Emboli

Ditulis oleh Olivia
Ditinjau dr. Widiastuti
Obesitas dan gaya hidup yang tidak sehat dapat meningkatkan risiko terbentuknya emboli pada arteri
Obesitas dan gaya hidup yang tidak sehat dapat meningkatkan risiko terbentuknya emboli pada arteri.

Pengertian Emboli

Emboli merupakan penyumbatan pada arteri akibat bekuan darah atau gelembung udara (embolus). Setiap jaringan dan organ tubuh memerlukan oksigen dalam darah yang diangkut ke seluruh tubuh melalui aliran darah. Apabila penyediaan darah ke otak, jantung atau paru-paru terhambat, maka organ-organ tersebut akan kehilangan sebagian atau keseluruhan dari fungsinya. Sebab, oksigen yang diperlukan tidak terpenuhi.

Ada beberapa tipe dari emboli, yaitu:

  • Pulmonary embolism (emboli pada paru-paru), yang terjadi jika embolus menyumbat salah satu arteri pada paru-paru. Embolus tersebut biasanya terbentuk di kaki, yang dikenal sebagai Deep Vein Thrombosis ( DVT ).
  • Brain embolism (emboli pada otak), yang terjadi jika bekuan darah menyumbat salah satu arteri otak dan menyebabkan transient ischemic attack (TIA) atau stroke.
  • Retinal embolism (emboli pada retina mata), yang terjadi ketika bekuan darah yang kecil tidak menyebabkan penyumbatan pada arteri besar, tetapi menyumbat arteri kecil seperti pada retina mata dan menyebabkan kebutaan pada satu mata.
  • Septic embolism, akibat partikel yang disebabkan oleh infeksi masuk ke dalam pembuluh darah dan menyumbat pembuluh darah.
  • Amniotic embolism, yang terjadi ketika paru-paru pada wanita hamil tersumbat oleh embolus berupa cairan ketuban (amnion).
  • Air embolism (emboli udara), biasanya terjadi pada penyelam yang terlalu cepat naik ke permukaan, dan mengalami penyumbatan pembuluh darah akibat gelembung udara dalam darah
  • Fat embolism yang terjadi, jika lemak atau partikel dari sumsum tulang masuk ke dalam sirkulasi darah dan menyebabkan penyumbatan.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Gejala dari emboli tergantung dari tipe emboli itu sendiri. Jika Anda menderita emboli pada otak, maka akan terjadi stroke dengan gejala seperti kelemahan atau kebas pada satu tangan, bicara yang cadel atau bahkan tidak dapat berbicara sama sekali. Sementara itu, emboli pada paru-paru akan menimbulkan nyeri pada dada, seperti tertusuk yang dapat terjadi secara mendadak atau bertahap. Selain itu tanda-tanda umum yang muncul juga bisa sesak napas, batuk dan perasaan pusing bahkan pingsan. Deep Vein Thrombosis (DVT) merupakan penyebab utama dari emboli pada paru. Terkadang, kondisi tidak disertai gejala apapun. Namun, gejala-gejala ini juga mungkin terjadi.

  • Nyeri dan pembengkakan di salah satu kaki
  • Sakit yang berat pada bagian yang terjangkit
  • Rasa hangat pada kulit yang terjangkit
  • Perubahan warna (menjadi kemerahan), terutama pada kulit di belakang kaki dan di bawah lutut.

Para penyelam harus selalu memantau kondisi masing-masing ketika naik ke permukaan. Jadi, apabila terdapat emboli udara, penanganan bisa cepat dilakukan.

Penyebab

Penyakit ini disebabkan oleh benda asing atau zat yang tidak seharusnya berada di dalam darah, sehingga menyebabkan gangguan. Benda asing tersebut dikenal sebagai emboli atau embolus. Beberapa hal yang menyebabkan penyakit ini adalah:

  • Bekuan darah
    Kondisi medis tertentu seperti obesitas, penyakit jantung, kanker dan kehamilan dapat menyebabkan terjadinya bekuan darah di dalam pembuluh darah, walaupun tidak ada perdarahan. Bekuan tersebut lalu akan berjalan melalui aliran darah, terjebak dan menyumbat aliran darah ke organ atau tungkai.
  • Patah tulang seperti tulang panjang pada paha
    Kondisi ini dapat menyebabkan partikel lemak terlepas ke dalam aliran darah. Partikel lemak dapat pula terjadi akibat luka bakar berat atau komplikasi dari operasi tulang.
  • Udara
    Yang menyebabkan gelembung udara atau gas lainnya masuk ke dalam aliran darah. Emboli udara biasanya ditemui pada penyelam yang naik ke permukaan terlalu cepat. Perubahan tekanan udara dapat menyebabkan gelombang nitrogen terbentuk di dalam aliran darah dan terjebak pada pembuluh darah. Penyumbatan ini menyebabkan penyakit dekompresi.
  • Kolesterol pada individu dengan aterosklerosis berat
    Potongan kecil dari kolesterol dapat lepas dari sisi pembuluh darah dan menjadi emboli.
  • Cairan amnion (cairan ketuban)
    Walaupun jarang terjadi, cairan ketuban dapat bocor ke dalam pembuluh darah ibu dalam proses persalinan dan menyebabkan sumbatan. Kondisi ini dapat menyebabkan masalah pernapasan, turunnya tekanan darah dan hilangnya.

Selain itu, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terhadap emboli, seperti:

  • Berat badan yang berlebih
  • Sedang mengandung
  • Usia 60 tahun ke atas
  • Merokok
  • Memiliki penyakit jantung
  • Tidak dapat bergerak dalam waktu yang lama

Diagnosis

Diagnosis dari emboli disesuaikan berdasarkan riwayat penyakit, tanda dan gejala penyakit, serta pemeriksaan fisik pasien. Beberapa contoh pemeriksaan yang dapat dilakukan meliputi:

  • Tes darah
  • Foto rontgen paru-paru dan jantung
  • MRI
  • CT Scan
  • Venografi, untuk melihat kondisi pembuluh darah di kaki
  • Arteriografi, untuk melihat kondisi pembuluh darah arteri
  • Tes fungsi paru-paru dan jantung

Pengobatan

Penanganan dilakukan berdasarkan penyebab, ukuran dan lokasi sumbatan di dalam tubuh. Langkah penanganan yang bisa dilakukan adalah embolektomi, dan pengobatan.

Embolektomi

Metode pembedahan yang dikenal dengan embolektomi ini biasanya dilakukan untuk mengangkat sumbatan. Metode operasi ini dilakukan dengan memotong atau menyayat arteri yang terkena, sehingga emboli (embolus) dapat dikeluarkan melalui penyedotan (atau yang dikenal dengan aspirasi).

Obat-obatan
Dapat digunakan untuk melarutkan emboli akibat bekuan darah. Obat anti koagulan (anti pembekuan darah) seperti warfarin, heparin dan aspirin dosis rendah akan membantu membuat darah tidak terlalu kental maupun lengket, serta mencegah darah membentuk bekuan lebih lanjut.

Emboli yang disebabkan oleh udara biasanya akan ditangani dengan Hyperbaric Chamber (ruangan hiperbarik). Tekanan udara dalam ruangan ini lebih tinggi daripada tekanan udara normal di luar ruangan tersebut. Jadi, gelembung udara dalam tubuh bisa dikurangi.

Pencegahan

Pencegahan embolisme tidak selalu dapat dilakukan. Namun, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko secara signifikan, yaitu dengan:

  • Mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang, seperti rendah lemak dan tinggi serat
  • Membatasi konsumsi garam sebanyak tidak lebih dari 6 gram dalam sehari
  • Menjaga berat badan tetap ideal
  • Menghindari rokok
  • Rajin berolahraga secara teratur

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Apabila gejala di atas terjadi, segera berkonsultasi dengan dokter agar tidak membahayakan diri Anda.

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Pendeteksian penyakit ini biasanya dilakukan di rumah sakit. Untuk membantu dokter dalam mendiagnosis, Anda sebaiknya menyiapkan daftar yang berisi:

  • Informasi lengkap tentang gejala Anda
  • Riwayat medis
  • Informasi tentang perjalanan yang Anda lakukan
  • Riwayat kesehatan keluarga
  • Jenis obat yang dikonsumsi
  • Beberapa pertanyaan yang ingin diajukan pada dokter
Referensi

Healthline. Pulmonary Embolism. https://www.healthline.com/health/pulmonary-embolus
diakses pada 13 Desember 2018.

MayoClinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pulmonary-
embolism/symptoms-causes/syc-20354647
diakses pada 13 Desember 2018.

Medbroadcast. https://medbroadcast.com/condition/getcondition/embolism
diakses pada 13 Desember 2018.

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/embolism/
diakses pada 28 November 2018.

Back to Top