Ensefalitis Virus

Ditulis oleh Lenny Tan
Ditinjau dr. Reni Utari
Sesuai namanya, ensefalitis virus merupakan pembengkakan pada otak akibat infeksi virus.
Sesuai namanya, ensefalitis virus merupakan pembengkakan pada otak akibat infeksi virus.

Pengertian Ensefalitis Virus

Ensefalitis virus adalah kondisi di mana terdapat pembengkakan pada otak yang disebabkan oleh virus, baik hanya satu jenis virus atau beberapa jenis virus sekaligus.

Penyakit ini termasuk kejadian yang langka. Meski umumnya berupa kasus yang ringan, ensefalitis virus juga dapat mengancam nyawa penderitanya.

Ensefalitis virus dibagi dalam dua kategori, yaitu primary encephalitis atau ensefalitis primer dan secondary encephalitis atau ensefalitis sekunder.

Pada ensefalitis primer, virus menyerang otak dan sumsum tulang belakang secara langsung. Sementara pada ensefalitis sekunder, virus akan menyerang bagian lain dari tubuh terlebih dahulu dan selanjutnya menuju ke otak.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Gejala-gejala yang dapat dialami oleh penderita ensefalitis virus antara lain:

  • Gejala-gejala yang mirip flu, misalnya demam, sakit tenggorokan, dan batuk.
  • Mengalami photophobia atau rasa sensitif terhadap cahaya.
  • Muntah.
  • Sakit kepala.
  • Leher dan punggung yang kaku.
  • Kejang-kejang.
  • Kelumpuhan atau paralisis.
  • Kebingungan atau linglung.
  • Malaise atau rasa tidak enak badan.
  • Hilang ingatan (amnesia).
  • Koma.

Penyebab

Ensefalitis virus merupakan sebuah kondisi peradangan pada otak yang disebabkan oleh adanya virus. Virus tersebut kemudian akan menyebabkan peradangan sel-sel saraf pada otak dan jaringan sekitarnya.

Arbovirus (virus yang dibawa oleh serangga) merupakan jenis virus paling umum menyebabkan ensefalitis. Beberapa jenis ensefalitis yang bisa terjadi akibat arbovirus meliputi:

  • Eastern equine encephalitis. Meski jarang ditemukan, lebih dari setengah penderitanya mengalami gejala ensefalitis yang parah maupun kerusakan otak yang permanen.
  • La Crosse encephalitis yang biasanya ditemukan pada anak-anak berusia di bawah 16 tahun. Jenis ensefalitis ini yang jarang berakibat fatal.
  • West Nile encephalitis. Jenis ensefalitis ini juga umumnya tergolong ringan. Namun gejala terparahnya bisa dialami oleh penderita lanjut usia (lansia) serta yang yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah.
  • Western equine encephalitis. Meski umumnya ringan, ensefalitis ini dapat menjadi sangat berbahaya apabila dialami oleh anak-anak berusia di bawah satu tahun karena dapat menyebabkan kerusakan otak yang permanen.
  • St. Loius encephalitis. Jenis ensefalitis yang biasanya ringan ini dapat berakibat fatal bila diderita oleh lansia di atas 60 tahun.

Selain arbovirus, terdapat sederet virus lain yang juga bisa menyebabkan ensefalitis. Apa sajakah virus-virusnya?

  • Enterovirus; misalnya virus coxsackie, virus polio, serta virus echo.
  • Virus varicella zoster.
  • Herpes simplex virus (HSV).
  • Virus Epstein-Barr.
  • Cytomegalovirus.
  • Rubella.
  • Adenovirus.
  • Japanese encephalitis virus.
  • Measles atau campak.
  • Virus Murray Valley encephalitis (MVE).
  • Virus Kunjin.

Di samping itu, terdapat beberapa kondisi yang juga bisa meningkatkan potensi seseorang terkena ensefalitis virus. Mulai dari usia yang sangat muda atau lansia, sistem kekebalan tubuh yang lemah, tidak melakukan vaksinasi campak, gondok, dan rubella, terkena gigitan nyamuk, maupun berada pada area yang sering ditemukan kasus ensefalitis.

Diagnosis

Beberapa pemeriksaan medis yang dapat dilakukan untuk memastikan diagnosis ensefalitis virus antara lain:

  • Pemeriksaan fisik.
  • Tes darah dapat dilakukan untuk melihat apakah terdapat virus penyebab ensefalitis dalam darah Anda atau tidak.
  • Pemeriksaan cairan serebrospinal (cairan bening yang melapisi otak dan sumsum tulang belakang) di laboratorium untuk melihat apakah terdapat virus ensefalitis pada cairan tersebut. Pemeriksaan ini disebut spinal tap atau lumbar puncture.
  • CT scan dan MRI guna melihat apakah terdapat pembengkakan pada otak.
  • Pemeriksaan electroencephalography (EEG) untuk mengecek apakah terdapat gelombang otak yang tidak normal.

Pengobatan

Ensefalitis virus tergolong kondisi medis yang serius. Sayangnya, belum ada pengobatan spesifik untuk menyembuhkan penyakit ini. Pasalnya, virus lebih sulit untuk diberantas dibandingkan dengan bakteri.

Pengobatan penyakit ini dilakukan dengan tujuan mengurangi keparahan gejala yang dialami oleh penderita. Beberapa metode penanganan yang dapat dilakukan meliputi:

  • Obat-obatan antivirus. Pengobatan ini dapat dilakukan melalui suntikan apabila virus penyebabnya termasuk virus yang rentan. Metode ini juga bisa mengurangi pembengkakan pada otak.
  • Obat-obatan untuk meredakan rasa sakit.
  • Obat-obatan untuk mencegah muntah.
  • Obat-obatan anticonvulsant (untuk mencegah kejang).
  • Obat-obatan untuk mencegah demam.
  • Cairan dalam jumlah cukup untuk mencegah dehidrasi. Namun cairan juga tidak boleh diberikan berlebihan karena dapat memperburuk pembengkakan pada otak (cerebral oedema).
  • Makanan yang banyak mengandung antioksidan (misalnya, blueberry, tomat, dan ceri) serta minyak yang sehat untuk memasak (Seperti minyak zaitun dan minyak sayur).

Pemulihan total dari penyakit ensefalitis virus umumnya membutuhkan waktu beberapa minggu hingga beberapa bulan. Jika tidak ditangani dengan baik, ensefalitis virus dapat menimbulkan beberapa komplikasi di bawah ini:

Pencegahan

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah ensefalitis virus adalah dengan menghindari kontak dengan virus penyebabnya. Beberapa cara tersebut antara lain:

  • Melindungi diri Anda dari gigitan nyamuk, misalnya memasang kelambu atau mengenakan pakaian lengan panjang dan celana panjang.
  • Mengkonsumsi makanan yang sehat untuk menjaga agar sistem kekebalan tubuh tetap kuat.

Melakukan vaksin MMR (measles, mumps, and rubella) untuk mencegah terkena penyakit campak, gondok, dan rubella.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Anda sebaiknya segera melakukan konsultasi pada dokter apabila mengalami gejala-gejala yang mengarah pada penyakit ensefalitis virus. Pasalnya, penyakit ini merupakan kondisi medis yang serius dan berpotensi mengancam nyawa penderitanya.

Konsultasi dengan dokter yang dilakukan sesegera mungkin juga dapat mengurangi potensi terjadinya komplikasi atau keparahan di kemudian hari.

Referensi

Better Health. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/viral-encephalitis
Diakses pada 18 Mei 2019

WHO. https://www.who.int/topics/encephalitis_viral/en/
Diakses pada 18 Mei 2019

Nicklaus Children Hospital. https://www.nicklauschildrens.org/alternative-medicine/viral-encephalitis.aspx

Diakses pada 18 Mei 2019

NYC Health. https://www1.nyc.gov/site/doh/health/health-topics/encephalitis-viral.page
Diakses pada 18 Mei 2019

TriHealth. http://trihealth.adam.com/content.aspx?productId=10&pid=10&gid=000096
Diakses pada 18 Mei 2019

Brain Foundation. https://brainfoundation.org.au/disorders/encephalitis/
Diakses pada 18 Mei 2019

Back to Top