Empiema

Ditulis oleh Olivia
Ditinjau dr. Fridawati
Empiema adalah penumpukan nanah di pleura
Empiema ditandai dengan gejala seperti nyeri saat bernapas, sesak napas, sering batuk, dan sering berkeringat pada malam hari

Pengertian Empiema

Empiema juga biasa dinamakan pyothorax atau pleuritis purulen. Empiema merupakan keadaan di mana nanah menumpuk di ruang pleura, yaitu ruang antara paru-paru dan permukaan bagian dalam dinding dada. Nanah adalah cairan sel-sel kekebalan tubuh, sel-sel mati, dan bakteri. Nanah yang terdapat pada ruang pleural tidak bisa dikeluarkan dengan sendirinya, biasanya memerlukan jarum atau operasi untuk mengeringkannya. Empiema biasanya berkembang setelah terjadi infeksi pneumonia.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Tanda dan gejala yang ditimbulkan oleh empiema adalah:

  • Terasa nyeri pada dada saat menarik napas
  • Mengalami batuk tanpa dahak
  • berkeringat secara berlebihan saat malam hari
  • Demam dan menggigil
  • Merasa tidak nyaman dan gelisah
  • Sesak napas
  • Mengalami penurunan berat badan tanpa sebab

Penyebab

Empiema dapat terjadi karena infeksi yang menyebar dari paru-paru sehingga menyebabkan penumpukan nanah di ruang pleura. Biasanya terdapat satu liter atau lebih cairan yang terinfeksi. Cairan ini menyebabkan tekanan pada paru-paru. Adapun beberapa faktor risikonya adalah seperti berikut ini:

  • Infeksi pneumonia akibat bakteri
  • Mengidap tuberkulosis
  • Melakukan pengobatan dengan cara operasi pada bagian dada
  • Abses paru-paru
  • Mengalami trauma atau cedera pada dada

Untuk beberapa kasus yang jarang terjadi empiema dapat timbul setelah torakosentesis. Torakosentesis adalah prosedur di mana jarum tersebut dimasukkan melalui dinding dada untuk menghilangkan cairan di ruang pleura untuk didiagnosis atau diobati.

Diagnosis

Empiema biasanya dapat terdeteksi saat seseorang mengalami pneumonia tahap yang parah dan tidak membaik dengan pengobatan serta mulai menunjukkan beberapa gejala seperti yang telah disebutkan di atas.

Apabila pasien mengalami batuk berdahak, dahak tersebut dapat di gunakan sebagai sampel untuk diperiksa di laboratorium. Hasil analisis laboratorium tersebut dapat digunakan untuk menentukan antibiotik yang paling efektif berdasarkan jenis bakteri penyebab.

Beberapa tes seperti pengambilan sampel darah dan pemeriksaan pencitraan juga diperlukan untuk melihat tanda-tanda infeksi. Sampel darah juga dilakukan untuk mengukur kadar jumlah sel darah putih dan melihat tanda-tanda infeksi lainnya. Penggunaan rontgen atau USG bertujuan untuk menunjukkan apakah terdapat penumpukan cairan di sekitar paru-paru dan mengukur volumenya. Terkadang CT Scan juga dapat digunakan untuk memperlihatkan gambar yang lebih jelas.

Pengobatan

Pengobatan bertujuan untuk menghilangkan nanah dan cairan dari pleura dan mengobati infeksi. Antibiotik dapat digunakan untuk mengobati infeksi yang menjadi pemicu penyakit ini. Jenis antibiotik tertentu tergantung pada jenis bakteri apa yang menyebabkan infeksi.

Cara yang digunakan untuk mengalirkan nanah tergantung pada level keparahan empiema. Untuk kasus yang belum terlalu parah, jarum dapat dimasukkan ke dalam ruang pleura untuk mengeluarkan cairan tersebut. Hal Ini disebut torakosentesis perkutan. Pada tahap yang lebih lanjut, atau empiema kompleks, pengobatan ini menggunakan tabung drainase untuk mengeluarkan nanah. Prosedur harus menggunakan anestesi dan dilakukan di ruang operasi. Adapun beberapa jenis pembedahan untuk penyakit ini yaitu:

  • Torakostomi. Pada pengobatan ini, dokter Anda akan memasukkan tabung plastik ke dada Anda di antara dua tulang rusuk. Lalu mereka akan menghubungkan tabung ke perangkat hisap dan mengeluarkan cairan. Selain itu dokter juga dapat menyuntikkan obat untuk membantu mengalirkan cairan.
  • Bedah toraks yang menggunakan kamera. Pada pengobatan ini dokter bedah akan mengangkat jaringan yang terjangkit di sekitar paru-paru Anda kemudian memasukkan tabung drainase atau menggunakan obat-obatan untuk mengeluarkan cairan. Dokter membuat tiga sayatan kecil dan menggunakan kamera kecil yang disebut torakoskop pada proses ini.
  • Open decortication. Pada pengobatan ini dokter bedah akan mengupas kulit pleural Anda.

Pencegahan

Dalam beberapa kasus untuk mencegah penyakit ini Anda dapat melakukan pengobatan sedini mungkin apabila Anda mengalami infeksi paru. Melakukan pengobatan secara dini cukup efektif untuk mencegahnya

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Apabila Anda mengalami beberapa gejala seperti di atas sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.

Referensi

Healthline. https://www.healthline.com/health/empyema
Diakses pada 20 Desember 2018

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/ency/article/000123.htm
Diakses pada 20 Desember 2018

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/empyema/
Diakses pada 20 Desember 2018

Back to Top