Edema Paru

Ditinjau dr. Fridawati
Edema paru ditandai dengan gejala seperti sesak napas, batuk darah, napas berbunyi dan berkeringan secara berlebihan.
Edema paru umumnya disebabkan oleh beberapa penyakit seperti penyakit jantung dan hipetensi.

Pengertian Edema Paru

Edema paru merupakan kondisi dimana paru-paru terisi oleh cairan. Penyakit ini juga dikenal juga sebagai sebagi lung congestion (bendungan di paru-paru) atau paru-paru berisi cairan. Saat kondisi ini terjadi tubuh berusaha untuk mendapatkan oksigen yang cukup dan Anda mulai mengalami sesak napas. Hal ini dapat diobati dengan pengobatan yang tepat berdasarkan penyebabnya.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Tanda dan gejala pada penyakit ini adalah

  • Mengalami batuk darah
  • Mengalami kesulitan bernapas ketika berbaring (ortopnea)
  • Selalu merasa kekurangan oksigen
  • Napas berbunyi
  • Kelelahan saat berbicara karena kekurangan oksigen

Adapun gejala lain yang dapat terjadi yaitu:

  • Merasa cemas dan gelisah
  • Mengalami penurunan tingkat kewaspadaan
  • Pembengkakan pada kaki atau perut
  • Kulit menjadi pucat
  • Berkeringat secara berlebihan

Penyebab

Penyakit ini umumnya disebabkan oleh gangguan jantung, sehingga disebut edema paru kardiogenik. Edema paru menyebabkan salah satu bilik jantung tidak dapat memompa darah yang masuk melalui pembuluh darah dari paru-paru. Hal ini menyebabkan penumpukan cairan dan meningkatkan tekanan di jantung. Beberapa hal ini juga dapat membuat bilik jantung menjadi lemah karena pembuluh darah arteri yang sempit, kerusakan otot jantung, masalah katup jantung, dan tekanan darah tinggi. Terdapat penyebab edema paru lain selain karena masalah jantung, yaitu:

  • Mengidap acute respiratory distress syndrome (ARDS), atau sindrom gangguan pernapasan akut
  • Mengalami pembekuan darah
  • Terkena paparan amonia, klorin, atau racun lainnya
  • Menghirup asap yang mengandung bahan kimia tertentu
  • Mengalami cedera atau trauma pada otak atau sistem saraf
  • Mengalami cedera paru setelah pengangkatan bekuan darah
  • Reaksi terhadap beberapa obat
  • Infeksi virus

Penyakit ini juga dapat terjadi karena berada di dataran tinggi, biasanya di atas 8000 kaki. Para pendaki gunung harus turun ke bawah dan mencari bantuan medis jika mereka mengalami:

  • Rasa tidak nyaman pada dada
  • Batuk
  • Batuk yang mengandung darah
  • Memiliki detak jantung yang cepat dan tidak teratur
  • Demam
  • Sakit kepala
  • Sesak napas
  • Sulit saat berjalan di permukaan yang datar

Diagnosis

Umumnya dokter akan menemukan cairan di paru-paru, atau gejala yang disebabkan oleh cairan tersebut. Pemeriksaan fisik juga diperlukan untuk mendengarkan paru-paru Anda melalui stetoskop untuk mendeteksi:

  • Denyut jantung yang meningkat
  • Napas yang terlalu cepat
  • Suara berderik dari paru-paru anda
  • Suara jantung yang abnormal

Dokter akan memeriksa leher untuk menemukan penumpukan cairan, selain itu dokter juga mencari pembengkakan pada kaki dan perut seta melihat apakah kulit Anda pucat atau biru. Dokter juga akan menanyakan gejala Anda dan riwayat medis Anda. Apabila dokter mencurigai Anda memiliki cairan pada paru-paru Anda dokter akan meminta Anda melakukan pemeriksaan:

  • Tes darah secara lengkap
  • Echocardiogram, atau ultrasound jantung, untuk memeriksa aktivitas jantung yang abnormal
  • Rontgen dada untuk melihat cairan
  • Tes darah untuk memeriksa kadar oksigen
  • Electrocardiogram (EKG) untuk mencari masalah irama jantung atau tanda-tanda serangan jantung

Pengobatan

Penyakit ini biasanya mengharuskan Anda dirawat di unit gawat darurat pada rumah sakit dan harus dirawat secara intensif di ICU. Di ICU Anda akan mendapatkan oksigen melalui masker wajah atau tabung plastik yang diletakkan pada hidung. Jika oksigen yang diberikan melalui hidung dan mulut kurang, dipertimbangkan untuk menggunakan tabung pernapasan yang ditempatkan dalam tenggorokan (trakea) yang menghubungkannya ke mesin pernapasan (ventilator).

Penyebab penyakit ini dapat dideteksi dengan cepat dan apabila disebabkan oleh penyakit jantung segera obati. Beberapa obat yang dapat Anda gunakan yaitu:

  • Diuretik yang berfungsi untuk mengatasi kelebihan cairan dari tubuh
  • Obat-obatan yang memperkuat otot jantung, mengontrol detak jantung, atau mengurangi tekanan pada jantung
  • Obat-obatan lain ketika gagal jantung bukan penyebab edema paru

Pencegahan

Untuk mencegah penyakit ini konsumsi obat yang diresepkan oleh dokter untuk penyakit yang menjadi penyebab edema paru secara teratur. Serta melakukan diet yang sehat dan mengontrol faktor risiko.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Apabila penyakit ini terjadi segera bawa ke unit gawat darurat untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Pada saat Anda membuat janji, pastikan untuk menanyakan apakah ada yang perlu Anda lakukan terlebih dahulu termasuk apa saja yang mungkin tampak berhubungan dengan gejala yang Anda alami. Jadi menyiapkan daftar pertanyaan dapat membuat kunjungan Anda lebih efektif. Untuk edema paru berikut pertanyaan umum yang dapat Anda tanyakan ketika berkunjung ke dokter yaitu:

  • Apa penyebab penyakit saya ini?
  • Tes apa saja yang perlu saya perlukan?
  • Pengobatan apa yang saya bisa saya lakukan?
  • Cara terbaik apa untuk mengobati penyakit saya ini?

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Dokter mungkin akan memberikan beberapa pertanyaan kepada Anda dan sebaiknya Anda memberikan informasi yang jelas agar dokter dapat mendiagnosis lebih baik. Berikut pertanyaan yang mungkin diajukan:

  • Kapan Anda mengalami gejala ini?
  • Apakah gejala terjadi secara terus menerus?
  • Seberapa parah gejala Anda?
  • Apa yang memperbaiki dan memperburuk kondisi Anda?
Referensi

Healthline. https://www.healthline.com/health/pulmonary-edema
Diakses pada 20 Desember 2018

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pulmonary-edema/symptoms-causes/syc-20377009
Diakses pada 20 Desember 2018

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/ency/article/000140.htm
Diakses pada 20 Desember 2018

WebMD. https://www.webmd.com/lung/the-facts-about-pulmonary-edema#1
Diakses pada 20 Desember 2018

Back to Top