Kandungan

Endometriosis

Diterbitkan: 21 Sep 2020 | dr. Joni Indah SariDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Endometriosis
Pertumbuhan jaringan endometrium di luar rahim merupakan penyebab endometriosis
Endometriosis adalah tumbuhnya jaringan dinding rahim (endometrium) di luar rahim. Lokasi pertumbuhan ini bisa meliputi indung telur (ovarium), usus, dan organ dalam rongga panggul.Jaringan endometrium yang tumbuh di organ lain tersebut dapat menebal, lalu luruh pada tiap siklus haid. Namun karena tidak memiliki jalan keluar seperti darah haid yang keluar dari vagina dari dalam rahim, jaringan ini akan terperangkap dan menumpuk seiring terjadinya siklus haid.Sebagai akibatnya, organ-organ di sekitar jaringan tersebut akan mengalami iritasi dan menyebabkan nyeri berat terutama saat menstruasi. Endometriosis juga dapat memicu gangguan kesuburan. 
Endometriosis
Dokter spesialis Kandungan
GejalaNyeri haid yang parah, volume darah haid yang berlebihan, sakit saat berhubungan intim
Faktor risikoFaktor keturunan, gangguan haid
Metode diagnosisUSG, laparaskopi
PengobatanObat, pembedahan
ObatPil KB, medroxyprogesterone, GnRH agonist dan antagonist
KomplikasiKemandulan, kanker ovarium
Kapan harus ke dokter?Nyeri haid hebat, gangguan siklus haid
Secara umum, gejala endometriosis bisa berupa:
  • Nyeri haid yang parah.
  • Kram perut selama 1-2 minggu sebelum atau sesudah haid.
  • Perdarahan yang banyak saat haid. Darah juga bisa keluar meski penderita tidak sedang menstruasi.
  • Nyeri saat berhubungan intim.
Mungkin saja ada tanda dan gejala endometriosis yang tidak disebutkan. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter.Baca juga: Ciri-Ciri Rahim Bermasalah, Apakah Mengganggu Kesuburan? 
Penyebab utama endometriosis belum diketahui secara pasti sampai saat ini. Meski begitu, terdapat beberapa faktor yang diduga meningkatkan risiko seorang wanita untuk mengalami endometriosis.Faktor-faktor risiko endometriosis tersebut meliputi:
  • Berusia antara 25-40 tahun
  • Memiliki keluarga kandung yang juga mengalami endometriosis
  • Belum pernah hamil
  • Mengalami gangguan menstruasi, misalnya siklus haid yang tidak teratur, terlalu pendek atau terlalu panjang, dan usia yang terlalu muda saat pertama kali haid
 
Diagnosis endometriosis dapat dipastikan oleh dokter melalui beberapa cara di bawah ini:
  • Wawancara mengenai gejala yang dialami dan riwayat penyakit pada pasien mau[un keluarga.
  • Pemeriksaan fisik. Dokter akan memeriksa panggul pasien dengan menekan perut untuk merasakan ada tidaknya benjolan. Benjolan ini bisa menandakan kista atau masalah kesehatan lain.
  • USG transvaginal atau USG perut. USG dapat membantu dokter untuk menemukan ada tidaknya kista yang berkaitan dengan endometriosis. Namun prosedur ini tidak bisa menyingkirkan kemungkinan gangguan organ reproduksi lain.
Apabila ketiga prosedur diagnosis tersebut belum bisa menentukan apakah pasien mengalami endometriosis atau tidak, dokter dapat menganjurkan operasi pada pasien.Operasi memungkinkan dokter untuk melihat organ yang terpengaruh secara langsung. Tindakan medis ini biasanya dilakukan dengan teknik laparoskopi.Dokter juga bisa  sekaligus memberikan penanganan endometriosis melalui pembedahan. Misalnya, mengangkat jaringan endometrium yang tumbuh di luar rahim.

Stadium endometriosis

Berdasarkan lokasi dan kedalamannya, endometriosis dapat kelompikkan menjadi empat stadium di bawah ini:
  • Minimal

Pada endometriosis stadium minimal, timbul lesi atau luka kecil, serta jaringan endometrium yang dangkal pada indung telur. Kondisi ini juga bisa disertai peradangan pada rongga panggul.
  • Ringan

Endometriosis ringan ditandai dengan tumbuhnya jaringan endometrium yang kecil dan dangkal pada indung telur serta lapisan rongga panggul.
  • Menengah

Endometriosis memiliki tingkat menengah apabila jaringan endometrium tumbuh cukup dalam di ovarium maupun lapisan rongga panggul.
  • Berat

Endometriosis berat jaringan endometrium sudah tumbuh dalam pada ovarium maupun lapisan rongga panggul. Penderita juga bisa memiliki sejumlah lesi pada tuba falopi dan usus.Baca jawaban dokter: Apakah setelah operasi kista endometriosis bilateral bisa hamil? 
Cara mengobati endometriosis akan tergantung pada tingkat keparahan penyakit, lokasi pertumbuhan, dan seberapa lama pasien sudah mengalami kondisi tersebut.Dokter juga akan menjelaskan bahwa endometriosis termasuk penyakit yang tidak dapat disembuhkan. Tujuan penanganannya adalah mengurangi gejala agar tidak menghalangi pasien beraktivitas.Penanganan endometriosis yang umumnya disarankan oleh dokter melputi:

1. Obat pereda nyeri

Obat penghilang nyeri dapat diresepkan oleh dokter, misalnya ibuprofen.

2. Terapi hormon

Terapi hormon bertujuan mengurangi nyeri dan menghentikan tumbuhnya atau meluasnya jaringan endometrium ke organ lain. Terapi ini dapat berupa:
  • Pil kontrasepsi
  • Cincin yang dipasang dalam vagina
  • Medroxyprogesterone
  • Gonadotropin-releasing hormone (GnRH) agonist dan gonadotropin-releasing hormone (GnRH) Kedua obat in berfungsi menghambat produksi estrogen, sehingga mencegah haid. Dengan ini, nyeri haid yang hebat dan perdarahan berlebih yag berhubungan endometrisosis dapat dihindari.
  • Danazol yang juga memiliki fungsi yang sama dengan GnRH agonist dan GnRH antagonist.

3. Operasi

Pembedahan akan dianjurkan oleh dokter untuk penderita endometriosis yang:
  • Masih ingin hamil dan melahirkan
  • Mengalami nyeri hebat yang tidak bisa ditangani dengan obat-obatan
Operasi endometriosis bertujuan mengangkat atau menghancurkan jaringan endometrium abnormal tanpa merusak organ reproduksi pasien. Metode pembedahan yang sering dilakukan adalah laparaskopi.Pada metode laparoskopi, dokter hanya akan membuat sayatan kecil di perut pasien. Dokter lalu memasukkan alat laparoskop yang dilengkapi kamera dan lampu ke dalam sayatan guna menilai kondisi organ panggul.Alat laparaskoi juga dilengkapi fitur untuk mengangkat jaringan endometrium yang abnormal. Dengan ini, dokter bisa sekaligus mengangkat jaringan tersebut.Selain laparaskopi, operasi juga bisa dilakukan dengan histerektomi total, yakni pengangkatan seluruh rahim, serviks, serta indung telur. Operasi ini direkomendasikan apabila gejala endometriosis tidak kunjung membaik meski pasien sudah menjalani langkah pengobatan dan operasi lain.

 

Komplikasi endometriosis

Bila terus dibiarkan tanpa penanganan, endometriosis dapat menyebabkan sederet komplikasi yang berupa:
 
Karena penyebabnya belum diketahui, cara mencegah endometriosis pun belum ada. Namun Anda dapat mengurangi risikonya dengan beberapa langkah berikut:
  • Melakukan olahraga secara teratur, yakni setidaknya 30 menit per hari. Olahraga akan membantu Anda untuk menurunkan berat badan dan meningkatkan kadar metabolit estrogen yang baik.
  • Menghindari konsumsi alkohol yang berlebihan. Pasalnya, kadar alkohol yang terlau tinggi dalam tubuh bisa meningkatkan kadar estrogen, yang akhirnya menambah risiko endometriosis.
 
Konsultasikan ke dokter kandungan apabila Anda mengalami keluhan yang berhubungan dengan endometriosis. Mulai dari nyeri haid yang parah, volume darah menstruasi yang banyak, hingga sakit saat berhubungan seks. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
    
Dokter umumnya akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait endometriosis?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis endometriosis agar pengobatan yang tepat bisa diberikan.
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/endometriosis/symptoms-causes/syc-20354656
Diakses pada 1 November 2018
Healthline. https://www.healthline.com/health/endometriosis
Diakses pada 1 November 2018
WebMD. https://www.webmd.com/women/endometriosis/default.htm
Diakses pada 1 November 2018
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Bisa Sebabkan Keguguran, Adenomiosis Adalah Gangguan pada Rahim

Perempuan dengan adenomiosis mengalami penebalan rahim dan kerap mengalami kram perut hebat saat haid. Meskipun adenomiosis adalah kondisi yang tidak mengancam nyawa, namun rasa nyeri yang kerap terjadi ini bisa mengganggu.
12 Feb 2020|Azelia Trifiana
Baca selengkapnya
Gejala adenomiosis adalah rasa nyeri yang hebat yang muncul saat haid

Adakah Makanan Penyebab Penebalan Dinding Rahim yang Perlu Dihindari?

Konsumsi makanan penyebab penebalan dinding rahim abnormal mungkin dapat memperburuk kondisi endometriosis yang Anda alami. Lantas, apa saja makanan penyebab penebalan dinding rahim yang sebaiknya dihindari?Baca selengkapnya
Konsumsi makanan penyebab penebalan dinding rahim abnormal mungkin dapat memperburuk kondisi endometriosis yang Anda alami.

Manfaat Kunyit untuk Kesehatan Rahim Ternyata Bukan Mitos

Selain menjadi salah satu bumbu masakan favorit, manfaat kunyit untuk kesehatan rahim pun beragam. Rempah cerah ini dapat membantu dalam meningkatkan kesuburan.
24 Aug 2020|Annisa Trimirasti
Baca selengkapnya
Meningkatkan kesuburan adalah salah satu manfaat kunyit untuk kesehatan rahim