Ejakulasi Dini

Ditulis oleh Olivia
Ditinjau dr. Reni Utari
Penyebab ejakulasi dini pada pria adalah penis yang sangat sensitif, gugup, atau terlalu bersemangat
Ejakulasi dini adalah masalah yang umum dan bisa diobati.

Pengertian Ejakulasi Dini

Ejakulasi dini merupakan kondisi di mana pelepasan air mani (ejakulasi) menjadi lebih cepat dari yang diharapkan. Sekitar 1 dari 3 pria berusia 18 sampai 59 tahun mengalami kondisi ini. Ejakulasi dini juga masuk ke dalam disfungsi seksual di mana seseorang tidak mampu untuk mencapai atau mempertahankan ereksi yang dapat memuaskan aktivitas seksual.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Gejala yang ditimbulkan dari kondisi ini adalah ketidakmampuan menahan keluarnya sperma dan air mani selama lebih dari satu menit setelah penetrasi seksual. Hal tersebut juga dapat terjadi pada saat masturbasi. Ejakulasi dini dapat dibagi menjadi 2, yaitu:

  • Ejakulasi dini primer. Ejakulasi dini yang terjadi mulai dari hubungan seksual pertama dan seterusnya.
  • Ejakulasi dini sekunder (didapat). Pada kasus ini, penderita tidak mengalami masalah ejakulasi pada hubungan seksual sebelumnya.

Penyebab

Terdapat beberapa penyebab ejakulasi dini pada pria, seperti:

  • Terlalu bersemangat, nafsu yang berlebihan, penis yang sangat sensitif, gugup, atau tidak nyaman dengan pasangan baru
  • Kecemasan tentang kinerja
  • Depresi
  • Perasaan bersalah
  • Jumlah zat kimia serotonin pada otak yang rendah
  • Kadar neurotransmiter (zat kimia dalam otak) yang abnormal
  • Peradangan atau infeksi prostat atau uretra (saluran yang mengalirkan urine dan cairan mani ke luar)
  • Faktor keturunan
  • Gangguan hormon
  • Stres

Diagnosis

Untuk mendiagnosis ejakulasi dini, dokter biasanya akan menanyakan beberapa pertanyaan mengenai riwayat kesehatan, pemeriksaan fisik, juga tes darah untuk memeriksa kadar hormon testosteron atau tes lainnya. Dokter dapat menyarankan berkonsultasi dengan ahli urologi atau spesialis dalam disfungsi seksual (andrologi).

Pengobatan

Terdapat beberapa hal yang dapat mengobati ejakulasi dini, seperti:

  • Melakukan masturbasi satu jam atau lebih dari sejam sebelum melakukan hubungan seksual agar dapat membantu Anda menunda ejakulasi dengan pasangan Anda.
  • Latihan otot panggul bawah, maneuver, atau senam kegel untuk memperkuat otot dasar panggul yang dapat membantu mengendalikan ejakulasi. Latihan ini dapat dilakukan 3 set dengan 10 kali pengulangan setiap harinya
  • Teknik pause-squeeze (tahan-tekan). Pada awal berhubungan, penis distimulasi terlebih dahulu sampai terasa hampir siap untuk ejakulasi. Setelah itu ujung penis ditekan oleh pasangan selama beberapa beberapa detik sampai keinginan untuk ejakulasi atau ereksi menghilang. Penekanan tersebut dapat dilakukan berulang jika diperlukan sampai penetrasi bisa dimulai tanpa ejakulasi.
  • Teknik ­stop-start (stop-mulai). Teknik ini dapat dipilih jika teknik pause-squeeze terasa menyakitkan atau tidak nyaman. Metode awalnya sama dengan teknik sebelumnya, dengan stimulasi penis. Hanya saja penis tidak ditekan jika muncul dorongan ejakulasi, tapi stimulasi penis dihentikan selama 30 detik atau sampai keinginan ejakulasi hilang. Proses ini bisa diulang 3-4 kali kemudian bisa dilanjutkan dengan penetrasi.
  • Menurunkan sensitivitas selama hubungan seksual dengan memakai kondom untuk mempertahankan ejakulasi yang lebih lama. Terdapat juga kondom yang dirancang khusus untuk kontrol klimaks yang berfungsi untuk mengurangi sedikit respon saraf penis.
  • Obat-obatan seperti krim anestetik, antidepresan, dan obat-obatan disfungsi ereksi (sildenafil, vardenafil) dapat direkomendasikan juga oleh dokter.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Berkonsultasilah dengan dokter jika Anda mengalami ejakulasi secara cepat dari yang diinginkan. Ejakulasi dini adalah masalah yang umum dan bisa diobati, sehingga jangan sungkan atau merasa malu untuk membahas masalah kesehatan seksual. Dokter akan membantu Anda untuk mencarikan cara untuk mengobati atau merawat ejakulasi dini Anda.

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Sebelum berkonsultasi dengan dokter, sebaiknya Anda membuat beberapa daftar, seperti daftar gejala yang dialami, sejarah seksual, riwayat kesehatan, informasi pribadi, dan pertanyaan untuk dokter, yang meliputi:

  • Apa penyebab dari ejakulasi dini yang saya alami?
  • Pengobatan atau perawatan apa yang cocok untuk gejala saya?
  • Apakah saya berisiko untuk mengalami kambuh setelah perawatan?
  • Apakah ada alternatif obat yang dapat Anda rekomendasikan?
  • Tes apa saja yang harus saya lakukan?
  • Apakah Anda memiliki media cetak yang dapat direkomendasikan pada saya?

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Pada saat berkonsultasi, dokter akan menanyakan beberapa pertanyaan, di antaranya adalah:

  • Apa saja gejala yang Anda alami?
  • Seberapa sering Anda mengalami ejakulasi dini?
  • Apakah Anda menggunakan narkoba?
  • Apakah Anda mengalami ejakulasi dini hanya dengan pasangan tertentu?
  • Seberapa parah ejakulasi dini memengaruhi kehidupan seksual Anda?
  • Apakah pasangan Anda terganggu dengan ejakulasi dini yang Anda alami?
  • Apakah Anda mengonsumsi obat yang menggunakan resep? Obat apa saja yang Anda baru mulai atau baru saja berhenti menggunakannya?
  • Apakah Anda mengalami ejakulasi setiap kali berhubungan seksual?
  • Seberapa sering Anda berhubungan seksual?
  • Apakah Anda mengalami ejakulasi dini pada saat masturbasi?
  • Apakah Anda merasa kesulitan dalam mendapat atau mempertahankan ereksi?
Referensi

Family Doctor. https://familydoctor.org/condition/premature-ejaculation/
diakses pada 29 November 2018.

Healthline. https://www.healthline.com/health/mens-health/premature-ejaculation
diakses pada 29 November 2018.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/premature-ejaculation/symptoms-causes/syc-20354900
diakses pada 29 November 2018.

Back to Top