Kulit & Kelamin

Ejakulasi Dini

09 Jun 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Ejakulasi Dini
Ejakulasi dini adalah masalah yang umum dan bisa diobati.
Ejakulasi dini merupakan kondisi di mana pelepasan air mani (ejakulasi) menjadi lebih cepat dari yang diharapkan. Sekitar 1 dari 3 pria berusia 18 sampai 59 tahun mengalami kondisi ini. Ejakulasi dini juga masuk ke dalam disfungsi seksual di mana seseorang tidak mampu untuk mencapai atau mempertahankan ereksi yang dapat memuaskan aktivitas seksual.
Ejakulasi Dini
Dokter spesialis Andrologi
GejalaKetidakmampuan menahan keluarnya sperma dan air mani lebih dari 1 menit
Faktor risikoDisfungsi ereksi, stres
Metode diagnosisKriteria berdasarkan DSM V, pemeriksaan fisik, tes darah
PengobatanLatihan otot dasar panggul, obat-obatan
ObatAntidepresan, sildenafil, vardenafil
KomplikasiStres, gangguan kesuburan
Kapan harus ke dokter?Jika mengalami gejala ejakulasi dini
Gejala yang ditimbulkan dari kondisi ini adalah ketidakmampuan menahan keluarnya sperma dan air mani selama lebih dari satu menit setelah penetrasi seksual. Hal tersebut juga dapat terjadi pada saat masturbasi. Ejakulasi dini dapat dibagi menjadi 2, yaitu:
  • Ejakulasi dini primer (jangka panjang). Ejakulasi dini yang terjadi mulai dari hubungan seksual pertama dan seterusnya.
  • Ejakulasi dini sekunder (didapat). Pada kasus ini, penderita tidak mengalami masalah ejakulasi pada hubungan seksual sebelumnya.
Lebih lanjut, kondisi ini dapat berakhir menjadi kondisi jangka panjang jika muncul stres atau rasa frustrasi pada kondisi psikis penderita. Selain itu, gejala psikis lain yang dapat muncul ialah menghindari berhubungan intim, rasa percaya diri terhadap hubungan jadi berkurang, kesulitan dalam berhubungan interpersonal, kegelisahan, rasa malu, serta depresi.
Penyebab ejakulasi dini dapat dibagi menjadi 2, yaitu karena faktor psikologis atau karena faktor medis (memiliki suatu kondisi/penyakit lain). Faktor psikologis yang dapat menyebabkan ejakulasi dini antara lain:
  • Terlalu bersemangat, nafsu yang berlebihan, penis yang sangat sensitif, gugup, atau tidak nyaman dengan pasangan baru
  • Kecemasan tentang kinerja
  • Depresi
  • Perasaan bersalah atau ketidak-mampuan
  • Kurangnya pengalamandalam berhubungan intim
  • Masalah-masalah terkait anggapan terhadap tubuh (body image)
  • Kegelisahan
  • Stres
Faktor-faktor psikologis tadi dapat mempengaruhi pria yang sebelumnya tidak mengalami kondisi tersebut. Merekalah yang mengalami ejakulasi dini sekunder (didapat). Akan tetapi, kebanyakan faktor penyebab ejakulasi dini primer (jangka panjang) juga faktor psikologis. Ejakulasi dini primer juga memiliki penyebab-penyebab tertentu seperti misalnya pendidikan seksual yang ketat, pengalaman traumatis terkait hubungan seksual, atau pembiasaan (contohnya seorang remaja yang terbiasa bermasturbasi dengan cepat karena takut tertangkap basah oleh orang lain, sehingga ia terbiasa cepat pula dalam mencapai/mengalami orgasme).Sementara faktor-faktor medis yang dapat menyebabkan ejakulasi dini, antara lain:
  • Jumlah zat kimia serotonin pada otak yang rendah
  • Kadar neurotransmiter (zat kimia dalam otak) yang abnormal
  • Diabetes
  • Sklerosis ganda
  • Masalah pada kelenjar tiroid (misalnya karena kurang aktif atau terlalu aktif)
  • Peradangan atau infeksi prostat atau uretra (saluran yang mengalirkan urine dan cairan mani ke luar)
  • Penggunaan obat-obatan terlarang
  • Konsumsi alkohol yang berlebihan
  • Faktor keturunan
  • Gangguan hormon

Faktor Risiko

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko ejakulasi dini, antara lain:
  • Disfungsi ereksi, yaitu kondisi di mana seorang pria sulit ereksi atau mempertahankan ereksinya. Kondisi ini dapat berujung kepada ejakulasi dini sebab rasa takut yang muncul karena sulit ereksi, sehingga pria tersebut terburu-buru dalam berhubungan intim.
  • Stres, kondisi psikologis yang dapat menyebabkan ejakulasi dini. Stres bisa mempengaruhi kondisi mental seseorang saat berhubungan intim, sehingga ia sulit rileks dan fokus dalam keadaan tersebut.
Untuk mendiagnosis ejakulasi dini, dokter biasanya akan menanyakan beberapa pertanyaan mengenai riwayat kesehatan, pemeriksaan fisik, juga tes darah untuk memeriksa kadar hormon testosteron atau tes lainnya. Dokter dapat menyarankan berkonsultasi dengan ahli urologi atau spesialis dalam disfungsi seksual (andrologi).Selain itu, ada yang disebut kriteria DSM-5 untuk menentukan apakah seseorang menderita ejakulasi dini. Kriteria DSM-5 tersebut antara lain:
  • Pada 75-100% hubungan intim yang dilakukan, terdapat pola di mana pasangan pria mengalami ejakulasi dalam waktu 1 menit setelah penetrasi seksual, tanpa disengaja;
  • Gejala tadi telah terjadi selama 6 bulan;
  • Gejala tadi menyebabkan efek negatif pada mental pasangan pria, dan;
  • Gejala tadi tak dapat dijelaskan oleh kondisi lain yang dialami pasangan pria seperti misalnya kondisi medis yang sedang dialami, efek dari obat-obatan yang sedang dipakai, masalah-masalah dalam hubungan, atau masalah-masalah lainnya yang signifikan.
Lebih lanjut, diagnosis juga dapat dilakukan untuk menentukan jenis ejakulasi dini yang dialami penderita, melalui kriteria:
  • Ejakulasi dini primer (jangka panjang), di mana ejakulasi dini dialami sejak hubungan seksual pertama;
  • Ejakulasi dini sekunder (didapat), di mana ejakulasi dini tidak dialami pada hubungan seksual sebelumnya, tapi sekarang dialami;
  • Ejakulasi dini yg sama rata (generalized), di mana ejakulasi dini terjadi dalam hubungan seksual dengan pasangan yang berbeda serta situasi yang berbeda pula, dan;
  • Ejakulasi dini yg khusus (situational), di mana ejakulasi dini hanya terjadi dalam hubungan seksual dengan pasangan serta situasi tertentu.
Terakhir, diagnosis juga dapat dilakukan untuk menentukan tingkat keparahan ejakulasi dini yang dialami penderita, melalui kriteria:
  • Ejakulasi dini tingkat ringan, di mana ejakulasi terjadi 30-60 detik setelah penetrasi seksual;
  • Ejakulasi dini tingkat sedang, di mana ejakulasi terjadi 15-30 detik setelah penetrasi seksual, dan;
  • Ejakulasi dini tingkat parah, di mana ejakulasi terjadi sebelum, saat, atau kurang dari 15 detik setelah penetrasi seksual.
Terdapat beberapa hal yang dapat mengobati ejakulasi dini, seperti:
  • Melakukan masturbasi satu jam atau lebih dari sejam sebelum melakukan hubungan seksual agar dapat membantu Anda menunda ejakulasi dengan pasangan Anda.
  • Latihan otot panggul bawah, maneuver, atau latihan kegel untuk memperkuat otot dasar panggul yang dapat membantu mengendalikan ejakulasi. Latihan ini dapat dilakukan 3 set dengan 10 kali pengulangan setiap harinya
  • Teknik pause-squeeze (tahan-tekan). Pada awal berhubungan, penis distimulasi terlebih dahulu sampai terasa hampir siap untuk ejakulasi. Setelah itu ujung penis ditekan oleh pasangan selama beberapa beberapa detik sampai keinginan untuk ejakulasi atau ereksi menghilang. Penekanan tersebut dapat dilakukan berulang jika diperlukan sampai penetrasi bisa dimulai tanpa ejakulasi.
  • Teknik ­stop-start (stop-mulai). Teknik ini dapat dipilih jika teknik pause-squeeze terasa menyakitkan atau tidak nyaman. Metode awalnya sama dengan teknik sebelumnya, dengan stimulasi penis. Hanya saja penis tidak ditekan jika muncul dorongan ejakulasi, tapi stimulasi penis dihentikan selama 30 detik atau sampai keinginan ejakulasi hilang. Proses ini bisa diulang 3-4 kali kemudian bisa dilanjutkan dengan penetrasi.
  • Menurunkan sensitivitas selama hubungan seksual dengan memakai kondom untuk mempertahankan ejakulasi yang lebih lama. Terdapat juga kondom yang dirancang khusus untuk kontrol klimaks yang berfungsi untuk mengurangi sedikit respon saraf penis.
  • Obat-obatan seperti krim anestetik, antidepresan, dan obat-obatan disfungsi ereksi (sildenafil, vardenafil) dapat direkomendasikan juga oleh dokter.
 

Komplikasi

Ejakulasi dini dapat menyebabkan kondisi lain seperti:
  • Stres, disertai masalah-masalah dalam hubungan. Kondisi ini merupakan komplikasi yang sering muncul dikarenakan ejakulasi dini.
  • Gangguan kesuburan. Penderita ejakulasi dini dapat mengalami kesulitan memperoleh keturunan, terutama jika ejakulasi tak terjadi di dalam vagina pasangan mereka.
Metode pencegahan ejakulasi dini pada dasarnya mirip dengan metode pengobatan yang telah disebutkan, yaitu pembiasaan supaya ejakulasi tidak terjadi secara prematur/dini.Hal ini berlaku terutama pada pria yang masih berusia muda, di mana kebiasaan melakukan masturbasi dapat berujung pada ejakulasi dini nantinya jika dilakukan dengan terburu-buru. Cobalah metode-metode yang telah disebutkan di atas seperti pause-squeeze, stop-start, latihan kegel, atau masturbasi sesuai cara yang telah dianjurkan.
Berkonsultasilah dengan dokter jika Anda mengalami ejakulasi lebih cepat dari yang diinginkan. Ejakulasi dini adalah masalah yang umum dan bisa diobati, sehingga jangan sungkan atau merasa malu untuk membahas masalah kesehatan seksual. Dokter akan membantu Anda untuk mencarikan cara untuk mengobati atau merawat ejakulasi dini Anda.
Sebelum berkonsultasi dengan dokter, sebaiknya Anda membuat beberapa daftar, seperti daftar gejala yang dialami, sejarah seksual, riwayat kesehatan, informasi pribadi, dan pertanyaan untuk dokter, yang meliputi:
  • Apa penyebab dari ejakulasi dini yang saya alami?
  • Pengobatan atau perawatan apa yang cocok untuk gejala saya?
  • Apakah saya berisiko untuk mengalami kambuh setelah perawatan?
  • Apakah ada alternatif obat yang dapat Anda rekomendasikan?
  • Tes apa saja yang harus saya lakukan?
  • Apakah Anda memiliki media cetak yang dapat direkomendasikan pada saya?
Pada saat berkonsultasi, dokter akan menanyakan beberapa pertanyaan, di antaranya adalah:
  • Apa saja gejala yang Anda alami?
  • Seberapa sering Anda mengalami ejakulasi dini?
  • Apakah Anda menggunakan narkoba?
  • Apakah Anda mengalami ejakulasi dini hanya dengan pasangan tertentu?
  • Seberapa parah ejakulasi dini memengaruhi kehidupan seksual Anda?
  • Apakah pasangan Anda terganggu dengan ejakulasi dini yang Anda alami?
  • Apakah Anda mengonsumsi obat yang menggunakan resep? Obat apa saja yang Anda baru mulai atau baru saja berhenti menggunakannya?
  • Apakah Anda mengalami ejakulasi setiap kali berhubungan seksual?
  • Seberapa sering Anda berhubungan seksual?
  • Apakah Anda mengalami ejakulasi dini pada saat masturbasi?
  • Apakah Anda merasa kesulitan dalam mendapat atau mempertahankan ereksi?
Family Doctor. https://familydoctor.org/condition/premature-ejaculation/
diakses pada 29 November 2018
Healthline. https://www.healthline.com/health/mens-health/premature-ejaculation
diakses pada 29 November 2018
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/premature-ejaculation/symptoms-causes/syc-20354900
diakses pada 29 November 2018
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/188527#symptoms
diakses pada 8 Juni 2021
Medscape. https://www.medscape.com/answers/435884-30677/what-are-the-dsm-5-diagnostic-criteria-for-premature-ejaculation-pe
diakses pada 8 Juni 2021
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/ejaculation-problems/
diakses pada 8 Juni 2021
Verywellhealth. https://www.verywellhealth.com/premature-ejaculation-2328534
diakses pada 8 Juni 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email