Emboli Paru

Ditinjau dr. Widiastuti
Emboli paru akan menyebabkan paru-paru kesulitan menyediakan kebutuhan oksigen bagi tubuh dan bisa berakibat fatal jika tidak segera diobati.
Emboli paru akan menyebabkan paru-paru kesulitan menyediakan kebutuhan oksigen bagi tubuh dan bisa berakibat fatal jika tidak segera diobati.

Pengertian Emboli Paru

Emboli paru terjadi karena adanya bekuan darah pada salah satu dari arteri di paru-paru yang dapat merusak paru-paru. Hal ini terjadi karena terhambatnya aliran darah yang dapat mengakibatkan menurunnya kadar oksigen dalam darah serta organ lain. Bekuan darah yang besar atau banyak dapat berakibat fatal. Bekuan darah ini memiliki dampak yang sangat berbahaya bagi Anda, karena dapat mengancam jiwa jika tidak diobati. Obati sesegera mungkin agar tidak terjadi kerusakan yang berat dan permanen pada paru-paru.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Tanda dan gejala emboli paru berbeda-beda, tergantung pada banyaknya jaringan paru yang terdampak, ukuran bekuan darah, maupun penyakit lain pada paru-paru dan jantung. Beberapa tanda dan gejala emboli paru adalah:

  • Sesak napas. Hal ini terjadi tiba-tiba, pada saat melakukan aktivitas yang membutuhkan tenaga lebih besar dari biasanya.
  • Sakit dada yang dapat terasa seperti menderita serangan jantung. Rasa sakit akan memburuk ketika menarik napas dalam, batuk, makan, atau membungkuk. Rasa sakit juga akan memburuk jika melakukan pengerahan tenaga, tetapi tidak akan membaik dengan istirahat.
  • Batuk yang menghasilkan darah, atau dahak disertai darah
  • Nyeri dan pembengkakan pada kaki, biasanya pada betis
  • Perubahan warna kulit menjadi pucat (sianosis)
  • Demam
  • Keringat berlebihan
  • Detak jantung tidak teratur dan cepat.
  • Mudah merasa pusing

Penyebab

Bekuan darah dapat terbentuk akibat berbagai faktor. Emboli paru, paling sering disebabkan oleh trombosis vena dalam atau deep vein thrombosis (DVT), ketika bekuan darah terbentuk pada vena yang terletak jauh di dalam tubuh, dan biasanya bermula pada kaki atau panggul.

Pada kebanyakan kasus, bekuan darah bisa banyak ditemukan, meski tidak terjadi pada saat yang bersamaan. Penyumbatan arteri paru akibat bekuan darah akan menyebabkan paru-paru kesulitan menyediakan kebutuhan oksigen bagi tubuh.

Terkadang, sumbatan pada pembuluh darah dapat pula disebabkan oleh lemak dari sumsum tulang panjang yang patah, kolagen atau jaringan lainnya, bagian dari tumor, maupun gelembung udara.

Selain itu, kondisi ini dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti:

  • Luka atau cedera. Kondisi seperti patah tulang atau otot yang robek, dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah, dan mengakibatkan bekuan darah.
  • Kurang beraktivitas atau tidak aktif dalam jangka waktu lama. Kondisi ini akan menyebabkan darah menetap pada bagian bawah dari tubuh akibat gravitasi, sehingga memicu bekuan darah. Anda bisa mengalaminya ketika duduk terlalu lama dalam perjalanan panjang, maupun berbaring selama proses penyembuhan dalam jangka waktu panjang.
  • Kondisi medis. Beberapa kondisi medis dapat menyebabkan terbentuknya bekuan darah dengan mudah. Efek samping dari pembedahan atau penggunaan kemoterapi untuk mengobati kanker juga dapat mengakibatkan terjadinya bekuan darah.

Faktor yang dapat meningkatkan risiko terhadap DVT dan emboli paru adalah:

  • Kanker
  • Keluarga dengan riwayat emboli
  • Fraktur kaki atau pinggul
  • Gangguan genetik berupa pembekuan darah atau kondisi hiperkoagulasi seperti factor V Leiden, mutasi gen prothrombin, dan peningkatan kadar homocysteine
  • Riwayat penyakit jantung atau stroke
  • Riwayat pengobatan dengan prosedur pembedahan besar.
  • Merokok
  • Berat badan berlebih.
  • Kurangnya berolahraga secara teratur dan gaya hidup yang tidak aktif
  • Berusia di atas 60 tahun
  • Menggunakan hormon estrogen (pil KB) atau testosteron
  • Masa kehamilan

Diagnosis

Biasanya penyakit ini sulit untuk terdeteksi pada individu yang menderita penyakit jantung, paru-paru, tekanan darah tinggi, maupun emfisema. Biasanya pada tahap awal, dokter akan menanyakan beberapa hal seputar kondisi yang Anda miliki. Selanjutnya, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan untuk membantu menentukan penyebab dari gejala yang dialami, seperti:

  • X-ray Pemeriksaan ini dilakukan untuk membantu dokter melihat struktur jantung dan paru-paru Anda secara jelas, serta memeriksa kondisi tulang di sekitar paru-paru Anda.
  • Electrocardiography (ECG). Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengukur aktivitas listrik jantung Anda.
  • Pemeriksaan ini dilakukan untuk menggambarkan jantung dan paru-paru secara jelas, dengan menggunakan gelombang radio dan medan magnet.
  • CT scan. Pemeriksaan ini berfungsi untuk membantu dokter melihat kondisi paru-paru
  • Angiografi pulmonal. Pemeriksaan ini dilakukan dengan membuat sayatan kecil pada pembuluh darah, sehingga dokter dapat memasukkan alat khusus ke dalamnya. Kemudian, dokter akan menyuntikkan cairan pewarna khusus sehingga pembuluh darah pada paru dapat terlihat dengan baik.
  • Duplex venous ultrasound. Pemeriksaan ini dilakukan untuk melihat aliran darah dan memeriksa kemungkinan adanya bekuan darah pada kaki, dengan menggunakan gelombang radio.
  • Venografi, yang merupakan foto rontgen khusus untuk pembuluh darah pada kaki
  • Pemeriksaan D-dimer, sebagai salah satu jenis tes darah untuk memeriksa kondisi pembekuan darah

Pengobatan

Pengobatan diberikan berdasarkan ukuran dan lokasi bekuan darah. Untuk masalah kecil yang diketahui sejak dini, dokter akan memberikan obat untuk mengatasi emboli. Beberapa obat dapat memecah bekuan darah yang kecil. Obat pengencer darah dan trombolitik bisa menjadi pilihan.

 Antikoagulan atau obat pengencer darah (heparin, warfarin):

  • Obat ini berfungsi untuk mengencerkan darah dan mencegah pembentukan bekuan darah. Obat ini mampu menyelamatkan nyawa dalam situasi darurat.
  • Trombolitik
    Obat ini berfungsi untuk mempercepat penghancuran bekuan darah. Trombolitik  hanya digunakan pada situasi darurat, karena mempunyai efek samping seperti pendarahan serius.

Penanganan lain yang mungkin Anda butuhkan adalah operasi, untuk mengangkat  bekuan darah yang menyumbat aliran darah ke paru-paru atau jantung. Beberapa prosedur operasi yang dapat dilakukan adalah:

  • Filter pembuluh darah (vein filter)
    Prosedur ini dilakukan untuk mencegah bekuan darah bergerak dari kaki menuju paru-paru.
  • Mengangkat bekuan darah
    Tindakan medis ini berfungsi untuk mengeluarkan bekuan darah dari arteri, dengan cara menyedotnya menggunakan selang kecil atau kateter. Metode ini sulit dilakukan, sehingga tidak terlalu efektif.  
  • Operasi terbuka
    Metode ini dilakukan hanya pada kasus darurat. Misalnya ketika pasien dalam kondisi syok, atau saat obat tidak lagi berfungsi untuk memecah bekuan darah.  

Pencegahan

Mencegah terjadinya bekuan darah pada DVT dapat membantu mencegah terjadinya emboli paru. Oleh karena itu, lakukan langkah agresif untuk mencegah terjadinya bekuan darah, dengan cara:

  • Mengonsumsi obat pengencer darah (antikoagulan). Obat ini akan diberikan kepada individu dengan risiko bekuan darah, sebelum dan sesudah operasi. Begitu pula pada orang dengan serangan jantung, stroke, atau menderita komplikasi dari kanker.
  • Menggunakan stoking kompresi untuk menekan kaki, agar dapat membantu vena dan otot kaki mengalirkan darah secara efisien efisien, serta mencegah pengumpulan darah pada bagian bawah tubuh, selama dan setelah operasi umum.  
  • Menopang kaki dengan bantal agar posisinya lebih tinggi, saat tidur. Belajar untuk bergerak sesegera mungkin setelah operasi dapat mencegah terjadinya emboli paru dan mempercepat penyembuhan.
  • Menggunakan kompres pneumatik, untuk menekan pembuluh darah di kaki, sekaligus memperbaiki aliran darah

Cara-cara di bawah ini bisa dilakukan jika Anda berisiko mengalami emboli paru, dan sedang melakukan perjalanan panjang.

  • Mengonsumsi banyak air
  • Usahakan untuk bergerak apabila telah duduk selama 1 jam
  • Melakukan peregangan pada kaki setiap 15 menit

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Emboli paru dapat berakibat fatal. Segera cari pertolongan medis darurat jika mengalami sesak napas yang tidak jelas penyebabnya, nyeri dada atau batuk disertai dengan dahak dan darah.

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Pendeteksian penyakit biasanya dilakukan di rumah sakit. Siapkan informasi berikut ini untuk membantu dokter dalam mendiagnosis.

  • Informasi lengkap tentang gejala yang Anda alami
  • Infromasi tentang riwayat medis Anda
  • Informasi tentang perjalanan yang pernah Anda lakukan
  • Informasi tentang riwayat penyakit keluarga
  • Informasi tentang jenis obat yang Anda gunakan

Selain itu, siapkan pertanyaan untuk Anda ajukan kepada dokter.

Referensi

Healthline. https://www.healthline.com/health/pulmonary-embolus
Diakses pada 28 November 2018

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pulmonary-embolism/symptoms-causes/syc-20354647
Diakses pada 28 November 2018

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/pulmonaryembolism.html
Diakses pada 28 November 2018

Back to Top