Kepala

Ensefalitis Virus

18 Aug 2021 | Dedi IrawanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Ensefalitis Virus
Sesuai namanya, ensefalitis virus merupakan pembengkakan pada otak akibat infeksi virus
Ensefalitis virus adalah kondisi di mana terdapat pembengkakan pada otak yang disebabkan oleh virus, baik hanya satu jenis virus atau beberapa jenis virus sekaligus.Penyakit ini termasuk kejadian yang langka. Meski umumnya berupa kasus yang ringan, ensefalitis virus juga dapat mengancam nyawa penderitanya.Ensefalitis virus dibagi dalam dua kategori, yaitu primary encephalitis atau ensefalitis primer dan secondary encephalitis atau ensefalitis sekunder.Pada ensefalitis primer, virus menyerang otak dan sumsum tulang belakang secara langsung. Sementara pada ensefalitis sekunder, virus akan menyerang bagian lain dari tubuh terlebih dahulu dan selanjutnya menuju ke otak. 
Ensefalitis Virus
Dokter spesialis Penyakit Dalam
GejalaDemam, sakit tenggorokan, dan batuk
Faktor risikoAnak-anak atau lansia, sistem kekebalan tubuh lemah, tidak melakukan vaksinasi campak, gondok, dan rubella
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, tes darah, lumbal pungsi
PengobatanObat-obatan, pemberian cairan yang cukup, konsumsi makanan yang mengandung antioksidan
KomplikasiHipotensi, hipoksia, perdarahan otak
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala ensefalitis virus
Gejala-gejala ensefalitis virus umumnya berupa:
  • Gejala-gejala yang mirip flu, misalnya demam, sakit tenggorokan, dan batuk
  • Mengalami photophobia atau rasa sensitif terhadap cahaya
  • Muntah
  • Sakit kepala
  • Leher dan punggung yang kaku
  • Kejang-kejang
  • Kelumpuhan atau paralisis
  • Kebingungan atau linglung
  • Malaise atau rasa tidak enak badan
  • Hilang ingatan (amnesia)
  • Koma
 
Ensefalitis virus merupakan sebuah kondisi peradangan pada otak yang disebabkan oleh adanya virus. Virus tersebut kemudian akan menyebabkan peradangan sel-sel saraf pada otak dan jaringan sekitarnya. Arbovirus (virus yang dibawa oleh serangga) merupakan jenis virus paling umum menyebabkan ensefalitis. Beberapa jenis ensefalitis yang bisa terjadi akibat arbovirus meliputi:
  • Eastern equine encephalitis. Meski jarang ditemukan, lebih dari setengah penderitanya mengalami gejala ensefalitis yang parah maupun kerusakan otak yang permanen.
  • La Crosse encephalitis yang biasanya ditemukan pada anak-anak berusia di bawah 16 tahun. Jenis ensefalitis ini yang jarang berakibat fatal.
  • West Nile encephalitis. Jenis ensefalitis ini juga umumnya tergolong ringan. Namun gejala terparahnya bisa dialami oleh penderita lanjut usia (lansia) serta yang yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah.
  • Western equine encephalitis. Meski umumnya ringan, ensefalitis ini dapat menjadi sangat berbahaya apabila dialami oleh anak-anak berusia di bawah satu tahun karena dapat menyebabkan kerusakan otak yang permanen.
  • St. Loius encephalitis. Jenis ensefalitis yang biasanya ringan ini dapat berakibat fatal bila diderita oleh lansia di atas 60 tahun.
Selain arbovirus, terdapat sederet virus lain yang juga bisa menyebabkan ensefalitis. Apa sajakah virus-virusnya?
  • Enterovirus; misalnya virus coxsackie, virus polio, serta virus echo
  • Virus varicella zoster
  • Herpes simplex virus (HSV)
  • Virus Epstein-Barr
  • Cytomegalovirus
  • Rubella
  • Adenovirus
  • Japanese encephalitis virus
  • Measles atau campak
  • Virus Murray Valley encephalitis (MVE)
  • Virus Kunjin
Di samping itu, terdapat beberapa kondisi yang juga bisa meningkatkan potensi seseorang terkena ensefalitis virus. Faktor-faktor risiko ensefalitis virus ini berupa:
  • Anak-anak atau lansia
  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah
  • Tidak melakukan vaksinasi campak, gondok, dan rubella
  • Terkena gigitan nyamuk
  • Mengunjungi atau tinggal di area yang sering ditemukan kasus ensefalitis
 
Beberapa pemeriksaan medis yang dapat dilakukan untuk memastikan diagnosis ensefalitis virus antara lain:
  • Pemeriksaan fisik

Dokter akan mengecek ada tidaknya gejala pada tubuh pasien.
  • Tes darah

Tes darah dapat dilakukan untuk melihat apakah terdapat virus penyebab ensefalitis dalam darah Anda atau tidak.
  • Lumbal pungsi

Lumbal pungsi merupakan prosedur pengambilan sampel dari cairan serebrospinal (cairan bening yang melapisi otak dan sumsum tulang belakang). Sampel ini lalu diperiksa di laboratorium untuk melihat ada tidaknya virus ensefalitis.
  • Pencitraan

CT scan dan MRI guna melihat ada tidaknya pembengkakan pada otak.
  • Electroencephalography (EEG)

Pemeriksaan EEG bertujuan mengecek apakah terdapat gelombang otak yang tidak normal. 
Ensefalitis virus tergolong kondisi medis yang serius. Sayangnya, belum ada pengobatan spesifik untuk menyembuhkan penyakit ini. Pasalnya, virus lebih sulit untuk diberantas dibandingkan dengan bakteri. Pengobatan penyakit ini dilakukan dengan tujuan mengurangi keparahan gejala yang dialami oleh penderita. Beberapa metode penanganan yang dapat dilakukan meliputi:
  • Obat-obatan antivirus. Pengobatan ini dapat dilakukan melalui suntikan apabila virus penyebabnya termasuk virus yang rentan. Metode ini juga bisa mengurangi pembengkakan pada otak.
  • Obat-obatan untuk meredakan rasa sakit.
  • Obat-obatan untuk mencegah muntah.
  • Obat-obatan anticonvulsant (untuk mencegah kejang).
  • Obat-obatan untuk mencegah demam.
  • Cairan dalam jumlah cukup untuk mencegah dehidrasi. Namun cairan juga tidak boleh diberikan berlebihan karena dapat memperburuk pembengkakan pada otak (cerebral oedema).
  • Makanan yang banyak mengandung antioksidan (misalnya, blueberry, tomat, dan ceri) serta minyak yang sehat untuk memasak (Seperti minyak zaitun dan minyak sayur).
Pemulihan total dari penyakit ensefalitis virus umumnya membutuhkan waktu beberapa minggu hingga beberapa bulan.  

Komplikasi ensefalitis virus

Jika tidak ditangani dengan baik, penyakit ini dapat menimbulkan beberapa komplikasi di bawah ini:
 
Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah ensefalitis virus adalah dengan menghindari kontak dengan virus penyebabnya. Beberapa cara tersebut antara lain:
  • Melindungi diri Anda dari gigitan nyamuk, misalnya memasang kelambu atau mengenakan pakaian lengan panjang dan celana panjang
  • Mengkonsumsi makanan yang sehat untuk menjaga agar sistem kekebalan tubuh tetap kuat
  • Melakukan vaksin MMR (measles, mumps, and rubella) untuk mencegah terkena penyakit campak, gondok, dan rubella
Anda sebaiknya segera melakukan konsultasi pada dokter apabila mengalami gejala-gejala yang mengarah pada penyakit ensefalitis virus. Pasalnya, penyakit ini merupakan kondisi medis yang serius dan berpotensi mengancam nyawa penderitanya.Konsultasi dengan dokter yang dilakukan sesegera mungkin juga dapat mengurangi potensi terjadinya komplikasi atau keparahan di kemudian hari. 
Sebelum melakukan kunjungan ke dokter, persiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buatlah daftar seputar gejala yang muncul.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang dialami oleh pasien. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang dikonsumsi oleh pasien.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan kepada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberi dukungan moral maupun membantu mengingat informasi yang disampaikan dokter.
 
Dokter kemungkinan akan mengajukan pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang dirasakan pasien?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait ensefalitis virus?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis ensefalitis virus agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Better Health. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/viral-encephalitis
Diakses pada 18 Agustus 2021
WHO. https://www.who.int/topics/encephalitis_viral/en/
Diakses pada 18 Agustus 2021
Nicklaus Children Hospital. https://www.nicklauschildrens.org/alternative-medicine/viral-encephalitis.aspx
Diakses pada 18 Agustus 2021
NYC Health. https://www1.nyc.gov/site/doh/health/health-topics/encephalitis-viral.page
Diakses pada 18 Agustus 2021
Brain Foundation. https://brainfoundation.org.au/disorders/encephalitis/
Diakses pada 18 Agustus 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email