terlebih dahulu disadari oleh orang lain.

Perubahan kepribadian juga merupakan salah satu gejalanya. Contohnya, penderita mungkin akan lebih terbuka saat menderita ensefalopati dibandingkan sebelumnya. Mereka juga akan merasa lesu dan mengantuk.

  • Gejala neurologis (saraf)
    • Kelemahan otot di area tertentu
    • Kesulitan dalam mengambil keputusan atau untuk berkonsentrasi
    • Sering berkedut
    • Gemetaran
    • Kesulitan berbicara atau menelan
    • Kejang.

Beberapa penyebab yang dapat memicu terjadinya ensefalopati, antara lain:

  • Infeksi (bakteri, virus, dan parasit)
  • Anoksia (kekurangan oksigen pada otak, termasuk penyebab yang traumatik)
  • Alkohol
  • Hepatik (gagal hati atau kanker hati)
  • Penumpukan urea dalam darah (uremia) yang biasanya disebabkan oleh gagal ginjal
  • Penyakit metabolisme (kelebihan atau kekurangan kalsium, natrium, atau kadar glukosa dalam darah yang terlalu tinggi atau rendah)
  • Tumor otak
  • Perubahan tekanan dalam otak
  • Kekurangan nutrisi.

Diagnosis terhadap ensefalopati tergantung pada gejala dan hasil pemeriksaan fisik yang dilakukan. Pemeriksaan darah lengkap dapat menyediakan informasi mengenai infeksi, anemia atau kekurangan vitamin yang terjadi.

Selain itu, tes kimia darah bisa mengevaluasi elektrolit, level glukosa, fungsi ginjal dan hati. Jika memungkinkan, tes terhadap obat-obatan terlarang dan alkohol dapat disarankan. Pemeriksaan radiologis, seperti X-ray, CT scan dan MRI, akan berguna tergantung dari situasi penyakitnya.

Pungsi lumbal (pengambilan cairan tulang belakang) dapat membantu untuk mendeteksi infeksi, perdarahan, dan peradangan. Sementara, cairan serebrospinal bisa mengetahui protein, zat kimia, dan sel yang abnormal.

Pengobatan untuk ensefalopati bervariasi, tergantung pada apa penyebabnya. Bentuk pengobatan bisa berupa obat untuk mengobati gejala, dan obat atau operasi untuk mengatasi penyebab khusus dari ensefalopati.

Dokter dapat merekomendasikan suplemen nutrisi untuk memperlambat kerusakan pada otak, atau pola makan khusus untuk mengobati penyebab yang spesifik. Dalam kasus tertentu, misalnya ketika otak tidak menerima cukup oksigen, penderita dapat mengalami koma (penurunan kesadaran berat di mana penderitanya tidak dapat merespons terhadap rangsangan).

Dalam kasus yang lebih parah, dokter dapat menganjurkan penggunaan alat penunjang hidup untuk membantu penderita tetap hidup.

Ensefalopati yang diturunkan tidak dapat dicegah. Namun, jenis ensefalopati lainnya bisa dicegah. Tindakan-tindakan berikut dapat mengurangi risiko berkembangnya penyebab khusus pada ensefalopati:

  • Mengurangi konsumsi alkohol
  • Mengurangi paparan terhadap zat beracun seperti obat-obatan terlarang
  • Mengonsumsi makanan yang sehat
  • Melakukan pemeriksaan ke dokter secara rutin
  • Melakukan gaya hidup sehat dapat membantu mengurangi risiko penyakit otak.

Penderita harus menemui dokter secepatnya jika mengalami gejala ensefalopati. Jika sudah menerima pengobatan untuk penyakit otak, waspada terhadap tanda-tanda berikut:

  • Kebingungan yang berat
  • Disorientasi berat
  • Koma

Ketiga hal di atas dapat menjadi tanda dari gawat darurat dan membutuhkan bantuan medis segera.

E Medicine Health. https://www.emedicinehealth.com/encephalopathy/article_em.htm#encephalopathy_self-care_at_home
Diakses pada Februari 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/hepatic-encephalopathy#warning-signs
Diakses pada Februari 2019

Medicinenet. https://www.medicinenet.com/encephalopathy/article.htm
Diakses pada Februari 2019

Artikel Terkait