Kulit & Kelamin

Eksim Atopik

04 Aug 2021 | Dedi IrawanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Eksim Atopik
Eksim atopik bisa terjadi karena penggunaan produk yang mengiritasi kulit
Eksim atopik atau dermatitis atopik adalah radang kulit dalam jangka panjang, dengan kondisi merah, bersisik, kering dan gatal. Terkadang, dapat ditemukan juga lepuhan kecil yang mengandung cairan bening.Kondisi ini pada umumnya dijumpai pada anak-anak. Namun, eksim atopik juga bisa terjadi pada semua kalangan umur dan dapat disertai asma atau rinitis alergi.Hingga saat ini, belum ada yang dapat menyembuhkan eksim atopik secara keseluruhan. Namun, perawatan diri dapat mengurangi rasa gatal dan mencegahnya menjadi lebih parah.Beberapa langkah perawatan tersebut di antaranya adalah dengan menghindari sabun yang kasar, melembapkan kulit secara teratur, maupun menggunakan obat tertentu.Di Indonesia sendiri eksim atopik menempati peringkat pertama dari 10 besar penyakit kulit pada anak. Karena angka penderitanya cukup tinggi di Indonesia, eksim atopik juga tentunya akan memengaruhi kualitas hidup penderitanya. Mulai dari kualitas hidup, penampilan, hingga kenyamanan. Oleh karena itu, kita harus dapat mengenali gejalanya dan melakukan penanganan sedini mungkin.Melainkan dari angka penderitanya yang cukup tinggi di Indonesia, eksim atopik juga tentunya dapat memengaruhi kualitas hidup penderita dari segi penampilan dan kenyamanan, sehingga kita harus dapat mengenali gejalanya dan melakukan penanganan sedini mungkin. 
Eksim Atopik
Dokter spesialis Kulit
GejalaKulit kering atau gatal, bercak merah, kulit bersisik
Faktor risikoRiwayat pribadi atau keluarga yang berhubungan dengan eksim, asma, alergi, atau rinitis alergi
Metode diagnosisKriteria eksim atopik berdasarkan Williams dkk.
PengobatanObat-obatan
ObatKortikosteroid, antihistamin, antibiotik
KomplikasiInfeksi kulit, gatal kronis, kulit bersisik
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala eksim atopik yang mengganggu aktivitas, tak kunjung sembuh meski sudah diobati, dan menunjukkan tanda infeksi
Meski bervariasi pada setiap individu, berikut ini adalah tanda dan gejala eksim yang dapat dikenali.
  • Kulit kering
  • Sensasi gatal dan sakit, terutama pada malam hari
  • Bercak merah hingga abu-abu kecokelatan, terutama di tangan, kaki, pergelangan kaki, pergelangan tangan, leher, dada atas, kelopak mata, lipatan siku, serta belakang lutut
  • Benjolan kecil yang dapat mengeluarkan cairan dan kerak saat tergores
  • Kulit menebal, retak, bersisik
  • Kulit sensitif dan membengkak setelah digaruk
Eksim atopik paling sering ditemukan sebelum usia 5 tahun dan dapat bertahan hingga remaja atau dewasa. Pada beberapa orang, gejala muncul secara berkala dan kemudian menghilang untuk sementara waktu, bahkan untuk beberapa tahun. 

Lokasi kemunculan eksim

Berikut ini lokasi kemunculan eksim serta tanda dan gejalanya, berdasarkan kelompok usia penderita.

Bayi (0-2 tahun)

Timbul sebagai ruam yang gatal secara tiba-tiba pada:
  • Tangan dan kaki
  • Wajah (dahi, pipi, dagu)
  • Leher
  • Kulit kepala
  • Badan
Kondisi ini akan menyebabkan kulit menjadi kering, gatal yang dapat hilang serta timbul kembali, serta bersisik. Selain itu, lepuhan kecil dapat timbul, pecah dan mengeluarkan cairan.

Anak-anak (2 tahun hingga pubertas)

Ruam pada kulit terjadi secara menahun (dalam waktu lama). Seiring berjalannya waktu, kulit pun akan menjadi kering, menebal dan berwarna kecokelatan atau lebih gelap. Ruam tersebut dapat ditemukan pada :
  • Permukaan fleksor tangan dan kaki
  • Leher
  • Pergelangan tangan dan pergelangan kaki
  • Kelopak mata
  • Telapak tangan dan telapak kaki

Remaja dan dewasa

Sebenarnya, dermatitis atau eksim atopik jarang dialami orang dewasa. Sebagian besar (sekitar 90%) penderitanya adalah balita. Sementara itu, 50% penderita yang mengalami eksim atopik pada masa kanak-kanak, akan terus mengalami tanda dan gejala ringan saat beranjak dewasa. Berbeda dari anak-anak, eksim atopik pada orang dewasa ditemukan pada:Ketika orang dewasa menderita kondisi ini, maka akan terlihat berbeda dari anak-anak. Pada orang dewasa, kondisi ini dapat terjadi pada :
  • Lipatan siku dan lipatan lutut (bagian dalam)
  • Pergelangan tangan dan pergelangan kaki
  • Muka, leher, dada
  • Telapak tangan dan telapak kaki.
  • Kulit sekitar mata
  • Dapat juga menutupi hampir sebagian besar tubuh
Pada orang dewasa, kulit dapat menjadi sangat kering, menyebabkan gatal terus menerus, lebih bersisik daripada bayi dan anak-anak, dan dapat menyebabkan infeksi pada kulit.Beratnya eksim atopik dapat bervariasi pada setiap individu. Seseorang dengan eksim ringan mungkin hanya mengalami gejala berupa kulit kering di satu lokasi, yang kadang-kadang gatal. Dalam kasus yang lebih parah, eksim atopik dapat menyebabkan kulit merah meradang di seluruh tubuh dan gatal terus-menerus.Sensasi gatal dapat mengganggu kenyamanan dan konsentrasi penderita sehari-hari, terutama ketika tidur. Selanjutnya, tindakan menggaruk dapat membuat kulit menjadi tebal, gelap, dan luka sehingga mempermudah terjadinya infeksi sekunder.Kondisi kulit yang terinfeksi oleh eksim dapat sementara menjadi lebih gelap atau terang setelah kondisi membaik. Kondisi ini merupakan ”bekas atau jejak” dari reaksi peradangan lama yang pada akhirnya kembali ke warna semula. 

Tanda-tanda infeksi pada eksim

Waspadai kondisi-kondisi berikut ini, yang merupakan tanda-tanda infeksi.
  • Eksim secara progresif menjadi jauh lebih buruk
  • Cairan mengalir keluar dari kulit
  • Kerak kuning di permukaan kulit atau bintik-bintik putih kekuningan kecil muncul pada eksim
  • Kulit menjadi bengkak dan sakit
  • Suhu tinggi (demam) dan secara umum menyebabkan perasaan tidak sehat
Temui dokter sesegera mungkin jika mencurigai adanya infeksi pada kulit Anda maupun anak. 
Eksim disebabkan oleh ketidakmampuan seseorang untuk memperbaiki kerusakan pada sawar kulit yang berfungsi sebagai perlindungan terhadap kulit. Kelainan pada gen yang disebut filaggrin, menjadi penyebabnya. Filaggrin penting dalam pembentukan sawar kulit. Oleh karena itu, jika kulit penderita eksim atopik terkena iritasi dan sawar kulitnya terganggu, kemampuan untuk memperbaiki sawar kulit pun menjadi terbatas.Ketika sawar kulit terganggu, kulit akan lebih mudah kehilangan air. Akibatnya, kulit akan menjadi kering dan bersisik. Pemicu alergi di lingkungan (alergen lingkungan) juga dapat masuk ke kulit dan mengaktifkan sistem kekebalan tubuh, sehingga menyebabkan terjadinya peradangan yang membuat kulit menjadi merah dan gatal.Anda lebih berisiko untuk mengalami eksim jika ada anggota keluarga dengan riwayat eksim maupun alergi, termasuk rinitis alergi (hay fever) dan asma.Dalam kebanyakan kasus, makanan tidak memperburuk kondisi eksim. Namun, jika Anda mencurigai adanya jenis makanan tertentu yang memengaruhi eksim, segera temui dokter maupun ahli gizi untuk melakukan tes alergi, serta saran tentang diet yang tepat.Ada sejumlah hal yang dapat memicu gejala eksim. Ini dapat bervariasi di setiap orang. Yang sering menjadi pemicu adalah:
  • Benda yang dapat mengiritasi, seperti sabun, deterjen, dan sampo
  • Faktor lingkungan atau alergi lingkungan. Misalnya, cuaca dingin dan kering, kelembaban, dan hal-hal tertentu seperti tungau, debu rumah, bulu hewan peliharaan, serbuk sari dan jamur
  • Alergi makanan, contohnya susu sapi, telur, kacang tanah, kacang kedelai atau gandum
  • Bahan-bahan pakaian tertentu, seperti wol dan kain sintetis
  • Perubahan hormon. Wanita mungkin menemukan gejala mereka memburuk pada periode sebelum haid atau selama kehamilan
  • Infeksi kulit
Beberapa orang juga melaporkan gejala mereka memburuk ketika udara kering atau berdebu atau ketika mereka stres atau berkeringat, terlalu dingin maupun terlalu panas.Stres sebenarnya tidak dapat menyebabkan eksim. Namun sebaliknya, malah eksim yang dapat menyebabkan stres.Akibatnya, stres ditambah tindakan menggaruk, dapat memperburuk gejala yang ada. Jika Anda didiagnosis menderita eksim atopik, dokter akan membantu mengidentifikasi pemicunya. 
Tidak ada langkah diagnostis spesifik atau pemeriksaan laboratorium tertentu untuk mendeteksi eksim atopik. Diagnosis dilakukan berdasarkan kriteria spesifik dengan mempertimbangkan riwayat pasien dan gejala klinis.Dokter bisa menggunakan kriteria Williams dkk untuk menentukan diagnosis eksim atopik. Kriteria ini telah terbukti akurast dalam mendiagnosis kondisi ini sehingga tidak memerlukan pengujian invasif.Dengan menggunakan kriteria Williams dkk, diagnosis eksim atopik diberikan pada pasien dengan kondisi kulit yang gatal dan ditambah tiga kriteria minor atau lebih, yang bervariasi tergantung pada usia pasien.

Kriteria mayor

Pasien memiliki kondisi kulit gatal, yang bisa berdasarkan laporan orang tua/pengasuh mengenai tindakan menggaruk atau menggosok kulit pada anak.Kriteria minorPada pasien anak-anak berusia di atas 4 tahun dan orang dewasa, terdapat tiga atau lebih dari kondisi minor berikut ini.
  • Riwayat gatal pada lipatan kulit (misalnya, lipatan siku, di belakang lutut, depan pergelangan kaki, di sekitar leher)
  • Riwayat asma atau rinitis alergi
  • Riwayat kulit kering selama setahun yang lalu
  • Adanya eksim yang tampak di permukaan fleksor tangan atau kaki (yaitu, di lipatan kulit pada siku, lutut, pergelangan tangan, dll)
  • Onset di bawah usia 2 tahun

Kriteria pada pasien di bawah 4 tahun

Anak-anak berusia di bawah 4 tahun dan orang dewasa, terdapat kondisi minor berikut ini:
  • Riwayat gatal pada pipi
  • Riwayat penyakit alergi (atopik) pada keluarga inti
  • Eksim di pipi, dahi, dan bagian luar tangan atau kaki
Diagnosis dini tidak selalu dapat dilakukan pada anak-anak berusia di bawah 4 tahun. 
Cara mengobati eksim atopik dapat untuk membantu dalam meredakan gejala. Namun penyakit ini tidak bisa sembuh secara total.Beberapa langkah penanganan yang bisa disarankan oleh dokter meliputi:

Emolien (pelembap)

Gunakan pelembap setiap hari untuk mencegah kulit menjadi kering. Emolien adalah pelembab yang diaplikasikan langsung pada kulit untuk mencegah atau menekan kadar air dalam kulit. Cara kerjanya dengan memberikan lapisan pelindung di atas kulit.Pelembap digunakan untuk mengatasi kulit yang kering maupun bersisik, seperti pada eksim atopik. Saat ini sudah tersedia berbagai emolien. Konsultasikan dengan dokter tentang emolien yang sesuai kondisi kulit Anda. Mungkin saja Anda perlu mencoba beberapa jenis emolien untuk menentukan yang paling cocok.

Kortikosteroid topikal

Kortikosteroid topikal merupakan krim atau salep untuk mengurangi peradangan dan kemerahan selama timbulnya gejala eksim atopik.Jika kulit Anda perih dan meradang, dokter mungkin akan meresepkan kortikosteroid topikal yang dioleskan langsung pada kulit. Obat ini dapat mengurangi peradangan dalam beberapa hari.Kortikosteroid topikal dapat diresepkan dalam konsentrasi yang berbeda-beda, tergantung dengan tingkat keparahan eksim atopik dan area kulit. Obat ini memiliki kategori sangat ringan sangat ringan (seperti hidrokortison), sedang (seperti butyrate clobetasone), dan bahkan lebih kuat (seperti mometasone).Jika harus menggunakan kortikosteroid secara intensif, kunjungi dokter umum secara teratur. Dokter bisa mengawasi penggunaan krim maupun salep dalam jumlah tepat dan memastikan perawatan ini bekerja efektif.Pemakaian kortikosteroid bisa menimbulkan efek samping berupa sensasi menyengat yang ringan, selama kurang dari satu menit setelah aplikasi.Meski jarang terjadi, kortikosteroid bisa menyebabkan beberapa kondisi berikut:
  • Penipisan kulit, terutama jika steroid berkategori kuat digunakan pada tempat yang salah, seperti wajah, atau dipakai terlalu lama (misalnya, beberapa minggu)
  • Perubahan warna kulit. Kulit menjadi lebih cerah setelah berbulan-bulan menggunakan steroid berkategori kuat.
  • Jerawat yang mungkin terjadi, khususnya untuk penggunaan pada kulit wajah remaja
  • Peningkatan pertumbuhan rambut
Sebagian besar efek samping di atas akan membaik setelah perawatan dihentikan. Risiko untuk mengalami efek samping mungkin lebih tinggi jika kortikosteroid topikal yang kuat digunakan:
  • Selama berbulan-bulan
  • Di area sensitif seperti wajah, ketiak atau selangkangan
  • Dalam jumlah yang banyak
Sementara itu, obat kortikosteroid oral dapat membantu pasien dengan eksim berat. Efek sampingnya antara lain tekanan darah tinggi, peningkatan kerentanan terhadap semua jenis infeksi, dan perubahan mood serta perilaku. Adapun obat kortikosteroid bisa berupa:

Antihistamin

Obat ini menghambat efek zat dalam darah yang disebut histamin. Histamin merupakan zat yang dilepaskan saat reaksi alergi terjadi. Zat tersebutlah yang menyebabkan rasa gatal. Penggunaan antihistamin dapat meringankan gatal akibat eksim atopik.

Antibiotik

Obat jenis ini bisa bigunakan jika infeksi telah terjadi. Antibiotik bisa diberikan secara topikal maupun oral, sesuai tingkat infeksi.

Pimecrolimus topikal atau tacrolimus

Untuk eksim di tempat sensitif yang tidak memberikan respons terhadap perawatan sederhana.

Perban atau pakaian tubuh khusus

Langah ini dilakukan guna mendukung proses penyembuhan kulit. 

Perawatan diri untuk pasien eksim atopik

Bersamaan pengobatan di atas, lakukan langkah-langkah perawatan diri untuk meringankan gejala serta memperburuk kondisi kulit.
  • Menjaga kesehatan kulit

Penting untuk menjaga kelembapan kulit Anda. Krim tebal atau salep dengan kandungan air menjadi pilihan terbaik. Pakai krim segera setelah mandi atau ketika kulit masih dalam keadaan basah. Pastikan Anda tidak mandi terlalu lama atau menggunakan air dengan panas berlebih, yang berpotensi membuat kulit kering.
  • Hindari menggaruk kulit

Eksim bisa menjadi sangat gatal dan memicu keinginan untuk menggaruk. Padahal, tindakan ini malahan merusak kulit, menyebabkan timbulnya lebih banyak eksim, penebalan kulit, serta kulit yang kasar. Garukan yang dalam juga mendorong perdarahan dan meningkatkan risiko kulit terhadap infeksi serta luka.Oleh karena itu, tahan keinginan untuk menggaruk. Sebagai gantinya, Anda bisa mengusap-usap kulit dengan jari-jari. Pastikan kuku Anda pendek dan bersih, agar kulit tidak terluka. Kenakan pakaian yang bisa menutup bagian kulit tersebut. Tujuannya, untuk mengurangi kerusakan kulit akibat kebiasaan menggaruk.
  • Jauhi pemicu eksim

Dokter akan mencari pemicu eksim atopik yang Anda alami. Setelah mengetahui pemicunya, Anda bisa menghindarinya. Misalnya, jenis kain tertentu yang menyebabkan iritasi pada kulit Anda. Jadi, Anda bisa memilih pakaian dengan bahan lain.
  • Perhatikan pola makan

Beberapa makanan seperti telur dan susu sapi dapat memicu gejala eksim. Oleh karena itu, hindari mengubah diet terlalu signifikan tanpa berdiskusi dengan dokter.Pasalnya, menghilangkan makanan tertentu dari diet, bisa berdampak buruk terhadap kesehatan. Terutama pada anak-anak dengan kebutuhan kalsium, kalori, dan protein dari sumber makanan tersebut.
  • Lindungi diri dari sinar matahari

Sinar matahari dalam jumlah sedikit, bisa membantu meredakan gejala eksim. Namun, radiasi ultraviolet dari sinar matahari merupakan faktor risiko terhadap kanker kulit dan penuaan dini pada kulit. Paparan sinar matahari berlebihan malah memperburuk eksim.
  • Atasi stres dan kecemasan

Stres dan cemas bisa memicu munculnya eksim atopik. 

Komplikasi eksim atopik

Komplikasi eksim atopik yang mungkin muncul pada penderitanya, antara lain:
  • Asma dan rinitis alergi
  • Gatal kronis dan kulit bersisik
  • Infeksi kulit
  • Dermatitis tangan iritan
  • Dermatitis kontak alergi
  • Gangguan tidur
 
Untuk mencegah munculnya eksim atopik, lakukan perawatan diri sesuai petunjuk di atas. Selain itu, gunakan sabun khusus. Sebab, sabun biasa memiliki sifat basa, dan bisa menyebabkan kulit kering. 
Anda disarankan berkonsultasi dengan dokter jika mengalami kondisi berikut ini.
  • Gejala eksim atopik, terutama jika gejalanya telah memenuhi kriteria diagnosis eksim atopik
  • Eksim atopik telah menimbulkan rasa tidak nyaman dan mengganggu tidur, serta aktivitas sehari-hari.
  • Infeksi kulit berupa garis-garis merah, nanah, dan koreng berwarna kuning
  • Gejala yang tidak membaik, meski sudah melakukan pengobatan di rumah
 
Sebelum melakukan kunjungan ke dokter, persiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buatlah daftar seputar gejala yang muncul.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang dialami oleh pasien. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang dikonsumsi oleh pasien.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan kepada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberi dukungan moral maupun membantu mengingat informasi yang disampaikan dokter.
 
Dokter kemungkinan akan mengajukan pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang dirasakan pasien?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait eksim atopik?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis eksim atopik agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Betterhealth Chanel Victoria State Government. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/ConditionsAndTreatments/eczema-atopic-dermatitis
Diakses pada 11 November 2018
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/atopic-dermatitis-eczema/doctors-departments/ddc-20353282
Diakses pada 4 Agusus 2021
myDr. https://www.mydr.com.au/skin-hair/eczema-prevention-and-treatment
Diakses pada 4 Agusus 2021
National Allergy and Asthma. https://nationalallergyandasthma.com/atopic-dermatitis-eczema/
Diakses pada 4 Agusus 2021
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/atopic-eczema/
Diakses pada 4 Agusus 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email