Jantung

Endokarditis

11 Aug 2021 | Dedi IrawanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Endokarditis
Endokarditis dapat diakibatkan oleh kuman, jamur, atau bakteri
Endokarditis adalah penyakit jantung yang terjadi karena infeksi pada endokardium. Kondisi ini bisa disebabkan oleh infeksi bakteri, jamur, atau kuman yang terjadi pada lapisan jantung dan katup jantung.Bakteri ataupun jamur dapat menyebar melalui aliran darah. Hal ini dapat merusak katup jantung yang berakibat fatal.Kondisi ini menyerang lapisan jantung dan permukaan katup. Infeksi pada endokardium harus segera diobati. Jika dibiarkan, infeksi bisa saja menyebabkan kerusakan permanen, bahkan mengancam nyawa.Beberapa penyakit tertentu bisa meningkatkan risiko endocarditis. Kondisi ini umumnya terkait dengan masalah jantung yang meliputi katup jantung rusak, pemakaian katup jantung buatan, serta cacat jantung lain. 
Endokarditis
Dokter spesialis Jantung
GejalaDemam, menggigil, murmur jantung
Faktor risikoUsia, penyakit jantung bawaan, katup jantung rusak
Metode diagnosisEKG, ekokardiogram, tes darah
PengobatanObat-obatan, operasi
ObatAntibiotik
KomplikasiSakit jantung, stroke, abses pada organ dalam tubuh
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala endokarditis
Gejala endokarditis bisa bervariasi pada tiap individu. Adapun gejala umumnya meliputi:
Selain gejala umum di atas, penyakit ini bisa juga ditandai dengan beberapa gejala yang lebih jarang berikut:
  • Penurunan berat badan tanpa sebab
  • Urine mengandung darah
  • Limfa lebih sensitif
  • Bintik merah di telapak kaki atau telapak tangan
  • Bintik kecil berwarna ungu atau merah pada putih mata atau bagian dalam mulut
Pada beberapa penderita, kondisi ini mungkin terjadi secara bertahap. Sementara pada sebagian individu lain, keluhan bisa terjadi secara mendadak. Cepat atau lambatnya hal ini biasanya terkait dengan kondisi jantung penderita. 
Penyebab endokarditis adalah bakteri atau jamur yang masuk ke aliran darah. Kuman lalu menyebar ke jantung dan menempel ke katup jantung.Sementara beberapa kondisi yang dapat menyebabkan bakteri atau jamur masuk ke aliran darah dan menjadi faktor risiko endokarditis meiputi:
  • Aktivitas sehari-hari, misalnya menyikat gigi terlalu kasar hingga gusi berdarah dan memungkinkan bakteri masuk ke aliran darah
  • Bakteri yang masuk melalui luka
  • Penyakit lain, seperti penyakit menular seksual atau penyakit gusi
  • Jarum tato dan tindik yang tidak steril
  • Penggunaan kateter jangka panjang
  • Penggunaan obat-obatan terlarang
  • Usia lebih dari 60 tahun lebih berisiko menderita endokarditis
  • Penggunaan katup jantung buatan
  • Kerusakan pada katup jantung
  • Cacat jantung bawaan
  • Penggunaan perangkat jantung, misalnya alat pacu jantung
  • Pernah mengalami endokarditis
  • Kesehatan gigi yang buruk karena bisa memicu bakteri menumpuk di gigi, masuk ke aliran darah saat terjadi infeksi atau luka
 
Untuk mendiagnosis endokarditis, ada beberapa tes yang dapat pasien lakukan, yaitu:
  • Elektrokardiogram (EKG)

Prosedur EKG digunakan untuk mengetahui kondisi kelistrikan pada jantung serta mendeteksi ada tidaknya gejala serangan jantung.
  • Ekokardiogram

Ekokardiogram menggunakan gelombang suara untuk mendeteksi ada tidaknya gejala endokarditis dan gangguan pada aliran darah pasien.
  • Tes darah

Tes darah bertujuan melihat ada tidaknya infeksi bakteri dalam darah pasien.
  • Pencitraan

Tes ini dilakukan untuk mengecek kondisi jantung. Prosedur pencitraan yang disarankan bisa berupa CT scan, X-ray, dan MRI. 
Cara mengobati endokarditis yang dianjurkan oleh dokter umumnya meliputi:
  • Antibiotik

Jika pasien mengalami endokarditis akibat bakteri, dokter memberikan obat antibiotik yang sesuai dengan jenis bakteri penyebabnya.
  • Operasi

Infeksi dapat menyebabkan kerusakan katup jantung. Untuk menanganinya, dokter dapat merekomendasikan operasi guna memperbaiki katup yang rusak atau menggantinya dengan katup buatan. 

Komplikasi endokarditis

Bila terus dibiarkan, endokarditis bisa menyebabkan komplikasi berikut ini:
  • Masalah jantung, seperti murmur jantung, kerusakan katup jantung, dan gagal jantung
  • Stroke
  • Abses yang berkembang di jantung, otak, paru-paru, dan organ lain
  • Emboli paru
  • Kerusakan ginjal
  • Pembesaran limpa
 
Ada beberapa hal yang dapat membantu mengurangi risiko terkena endokarditis, yaitu:
  • Deteksi gejala sedini mungkin
  • Berhati-hati saat menggosok gigi
  • Selalu menjaga kebersihan gigi dan mulut
  • Jangan membuat tato atau tindik
  • Cepat obati infeksi yang terjadi
 
Segera berkonsultasi dengan dokter apabila Anda mengalami gejala-gejala endokarditis. 
Sebelum melakukan kunjungan ke dokter, persiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buatlah daftar seputar gejala yang muncul.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang dialami oleh pasien. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang dikonsumsi oleh pasien.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan kepada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberi dukungan moral maupun membantu mengingat informasi yang disampaikan dokter.
 
Dokter kemungkinan akan mengajukan pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang dirasakan pasien?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait endokarditis?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis endokarditis agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/endocarditis/diagnosis-
treatment/drc-20352582
Diakses pada 11 Agustus 2021
WebMD. https://www.webmd.com/heart-disease/what-is-endocarditis#1
Diakses pada 11 Agustus 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email