Pernapasan

Efusi pleura

Diterbitkan: 29 Apr 2019 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Efusi pleura
Kondisi ini dapat disebabkan oleh penyakit yang menyebabkan gangguan pada jantung, hati, paru dan ginjal.
Efusi pleura adalah suatu kondisi yang menyebabkan penumpukan cairan pada rongga pleura. Pleura merupakan area antara membran pelapis paru-paru dan rongga dada.Adanya penumpukan cairan di paru-paru dapat menimbulkan masalah pada saluran pernapasan. Gejala yang ditimbulkan berupa batuk, nyedi dada hingga kesulitan bernapas.Secara umum, penumpukan cairan di pleura terjadi ketika pleura mengalami iritasi, pembengkakan, atau infeksi. Berbagai kondisi tersebut membagi efusi pleura menjadi dua jenis, yakni transudatif atau eksudatif. Keduanya memiliki penyebab dan pilihan pengobatan yang berbeda. 
Efusi pleura
Dokter spesialis Paru, Penyakit Dalam
GejalaSesak napas, batuk, demam
Faktor risikoKebiasaan merokok, mengonsumsi alkohol, terpapar asbes, infeksi
Metode diagnosisSesak napas, batuk, demam
PengobatanTorakosentesis, pengobatan penyakit pemicu
KomplikasiPneumotoraks, empyema, sepsis
Kapan harus ke dokter?Jika mengalami gejala
Tanda dan gejala yang dapat ditimbulkan oleh efusi pleura adalah:
  • Nyeri pada bagian dada
  • Terasa berat saat bernapas
  • Batuk
  • Demam dan menggigil
  • Bernapas dengan cepat
  • Sesak napas
 
Berdasarkan jenisnya, berikut ini penyebab efusi pleura.

Efusi pleura transudatif

Penyebab terjadinya efusi pleura transudatif adalah adanya kebocoran cairan akibat tidak seimbangnya tekanan cairan di dalam rongga pleura. Kejadian ini dapat dipicu oleh beberapa hal seperti:
  • Gagal jantung kongestif
  • Sirosis atau gangguan fungsi hati yang buruk
  • Atelektasis akibat emboli paru, atau gumpalan darah dan penyumbatan di arteri paru-paru
  • Hipoalbuminemia akibat kadar albumin dalam darah di bawah normal.
  • Sindrom nefrotik, yang meningkatkan kadar protein di dalam urine karena kerusakan pada ginjal
  • Miksedema, yaitu suatu kondisi akibat kurangnya kadar hormon tiroid dalam darah
  • Perikarditis konstriktif, yaitu peradangan perikardium (lapisan tipis jaringan yang mengelilingi jantung)
  • Urinothorax, yaitu penumpukan urine di area pleura
  • Kebocoran cairan serebrospinal (CSF) ke pleura yang biasanya terjadi saat pembedahan tulang belakang toraks
  • Fistula duropleural, sebagai komplikasi dari operasi sumsum tulang belakang
  • Komplikasi dari dialisis peritoneal
  • Komplikasi akibat kesalahan lokasi pemasangan kateter vena sentral

Efusi pleura eksudatif

Efusi pluera eksudatif timbul dari pleura yang mengalami pembengkakan, penyumbatan pembuluh atau infeksi akibat suatu kondisi medis.Yang termasuk kondisi medis tersebut antara lain:
  • Pneumonia
  • Tumor ganas dari berbagai kanker seperti kanker paru-paru, payudara, limfoma, dan leukemia
  • Emboli paru
  • Penyakit autoimun, seperti lupus dan rheumatoid arthritis
  • Tuberkulosis
  • Pankreatitis
  • Sarkoidosis
  • Infeksi jamur
  • Komplikasi dari operasi jantung terbuka
Baca juga: 10 Pekerjaan Berisiko untuk Penyakit Paru paru 

Faktor risiko

Beberapa faktor berikut ini dapat meningkatkan risiko terjadinya efusi pleura.
  • Kebiasaan merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol
  • Memiliki penyakit tekanan darah tinggi
  • Terpapar asbes
Baca juga: Cara Membersihkan Paru-paru untuk Perokok Aktif maupun Pasif  
Awalnya dokter akan menanyakan beberapa hal mengenai tanda dan gejala yang Anda alami serta melakukan pemeriksaan fisik. Dokter akan mengetuk dada Anda biasanya dokter akan mendengar bunyi redup (berisi cairan) saat ketukan dimana harusnya adalah sonor (berisi udara)  dan mendengarkan dengan stetoskop.Untuk memastikan adanya efusi pleura, dokter dapat merekomendasikan pemeriksaan penunjang berupa:
  1. Tes pencitraan, seperti:
  • Rontgen dada. Efusi pleura biasanya tampak putih pada rontgen, sedangkan ruang udara terlihat hitam. Apabila Anda memiliki efusi pleura Anda memerlukan lebih banyak tes menggunakan rontgen. Hal Ini dapat menunjukkan potensi cairan mengalir bebas dalam ruang pleura.
  • Computed tomography (CT scan). CT scan menggunakan rontgen bertenaga tinggi dan komputer ini berfungsi untuk menggambarkan seluruh bagian dalam maupun luar dada. Tes ini dapat memperlihatkan kondisi dada secara lebih jelas dibandingkan rontgen dada saja.
  • Ultrasonografi (USG). Probe diletakkan pada dada untuk melihat gambaran bagian dalam tubuh yang dapat muncul di layar. Selain itu dokter mungkin menggunakan USG sebagai pemandu agar dapat menemukan lokasi cairan ketika akan mengambil sampel untuk dianalisis.
  1. Torakosintesis
Torakosintesis adalah sebuah prosedur dengan cara memasukkan jarum dan tabung yang disebut kateter di antara tulang rusuk, menuju dalam rongga pleura. Tujuannya adalah mengambil sampel cairan untuk dianalisis.Baca juga: Apakah Cairan di Paru-Paru Bisa Hilang? Ini Penjelasannya 
Pengobatan efusi pleura terdiri dari langkah-langkah berikut ini.
  1. Menghilangkan cairan di dalam rongga pleura

Berbagai tindakan pengangkatan cairan berikut ini dapat membuat paru-paru mengembang dengan baik agar bernapas lebih mudah dilakukan.
  • Thoracentesis
Prosedur ini dilakukan dengan memasukkan jarum ke rongga dada untuk mengambil cairan berlebih pada pleura.
  • Tube thoracostomy (chest tube)
Dokter akan membuat sayatan kecil di dinding dada dan memasukkan selang plastik ke dalam rongga pleura selama beberapa hari hingga cairan hilang.
  • Pleural drain
Jika efusi pleura terus terjadi, dokter dapat memasang kateter di dalam rongga pleura. Kateter tersebut dapat digunakan pasien untuk mengeringkan cairan pleura yang telah menumpuk. Kateter ini digunakan secara mandiri di rumah pasien. Dokter akan memberi tahu cara dan waktu untuk mengeringkan cairan lewat kateter tersebut.
  • Pleurodesis
Tindakan ini dilakukan untuk menempelkan paru-paru pada dinding dada. Dokter akan menyuntikkan zat yang mengiritasi (seperti talk atau doksisiklin) ke dalam rongga pleura. Zat tersebut dapat menimbulkan iritasi pada lapisan pleura, sehingga permukaannya akan menjadi lengket dan menyatu. Rongga yang terbentuk di antara kedua lapisan pleura beserta cairan yang menumpuk di dalamnya, akan hilang. Selain untuk mengobati, prosedur ini juga dilakukan agar penumpukan cairan tidak terjadi lagi.
  • Operasi rongga pleura (Pleural decortication)
Pleural decortication dilakukan untuk mengangkat lapisan pleura dengan membuat sayatan kecil (torakoskopi) atau sayatan besar (torakotomi). 
  1. Mengobati Penyakit yang menyebabkan penumpukan cairan

Agar penumpukan cairan tidak kembali terjadi, dokter akan memberikan pengobatan terhadap kondisi medis penyebab menumpuknya cairan yang mungkin dimiliki pasien. Misalnya sebagai berikut ini.
  • Apabila penumpukan cairan disebabkan oleh gagal jantung, dokter bisa menyarankan diuretik dan obat lain untuk mengobati gagal jantung.
  • Apabila penumpukan cairan disebabkan oleh infeksi, Anda dapat menggunakan antibiotik untuk mengatasinya infeksinya.
  • Apabila Anda mengidap kanker atau infeksi, biasanya penyakit ini diobati dengan kemoterapi, terapi radiasi, atau operasi.
Baca juga: Makanan Pembersih Paru-paru yang Jarang Diketahui Orang 

Komplikasi

Efusi pleura yang tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan komplikasi berupa:
  • Jaringan parut di paru-paru,
  • Pneumotoraks (kolaps paru) sebagai komplikasi thoracentesis
  • Empiema (kumpulan nanah di dalam rongga pleura)
  • Sepsis (infeksi darah) yang terkadang menyebabkan kematian
 
Efusi pleura dapat dicegah dengan melakukan pengobatan dini pada penyakit yang menyebabkan penumpukan cairan di paru-paru. Meskipun demikian, dalam beberapa kasus efusi pleura tidak dapat dicegah.Adapun cara mencegah berulangnya efusi pleura adalah dengan melakukan pleurodesis, prosedur untuk menutup ruang pleura.Baca jawaban dokter: Apakah penyakit paru boleh minum air kelapa? 
Segera berkonsultasi dengan dokter atau ke unit gawat darurat apabila Anda mengalami gejala seperti di atas dan sulit untuk bernapas.
Sebelum menjalani pemeriksaan oleh dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter biasanya akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut ini.
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terhadap efusi pleura?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis efusi pleura agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Healthline. https://www.healthline.com/health/pleural-effusion
Diakses pada 20 Desember 2018
MedicineNet. https://www.medicinenet.com/pleural_effusion_fluid_in_the_chest_or_on_lung/article.htm
Diakses pada 20 Desember 2018
WebMD. https://www.webmd.com/lung/pleural-effusion-symptoms-causes-treatments#1-4
Diakses pada 20 Desember 2018
MedlinePlus. https://medlineplus.gov/ency/article/000086.htm
Diakses pada 17 September 2020
Medlineplus. https://medlineplus.gov/ency/article/000086.htm
Diakses pada 17 September 2020
 
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Bisa Picu Kecanduan, Perhatikan Efek Samping Tramadol Ini

Ada beragam efek samping tramadol yang harus diperhatikan pasien. Beberapa efek samping tramadol juga bersifat serius sehingga hanya bisa didapatkan atas resep dokter.
28 Nov 2020|Arif Putra
Baca selengkapnya
Efek samping tramadol muncul bila penggunaan obat tidak sesuai petunjuk dokter

8 Titik Refleksi di Tangan untuk Mengatasi Masalah Kesehatan

Pijat refleksi sudah lama terkenal sebagai pengobatan alternatif. Beberapa titik refleksi di tangan dapat mengatasi sembelit, sakit kepala, dan pilek.
25 Sep 2019|Anita Djie
Baca selengkapnya
Titik refleksi tangan di telapak tangan kanan dan kiri serta pergelangan tangan

8 Cara Mengobati PPOK untuk Menghindari Risiko Komplikasi Berbahaya

Cara mengobati PPOK bisa dimulai dari diri sendiri, seperti rutin berolahraga dan menjalani pola makan sehat agar pasien tetap dapat beraktivitas normal. Pengobatan PPOK khusus dari dokter seperti operasi mungkin diperlukan jika gejala sudah parah.Baca selengkapnya
cara mengobati PPOK dengan pengobatan dokter dan gaya hidup sehat di rumah