Eksim Atopik

Ditulis oleh Olivia
Ditinjau dr. Widiastuti
Eksim atopik adalah radang kulit dalam jangka panjang, dengan kondisi merah, bersisik, kering dan gatal
Eksim atopik dapat terjadi karena penggunaan produk mandi yang dapat mengiritasi kulit dan alergi lingkungan.

Pengertian Eksim Atopik

Eksim atopik atau dermatitis atopik adalah radang kulit dalam jangka panjang, dengan kondisi merah, bersisik, kering dan gatal. Terkadang, dapat ditemukan juga lepuhan kecil yang mengandung cairan bening. Kondisi ini pada umumnya dijumpai pada anak-anak. Namun, eksim atopik juga bisa terjadi pada semua kalangan umur dan dapat disertai asma atau rinitis alergi.

Hingga saat ini, belum ada yang dapat menyembuhkan eksim atopik secara keseluruhan. Namun, perawatan diri dapat mengurangi rasa gatal dan mencegahnya menjadi lebih parah. Beberapa langkah perawatan tersebut di antaranya adalah dengan menghindari sabun yang kasar, melembapkan kulit secara teratur, maupun menggunakan obat tertentu.

Di Indonesia sendiri eksim atopik menempati peringkat pertama dari 10 besar penyakit kulit pada anak. Karena angka penderitanya cukup tinggi di Indonesia, eksim atopik juga tentunya akan memengaruhi kualitas hidup penderitanya. Mulai dari kualitas hidup, penampilan, hingga kenyamanan. Oleh karena itu, kita harus dapat mengenali gejalanya dan melakukan penanganan sedini mungkin.

Melainkan dari angka penderitanya yang cukup tinggi di Indonesia, eksim atopik juga tentunya dapat memengaruhi kualitas hidup penderita dari segi penampilan dan kenyamanan, sehingga kita harus dapat mengenali gejalanya dan melakukan penanganan sedini mungkin.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Meski bervariasi pada setiap individu, berikut ini adalah tanda dan gejala eksim yang dapat dikenali.

  • Kulit kering
  • Sensasi gatal dan sakit, terutama pada malam hari
  • Bercak merah hingga abu-abu kecokelatan, terutama di tangan, kaki, pergelangan kaki, pergelangan tangan, leher, dada bagian atas, kelopak mata, di dalam lengkungan siku dan lutut. Sementara itu pada bayi, tanda-tanda tersebut dapat ditemukan pada wajah dan kulit kepala
  • Benjolan kecil yang dapat mengeluarkan cairan dan kerak saat tergores
  • Kulit menebal, retak, bersisik
  • Kulit sensitif dan membengkak setelah digaruk
  • Eksim atopik paling sering ditemukan sebelum usia 5 tahun dan dapat bertahan hingga remaja atau dewasa. Pada beberapa orang, gejala muncul secara berkala dan kemudian menghilang untuk sementara waktu, bahkan untuk beberapa tahun.

Berikut ini lokasi kemunculan eksim serta tanda dan gejalanya, berdasarkan kelompok usia penderita.

Bayi (0-2 tahun):

Timbul sebagai ruam yang gatal secara tiba-tiba pada:

  • Permukaan ekstensor (luar) tangan dan kaki
  • Wajah (dahi, pipi, dagu)
  • Leher
  • Kulit kepala
  • Badan
Kondisi ini akan menyebabkan kulit menjadi kering, gatal yang dapat hilang serta timbul kembali, serta bersisik. Selain itu, lepuhan kecil dapat timbul, pecah dan mengeluarkan cairan.

Anak-anak (2 tahun hingga pubertas):

Ruam pada kulit terjadi secara menahun (dalam waktu lama). Seiring berjalannya waktu, kulit pun akan menjadi kering, menebal dan berwarna kecokelatan atau lebih gelap. Ruam tersebut dapat ditemukan pada :

  • Permukaan fleksor tangan dan kaki
  • Leher
  • Pergelangan tangan dan pergelangan kaki
  • Kelopak mata
Telapak tangan dan telapak kaki

Remaja dan Dewasa:

Sebenarnya, dermatitis atau eksim atopik jarang dialami orang dewasa. Sebagian besar (sekitar 90%) penderitanya adalah balita. Sementara itu, 50% penderita yang mengalami eksim atopik pada masa kanak-kanak, akan terus mengalami tanda dan gejala ringan saat beranjak dewasa. Berbeda dari anak-anak, eksim atopik pada orang dewasa ditemukan pada:

Ketika orang dewasa menderita kondisi ini, maka akan terlihat berbeda dari anak-anak. Pada orang dewasa, kondisi ini dapat terjadi pada :

  • Lipatan siku dan lipatan lutut (bagian dalam)
  • Pergelangan tangan dan pergelangan kaki
  • Muka, leher, dada
  • Telapak tangan dan telapak kaki.
  • Kulit sekitar mata
  • Dapat juga menutupi hampir sebagian besar tubuh
Pada orang dewasa, kulit dapat menjadi sangat kering, menyebabkan gatal terus menerus, lebih bersisik daripada bayi dan anak-anak, dan dapat menyebabkan infeksi pada kulit.

Beratnya eksim atopik dapat bervariasi pada setiap individu. Seseorang dengan eksim ringan mungkin hanya mengalami gejala berupa kulit kering di satu lokasi, yang kadang-kadang gatal. Dalam kasus yang lebih parah, eksim atopik dapat menyebabkan kulit merah meradang di seluruh tubuh dan gatal terus-menerus.

Sensasi gatal dapat mengganggu kenyamanan dan konsentrasi penderita sehari-hari, terutama ketika tidur. Selanjutnya, tindakan menggaruk dapat membuat kulit menjadi tebal, gelap, dan luka sehingga mempermudah terjadinya infeksi sekunder.

Kondisi kulit yang terinfeksi oleh eksim dapat sementara menjadi lebih gelap atau terang setelah kondisi membaik. Kondisi ini merupakan ”bekas atau jejak” dari reaksi peradangan lama yang pada akhirnya kembali ke warna semula.

Tanda-tanda Infeksi

Waspadai kondisi-kondisi berikut ini, yang merupakan tanda-tanda infeksi.

  • Eksim secara progresif menjadi jauh lebih buruk
  • Cairan mengalir keluar dari kulit
  • Kerak kuning di permukaan kulit atau bintik-bintik putih kekuningan kecil muncul pada eksim
  • Kulit menjadi bengkak dan sakit
  • Suhu tinggi (demam) dan secara umum menyebabkan perasaan tidak sehat

Temui dokter sesegera mungkin jika mencurigai adanya infeksi pada kulit Anda maupun anak.

Penyebab

Eksim disebabkan oleh ketidakmampuan seseorang untuk memperbaiki kerusakan pada sawar kulit yang berfungsi sebagai perlindungan terhadap kulit. Kelainan pada gen yang disebut filaggrin, menjadi penyebabnya. Filaggrin penting dalam pembentukan sawar kulit. Oleh karena itu, jika kulit penderita eksim atopik terkena iritasi dan sawar kulitnya terganggu, kemampuan untuk memperbaiki sawar kulit pun menjadi terbatas.

Ketika sawar kulit terganggu, kulit akan lebih mudah kehilangan air. Akibatnya, kulit akan menjadi kering dan bersisik. Pemicu alergi di lingkungan (alergen lingkungan) juga dapat masuk ke kulit dan mengaktifkan sistem kekebalan tubuh, sehingga menyebabkan terjadinya peradangan yang membuat kulit menjadi merah dan gatal.

Anda lebih berisiko untuk mengalami eksim jika ada anggota keluarga dengan riwayat eksim maupun alergi, termasuk rinitis alergi (hay fever) dan asma.

Dalam kebanyakan kasus, makanan tidak memperburuk kondisi eksim. Namun, jika Anda mencurigai adanya jenis makanan tertentu yang memengaruhi eksim, segera temui dokter maupun ahli gizi untuk melakukan tes alergi, serta saran tentang diet yang tepat.

Ada sejumlah hal yang dapat memicu gejala eksim. Ini dapat bervariasi di setiap orang. Yang sering menjadi pemicu adalah:

  • Benda yang dapat mengiritasi (irritants)
    Sabun, deterjen, dan sampo
  • Faktor lingkungan atau alergi lingkungan
    Cuaca dingin dan kering, kelembaban, dan hal-hal tertentu seperti tungau, debu rumah, bulu hewan peliharaan, serbuk sari dan jamur
  • Alergi makanan
    Alergi terhadap susu sapi, telur, kacang tanah, kacang kedelai atau gandum
  • Bahan-bahan pakaian tertentu
    Wol dan kain sintetis
  • Perubahan hormonal
    Wanita mungkin menemukan gejala mereka memburuk pada periode sebelum haid atau selama kehamilan
  • Infeksi kulit

Beberapa orang juga melaporkan gejala mereka memburuk ketika udara kering atau berdebu atau ketika mereka stres atau berkeringat, terlalu dingin maupun terlalu panas. Stres sebenarnya tidak dapat menyebabkan eksim. Namun sebaliknya, malah eksim yang dapat menyebabkan stres. Sehingga, stres ditambah tindakan menggaruk, dapat memperburuk gejala yang ada. Jika Anda didiagnosis menderita eksim atopik, dokter akan membantu mengidentifikasi pemicunya.

Diagnosis

Tidak ada tes diagnostik spesifik atau pemeriksaan laboratorium tertentu untuk eksim atopik. Diagnosis didasarkan pada kriteria spesifik dengan mempertimbangkan riwayat pasien dan gejala klinis. Tabel berikut ini menampilkan kriteria sederhana, yang telah terbukti akurasinya untuk mendiagnosis eksim atopik, dan tidak memerlukan pengujian invasif.

Dengan menggunakan kriteria ini, diagnosis eksim atopik diberikan pada pasien dengan kondisi kulit yang gatal (yang bisa berdasarkan laporan orangtua atau pengasuh mengenai tindakan menggaruk atau menggosok kulit pada anak), ditambah tiga atau lebih kriteria minor, yang bervariasi tergantung pada usia pasien.

Kriteria diagnosis untuk eksim atopik berdasarkan Williams dkk.

Kriteria Mayor

Pasien memiliki kondisi kulit gatal, yang bisa berdasarkan laporan orang tua/pengasuh mengenai tindakan menggaruk atau menggosok kulit pada anak

Kriteria Minor

Pada pasien anak-anak berusia di atas 4 tahun dan orang dewasa, terdapat tiga atau lebih dari kondisi minor berikut ini.

  • Riwayat gatal pada lipatan kulit (misalnya, lipatan siku, di belakang lutut, depan pergelangan kaki, di sekitar leher)
  • Riwayat asma atau rinitis alergi
  • Riwayat kulit kering selama setahun yang lalu
  • Adanya eksim yang tampak di permukaan fleksor tangan atau kaki (yaitu, di lipatan kulit pada siku, lutut, pergelangan tangan, dll)
  • Onset di bawah usia 2 tahun

Pada pasien anak-anak berusia di bawah 4 tahun dan orang dewasa, terdapat kondisi minor berikut ini

  • Riwayat gatal pada pipi
  • Riwayat penyakit alergi (atopik) pada keluarga inti
  • Eksim di pipi, dahi, dan bagian luar tangan atau kaki

* Diagnosis dini tidak selalu dapat dilakukan pada anak-anak berusia di bawah 4 tahun.

Pengobatan

Tindakan perawatan untuk eksim atopik yang dapat membantu meredakan gejala. Selain itu, belum tersedia obat yang dapat menyembuhkan. Namun, banyak pasien menemukan gejala mereka membaik dengan sendirinya seiring bertambahnya usia. Emolien (pelembap) dan kortikosteroid topikal bisa digunakan untuk mencegah kulit kering dan mengurangi peradangan.

  • Emolien (pelembap)
    Gunakan pelembap setiap hari untuk mencegah kulit menjadi kering. Emolien adalah pelembab yang diaplikasikan langsung kepada kulit untuk mencegah atau menekan kadar air yang hilang dari air. Cara kerjanya dengan memberikan lapisan pelindung di atas kulit. Pelembap digunakan untuk mengatasi kulit yang kering maupun bersisik, seperti pada eksim atopik. Saat ini sudah tersedia berbagai emolien. Konsultasikan dengan dokter tentang emolien yang sesuai kondisi kulit Anda. Mungkin saja Anda perlu mencoba beberapa jenis emolien untuk menentukan yang paling cocok.
  • Kortikosteroid topikal
    Kortikosteroid topikal merupakan krim atau salep untuk mengurangi peradangan dan kemerahan selama timbulnya gejala eksim atopik. Jika kulit Anda perih dan meradang, dokter mungkin akan meresepkan kortikosteroid topikal (untuk diaplikasikan langsung pada kulit), yang dapat mengurangi peradangan dalam beberapa hari. Kortikosteroid topikal dapat diresepkan dalam konsentrasi yang berbeda-beda, tergantung dengan tingkat keparahan eksim atopik dan area kulit.

    Kortikosteroid topikal bisa memiliki kategori sangat ringan sangat ringan (seperti hidrokortison), sedang (seperti butyrate clobetasone), dan bahkan lebih kuat (SEperti mometasone).

Jika harus menggunakan kortikosteroid secara intensif, kunjungi dokter umum secara teratur. Sehingga, dokter bisa mengawasi penggunaan krim maupun salep dalam jumlah tepat, dan memastikan perawatan ini bekerja efektif. Pemakaian kortikosteroid bisa menimbulkan efek samping berupa sensasi menyengat yang ringan, selama kurang dari satu menit setelah aplikasi.

Meski jarang terjadi, kortikosteroid bisa menyebabkan:

  • Penipisan kulit
    terutama jika steroid berkategori kuat digunakan pada tempat yang salah, seperti wajah, atau dipakai terlalu lama (misalnya, beberapa minggu)
  • Perubahan warna kulit
    Kulit menjadi lebih cerah setelah berbulan-bulan menggunakan steroid berkategori kuat.
  • Jerawat
    terutama untuk penggunaan pada kulit wajah remaja
  • Peningkatan pertumbuhan rambut

Sebagian besar efek samping di atas akan membaik setelah perawatan dihentikan. Risiko untuk mengalami efek samping mungkin lebih tinggi jika kortikosteroid topikal yang kuat digunakan:

  • Selama berbulan-bulan
  • Di area sensitif seperti wajah, ketiak atau selangkangan
  • Dalam jumlah yang banyak

Sementara itu, obat kortikosteroid oral dapat membantu pasien dengan eksim berat. Efek sampingnya antara lain tekanan darah tinggi, peningkatan kerentanan terhadap semua jenis infeksi, dan perubahan mood serta perilaku. Obat kortikosteroid bisa berupa:

  • Antihistamin
    Obat ini menghambat efek zat dalam darah yang disebut histamin. Histamin merupakan zat yang dilepaskan saat reaksi alergi terjadi. Zat tersebutlah yang menyebabkan rasa gatal. Penggunaan antihistamin dapat meringankan gatal akibat eksim atopik.
  • Antibiotik

Digunakan jika infeksi telah terjadi. Antibiotik bisa diberikan secara topikal maupun oral, sesuai tingkat infeksi.

Beberapa produk yang juga bisa digunakan sebagai perawatan eksim atopik adalah:

  • Pimecrolimus topikal atau tacrolimus
    Untuk eksim di tempat sensitif yang tidak memberikan respons terhadap perawatan sederhana
  • Perban atau pakaian tubuh khusus
    Untuk mendukung proses penyembuhan kulit
  • Perawatan yang lebih kuat
    Bisa diresepkan oleh dokter spesialis kulit

Perawatan Diri

Bersamaan pengobatan di atas, lakukan langkah-langkah perawatan diri untuk meringankan gejala serta memperburuk kondisi kulit.

  • Menjaga kesehatan kulit
    Penting untuk menjaga kelembapan kulit Anda. Krim tebal atau salep dengan kandungan air menjadi pilihan terbaik. Pakai krim segera setelah mandi, atau ketika kulit masih dalam keadaan basah. Pastikan Anda tidak mandi terlalu lama atau menggunakan air dengan panas berlebihan, yang berpotensi membuat kulit kering.
  • Hindari menggaruk kulit
    Eksim bisa menjadi sangat gatal dan memicu keinginan untuk menggaruk. Padahal, tindakan ini malahan merusak kulit, menyebabkan timbulnya lebih banyak eksim, penebalan kulit, serta kulit yang kasar. Garukan yang dalam juga mendorong perdarahan dan meningkatkan risiko kulit terhadap infeksi serta luka. Oleh karena itu, tahan keinginan untuk menggaruk. Sebagai gantinya, Anda bisa mengusap-usap kulit dengan jari-jari. Pastikan kuku Anda pendek dan bersih, agar kulit tidak terluka. Kenakan pakaian yang bisa menutup bagian kulit tersebut. Tujuannya, untuk mengurangi kerusakan kulit akibat kebiasaan menggaruk.
  • Jauhi pemicu eksim
    Dokter akan mencari pemicu eksim atopik yang Anda alami. Setelah mengetahui pemicunya, Anda bisa menghindarinya. Misalnya, jenis kain tertentu yang menyebabkan iritasi pada kulit Anda. Jadi, Anda bisa memilih pakaian dengan bahan lain.
  • Perhatikan pola makan
    Beberapa makanan seperti telur dan susu sapi dapat memicu gejala eksim. Oleh karena itu, hindari mengubah diet terlalu signifikan tanpa berdiskusi dengan dokter. Sebab, menghilangkan makanan tertentu dari diet, bisa berdampak buruk terhadap kesehatan. Terutama pada anak-anak dengan kebutuhan kalsium, kalori, dan protein dari sumber makanan tersebut.
  • Melindungi diri dari sinar matahari
    Sinar matahari dalam jumlah sedikit, bisa membantu meredakan gejala eksim. Namun, radiasi ultraviolet dari sinar matahari merupakan faktor risiko terhadap kanker kulit dan penuaan dini pada kulit. Paparan sinar matahari berlebihan malah memperburuk eksim.
  • Atasi stres dan kecemasan

Pencegahan

Untuk mencegah munculnya eksim atopik, lakukan perawatan diri sesuai petunjuk di atas. Selain itu, gunakan sabun khusus. Sebab, sabun biasa memiliki sifat basa, dan bisa menyebabkan kulit kering.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Anda disarankan berkonsultasi dengan dokter jika mengalami kondisi berikut ini.

  • Gejala eksim atopik, terutama jika gejalanya telah memenuhi kriteria diagnosis eksim atopik
  • Eksim atopik telah menimbulkan rasa tidak nyaman dan mengganggu tidur, serta aktivitas sehari-hari.
  • Infeksi kulit berupa garis-garis merah, nanah, dan koreng berwarna kuning
  • Gejala yang tidak membaik, meski sudah melakukan pengobatan di rumah

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Agar kunjungan Anda ke dokter menjadi efektif, lakukan langkah-langkah persiapan berikut ini.

  1. Tuliskan setiap gejala yang Anda alami, termasuk yang dianggap tidak berkaitan dengan eksim atopik.
  2. Tuliskan informasi pribadi seputar riwayat medis keluarga, dan riwayat alergi, jika ada
  3. Buat daftar semua obat, vitamin atau suplemen yang Anda konsumsi. Catat dosisnya masing-masing.
  4. Tuliskan pertanyaan untuk disampaikan dokter mengenai kondisi kesehatan Anda

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Selain memeriksa gejala Anda, dokter mungkin akan mengajukan sejumlah pertanyaan kepada. Bersiaplah untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti berikut:

  • Apakah ruam kulit terasa gatal? Di mana saja lokasinya?
  • Kapankah gejala pertama kali dimulai?
  • Apakah gejalanya itu hilang dan timbul kembali?
  • Apakah ada riwayat eksim atopik dalam keluarga Anda?
  • Apakah Anda memiliki kondisi lain, seperti alergi atau asma?
  • Apakah ada sesuatu dalam diet maupun gaya hidup Anda yang mungkin berkontribusi terhadap kondisi ini?
Referensi

Betterhealth Chanel Victoria State Government. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/ConditionsAndTreatments/eczema-atopic-dermatitis
Diakses pada 11 November 2018

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/atopic-dermatitis-eczema/doctors-departments/ddc-20353282
Diakses pada 11 November 2018

myDr. https://www.mydr.com.au/skin-hair/eczema-prevention-and-treatment
Diakses pada 11 November 2018

National Allergy and Asthma. https://nationalallergyandasthma.com/atopic-dermatitis-eczema/
Diakses pada 11 November 2018

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/atopic-eczema/
Diakses pada 11 November 2018

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/atopic-eczema/
Diakses pada 11 November 2018

Back to Top