Kepala

Ensefalopati

11 Aug 2021 | Dedi IrawanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Ensefalopati
Gejala ensefalopati bisa bervariasi
Encephalopathy atau snsefalopati adalah istilah yang digunakan untuk kerusakan atau malfungsi otak. Gejalanya bisa bervariasi, dari yang ringan hingga parah.Gejala ensefalopati ringan dapat berupa hilang ingatan atau perubahan kepribadian. Sementara pada kondisi yang lebih parah, keluhannya bisa meliputi demensia (pikun), kejang, koma, dan kematian.Dalam banyak kasus, klasifikasi penyakit ini tergantung pada penyebab atau kondisi khusus yang memicu malfungsi otak. Contohnya, ensefalopati anoksia yang berarti kerusakan otak karena kekurangan oksigen dan ensefalopati hepatik yang berarti kerusakan otak akibat penyakit hati.Selain itu, klasifikasi ensefalopati ini juga menjelaskan kondisi tubuh atau sindrom yang mengarah pada serangkaian kerusakan otak tertentu. Hal tersebut misalnya terkajadi pada ensefalopati metabolik dan ensefalopati Wernicke. 
Ensefalopati
Dokter spesialis Saraf
GejalaTes darah lengkap, X-ray, MRI
Metode diagnosisObat-obatan, operasi
PengobatanObat-obatan, operasi
KomplikasiPembengkakan otak, koma, kematian
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala ensefalopati
Gejala ensefalopati dapat dikategorikan menjadi dua, yaitu:

Perubahan proses berpikir

Penderita ensefalopati dapat mengalami gangguan ingatan atau kesulitan fokus. Kesulitan dalam menyelesaikan masalah pun bisa terjadi. Gejala-gejala ini biasanya disadari oleh orang di sekeliling pengidap.

Perubahan kepribadian

Perubahan kepribadian juga merupakan salah satu gejala ensefalopati. Contohnya, penderita yang menjadi lebih terbuka, merasa lesu, dan mengantuk.

Gejala neurologis (saraf)

 
Beberapa kondisi medis bisa menjadi penyebab ensefalopati meliputi:
  • Infeksi bakteri, virus, dan parasit
  • Anoksia, yakni kekurangan oksigen pada otak
  • Konsumsi alkohol berlebihan
  • Penyakit hati, sepeti gagal hati atau kanker hati
  • Penumpukan urea dalam darah (uremia), yang biasanya disebabkan oleh gagal ginjal
  • Penyakit metabolisme, seperti kelebihan atau kekurangan kalsium, natrium, serta kadar gula darah yang terlalu tinggi atau rendah
  • Tumor otak
  • Perubahan tekanan dalam otak
  • Kekurangan nutrisi
 
Diagnosis ensefalopati yang dilakukan akan tergantung pada gejala dan hasil pemeriksaan fisik yang dilakukan. Beberapa cara lain yang bisa dilakukan untuk mendiagnosis kondisi ini antara lain:
  • Tes darah

Tes darah dapat menyediakan informasi mengenai infeksi, anemia, kekurangan vitamin, kadar elektrolit, glukosa, serta fungsi ginjal dan hati.
  • Tes alkohol dan narkoba

Jika memungkinkan, pemeriksaan narkoba dan alkohol dapat disarankan guna memastikan kondisi ini.
  • Pencitraan

Pemeriksaan pencitraan yang bisa dilakukan meliputi X-ray, CT scan dan MRI.
  • Lumbal pungsi

Lumbal pungsi merupakan pengambilan sampel cairan dari tulang belakang. Tes ini dapat membantu dalam mendeteksi infeksi, perdarahan, dan peradangan, juga kadar protein, zat kimia, dan serta yang abnormal. 
Cara mengobati ensefalopati bervariasi dan sangat tergantung pada penyebabnya. Bentuk penanganannya bisa berupa:
  • Obat-obatan

Obat diberikan oleh dokter untuk menangani gejala.
  • Operasi

Operasi juga bisa direkomendasikan untuk mengatasi penyebab ensefalopati.
  • Suplemen nutrisi

Dokter dapat merekomendasikan suplemen nutrisi untuk memperlambat kerusakan pada otak.
  • Pola makan khusus

Dokter dapat menyarankan pola makan khusus bagi pasien guna mengatasi penyebab yang spesifik.
  • Alat penunjang kehidupan

Dalam kasus tertentu, misalnya otak tidak menerima cukup oksigen, penderita bisa mengalami koma. Pada kondisi ini, dokter akan menganjurkan penggunaan alat-alat khusus guna mempertahankan fungsi tubuh pasien. 

Komplikasi ensefalopati

Komplikasi yang muncul akan tergantung pada penyebab utama penyakit ini. Beberapa contohnya meliputi:
 
Ensefalopati yang diturunkan tidak dapat dicegah, sementara jenis lainnya bisa dicegah. Cara mencegah ensefalopati yang bisa dilakukan meliputi:
  • Mengurangi konsumsi alkohol
  • Mengurangi paparan terhadap zat beracun seperti obat-obatan terlarang
  • Mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang
  • menjalani pemeriksaan ke dokter secara rutin
  • Menerapkan gaya hidup sehat
 
Konsultasikan ke dokter bila mengalami gejala ensefalopati. Jika sudah menjalani pengobatan untuk penyakit otak, waspadai tanda-tanda seert kebingungan yang berat, disorientasi berat, serta koma.Pasalnya, gejala-gejala tersebut bisa menandakan kondisi gawat darurat dan membutuhkan bantuan medis secepat mungkin. 
Sebelum melakukan kunjungan ke dokter, persiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buatlah daftar seputar gejala yang muncul.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang dialami oleh pasien. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang dikonsumsi oleh pasien.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan kepada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberi dukungan moral maupun membantu mengingat informasi yang disampaikan dokter.
 
Dokter kemungkinan akan mengajukan pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang dirasakan pasien?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait ensefalopati?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis ensefalopati agar penanganan yang tepat bisa diberikan 
Emedicine Health. https://www.emedicinehealth.com/encephalopathy/article_em.htm
Diakses pada 11 Agustus 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/hepatic-encephalopathy#warning-signs
Diakses pada 11 Agustus 2021
Medicinenet. https://www.medicinenet.com/encephalopathy/article.htm
Diakses pada 11 Agustus 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email