Encephalomalacia adalah istilah medis untuk pelunakan atau hilangnya jaringan otak yang disertai dengan atau tanpa gliosis. Gliosis sendiri merupakan reaksi perbanyakan sel otak sebagai respons terhadap cedera pada otak.

Encephalomalacia merupakan salah satu komplikasi dari cedera otak. Misalnya,  karena stroke, infeksi, trauma tulang tengkorak dan otak, atau cedera otak lainnya.

Gejala encephalomalacia bisa tidak dirasakan oleh penderita. Jika adapun, keluhan yang terjadi umumnya berupa:

  • Kejang-kejang. Ini merupakan gejala umum dari encephalomalacia.
  • Suasana hati yang murung.
  • Stres.
  • Nyeri.
  • Kelelahan.
  • Sering cemas.

Encephalomalacia merupakan hasil akhir dari pencairan jaringan otak akibat trauma atau cedera otak. Misalnya pada pengidap:

Diagnosis encephalomalacia ditentukan berdasarkan proses tanya jawab, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang.

  • Tanya jawab

Dokter akan menanyakan seputar keluhan yang dialami oleh pasien. Bila pasien berada dalam kondisi tidak sadarjan diri, dokter akan bertanya pada anggota keluarganya.

  • Pemeriksaan fisik

Dokter akan memeriksa bagian tulang tengkorak pasien.

  • Pemeriksaan penunjang

Dokter juga bisa menganjurkan beberapa pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis encephalomalacia. Pemeriksaan ini berupa CT scan dan MRI pada kepala.

Hingga saat ini, encephalomalacia belum bisa disembuhkan. Penanganan encephalomalacia biasanya bertujuan mengendalikan penyebab serta gejalanya.

Jika diperlukan, operasi juga bisa dilakukan guna mengangkat bagian otak penderita yang terkena dampak dari encephalomalacia.

Belum ada langkah khusus untuk mencegah encephalomalacia. Yang bisa Anda lakukan adalah menghindari kondisi yang bisa berujung pada kondisi ini. Apa sajakah contohnya?

  • Mengenakan helm atau sabuk pengaman ketika berkendara.
  • Memakai alat pelindung yang sesuai saat dan berhati-hati melakukan olahraga dengan banyak kontak fisik.
  • Menerapkan pola makan seimbang agar terhindar dari stroke.

Sebelum pemeriksaan, beberapa hal di bawah ini dapat dipersiapkan:

  • Buat daftar seputar gejala yang dirasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang dialami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang dikonsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan pada dokter

Saat pemeriksaan, dokter mungkin akan mengajukan beberapa pertanyaan berikut ini:

  • Apa saja gejala yang dirasakan? Sudah berapa lama?
  • Apa saja riwayat penyakit yang sedang dan pernah diderita?
  • Apakah pasien pernah mengalami cedera pada kepala atau penyakit otak tertentu?
  • Apakah pasien sudah mencari pertolongan dokter? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah dicoba?

Setelah itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang guna memastikan diagnosis encephalomalacia.

Tidak menutup kemungkinan dokter akan merujuk Anda ke dokter spesialis saraf atau bedah saraf untuk mendapatkan pemeriksaan maupun penanganan yang lebih komprehensif.

Radiopaedia. https://radiopaedia.org/articles/encephalomalacia
Diakses pada 2 Desember 2019

Journal of Craniofacial Surgery. https://journals.lww.com/jcraniofacialsurgery/Abstract/2011/11000/Encephalomalacia_in_the_Frontal_Lobe__.95.aspx
Diakses pada 2 Desember 2019

Patients Like Me. https://www.patientslikeme.com/conditions/encephalomalacia
Diakses pada 2 Desember 2019

Artikel Terkait